UNNES Gelar Festival Dolanan Anak 2026, Ajak Siswa SD Lestarikan Permainan Tradisional

Universitas Negeri Semarang > Faculty of Languages and Arts > Kabar Kampus > UNNES Gelar Festival Dolanan Anak 2026, Ajak Siswa SD Lestarikan Permainan Tradisional

Sebagai upaya melestarikan budaya lokal sekaligus membangun karakter anak sejak dini, Universitas Negeri Semarang (UNNES) kembali menyelenggarakan Festival dan Lomba Dolanan Anak 2026 di Kampung Budaya, Fakultas Bahasa dan Seni, pada Selasa, 19 Mei 2026.

Kegiatan tahunan ini menjadi salah satu bentuk komitmen UNNES sebagai kampus konservasi dalam menjaga keberlangsungan permainan tradisional di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat. Selain sebagai sarana hiburan edukatif, festival ini juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan anak terhadap penggunaan gawai.

Peserta festival berasal dari 16 sekolah dasar di Kota Semarang dan sekitarnya. Berbagai perlombaan tradisional digelar, di antaranya lomba ketapel dan folklor yang dikhususkan bagi siswa sekolah dasar.

Kepala Subdirektorat Konservasi UNNES, Prof. Dr. Nana Kariada Tri Martuti, M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki nilai edukatif yang penting bagi perkembangan anak.

“Permainan tradisional tidak hanya mengenalkan budaya lokal, tetapi juga mengajarkan nilai karakter seperti sportivitas, kreativitas, kerja sama, dan keberanian,” jelasnya.

Pada cabang lomba ketapel kategori tunggal putri, juara pertama diraih oleh Ghania Risqi Amira dari SDN Petompon 02. Posisi kedua ditempati Hasna Tsaqif dari SDN Sekaran 02, sedangkan juara ketiga diraih Alisha Khaira Wilda dari SDN Sadeng 02.

Di kategori tunggal putra, Syafiq Arfa dari SDN Sekaran 02 berhasil meraih juara pertama. Sementara posisi kedua diraih Azka Putra Diansyah dari SD Labschool UNNES dan juara ketiga diperoleh Farchan Ubaidillah dari SDN Polaman.

Untuk kategori dobel, pasangan Rakha Endrawan dan Hotala Panji dari SDN Petompon 02 berhasil keluar sebagai juara pertama. Juara kedua diraih pasangan Shavya Nabilah dan Raka Adiasta dari SD Randugarut, sedangkan posisi ketiga ditempati Alexio dan Aditya Wahyu dari SDN Ngaliyan 02.

Selain lomba ketapel, festival ini juga menghadirkan lomba folklor yang menampilkan kreativitas siswa dalam membawakan cerita rakyat dan budaya tradisional. Pada kategori ini, SDN Mangunsari 01 berhasil meraih juara pertama dengan total nilai 780. Posisi kedua diraih SDN Pakintelan 02 dengan nilai 772, sedangkan SD Labschool UNNES memperoleh juara ketiga dengan nilai 738.

Antusiasme peserta dan pendamping terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Selain menjadi ajang kompetisi, festival ini juga menjadi ruang interaksi bagi anak-anak untuk mengenal kembali permainan dan budaya tradisional yang mulai jarang ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui Festival dan Lomba Dolanan Anak 2026, UNNES berharap generasi muda dapat terus mengenal, menjaga, dan mencintai budaya lokal sebagai bagian dari identitas bangsa.

Kegiatan Festival dan Lomba Dolanan Anak 2026 mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDGs 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan pendidikan karakter berbasis budaya lokal. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDGs 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan dengan melestarikan warisan budaya tradisional, serta mendorong terciptanya lingkungan sosial yang sehat dan interaktif bagi anak-anak di era digital.

Related Posts

Leave a Reply

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

GDPR

  • Privacy Policy

Privacy Policy