Semarang, 28 Oktober 2026 — Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Semarang (UNNES) menyelenggarakan Bulan Bahasa dan Seni (BBS) 2026 pada Rabu (28/10). Tahun ini, Keluarga Bahasa dan Sastra Jawa, yang terdiri atas Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa serta Program Studi Sastra Jawa, menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan.
Rangkaian acara diawali dengan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda yang dipimpin langsung oleh Rektor UNNES, Prof. Dr. S. Martono. Kegiatan dilanjutkan dengan arak-arakan mahasiswa FBS yang menampilkan semangat kreativitas dan keberagaman seni budaya.
Salah satu rangkaian acara BBS 2026 adalah pertunjukan pakeliran padat oleh Ki Salman Hilal, mahasiswa semester tiga Program Studi Sastra Jawa, dengan lakon Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu. Melalui kisah Resi Wisrawa, pertunjukan ini mengangkat refleksi tentang pengetahuan, pengendalian diri, dan tanggung jawab moral.
Menariknya, seorang penonton menafsirkan pesan lakon melalui dialog jenaka Petruk dan Gareng. Salah satu ungkapan yang mengemuka ialah, “Ilmu kuwi dudu mung kanggo diceramahake, nanging kudu ditindakake.” Pesan tersebut menegaskan bahwa pengetahuan tidak cukup sekadar dikuasai, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku. Penonton lainnya turut menanggapi kisah Wisrawa dengan humor yang menunjukkan kedekatan cerita pewayangan dengan persoalan kehidupan sehari-hari.
Memasuki siang hari, rangkaian BBS 2026 akan dilanjutkan dengan penampilan dari setiap program studi serta mahasiswa FBS sebagai ruang ekspresi kreativitas dan apresiasi seni. Pada malam hari, akan dilanjutkan dengan pertunjukan wayang dengan empat dalang dari mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa. Rangkaian ini menjadi wujud keterlibatan aktif mahasiswa dalam menjaga keberlangsungan seni tradisional. Penyelenggaraan BBS 2026 sejalan dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pembelajaran kontekstual dan pengembangan kreativitas mahasiswa, serta SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui upaya pelestarian warisan budaya.
Melalui BBS 2026, FBS UNNES berharap kecintaan generasi muda terhadap bahasa, sastra, dan seni Indonesia semakin kuat. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi, memperluas apresiasi budaya, serta menjaga agar warisan tradisi tetap hidup dan relevan bagi masyarakat masa kini.
Ummi Nur Laila Sulistyani












