FBS UNNES dan UNESA Perkuat Inovasi Kurikulum dan Bahan Ajar Bahasa Inggris di Era AI melalui Joint Lecture

Universitas Negeri Semarang > Faculty of Languages and Arts > Kabar Kampus > FBS UNNES dan UNESA Perkuat Inovasi Kurikulum dan Bahan Ajar Bahasa Inggris di Era AI melalui Joint Lecture

Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas Negeri Semarang (UNNES), berkolaborasi dengan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menyelenggarakan Joint Lecture bertajuk “Curriculum and Learning Materials Development” pada Selasa, 6 Oktober 2026. Kegiatan ini membahas pengembangan kurikulum dan bahan ajar bahasa Inggris yang adaptif terhadap perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), dengan tetap menempatkan pertimbangan pedagogis dan kebutuhan peserta didik sebagai landasan utama.

Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting pada pukul 13.00–15.40 WIB tersebut diikuti mahasiswa Program Magister Pendidikan Bahasa Inggris UNNES yang menempuh mata kuliah Curriculum and Learning Materials Development, serta mahasiswa Program Magister Pendidikan Bahasa Inggris UNESA dari mata kuliah Curriculum and Syllabus Development.

Forum akademik ini menghadirkan dua narasumber dari kedua perguruan tinggi dengan perspektif yang saling melengkapi. Ahmad Munir, S.Pd., M.Ed., Ph.D. dari UNESA menyampaikan materi “Learning Objectives Formulation to Link Curriculum and Materials Development”, sedangkan Dr. Seful Bahri, S.Pd., M.Pd. dari UNNES membawakan materi “Rethinking ELT Materials in the Age of AI: Context, Teacher Judgment, and Pedagogical Decision Making”.

Dalam paparannya, Ahmad Munir mengangkat pentingnya perumusan tujuan pembelajaran sebagai dasar dalam mengembangkan kurikulum dan bahan ajar yang terarah. Keterkaitan antara tujuan pembelajaran, isi kurikulum, aktivitas pembelajaran, dan bahan ajar menjadi aspek penting agar proses pendidikan berjalan secara sistematis dan sesuai dengan kompetensi yang diharapkan.

Pembahasan tersebut memberikan pemahaman kepada mahasiswa bahwa pengembangan bahan ajar tidak dapat dilepaskan dari rancangan kurikulum. Setiap materi yang digunakan perlu memiliki tujuan yang jelas, relevan dengan capaian pembelajaran, serta mempertimbangkan karakteristik dan kebutuhan peserta didik.

Sementara itu, Dr. Seful Bahri mengajak peserta mengkaji kembali pengembangan bahan ajar English Language Teaching (ELT) di tengah pesatnya perkembangan AI. Materinya menekankan bahwa teknologi dapat membantu pendidik menghasilkan dan mengembangkan bahan pembelajaran, tetapi keputusan mengenai kesesuaian, kualitas, dan penerapannya tetap memerlukan pertimbangan profesional guru.

Melalui perspektif tersebut, mahasiswa diajak memahami bahwa pemanfaatan AI dalam pendidikan bahasa Inggris tidak cukup hanya berorientasi pada kemudahan dan kecepatan produksi materi. Pendidik perlu mempertimbangkan ketepatan isi, konteks pembelajaran, karakteristik peserta didik, serta tujuan pedagogis yang ingin dicapai.

Dorong Inovasi Pedagogi yang Berpusat pada Peserta Didik

Perpaduan kedua materi memberikan perspektif bahwa pengembangan kurikulum dan bahan ajar membutuhkan kemampuan analitis, penguasaan teori pendidikan, serta kepekaan terhadap perkembangan teknologi.

Di tengah semakin luasnya penggunaan AI dalam pendidikan, kemampuan pendidik untuk mengevaluasi dan mengadaptasi materi menjadi semakin penting. Bahan ajar yang dihasilkan dengan bantuan teknologi tetap perlu ditelaah agar sesuai dengan kebutuhan pembelajaran, memperhatikan keberagaman peserta didik, serta mendukung tercapainya kompetensi yang ditetapkan.

Bagi mahasiswa magister, pembahasan ini menjadi bekal untuk mengembangkan kemampuan sebagai pendidik, peneliti, dan pengembang kurikulum yang mampu mengintegrasikan teknologi dengan prinsip-prinsip pembelajaran bahasa.

Kegiatan tersebut sekaligus mencerminkan visi Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris UNNES untuk menjadi program studi unggul dalam pengembangan ilmu pendidikan bahasa Inggris yang inovatif melalui integrasi teori pendidikan bahasa, linguistik, dan pendekatan literasi, berorientasi riset, serta berkontribusi pada penguatan karakter untuk pendidikan berkualitas.

Melalui Joint Lecture, mahasiswa tidak hanya memperoleh penguatan pengetahuan konseptual, tetapi juga kesempatan untuk memperluas perspektif akademik melalui interaksi dengan dosen dan mahasiswa dari perguruan tinggi lain. Kolaborasi ini menjadi bagian dari pengembangan budaya akademik yang terbuka terhadap inovasi, pertukaran keilmuan, dan pembelajaran lintas institusi.

Perkuat SDG 4 dan SDG 17 melalui Pendidikan dan Kolaborasi Akademik

Penyelenggaraan Joint Lecture turut mendukung komitmen FBS UNNES terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas (Quality Education) dan SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals).

Kontribusi terhadap SDG 4 diwujudkan melalui penguatan kompetensi akademik mahasiswa, pengembangan inovasi kurikulum dan bahan ajar, serta peningkatan literasi teknologi dalam pembelajaran bahasa Inggris. Pembahasan mengenai pemanfaatan AI secara kritis dan bertanggung jawab juga mendorong pengembangan pendidikan yang berkualitas, adaptif, dan berpusat pada kebutuhan peserta didik.

Sementara itu, kontribusi terhadap SDG 17 tercermin melalui kerja sama akademik antara UNNES dan UNESA. Kolaborasi tersebut membuka ruang pertukaran pengetahuan, pengembangan jejaring keilmuan, serta peluang kerja sama berkelanjutan dalam bidang pembelajaran, penelitian, dan pengembangan profesional pendidik bahasa Inggris.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris FBS UNNES menegaskan komitmennya untuk mengembangkan pendidikan pascasarjana yang inovatif, berorientasi pada penguatan riset, serta responsif terhadap perkembangan teknologi.

Joint Lecture “Curriculum and Learning Materials Development” diharapkan menjadi pijakan bagi pengembangan kurikulum dan bahan ajar bahasa Inggris yang tidak hanya memanfaatkan kemajuan teknologi, tetapi juga mengutamakan kualitas pedagogi, profesionalisme pendidik, dan kebutuhan peserta didik.

Kolaborasi UNNES dan UNESA sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam membangun ekosistem pendidikan yang adaptif, kolaboratif, dan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran bahasa Inggris di Indonesia.

Related Posts

Leave a Reply

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

GDPR

  • Privacy Policy

Privacy Policy