FBS UNNES Manfaatkan Embung dan Vertikal Garden di Gedung B11: Wujud Nyata Pengelolaan Air Berkelanjutan

Universitas Negeri Semarang > Faculty of Languages and Arts > Kabar Kampus > FBS UNNES Manfaatkan Embung dan Vertikal Garden di Gedung B11: Wujud Nyata Pengelolaan Air Berkelanjutan

Di tengah hiruk-pikuk aktivitas akademik di lingkungan Universitas Negeri Semarang (UNNES), ada sebuah upaya yang bergerak dengan tenang namun berdampak luas: pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan. Sejak April 2025, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNNES semakin mengintensifkan pemanfaatan embung dan vertikal garden di sekitar Gedung B11 sebagai bagian dari komitmen kampus konservasi untuk menjaga kelestarian air. Bukan sekadar infrastruktur fisik, embung dan taman vertikal ini menjelma menjadi simbol nyata tentang bagaimana sebuah institusi pendidikan dapat mengelola air limbah, mencegah pencemaran, menyediakan akses air minum, serta memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar.

Embung FBS UNNES yang terletak di sebelah timur FBS, tepat di samping Masjid Ulul Albab UNNES, bukanlah kolam biasa. Dibangun sejak tahun 2010 dengan luas sekitar 900 meter persegi dan kedalaman kurang lebih 3 meter, embung ini dirancang sebagai penampungan air hujan sekaligus sebagai titik serapan air tanah. Keberadaannya di titik terendah kampus barat UNNES memungkinkan saluran air dari berbagai gedung di sekitarnya, termasuk Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Gedung Kearsipan, Auditorium, hingga Rektorat, dialirkan langsung ke embung. Dengan demikian, air tidak serta-merta mengalir ke sungai, melainkan terlebih dahulu diserap oleh tanah. Embung ini tidak hanya berfungsi sebagai cadangan air tanah, tetapi juga mampu meredam banjir di kawasan Jalan Taman Siswa serta mengurangi panas di sekitar kampus.

Mencegah Pencemaran Air melalui Sistem Pengolahan Air Limbah

FBS UNNES tidak hanya mengandalkan embung sebagai penampung air. Fakultas ini juga memiliki proses pengolahan air limbah yang terencana untuk mencegah air tercemar masuk ke dalam sistem perairan. Air limbah dari penggunaan sanitasi di lingkungan kampus UNNES dikelola oleh masing-masing unit dan dialirkan melalui pipa ke fasilitas daur ulang air sebelum akhirnya dialirkan ke jaringan drainase kampus. Langkah ini memastikan bahwa air yang keluar dari lingkungan kampus telah melalui proses pengolahan sehingga tidak mencemari ekosistem perairan di sekitarnya. UNNES bahkan telah memiliki tiga instalasi pengolahan air limbah (IPAL) untuk mengolah limbah berbahaya.

Di samping itu, keberadaan vertikal garden di Gedung B11 turut berperan dalam pengelolaan air secara lebih efisien. Sebagai bagian dari penataan lanskap yang meminimalkan penggunaan air, vertikal garden tidak hanya mempercantik bangunan, tetapi juga berfungsi sebagai sistem filtrasi alami dan membantu menyerap air hujan, sehingga mengurangi limpasan air yang berpotensi menyebabkan genangan.

Menerapkan Standar Bangunan Hemat Air dan Penataan Lanskap Berkelanjutan

FBS UNNES juga menerapkan standar bangunan untuk meminimalkan penggunaan air. Gedung-gedung di lingkungan FBS didesain dengan mengutamakan penghawaan dan pencahayaan alami, serta dilengkapi dengan penanda hemat air di berbagai sudut. Penataan lanskap di sekitar gedung pun dirancang untuk memaksimalkan penggunaan kembali air. Tanaman-tanaman yang dipilih adalah jenis yang tidak memerlukan banyak air, sementara sistem irigasi yang digunakan mengutamakan efisiensi.

Menjadi Wahana Edukasi bagi Masyarakat

Lebih dari sekadar infrastruktur fisik, embung dan vertikal garden FBS UNNES juga berfungsi sebagai sarana edukasi bagi masyarakat. Embung ini kerap dimanfaatkan oleh mahasiswa, sivitas akademika, serta masyarakat sekitar sebagai tempat bersantai, berdiskusi, atau sekadar melepas penat. Gazebo di tengah embung dan kursi-kursi panjang di sekelilingnya menjadi ruang publik yang mendukung berbagai aktivitas. Bagi masyarakat sekitar, embung ini sering menjadi tempat rekreasi keluarga dan area jogging.

Tidak hanya itu, keberadaan greenhouse hidroponik dan berbagai program konservasi air yang diselenggarakan oleh UNNES juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk belajar tentang pengelolaan air bersih secara langsung. Melalui kunjungan dan program edukasi, masyarakat dapat memahami bagaimana air hujan dikelola, bagaimana air limbah diolah, dan bagaimana teknologi sederhana dapat dimanfaatkan untuk menjaga keberlanjutan sumber daya air.

Menuju Kampus Berkelanjutan

Jika ditelisik lebih dalam, berbagai upaya pengelolaan air yang dilakukan FBS UNNES ini memiliki keterkaitan erat dengan misi besar pembangunan global, yaitu Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini secara khusus menjadi kontribusi nyata terhadap pencapaian SDGs poin 6, yaitu Air Bersih dan Sanitasi Layak (Clean Water and Sanitation), serta SDGs poin 11, yaitu Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan (Sustainable Cities and Communities).

Pengolahan air limbah, pencegahan pencemaran, penyediaan air minum gratis, serta penerapan standar bangunan hemat air merupakan langkah-langkah konkret dalam mewujudkan akses air bersih yang berkelanjutan bagi seluruh warga kampus. Sementara itu, penataan lanskap dengan vertikal garden dan pemanfaatan embung sebagai ruang terbuka hijau turut menciptakan lingkungan kampus yang nyaman, sehat, dan ramah lingkungan.

Dengan segala upaya ini, FBS UNNES tidak hanya menjaga kelestarian air untuk generasi saat ini, tetapi juga menanamkan kesadaran bahwa pengelolaan air yang bijak adalah tanggung jawab bersama. Embung dan vertikal garden di Gedung B11 bukan sekadar infrastruktur, melainkan pengingat bahwa air adalah kehidupan, dan menjaganya adalah investasi bagi masa depan.

Related Posts

Leave a Reply

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

GDPR

  • Privacy Policy

Privacy Policy