FBS UNNES Hadirkan Sutradara dan Pemeran Film Piye To Kih?, Bahas Peluang Kreator Digital Menembus Industri Perfilman Nasional

Universitas Negeri Semarang > Faculty of Languages and Arts > Kabar Kampus > FBS UNNES Hadirkan Sutradara dan Pemeran Film Piye To Kih?, Bahas Peluang Kreator Digital Menembus Industri Perfilman Nasional

Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Semarang (UNNES) berkolaborasi dengan Miracle Picture menyelenggarakan Cinema Talks with Director & Cast film Piye To Kih? pada Kamis, 22 Oktober 2026, di Auditorium Prof. Wuryanto UNNES. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Bulan Bahasa dan Seni FBS UNNES 2026 ini menghadirkan pelaku industri perfilman untuk berbagi wawasan mengenai kreativitas, pengembangan identitas, dan peluang berkarier di industri kreatif nasional.

Mengangkat tema “Dari Media Sosial Menuju Panggung Nasional: Bagaimana Karya, Identitas, dan Konsistensi Membuka Lebih Banyak Pintu di Industri Kreatif”, kegiatan ini menghadirkan Ito Mavin sebagai pembicara, bersama para pemeran film Piye To Kih?, yakni Mukidi, Dara Saraswati, dan Gabriella Desta.

Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh kesempatan untuk mengenal lebih dekat dunia perfilman, khususnya bagaimana media sosial dapat menjadi ruang awal bagi kreator untuk membangun identitas, memperkenalkan karya, dan mengembangkan peluang profesional.

Forum ini sekaligus menjadi ruang pertemuan antara dunia akademik dan industri kreatif, sehingga mahasiswa dapat memperoleh perspektif mengenai hubungan antara kreativitas digital, produksi audiovisual, dan perkembangan profesi di bidang seni serta media.

Dari Media Sosial Menuju Industri Kreatif Nasional

Perkembangan media sosial telah membuka peluang bagi kreator untuk memperkenalkan karya secara lebih luas tanpa harus bergantung sepenuhnya pada jalur konvensional industri hiburan. Namun, popularitas di ruang digital tidak selalu berbanding lurus dengan keberhasilan membangun karier profesional.

Kualitas karya, konsistensi, kemampuan beradaptasi, dan identitas kreatif menjadi aspek penting dalam mengembangkan keberlanjutan karier di industri kreatif.

Persoalan tersebut menjadi fokus Cinema Talks yang mempertemukan peserta dengan praktisi perfilman. Kehadiran Ito Mavin bersama Mukidi, Dara Saraswati, dan Gabriella Desta memberikan ruang pembahasan mengenai perjalanan kreatif, pengalaman berkarya, serta peluang yang dapat dikembangkan melalui pemanfaatan media sosial.

Kegiatan ini juga memperluas wawasan mengenai bagaimana kreativitas yang tumbuh melalui platform digital dapat berkembang menjadi karya audiovisual dan membuka kesempatan untuk menjangkau audiens yang lebih luas.

Bagi mahasiswa FBS UNNES, diskusi tersebut relevan dengan pengembangan kompetensi di bidang bahasa, seni, komunikasi, dan produksi konten kreatif. Kemampuan menghasilkan gagasan, membangun narasi, serta mengomunikasikan karya menjadi modal penting untuk beradaptasi dengan perkembangan industri.

FBS UNNES Perkuat Kolaborasi Kampus dan Industri Kreatif

Wakil Dekan Bidang Perencanaan dan Sumber Daya FBS UNNES, Dr. Muhamad Burhanudin, S.S., M.A., menekankan pentingnya menghadirkan pelaku industri kreatif ke lingkungan perguruan tinggi untuk memperluas pengalaman belajar mahasiswa.

“Perguruan tinggi perlu membuka ruang pertemuan antara mahasiswa dan praktisi industri kreatif. Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa dapat memahami bahwa kreativitas tidak cukup hanya menghasilkan karya, tetapi juga membutuhkan konsistensi, kemampuan membangun identitas, dan keberanian untuk mengembangkan potensi hingga ke tingkat nasional,” ungkapnya.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital memberikan peluang yang semakin luas bagi mahasiswa untuk menampilkan karya dan membangun jejaring profesional. Karena itu, mahasiswa perlu mengembangkan kemampuan kreatif yang didukung penguasaan teknologi, komunikasi, dan pemahaman terhadap kebutuhan industri.

“Kami berharap mahasiswa FBS UNNES tidak hanya menjadi penonton perkembangan industri kreatif, tetapi juga mampu mengambil peran sebagai pencipta karya, inovator, dan pelaku industri. Pengalaman langsung dari para praktisi menjadi bekal penting agar mahasiswa memiliki gambaran nyata tentang peluang dan tantangan dunia profesional,” tambahnya.

Kolaborasi dengan Miracle Picture menjadi salah satu bentuk upaya FBS UNNES dalam mempertemukan pembelajaran akademik dengan praktik profesional. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk memperluas perspektif mengenai proses kreatif sekaligus mengenal ekosistem industri perfilman.

Kenalkan Film Piye To Kih? dan Apresiasi Industri Perfilman

Selain menjadi forum diskusi mengenai pengembangan karier kreatif, kegiatan ini juga memperkenalkan film Piye To Kih? yang diproduksi oleh Miracle Picture.

Film tersebut dijadwalkan tayang di bioskop pada 19 November 2026. Kehadiran para pemeran dalam kegiatan Cinema Talks menjadi kesempatan bagi peserta untuk mengenal lebih dekat karya perfilman tersebut sekaligus memahami keterlibatan para pelaku kreatif dalam industri audiovisual.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, panitia juga menyiapkan berbagai bentuk apresiasi bagi peserta, termasuk makanan ringan dan hadiah berupa 50 kipas tangan resmi film Piye To Kih?, lima kaus resmi, pin resmi film, serta 20 tiket menonton gratis.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa apresiasi film dapat dikembangkan sebagai pengalaman pembelajaran yang menghubungkan karya audiovisual dengan proses kreatif, komunikasi, dan pengembangan profesi di industri hiburan.

Dukung Pendidikan Berkualitas dan Pengembangan Ekonomi Kreatif

Penyelenggaraan Cinema Talks turut mendukung komitmen FBS UNNES terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas (Quality Education), SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth), serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals).

Kontribusi terhadap SDG 4 diwujudkan melalui pengembangan pembelajaran kontekstual yang mempertemukan mahasiswa dengan praktisi industri. Kegiatan ini menjadi sarana penguatan literasi media, wawasan profesional, dan pemahaman mengenai perkembangan industri berbasis kreativitas.

Dukungan terhadap SDG 8 tercermin melalui pengenalan peluang karier dan pengembangan ekonomi kreatif, khususnya dalam bidang perfilman, produksi audiovisual, dan penciptaan konten digital.

Sementara itu, kerja sama antara FBS UNNES dan Miracle Picture mendukung SDG 17 melalui penguatan kemitraan antara perguruan tinggi dan industri kreatif dalam pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta pengembangan jejaring profesional.

Melalui kegiatan Cinema Talks with Director & Cast Piye To Kih?, FBS UNNES terus memperkuat peran Bulan Bahasa dan Seni 2026 sebagai ruang pengembangan kreativitas, apresiasi karya, dan perluasan wawasan mahasiswa mengenai dunia profesional.

Kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk semakin percaya diri menghasilkan karya, memanfaatkan media digital secara produktif, serta mengembangkan potensi kreatif yang mampu bersaing di industri nasional.

Related Posts

Leave a Reply

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

GDPR

  • Privacy Policy

Privacy Policy