Festival Folklor Indonesia 2026 Hadirkan Permainan dan Budaya Nusantara di Kampung Budaya UNNES

Universitas Negeri Semarang > Faculty of Languages and Arts > Kabar Kampus > Festival Folklor Indonesia 2026 Hadirkan Permainan dan Budaya Nusantara di Kampung Budaya UNNES

Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia angkatan 2025, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang (UNNES), kembali menyelenggarakan agenda tahunan Festival Folklor Indonesia 2026 dengan mengusung tema “Folklor Nusantara: Merajut Keberagaman, Mempererat Persatuan”. Kegiatan ini berlangsung di Kampung Budaya FBS UNNES pada Selasa, 19 Mei 2026 mulai pukul 14.00 WIB.

Festival ini menjadi ruang apresiasi budaya yang bertujuan mengenalkan kembali kekayaan folklor Nusantara kepada generasi muda di tengah perkembangan era digital. Berbagai unsur budaya tradisional dihadirkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari permainan rakyat, lagu daerah, hingga sajian kuliner tradisional.

Penyelenggaraan Festival Folklor Indonesia terasa semakin meriah karena digelar bersamaan dengan Festival Dolanan Anak yang lebih dahulu berlangsung pada pagi hari di lokasi yang sama. Kolaborasi dua kegiatan budaya tersebut menghadirkan suasana Kampung Budaya yang dipenuhi berbagai aktivitas permainan tradisional serta interaksi lintas generasi.

Pengunjung yang hadir dapat mencoba berbagai permainan tradisional seperti bakiak, egrang, congkak, hingga permainan kelompok yang diiringi lagu daerah. Selain itu, tersedia pula aneka makanan tradisional yang menambah nuansa budaya dalam festival tersebut.

Koordinator Program Studi Sastra Indonesia FBS UNNES, Suseno, S.Pd., M.A., menjelaskan bahwa Festival Folklor Indonesia telah memasuki tahun ketiga pelaksanaan dan terus berkembang menjadi ruang edukasi budaya bagi masyarakat. “Folklor itu tidak hanya cerita rakyat, tetapi juga permainan, lagu, tradisi lisan, dan kebiasaan masyarakat yang diwariskan turun-temurun. Melalui festival ini, kami ingin generasi muda kembali mengenal budaya yang dekat dengan kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Suseno juga menambahkan bahwa permainan tradisional pada dasarnya memiliki unsur pembelajaran yang kuat karena memadukan interaksi sosial, kerja sama, hingga kreativitas anak-anak.

“Dulu anak-anak bermain sambil bernyanyi seperti pada permainan Cublak-cublak Suweng. Jadi ada unsur kebersamaan, hiburan, sekaligus pendidikan karakter di dalamnya,” tambahnya.

Antusiasme pengunjung terlihat dari banyaknya anak-anak, mahasiswa, hingga masyarakat umum yang ikut mencoba permainan tradisional yang tersedia. Tidak sedikit pengunjung yang mengaku nostalgia dengan permainan masa kecil yang kini mulai jarang ditemukan.

Selain menjadi ajang hiburan dan edukasi budaya, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa Sastra Indonesia untuk mengenalkan folklor sebagai bagian penting dari identitas bangsa. Melalui festival ini, mahasiswa diajak untuk tidak hanya mempelajari folklor secara teoritis di kelas, tetapi juga menghidupkannya kembali di tengah masyarakat.

Suasana hangat dan penuh kebersamaan tampak selama kegiatan berlangsung. Gelak tawa pengunjung yang mencoba permainan tradisional hingga interaksi antargenerasi menjadi gambaran bahwa folklor masih memiliki tempat di tengah kehidupan modern saat ini.

Salah satu pengunjung, Syafira Oktavia, mahasiswa Pendidika Bahasa dan Sastra Indonesia berharap budaya lokal tidak hanya dikenang sebagai warisan masa lalu, tetapi juga dapat terus hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Festival Folklor Indonesia 2026 mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDGs 4: Pendidikan Berkualitas, melalui pengenalan nilai budaya dan pendidikan karakter kepada generasi muda. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDGs 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan dengan menjaga dan melestarikan warisan budaya lokal sebagai identitas masyarakat. Kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, dan institusi pendidikan dalam kegiatan ini turut mencerminkan implementasi SDGs 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Related Posts

Leave a Reply

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

GDPR

  • Privacy Policy

Privacy Policy