Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas Negeri Semarang (UNNES), sukses menyelenggarakan konferensi internasional bergengsi, The 3rd International Conference on Education, Languages, Literature, and Arts (ICOELLA) 2026. Mengusung tema “Digital Humanities in Advancing Sustainable Development and Education,” konferensi ini berlangsung pada Kamis, 25 Juni 2026, dalam format hybrid yang menggabungkan partisipasi tatap muka di kampus FBS UNNES dan daring melalui Zoom Meeting.
Konferensi ini bertujuan untuk menyediakan platform global bagi para peneliti, akademisi, pendidik, mahasiswa, seniman, dan praktisi untuk bertukar gagasan, mempresentasikan temuan penelitian, serta mendiskusikan pendekatan inovatif di persimpangan antara humaniora digital, pendidikan, bahasa, sastra, seni, dan budaya. Tema tahun ini menyoroti peran teknologi digital dan kecerdasan buatan yang semakin berkembang dalam mempromosikan pembangunan berkelanjutan, mentransformasi praktik pendidikan, melestarikan warisan budaya, serta menumbuhkan pemahaman antarbudaya di era digital.
Rangkaian acara dimulai dengan sesi pembukaan yang dihadiri oleh para pemangku kepentingan utama di lingkungan UNNES. Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Panitia Pelaksana, Lispridona Diner, serta Dekan Fakultas Bahasa dan Seni UNNES, Prof. Dr. Tommi Yuniawan, M.Hum.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia Pelaksana ICOELLA 2026, Lispridona Diner, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya konferensi ini. Ia menekankan bahwa ICOELLA 2026 dirancang sebagai wadah pertukaran intelektual yang mempertemukan para akademisi dari berbagai belahan dunia untuk berbagi temuan penelitian dan mendiskusikan isu-isu mutakhir di bidang pendidikan, bahasa, sastra, seni, dan humaniora digital.
“Kami sangat terhormat dapat menghadirkan pembicara utama dan narasumber undangan dari Indonesia, Malaysia, Jepang, Nigeria, dan Amerika Serikat. Keahlian dan wawasan mereka akan sangat memperkaya diskusi akademis kita dan menginspirasi kolaborasi di masa depan. Kami percaya bahwa pertukaran gagasan selama konferensi ini akan memberikan kontribusi signifikan bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan memperkuat kerja sama internasional. Semoga ICOELLA 2026 memberikan wawasan berharga, diskusi yang bermanfaat, dan kolaborasi yang berkelanjutan bagi seluruh peserta,” ujar Lispridona Diner.
Sementara itu, Dekan Fakultas Bahasa dan Seni UNNES, Prof. Dr. Tommi Yuniawan, M.Hum., dalam sambutannya menegaskan komitmen FBS UNNES dalam mendorong keunggulan akademik, inovasi, dan kolaborasi internasional di bidang pendidikan, bahasa, sastra, seni, dan budaya.
“Tema konferensi tahun ini, ‘Digital Humanities in Advancing Sustainable Development and Education,’ sangat relevan dengan tantangan dan peluang dunia kontemporer. Perkembangan pesat teknologi digital dan kecerdasan buatan telah mengubah cara kita mengajar, belajar, berkomunikasi, berkarya, dan melestarikan warisan budaya. Sebagai akademisi dan pendidik, kita ditantang untuk memanfaatkan kemajuan teknologi ini secara bertanggung jawab sambil tetap menjaga nilai-nilai humanistik dan keragaman budaya. Saya berharap diskusi dan kolaborasi yang dimulai selama ICOELLA 2026 akan menghasilkan kontribusi akademis yang bermakna, proyek penelitian inovatif, dan kemitraan berkelanjutan yang bermanfaat bagi masyarakat lokal maupun global,” ungkap Prof. Tommi.
Konferensi ini menghadirkan jajaran pembicara utama dan narasumber undangan dari berbagai negara, yang memberikan perspektif beragam mengenai isu-isu kontemporer di bidang pendidikan, kajian bahasa, sastra, seni, budaya, dan inovasi digital. Para pembicara yang hadir antara lain:
Prof. Dr. Sri Rejeki Urip, M.Hum. dari Universitas Negeri Semarang, Indonesia; Prof. Hitoshi Nakata dari Osaka University, Jepang; Prof. Amirullah Abduh, Ph.D. dari Universitas Negeri Makassar, Indonesia; Hannah Standiford, Ph.D. dari Allegheny College, Amerika Serikat; Assoc. Prof. Dr. Mohammad Zaffwan bin Idris dari Universiti Pendidikan Sultan Idris, Malaysia; serta Verlum Celestine Gever, Ph.D. dari University of Nigeria, Nsukka.
Sesi pleno dibagi menjadi dua bagian. Sesi pertama berlangsung pada pukul 09.00 hingga 10.50 yang menghadirkan tiga pembicara pertama, dipandu oleh moderator Dr. Karina Hanum Luthfia, S.S., M.A. Sesi kedua dilanjutkan pada pukul 10.50 hingga 12.30 dengan tiga pembicara berikutnya, dipandu oleh moderator Pasca Kalisa, S.Pd., M.Pd., M.A.
Setelah sesi pleno, konferensi berlanjut dengan sesi paralel yang terbagi dalam lima ruangan, masing-masing dipandu oleh moderator. Sesi paralel ini berlangsung dari pukul 13.30 hingga 16.30, memberikan kesempatan bagi para peserta untuk mempresentasikan makalah penelitian mereka di hadapan audiens yang lebih spesifik sesuai dengan bidang kajian masing-masing.
Konferensi ICOELLA 2026 menyambut makalah penelitian dan presentasi di bawah berbagai subtema, antara lain: Transformasi Pendidikan Bahasa dan Seni untuk Masa Depan Berkelanjutan, Pembelajaran Bahasa Berbasis AI, Humaniora Digital dalam Pendidikan Bahasa dan Budaya, AI untuk Pelestarian Warisan Budaya, AI untuk Pembelajaran Antarbudaya, Literasi Budaya Digital untuk Pendidikan Berkelanjutan, Seni dan Desain Berbasis AI serta Pendidikan Seni, Integrasi Teknologi Digital dalam Praktik Seni dan Desain, hingga Eksplorasi Estetika Digital dan Media Baru.
Sebagai bagian dari komitmen untuk mempromosikan publikasi ilmiah berkualitas tinggi, makalah konferensi akan diterbitkan dalam prosiding konferensi, sementara makalah terpilih akan dipertimbangkan untuk dipublikasikan di jurnal terkemuka, termasuk Harmonia Journal (Scopus Q1), International Journal of Language Education (IJOLE) (Scopus Q1), dan VAKANA Tekstil (Q4), tergantung pada proses review dan editorial masing-masing.
Penyelenggaraan ICOELLA 2026 juga sejalan dengan dukungan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Dengan mengangkat tema humaniora digital dalam memajukan pembangunan berkelanjutan dan pendidikan, konferensi ini berkontribusi pada SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan mutu pendidikan tinggi dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang pendidikan, bahasa, sastra, seni, dan budaya. Pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan dalam transformasi pendidikan juga mendukung SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan mendorong inovasi dan transformasi teknologi dalam dunia pendidikan. Sementara itu, kehadiran para pembicara dan peserta dari berbagai negara serta terjalinnya kolaborasi internasional mencerminkan implementasi SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kemitraan global dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia.
Dengan terselenggaranya konferensi ini, UNNES kembali menunjukkan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi dalam pembelajaran, memperkuat kerja sama internasional, serta menghasilkan lulusan dan karya akademik yang siap menghadapi tantangan global di era digital. Konferensi ICOELLA 2026 diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan ilmu pengetahuan serta memperkuat peran pendidikan, bahasa, sastra, seni, dan humaniora digital dalam menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan.













