Hari Tari Sedunia di FBS UNNES: Gerak Tanpa Batas, Merawat Budaya dari Kampus

Universitas Negeri Semarang > Faculty of Languages and Arts > Kabar Kampus > Hari Tari Sedunia di FBS UNNES: Gerak Tanpa Batas, Merawat Budaya dari Kampus

Ratusan penari memadati pelataran utama Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Semarang (UNNES), Kamis (30/4/2026). Dalam balutan kain dan gerak yang dinamis, mereka memperingati Hari Tari Sedunia yang jatuh setiap 29 April. Meskipun tanggal dunia jatuh sehari sebelumnya, FBS UNNES sengaja menggelar puncak perayaan pada 30 April untuk mengakomodasi persiapan dan partisipasi yang lebih luas.

FBS UNNES menggelar serangkaian kegiatan mulai dari pertunjukan kolaboratif, lokakarya tari nusantara, hingga panggung bebas bagi mahasiswa seni tari. Acara yang berlangsung sejak pagi hingga sore ini diikuti oleh mahasiswa seni tari, guru seni budaya dari sekolah mitra, serta komunitas tari dari Semarang Raya.

Rektor UNNES: Tari Membentuk Karakter dan Empati

Rektor Universitas Negeri Semarang, Prof. Dr. S. Martono, M.Si., dalam sambutannya di acara puncak mengatakan bahwa Hari Tari Sedunia bukanlah seremoni belaka. Ia menekankan pentingnya seni tari sebagai medium pendidikan karakter dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan.

“Tari mengajarkan disiplin, kepekaan, dan kerja sama. Di era yang serba digital ini, generasi muda tetap perlu menyentuh akar budayanya. UNNES berkomitmen menjadikan seni sebagai bagian dari pengembangan kepribadian mahasiswa, sekaligus melestarikan kekayaan lokal menuju pembangunan berkelanjutan,” ujar Prof. Martono.

Ia juga mengaitkan kegiatan ini dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama poin 4 (Pendidikan Berkualitas) dan poin 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan). Menurutnya, pelestarian seni budaya merupakan investasi jangka panjang bagi identitas bangsa.

Plh Dekan FBS: Dunia Kampus Adalah Rumah bagi Seniman Muda

Plh Dekan Fakultas Bahasa dan Seni UNNES, Prof. Dr. Nur Qudus, M.T., IPM., menyampaikan bahwa peringatan Hari Tari Sedunia tahun ini sengaja digelar meriah untuk memberikan ruang apresiasi seluas-luasnya bagi bakat muda.

“Kami ingin menunjukkan bahwa dunia kampus bukan hanya tempat belajar teori, tetapi juga rumah bagi seniman muda untuk berkarya. FBS UNNES memiliki program studi seni tari yang terus melahirkan penari-penari handal. Hari ini mereka unjuk gigi, sekaligus menginspirasi masyarakat bahwa tari adalah bahasa universal,” tutur Prof. Nur Qudus.

Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi wujud implementasi SDGs poin 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) karena melibatkan berbagai pihak, mulai dari sekolah, sanggar tari, hingga Dinas Kebudayaan Kota Semarang.

Tari Kolaborasi dan Pesan dari Koorprodi

Koordinator Program Studi Pendidikan Seni Tari FBS UNNES, Dr. Eny Kusumastuti, M.Pd., yang bertindak sebagai sekretaris pelaksana kegiatan, menjelaskan bahwa pemilihan tanggal 30 April untuk perayaan tahun ini dilakukan agar seluruh persiapan matang dan partisipasi lebih maksimal.

“Kami ingin menyelaraskan dengan semangat global, tetapi juga menyesuaikan dengan kalender akademik kampus. Hari Tari Sedunia bukan hanya tentang tanggal, melainkan tentang gerakan bersama melestarikan tari sebagai warisan budaya. Semoga tahun depan bisa mengundang penari asing melalui program mobilitas internasional,” ujar Dr. Eny Kusumastuti.

Harapan untuk Masa Depan Tari Indonesia

Di sela-sela acara, para peserta tampak antusias mengikuti lokakarya tari tradisional dari berbagai daerah, mulai dari Tari Saman (Aceh), Tari Topeng (Cirebon), hingga Tari Golek (Jawa). Banyak mahasiswa non-seni yang turut serta, menunjukkan bahwa tari bukan hanya untuk mereka yang berlatar belakang pendidikan seni.

Prof. Nur Qudus menambahkan, “Kami berharap melalui kegiatan seperti ini, generasi muda tidak malu menari dengan budayanya sendiri. Karena siapa lagi yang akan melestarikannya kalau bukan mereka.”

Hari Tari Sedunia di FBS UNNES ditutup dengan panggung bebas yang diramaikan oleh puluhan penari dari berbagai komunitas. Tepuk tangan bergemuruh saat Rektor UNNES dan Plh Dekan bersama-sama melakukan gerakan simbolis melepaskan balon warna-warni ke udara, tanda harapan agar seni tari terus mengudara dan membumi di hati masyarakat.

Related Posts

Leave a Reply

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

GDPR

  • Privacy Policy

Privacy Policy