Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Semarang (UNNES) resmi menjalin kerja sama internasional dengan Walailak University, Thailand. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua institusi, dilanjutkan dengan kegiatan Guest Lecture dan Sosialisasi Program Student Mobility yang berlangsung di lingkungan FBS UNNES, Kamis (10/4/2026).
Kegiatan yang menghadirkan pembicara Dr. Treenuch C dari Walailak University ini bertujuan memperkenalkan berbagai peluang kolaborasi akademik, mulai dari program pertukaran mahasiswa, penelitian bersama, hingga pengabdian masyarakat lintas negara.
Dalam paparannya, delegasi dari Walailak University memaparkan visi, misi, program studi, prospek profesional, serta agenda tahunan mahasiswa. Salah satu poin utama yang disepakati adalah pemberangkatan lima mahasiswa Walailak untuk menjalani Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) internasional di Lab School UNNES. Program ini diharapkan menjadi model bagi penguatan kompetensi global calon pendidik.
Plh Dekan FBS UNNES, Prof. Dr. Nur Qudus, M.T., IPM., menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kerja sama ini. Menurutnya, kolaborasi dengan perguruan tinggi luar negeri seperti Walailak University menjadi langkah strategis dalam mendukung internasionalisasi kampus.
“Kami tidak hanya membuka akses bagi mahasiswa UNNES untuk belajar di Thailand, tetapi juga menerima mahasiswa asing untuk praktik di sini. Ini adalah bentuk nyata pertukaran budaya dan peningkatan kualitas pembelajaran yang sejalan dengan SDGs, khususnya poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas,” ujar Prof. Nur Qudus.
Sementara itu, Wakil Dekan III FBS UNNES, Mohamad Yusuf Ahmad Hasyim, Lc., M.A., Ph.D., menambahkan bahwa sosialisasi program student mobility ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk menyiapkan diri menghadapi tantangan global.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik di dalam negeri, tetapi juga memiliki pengalaman lintas budaya. Kehadiran Dr. Treenuch C memberikan wawasan langsung tentang sistem pendidikan di Thailand. Ini sejalan dengan upaya mengurangi kesenjangan akses pendidikan internasional (SDGs 10) dan mendorong kemitraaan global (SDGs 17),” jelasnya.
Dalam guest lecture tersebut, Dr. Treenuch C juga memaparkan berbagai peluang beasiswa dan jalur pertukaran mahasiswa yang tersedia di Walailak University. Para mahasiswa FBS UNNES yang hadir tampak antusias mengikuti sesi tanya jawab, terutama terkait persyaratan akademik dan budaya kampus di Thailand.
Kegiatan ditutup dengan penegasan komitmen kedua belah pihak untuk segera merealisasikan program PPL internasional serta rencana kolaborasi lainnya seperti penelitian bersama dan publikasi internasional.
Dengan terjalinnya kerja sama ini, FBS UNNES berharap dapat terus memperluas jejaring global sekaligus meningkatkan daya saing lulusan di tingkat internasional.













