Dosen Sendratasik UNNES Dipercaya Mengajar Mata Kuliah Gamelan di Prodi Musik UKSW Salatiga, Wujud Nyata Kolaborasi Antarperguruan Tinggi

Universitas Negeri Semarang > Faculty of Languages and Arts > Kabar Kampus > Dosen Sendratasik UNNES Dipercaya Mengajar Mata Kuliah Gamelan di Prodi Musik UKSW Salatiga, Wujud Nyata Kolaborasi Antarperguruan Tinggi

Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Semarang (UNNES) kembali menorehkan prestasi di kancah pendidikan nasional. Sugiyanto, S.Sn., M.Sn. dosen Program Studi Pendidikan Sendratasik FBS UNNES, dipercaya menjadi pengajar mata kuliah Gamelan di Program Studi Musik Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga pada semester ganjil tahun akademik 2026/2027. Kepercayaan ini merupakan bentuk pengakuan atas kompetensi dan keunggulan dosen UNNES yang semakin diandalkan oleh institusi pendidikan lain di tanah air.

Permintaan pengajaran tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Program Studi Musik UKSW, Dr. Rachel Mediana Untung, S.Sos., M.A., kepada FBS UNNES. Menurutnya, keahlian Sugiyanto di bidang karawitan dan gamelan dinilai sangat relevan dengan kebutuhan kurikulum Prodi Musik UKSW yang ingin memperkaya wawasan mahasiswa tentang musik tradisional Nusantara, khususnya gamelan Jawa. “Kami melihat Sugiyanto sebagai dosen yang memiliki kapasitas luar biasa di bidang karawitan. Pengalamannya dan dedikasinya dalam melestarikan seni gamelan menjadi alasan utama kami meminta beliau untuk mengajar langsung di program studi kami,” ujar Dr. Rachel Mediana Untung.

Sugiyanto, S.Sn., M.Sn., bukanlah nama asing di dunia seni karawitan dan pendidikan musik tradisional. Rekam jejaknya di bidang seni karawitan dan vokal tradisional telah diakui secara luas, termasuk ketika ia dipercaya sebagai juri utama dalam Lomba Macapat Pelajar tingkat SD/MI pada acara Grebeg Suro Ponorogo 2026. Kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat dan berbagai institusi kepada Sugiyanto semakin mengukuhkan posisi UNNES sebagai perguruan tinggi yang mencetak sumber daya manusia unggul dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.

Kolaborasi antara UNNES dan UKSW dalam bidang pendidikan musik ini sejalan dengan semangat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas yang menekankan pentingnya pendidikan tinggi yang inklusif, bermutu, dan berkelanjutan. Selain itu, kerja sama antarinstitusi ini juga mendukung SDGs poin ke-17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, yang mengedepankan kolaborasi lintas lembaga dalam memperkuat kapasitas pendidikan dan pertukaran keilmuan.

Mata kuliah Gamelan yang diampu oleh Sugiyanto di UKSW dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam kepada mahasiswa tentang teori, teknik, dan praktik gamelan Jawa sebagai salah satu warisan budaya tak benda Indonesia. Kehadiran dosen UNNES di tengah mahasiswa UKSW juga menjadi sarana pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarmahasiswa dari dua perguruan tinggi yang berbeda, sekaligus mempererat jejaring akademik antara UNNES dan UKSW.

FBS UNNES melalui Program Studi Pendidikan Sendratasik terus berkomitmen untuk mendorong para dosennya agar aktif berkontribusi di berbagai institusi pendidikan dan masyarakat luas. Kepercayaan yang diberikan oleh UKSW kepada Sugiyanto menjadi bukti nyata bahwa dosen-dosen UNNES tidak hanya unggul dalam pengajaran di kampus sendiri, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan dan pemertahan budaya di tingkat nasional. Hal ini sekaligus menegaskan peran UNNES sebagai pusat pengembangan seni dan budaya yang diakui oleh berbagai kalangan.

Related Posts

Leave a Reply

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

GDPR

  • Privacy Policy

Privacy Policy