FBS UNNES Perkuat Kapasitas Sivitas Akademika dalam Penyusunan Proposal Hibah Internasional Berbasis SDGs

Universitas Negeri Semarang > Faculty of Languages and Arts > Kabar Kampus > FBS UNNES Perkuat Kapasitas Sivitas Akademika dalam Penyusunan Proposal Hibah Internasional Berbasis SDGs

6 Oktober 2026

SEMARANG – Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas Negeri Semarang (UNNES), menyelenggarakan Workshop Pelatihan Penyusunan Proposal Hibah Internasional dalam Upaya Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 1, 4, 5, 10, 11, dan 17 Tahun 2026 pada Selasa (6/10/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini diikuti lebih dari 200 peserta yang terdiri atas dosen dan mahasiswa. Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sivitas akademika dalam mengembangkan proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang kompetitif di tingkat internasional.

Hadirkan Pakar untuk Penguatan Kapasitas Peneliti

Workshop ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Prof. Dr. Agus Dana Permana dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Zulfa Sakhiyya, M.TESOL., Ph.D. dari UNNES. Kegiatan dimoderatori oleh Ummi Nur Laila Sulistyani, S.Pd., M.Li.

Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh wawasan mengenai strategi memperoleh pendanaan internasional, teknik penulisan proposal yang efektif, serta pentingnya membangun kolaborasi untuk meningkatkan peluang keberhasilan pengajuan hibah.

Strategi Menyusun Proposal Hibah Internasional yang Kompetitif

Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Agus Dana Permana serta Zulfa Sakhiyya, M.TESOL., Ph.D. menjelaskan bahwa keberhasilan memperoleh hibah internasional tidak hanya bergantung pada kualitas ide penelitian, tetapi juga pada ketepatan strategi, kesesuaian dengan prioritas lembaga donor, dan kesiapan tim dalam melaksanakan proyek yang diusulkan.

Ia menekankan pentingnya menelusuri peluang pendanaan sejak dini dengan mempertimbangkan misi lembaga donor, persyaratan kelayakan, cakupan geografis, mekanisme pendanaan, dan tenggat pengajuan. Peneliti juga perlu menyusun rencana yang realistis dengan tujuan yang spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan memiliki batas waktu yang jelas.

Materi workshop turut membahas komponen utama proposal hibah, mulai dari abstrak, pernyataan masalah dan kesenjangan penelitian (research gap), tujuan, metodologi, hingga anggaran. Proposal yang kuat harus mampu menjelaskan persoalan penelitian secara jelas, menunjukkan kebaruan dan kontribusi yang ditawarkan, serta menguraikan bagaimana metode yang dipilih dapat menghasilkan luaran yang kredibel.

Jadwal pelaksanaan, pembagian tanggung jawab, dan kebutuhan anggaran juga harus disusun secara realistis untuk menunjukkan kelayakan proyek. Selain itu, peserta diajak memahami faktor-faktor yang dapat menyebabkan proposal ditolak, seperti ketidaksesuaian dengan persyaratan lembaga donor, metodologi yang kurang meyakinkan, penggunaan istilah teknis yang berlebihan, serta ketidakpatuhan terhadap ketentuan administratif.

Untuk meningkatkan kualitas proposal, peneliti perlu melakukan penyuntingan secara berulang dan meminta masukan dari rekan sejawat sebelum mengajukannya.

Kolaborasi Internasional dan Integrasi SDGs

Selain kualitas substansi akademik, penguatan rekam jejak penelitian dan kemitraan internasional menjadi aspek penting dalam penyusunan proposal hibah. Kolaborasi perlu dibangun berdasarkan keahlian dan peran yang saling melengkapi, bukan sekadar mencantumkan mitra dari institusi lain. Kesiapan administratif, dukungan institusi, serta kemampuan tim dalam melaksanakan kegiatan juga berperan dalam meningkatkan daya saing proposal di tingkat global.

Penyelenggaraan workshop ini secara khusus diarahkan untuk mendukung pencapaian enam tujuan pembangunan berkelanjutan, yaitu SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 5 (Kesetaraan Gender), SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan), SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Integrasi SDGs dalam proposal diharapkan tidak berhenti pada pencantuman tujuan pembangunan berkelanjutan, tetapi juga tercermin dalam identifikasi masalah, perumusan tujuan, penentuan luaran, indikator keberhasilan, dampak, dan strategi keberlanjutan program. Dengan demikian, penelitian dan pengabdian yang dikembangkan dapat memiliki relevansi akademik sekaligus dapat menjawab kebutuhan masyarakat.

Dorong Proposal Berkualitas dan Berdampak bagi Masyarakat

Melalui workshop ini, Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris FBS UNNES menargetkan peningkatan pemahaman peserta mengenai peluang dan kriteria seleksi hibah internasional, penguatan keterampilan penyusunan proposal, serta terbentuknya jejaring komunikasi untuk pengembangan kolaborasi penelitian dan pengabdian. Draf awal proposal yang dihasilkan peserta diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut melalui pendampingan serta pemetaan skema pendanaan yang sesuai.

Kegiatan ini menjadi salah satu langkah FBS UNNES dalam mendorong budaya riset kolaboratif, memperluas jejaring akademik internasional, serta meningkatkan kontribusi sivitas akademika terhadap pembangunan berkelanjutan. Melalui penguatan kapasitas penyusunan proposal hibah internasional, UNNES diharapkan semakin mampu mengembangkan kerja sama global serta menghasilkan program penelitian dan pengabdian yang kompetitif dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Ummi Nur Laila Sulistyani & Yuliati

Related Posts

Leave a Reply

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

GDPR

  • Privacy Policy

Privacy Policy