Banjarnegara – Tim peneliti Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang diketuai oleh Prof. Dr. Nugroho Trisnu Brata, M.Hum. melaksanakan penelitian bertajuk “Menanam Kentang atau ‘Menanam Batu’, Relasi Ketahanan Pangan dan Alih Fungsi Lahan Pertanian di Dataran Tinggi Dieng” pada 3 Juni 2026 di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. Penelitian ini bertujuan mengkaji fenomena alih fungsi lahan pertanian menjadi bangunan serta menganalisis dampaknya terhadap ketahanan pangan, kondisi sosial-ekonomi masyarakat, dan keberlanjutan kawasan pertanian di dataran tinggi Dieng. Kegiatan diawali dengan Focus Group Discussion (FGD) yang berlangsung di Kantor Kepala Desa Dieng Kulon dan melibatkan warga desa yang dipilih berdasarkan kriteria penelitian.
FGD menjadi ruang dialog antara tim peneliti dan masyarakat untuk menggali berbagai perubahan yang terjadi akibat semakin meningkatnya alih fungsi lahan pertanian. Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan Dieng menghadapi tekanan pembangunan yang mendorong perubahan fungsi lahan produktif menjadi bangunan, baik untuk kebutuhan permukiman maupun sektor pariwisata. Di sisi lain, perubahan tersebut memunculkan dilema bagi masyarakat yang selama ini menggantungkan penghidupannya pada sektor pertanian, khususnya budidaya kentang sebagai komoditas utama di kawasan dataran tinggi Dieng.
Melalui diskusi yang berlangsung secara partisipatif, warga menyampaikan berbagai pengalaman mengenai dinamika pemanfaatan lahan, perubahan pola mata pencaharian, hingga tantangan menjaga produktivitas pertanian di tengah meningkatnya kebutuhan pembangunan. Tim peneliti juga menggali pandangan masyarakat mengenai hubungan antara keberlanjutan lahan pertanian dengan ketahanan pangan keluarga, sekaligus mengidentifikasi faktor-faktor yang mendorong masyarakat mengalihkan fungsi lahannya. Hasil kajian ini diharapkan mampu memberikan gambaran komprehensif mengenai konsekuensi sosial dan ekonomi dari perubahan tata guna lahan di kawasan pegunungan.
Ketua tim peneliti, Prof. Dr. Nugroho Trisnu Brata, M.Hum., menjelaskan bahwa penelitian ini tidak hanya berfokus pada perubahan fisik lahan, tetapi juga berupaya memahami bagaimana transformasi tersebut memengaruhi kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan sistem pangan lokal. Menurutnya, pengelolaan ruang di kawasan pertanian strategis seperti Dieng perlu mempertimbangkan keseimbangan antara kebutuhan pembangunan ekonomi, pelestarian lahan produktif, serta keberlangsungan kehidupan masyarakat yang bergantung pada sektor pertanian.
Pelaksanaan FGD berlangsung dengan lancar dan mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Dieng Kulon. Salah seorang peserta menyampaikan harapannya agar hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat nyata bagi desa. “Semoga penelitian ini bermanfaat bagi Desa Dieng Kulon,” ungkap salah satu warga yang mengikuti kegiatan. Aspirasi tersebut mencerminkan harapan masyarakat agar hasil penelitian tidak berhenti sebagai kajian akademik, tetapi juga menjadi dasar penyusunan kebijakan yang berpihak pada keberlanjutan pertanian dan kesejahteraan warga.
Penelitian ini merupakan bagian dari komitmen FISIP UNNES dalam menghasilkan riset yang responsif terhadap persoalan masyarakat serta mendukung penyusunan kebijakan pembangunan berbasis bukti (evidence-based policy). Temuan penelitian diharapkan dapat menjadi rekomendasi bagi pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan dalam merumuskan strategi pengelolaan lahan yang mampu menjaga keseimbangan antara pembangunan, konservasi kawasan pertanian, dan ketahanan pangan masyarakat.
Kegiatan penelitian ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 (No Poverty) dan SDG 2 (Zero Hunger). Melalui kajian mengenai dampak alih fungsi lahan terhadap mata pencaharian masyarakat, penelitian ini berupaya memberikan kontribusi dalam merumuskan strategi pengurangan kemiskinan melalui perlindungan sumber-sumber penghidupan masyarakat pedesaan. Dengan menjaga keberlanjutan lahan pertanian dan memperkuat ketahanan pangan lokal, hasil penelitian diharapkan mampu mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus menciptakan pembangunan pedesaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.







