Mahasiswa Sastra Inggris UNNES Sukses Adaptasi Tiga Karya Musikal Broadway, Hadirkan “Midnight in Broadway”

Universitas Negeri Semarang > Faculty of Languages and Arts > Kabar Kampus > Mahasiswa Sastra Inggris UNNES Sukses Adaptasi Tiga Karya Musikal Broadway, Hadirkan “Midnight in Broadway”

Program Studi S1 Sastra Inggris Universitas Negeri Semarang (UNNES) sukses menyelenggarakan pertunjukan drama musikal berbahasa Inggris bertajuk “Midnight in Broadway” di Gedung Pertunjukan B6 FBS pada Sabtu, 13 Juni 2026. Tiga adaptasi Broadway ditampilkan dalam acara ini, yaitu La La LandGrease, dan West Side Story.

Kegiatan yang merupakan bagian dari proyek mata kuliah Theatre ini menampilkan kemampuan mahasiswa dalam menyanyi, menari, dan beradu peran dengan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. Acara yang berlangsung mulai pukul 15.30 hingga 22.00 WIB ini sukses menarik perhatian 400 penonton dari berbagai kalangan, baik dari dalam maupun luar UNNES.

Dosen pengampu mata kuliah Theatre, Mohamad Ikhwan Rosyidi, S.S., M.A., Zuhrul Anam, S.S., M.Hum., Sri Sumaryani, S.S., M.A., dan Ruly Indra Darmawan, S.S., M.Hum., menyampaikan bahwa mahasiswa telah mempersiapkan pertunjukan tersebut selama kurang lebih empat bulan. Menurut mereka, pertunjukan ini merupakan wujud dokumentasi dan apresiasi terhadap nilai sosial budaya dari karya drama yang berasal dari negara berbahasa Inggris.

“Mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga mempraktikkan kemampuan berbahasa Inggris mereka melalui seni pertunjukan. Proses persiapan yang panjang ini melatih kedisiplinan, kerja sama tim, dan kreativitas,” ujar Mohamad Ikhwan Rosyidi.

Dari Broadway New York ke Gunungpati

Dalam sambutannya, Koordinator Program Studi S1 Sastra Inggris UNNES, Dr. Rahayu Puji Haryanti, M.Hum., menegaskan bahwa kegiatan ini berhasil membawa pertunjukan Broadway dari New York ke Gunungpati. Ia menilai kegiatan tersebut merupakan bentuk kontribusi mahasiswa di bidang sastra dan pertunjukan sebagai bagian dari masyarakat global.

“Midnight in Broadway menjadi bukti bahwa mahasiswa Sastra Inggris UNNES mampu berkompetisi di kancah seni pertunjukan. Mereka tidak hanya menguasai bahasa Inggris secara teoretis, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam karya seni yang dapat dinikmati oleh masyarakat luas,” ujar Dr. Rahayu.

Ia menambahkan bahwa mahasiswa berlatih memberikan kontribusi sebagai bagian dari masyarakat global sehingga ketika lulus, mereka tidak canggung mengimplementasikan bahasa Inggris dalam berbagai bidang. Kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai sponsor yang memberikan sokongan dalam bentuk dana, goody bag, dan kupon.

Antusiasme Tinggi dan Harapan Ke Depan

Pertunjukan yang digelar dengan tata panggung, kostum, dan koreografi yang memukau ini mendapatkan sambutan hangat dari penonton. Tiga adaptasi musikal yang ditampilkan berhasil membawa penonton larut dalam alur cerita dan musik yang enerjik, mulai dari kemeriahan Grease, romantisme La La Land, hingga konflik sosial dalam West Side Story.

Para mahasiswa yang terlibat sebagai pemeran utama maupun pendukung menunjukkan akting, vokal, dan gerakan tari yang apik, mencerminkan persiapan matang selama berbulan-bulan. Keberhasilan menjual 400 tiket menjadi bukti tingginya antusiasme masyarakat terhadap pertunjukan seni berbasis sastra dan bahasa Inggris.

Kegiatan ini diharapkan dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahunnya dan memicu semangat mahasiswa untuk terus berkreasi serta berkontribusi dalam bidang sastra, pertunjukan, dan industri kreatif di masa mendatang.

“Kami berharap Midnight in Broadway menjadi agenda tahunan yang ditunggu-tunggu. Ini adalah wadah bagi mahasiswa untuk mengekspresikan diri, mengasah keterampilan, sekaligus memperkenalkan karya sastra musikal kepada masyarakat luas,” pungkas Dr. Rahayu.

Dukung Pendidikan Berkualitas dan Komunitas Berkelanjutan

Kegiatan Midnight in Broadway sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Melalui pertunjukan ini, mahasiswa tidak hanya mengasah keterampilan berbahasa Inggris dan seni pertunjukan, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kerja sama tim yang menjadi bagian dari pendidikan berkualitas (SDGs 4). Selain itu, kegiatan yang melibatkan kolaborasi antara mahasiswa, dosen, sponsor, dan masyarakat ini turut memperkuat ekosistem komunitas yang inklusif dan berkelanjutan (SDGs 11), dengan menghadirkan ruang apresiasi seni yang dapat diakses oleh berbagai kalangan. Dengan demikian, Midnight in Broadway menjadi bukti bahwa pendidikan seni dan bahasa dapat menjadi jembatan antara dunia akademik dan kontribusi nyata bagi masyarakat global.

Related Posts

Leave a Reply

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

GDPR

  • Privacy Policy

Privacy Policy