Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Semarang (UNNES) menegaskan komitmennya terhadap pendidikan yang bermakna mengenai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan mata kuliah Pendidikan Konservasi yang secara langsung maupun tidak langsung membahas konsep keberlanjutan dan SDGs.
Mata kuliah Pendidikan Konservasi membekali mahasiswa dengan pemahaman mengenai prinsip-prinsip konservasi lingkungan, sosial, dan budaya serta kaitannya dengan pembangunan berkelanjutan. Pembahasan SDGs diarahkan untuk membantu mahasiswa memahami keterkaitan antara konservasi, pembangunan, serta peran individu maupun institusi dalam mewujudkan kehidupan yang berkelanjutan. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teoretis, tetapi juga kesadaran akan tanggung jawab mereka sebagai bagian dari masyarakat global.
Selain melalui mata kuliah tersebut, nilai-nilai keberlanjutan dan konservasi juga diintegrasikan ke dalam berbagai kegiatan pendidikan dan pembelajaran di lingkungan fakultas. FBS berupaya memastikan bahwa semangat konservasi dan pembangunan berkelanjutan tidak berhenti di ruang kelas, melainkan menjadi bagian dari budaya akademik yang hidup dalam keseharian sivitas akademika.
Dekan FBS UNNES, Prof. Dr. Tommi Yuniawan, M.Hum., menegaskan bahwa pendidikan mengenai keberlanjutan merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas FBS sebagai fakultas yang menjunjung tinggi nilai konservasi. Menurutnya, pemahaman terhadap SDGs harus ditanamkan sejak dini kepada mahasiswa agar mereka mampu menjadi agen perubahan di masyarakat. “Keberlanjutan bukan sekadar materi ajar, melainkan karakter yang kami tanamkan. Melalui mata kuliah Pendidikan Konservasi, kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami konsep SDGs, tetapi juga mampu mengaitkannya dengan realitas di sekitar mereka. Inilah wujud pendidikan yang bermakna, yang membekali lulusan dengan kesadaran ekologis, sosial, dan budaya,” ujarnya.
Senada dengan itu, Wakil Dekan I FBS UNNES, Dr. Eko Raharjo, M.Hum., menyampaikan bahwa integrasi nilai keberlanjutan dalam kurikulum dan kegiatan pembelajaran merupakan langkah strategis dalam memperkuat kualitas pendidikan di FBS. Ia menilai bahwa pendekatan ini sejalan dengan visi UNNES sebagai kampus konservasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral terhadap pembangunan berkelanjutan. “Kami terus mendorong agar nilai-nilai keberlanjutan tidak hanya hadir dalam satu mata kuliah, tetapi juga meresap dalam seluruh proses pendidikan. Melalui kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan seluruh sivitas akademika, kami berharap FBS dapat menjadi contoh bagaimana pendidikan tinggi mampu berkontribusi nyata terhadap pencapaian SDGs, khususnya dalam mencetak generasi yang peduli dan bertanggung jawab terhadap masa depan bumi,” tuturnya.
Langkah ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas yang menekankan pentingnya pendidikan yang inklusif, setara, dan mendorong kesempatan belajar sepanjang hayat bagi semua. Melalui integrasi nilai keberlanjutan dalam kurikulum dan kegiatan pembelajaran, FBS UNNES turut berkontribusi dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga peduli terhadap lingkungan, sosial, dan budaya.
FBS UNNES berkomitmen untuk terus memperkuat pendidikan yang bermakna mengenai SDGs, baik melalui mata kuliah, kegiatan akademik, maupun praktik keseharian di lingkungan fakultas. Dengan demikian, keberlanjutan bukan hanya menjadi wacana, tetapi menjadi bagian dari identitas dan kontribusi nyata perguruan tinggi dalam membangun masa depan yang lebih baik.












