Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Semarang (UNNES) menggelar sosialisasi pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Jumat (8/5/2026). Kegiatan berlangsung secara daring melalui Zoom dan diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan, serta perwakilan mahasiswa.
Sosialisasi ini bertujuan memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan melayani di lingkungan fakultas. Dalam paparan materi, pembangunan ZI dikaitkan dengan pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, khususnya IKU 1 (lulusan sukses) dan IKU 2 (mahasiswa berkegiatan di luar kampus), serta mendukung Target Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama poin ke-16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) serta poin ke-4 (Pendidikan Berkualitas).
Kegiatan diawali pemaparan delapan area perubahan ZI, dilanjutkan diskusi panel, dan diakhiri pembacaan serta penandatanganan Pakta Integritas secara simbolis oleh seluruh peserta.
Ketua Tim Zona Integritas FBS sekaligus Wakil Dekan II FBS, Dr. Muhamad Burhanudin, M.A., mengatakan bahwa pembangunan ZI tidak boleh berhenti pada seremonial.
“Kami akan memastikan setiap unit kerja di FBS memiliki program konkret yang terintegrasi dengan IKU dan SDGs, misalnya digitalisasi layanan akademik dan sistem pelaporan kinerja transparan. Kolaborasi lintas bagian adalah kunci utama menuju WBK/WBBM,” ujarnya.
Pelaksana Harian (PLH) Dekan FBS, Prof. Dr. Nur Qudus, M.T., IPM., menekankan pentingnya aksi nyata pasca-sosialisasi.
“Integritas adalah fondasi tata kelola bersih dan melayani. Saya berharap sosialisasi ini diikuti dengan peningkatan layanan pendidikan, penguatan partisipasi mahasiswa, serta pemantauan capaian IKU dan kontribusi terhadap SDGs,” tuturnya.
Asesor Tim Zona Integritas FBS, Dr. U’um Qomariyah, M. Hum., memberikan tiga catatan penting untuk menjaga konsistensi.
“Pertama, penguatan whistleblowing system di tingkat fakultas. Kedua, integrasi nilai integritas dalam kurikulum dan pembelajaran. Ketiga, pemetaan capaian IKU dan SDGs secara periodik. Tanpa pelibatan seluruh dosen, tendik, dan mahasiswa, zona integritas hanya akan menjadi slogan,” tegasnya.
FBS UNNES berharap sosialisasi ini mampu memperkuat budaya integritas serta meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan secara berkelanjutan. Dengan kolaborasi dan komitmen bersama, FBS optimis mewujudkan lingkungan akademik yang berintegritas, berkualitas, dan berdaya saing.













