Sejak Oktober 2025, sebuah perubahan kecil namun bermakna hadir di setiap sudut Gedung Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Semarang (UNNES). Di lorong-lorong gedung, di area dekat ruang kuliah, dan di sudut-sudut ruang tunggu, kini berdiri deretan keran air minum gratis yang siap diakses kapan saja oleh mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, hingga pengunjung yang datang. Program penyediaan air minum gratis ini bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan pernyataan tegas bahwa FBS UNNES hadir sebagai institusi yang peduli terhadap kesehatan, kesejahteraan, dan kelestarian lingkungan.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan FBS UNNES dalam pengelolaan air yang tidak berhenti pada aspek lingkungan, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar seluruh sivitas akademika. Dengan menyediakan akses air minum gratis melalui keran siap minum, FBS ingin memastikan bahwa setiap orang di lingkungan fakultas dapat mengakses air bersih yang layak dikonsumsi. Inilah wujud nyata kepedulian institusi terhadap kesehatan dan kesejahteraan warganya, sekaligus menjadi kampanye hemat air dan pengurangan sampah plastik sekali pakai yang selama ini menjadi salah satu masalah lingkungan terbesar di kampus.
“Kami ingin FBS menjadi rumah yang nyaman bagi semua. Tidak ada lagi alasan untuk tidak minum air putih yang cukup karena keterbatasan biaya atau karena sulitnya akses. Dengan keran air minum gratis ini, kami berharap seluruh sivitas akademika dapat hidup lebih sehat dan lebih sadar lingkungan,” ujar salah seorang perwakilan pimpinan FBS UNNES.
Lebih dari Sekadar Air Minum: Kampanye Pengurangan Sampah Plastik
Program keran air minum gratis ini juga menjadi bagian dari strategi FBS UNNES dalam mengurangi ketergantungan pada air minum kemasan sekali pakai. Selama ini, sampah botol plastik menjadi salah satu penyumbang terbesar limbah di lingkungan kampus. Dengan menyediakan akses air minum gratis yang mudah dijangkau, FBS berharap mahasiswa, dosen, dan staf terdorong untuk membawa tumbler atau botol minum sendiri, sehingga secara bertahap mengurangi konsumsi botol plastik sekali pakai.
Langkah ini selaras dengan semangat konservasi yang menjadi identitas UNNES sebagai kampus konservasi. FBS bahkan pernah mengadakan giveaway tumbler eksklusif untuk mendorong mahasiswa membawa botol minum sendiri dan mengurangi sampah plastik. Kini, dengan hadirnya keran air minum gratis di berbagai titik, kebiasaan membawa tumbler sendiri menjadi semakin mudah dan bermakna.
“Bayangkan jika setiap mahasiswa FBS membawa tumbler sendiri dan mengisi ulang di keran air minum gratis ini. Itu berarti ribuan botol plastik yang tidak terpakai setiap harinya. Ini adalah langkah kecil yang dampaknya luar biasa bagi lingkungan,” tambahnya.
Menjawab Kebutuhan Dasar, Mewujudkan Kampus Sehat
Penyediaan akses air minum gratis juga menjadi respons FBS terhadap kebutuhan dasar seluruh sivitas akademika. Di tengah kesibukan akademik yang padat, sering kali mahasiswa, dosen, dan staf mengabaikan asupan cairan yang cukup karena keterbatasan akses atau biaya. Dengan hadirnya keran air minum gratis di setiap gedung, FBS ingin memastikan bahwa setiap orang dapat terhidrasi dengan baik sepanjang hari.
Program ini sejalan dengan upaya FBS dalam menciptakan lingkungan kampus yang sehat dan berdaya dukung tinggi. Air minum yang cukup dan mudah diakses merupakan fondasi dari kesehatan fisik dan mental yang baik, yang pada gilirannya akan mendukung produktivitas akademik dan kesejahteraan seluruh warga kampus.
Sejalan dengan Komitmen Global untuk Kesehatan dan Keberlanjutan
Tak berhenti pada manfaat praktisnya, program penyediaan keran air minum gratis ini sesungguhnya memiliki kaitan erat dengan agenda besar pembangunan dunia, yakni Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). FBS UNNES melalui langkah sederhana ini turut ambil bagian dalam mengawal setidaknya tiga target global sekaligus.
Pertama, akses terhadap air minum yang aman dan terjangkau adalah hak dasar yang dijamin dalam SDGs poin 6, yaitu Air Bersih dan Sanitasi Layak (Clean Water and Sanitation). Dengan menyediakan air minum gratis bagi seluruh sivitas akademika tanpa kecuali, FBS UNNES mengambil peran nyata dalam memastikan tidak ada seorang pun di lingkungan fakultas yang kekurangan akses terhadap air bersih.
Kedua, air minum yang cukup dan mudah diakses merupakan fondasi utama bagi terciptanya kehidupan yang sehat dan sejahtera, sebagaimana diamanatkan dalam SDGs poin 3 (Good Health and Well-Being). Hidrasi yang baik mendukung kesehatan fisik dan mental, yang pada gilirannya meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup seluruh warga kampus.
Ketiga, program ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, sesuai dengan SDGs poin 12 (Responsible Consumption and Production). Dengan mengurangi ketergantungan pada botol plastik sekali pakai melalui penyediaan air minum gratis, FBS UNNES turut berkontribusi dalam menekan laju sampah plastik dan mendorong gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.
Masa Depan yang Lebih Sehat dan Hijau
Hingga kini, keran-keran air minum gratis di lingkungan FBS UNNES telah menjadi pemandangan akrab yang dinikmati oleh seluruh sivitas akademika. Mahasiswa yang hendak memasuki ruang kuliah menyempatkan diri mengisi ulang tumbler mereka. Dosen dan staf pun tak ketinggalan memanfaatkan fasilitas ini di sela-sela kesibukan mereka. Program yang dimulai sejak Oktober 2025 ini telah menjadi bagian dari budaya baru di FBS: budaya hidup sehat, hemat, dan ramah lingkungan.
Dengan adanya program ini, FBS UNNES tidak hanya menyediakan air minum, tetapi juga menanamkan kesadaran bahwa kesehatan dan kelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Keran air minum gratis bukan sekadar infrastruktur, melainkan simbol dari komitmen FBS untuk terus bergerak menuju kampus yang lebih sehat, lebih hijau, dan lebih berkelanjutan.












