Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas Negeri Semarang (UNNES) menyelenggarakan Workshop Manuscript Clinic bertajuk “Improving Your Academic Manuscript for Publication” pada Jumat, 11 September 2026. Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting FBS UNNES pada pukul 07.30–12.00 WIB.
Workshop menghadirkan Dr. Wan Zumusni binti Wan Mustapha dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Cawangan Negeri Sembilan, Malaysia, sebagai narasumber. Sementara itu, Yustina Dian Istanti, S.Pd. bertindak sebagai moderator. Kehadiran akademisi dari perguruan tinggi luar negeri memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh perspektif yang lebih luas mengenai penulisan akademik dan tuntutan publikasi ilmiah.
Kegiatan ini dirancang untuk membantu mahasiswa meningkatkan kualitas manuskrip akademik sekaligus mempersiapkan naskah agar memenuhi standar publikasi ilmiah. Melalui sesi workshop dan manuscript clinic, peserta memperoleh penguatan mengenai pengembangan tulisan akademik yang sistematis, ketajaman argumentasi ilmiah, penyajian hasil penelitian, serta berbagai aspek yang perlu diperhatikan sebelum sebuah manuskrip dikirimkan ke jurnal.
Plh. Dekan FBS UNNES, Prof. Heri Yanto, M.B.A., Ph.D., menyampaikan bahwa kemampuan menulis dan memublikasikan karya ilmiah menjadi bagian penting dari pembentukan budaya akademik di lingkungan pendidikan pascasarjana. Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya menghasilkan penelitian, tetapi juga perlu memiliki kemampuan mengomunikasikan temuan penelitian kepada komunitas akademik yang lebih luas.
“Publikasi ilmiah merupakan bagian penting dari perjalanan akademik mahasiswa pascasarjana. Penelitian yang baik perlu diikuti dengan kemampuan menyusun manuskrip secara kuat, sistematis, dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik. Melalui kegiatan seperti Manuscript Clinic, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk melihat kembali tulisannya secara lebih kritis sekaligus memahami bagaimana sebuah hasil penelitian dipersiapkan untuk memasuki ruang publikasi ilmiah,” ujar Prof. Heri Yanto.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan akademisi dari perguruan tinggi luar negeri juga penting dalam memperluas atmosfer internasionalisasi di FBS UNNES. Pertukaran pengalaman akademik semacam ini membuka peluang bagi mahasiswa untuk mengenali tradisi penulisan, publikasi, dan komunikasi ilmiah yang berkembang dalam komunitas akademik internasional.
Workshop Manuscript Clinic sekaligus menjadi bagian dari komitmen Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris FBS UNNES dalam membangun budaya akademik yang berorientasi pada riset dan publikasi. Kemampuan mengembangkan manuskrip ilmiah merupakan kompetensi penting bagi mahasiswa magister, khususnya dalam mendiseminasikan hasil penelitian serta memberikan kontribusi terhadap perkembangan keilmuan Pendidikan Bahasa Inggris.
Koordinator Program Studi S2 Pendidikan Bahasa Inggris FBS UNNES, Dr. Sri Wahyuni, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa manuscript clinic dirancang bukan sekadar sebagai forum penyampaian materi. Kegiatan tersebut memberi ruang kepada mahasiswa untuk memahami proses pengembangan manuskrip secara lebih dekat, termasuk mengenali bagian-bagian tulisan yang masih perlu diperkuat sebelum memasuki proses publikasi.
“Menulis untuk publikasi membutuhkan proses yang berbeda dengan sekadar menyelesaikan tugas akademik. Mahasiswa perlu belajar membangun argumentasi, menempatkan penelitian mereka dalam percakapan keilmuan yang lebih luas, serta menyampaikan temuan secara jelas dan meyakinkan. Manuscript clinic memberi ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh masukan dan melihat manuskrip mereka dari perspektif pembaca maupun komunitas akademik yang lebih luas,” tutur Dr. Sri Wahyuni.
Menurutnya, pengalaman berinteraksi dengan akademisi internasional juga penting untuk membangun kepercayaan diri mahasiswa dalam memasuki ekosistem publikasi yang lebih luas. Tradisi akademik tidak tumbuh hanya melalui teori di ruang perkuliahan, tetapi juga melalui proses membaca, menulis, menerima kritik, merevisi, dan berani membawa gagasan ke ruang ilmiah yang lebih terbuka.
Kegiatan ini sejalan dengan visi Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris FBS UNNES, yaitu “Menjadi program studi unggul dalam pengembangan ilmu Pendidikan Bahasa Inggris yang inovatif melalui integrasi teori pendidikan bahasa, linguistik, dan pendekatan literasi, berorientasi riset, serta berkontribusi pada penguatan karakter untuk pendidikan berkualitas.”
Selain memperkuat kompetensi akademik mahasiswa, Workshop Manuscript Clinic turut mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education. Penguatan literasi akademik, kompetensi penelitian, dan kemampuan publikasi menjadi bagian dari pengembangan kapasitas mahasiswa pascasarjana untuk menghasilkan dan mendiseminasikan pengetahuan yang berkualitas.
Dimensi internasional kegiatan juga berkontribusi terhadap SDG 17: Partnerships for the Goals. Kehadiran Dr. Wan Zumusni binti Wan Mustapha dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Cawangan Negeri Sembilan, Malaysia, membuka ruang pertukaran pengetahuan sekaligus memperkuat jejaring akademik antara UNNES dan institusi pendidikan tinggi di tingkat internasional.
Kolaborasi tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berhadapan langsung dengan perspektif akademik lintas institusi dan lintas negara. Dari ruang virtual itu, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis mengenai penyusunan manuskrip, tetapi juga semakin mengenal ekosistem publikasi ilmiah yang menuntut ketelitian, argumentasi yang kokoh, keterbukaan terhadap kritik, dan proses revisi yang berkelanjutan.
Melalui Workshop Manuscript Clinic, Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris FBS UNNES terus mendorong terbentuknya ekosistem akademik yang mempertemukan pendidikan, riset, publikasi, literasi, dan kolaborasi internasional. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya program studi untuk mempersiapkan mahasiswa bukan hanya sebagai penyelesai penelitian, tetapi juga sebagai akademisi yang mampu membawa hasil penelitiannya memasuki percakapan ilmiah yang lebih luas.













