Kualitas mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Semarang (UNNES) kembali terbukti di kancah nasional. Dalam ajang Lomba ARTEPAC (Art Performance Competition) yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) di Taman Budaya Jawa Tengah, Surakarta, pada Kamis, 11 Juni 2026, tim tari FBS UNNES berhasil meraih Juara 1, mengungguli kompetitor kuat seperti ISI Surakarta (Juara 2) dan UNS (Juara 3).
Lima mahasiswa berbakat FBS UNNES yang tergabung dalam tim tari, yaitu Miracle Cristiano Bandanga, Seto Ferdiansyah, Dd Indah Nur’aini, Shenira Zara Untari, dan Yona Kenny Priskila, tampil memukau dengan karya berjudul “Laskar Tinebu”. Tarian ini menyuguhkan sinopsis tentang penderitaan rakyat pada masa tanam paksa di bawah penjajahan kolonial. Para petani dipaksa bekerja menggunakan caping, sementara tebu menjadi simbol kerja keras sekaligus penindasan. Namun di balik tebu itu, tersimpan keberanian dan perlawanan. Tarian ini mengangkat semangat kebangkitan rakyat untuk melawan ketidakadilan dan memperjuangkan kebebasan.
Keberhasilan ini tidak lepas dari peran dua dosen pembimbing FBS UNNES yang kompeten, yaitu Dr. Eny Kusumastuti, M.Pd. dan Sestri Indah Pebrianti, S.Pd., M.A. Kapasitas mereka dalam menciptakan dan mengarahkan karya tari yang kuat secara artistik dan tematik menjadi bukti bahwa dosen FBS UNNES tidak hanya unggul dalam pengajaran di kampus, tetapi juga diperhitungkan di kancah kompetisi nasional.
Salah satu penari, Miracle Cristiano Bandanga, mengungkapkan rasa syukurnya. “Kami berlatih berbulan-bulan untuk membawakan kisah ‘Laskar Tinebu’ dengan penuh penghayatan. Kemenangan ini adalah bukti bahwa mahasiswa FBS UNNES mampu bersaing dengan kampus-kampus seni ternama. Kami bangga bisa mengharumkan nama UNNES,” ujarnya seusai pengumuman juara.
Sementara itu, Dr. Eny Kusumastuti, M.Pd. , menambahkan bahwa kualitas mahasiswa menjadi kunci utama. “Mereka tidak hanya menari, tetapi juga belajar sejarah, filosofi, dan keberanian menyampaikan kritik sosial melalui gerak. Saya bangga melihat dedikasi dan kreativitas mereka. Dosen hanya memfasilitasi, tetapi bintang utamanya adalah mahasiswa,” tuturnya.
Ketua panitia ARTEPAC dari FEB UNS menyampaikan bahwa tingkat kompetisi tahun ini sangat ketat. “Penampilan tim UNNES sangat menonjol. Kedalaman narasi dan energi yang ditampilkan para mahasiswa sungguh luar biasa. Mereka layak menjadi juara,” ujarnya.
Dekan FBS UNNES, Prof. Dr. Tommi Yuniawan, M.Hum. , memberikan apresiasi setinggi-tingginya. “Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa FBS UNNES memiliki kualitas unggul yang diakui hingga level nasional. Kami bangga mereka mampu mengalahkan institusi seni ternama. Capaian ini juga sejalan dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pengembangan kompetensi seni budaya mahasiswa, SDG 5 (Kesetaraan Gender) dengan pemberdayaan penari putra dan putri secara seimbang, serta SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui pengangkatan tema perlawanan terhadap ketidakadilan sejarah,” tegasnya.
Keberhasilan ini semakin menegaskan bahwa mahasiswa FBS UNNES tidak hanya unggul di ruang kuliah, tetapi juga mampu bersaing dan memenangkan ajang bergengsi di tingkat nasional.













