Dekan FH UNNES Pukul Gong Buka PPK Ormawa, Serahkan 1.000 Pohon, hingga Resmikan Pos Bakum ‘Pepito Deso’

Universitas Negeri Semarang > Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang > Berita > Dekan FH UNNES Pukul Gong Buka PPK Ormawa, Serahkan 1.000 Pohon, hingga Resmikan Pos Bakum ‘Pepito Deso’

KABUPATEN SEMARANG – Sanggar Seni Desa Keji di Ungaran Barat benar-benar dipenuhi euforia pada Minggu pagi (28/06/2026). Sekitar 200 warga tumpah ruah dengan antusiasme tingkat tinggi untuk meramaikan “Jalan Sehat & Launching Program PPK Ormawa PSC FH UNNES 2026”. Sejak sesi senam pagi yang energik hingga jalan sehat menyusuri rute desa, wajah-wajah ceria warga terus mengiringi keseruan acara yang juga bertabur doorprize menarik ini. Hebatnya, semangat warga tak kendur sedikit pun dan setia mengikuti seluruh rangkaian acara hingga selesai.

Puncak peresmian program pengabdian ini ditandai dengan dentuman gong yang dipukul langsung oleh Dekan FH UNNES, Prof. Dr. Ali Masyhar Mursyid. Seremoni ini membuktikan kuatnya dukungan institusi, di mana sang Dekan didampingi oleh formasi lengkap yang terdiri dari Kepala Desa Keji, Wakil Dekan 2, Kaprodi S1, Kepala Lab, Ketua Bagian HTN/HAN, dan para Dosen Pembimbing. Sinergi ini makin mengakar kuat dengan kehadiran perwakilan dari BPBD serta Diskumperindag Kabupaten Semarang.

Gebrakan yang dibawa FH UNNES ke Desa Keji ini sungguh komprehensif, menyasar dua elemen krusial sekaligus: mitigasi lingkungan dan pelindungan hukum! Di sektor lingkungan, acara diwarnai dengan aksi penyerahan dan penanaman 1.000 bibit pohon. Ribuan pohon ini bukan sekadar simbolis, melainkan jangkar utama program mahasiswa dalam mencetak ekosistem desa yang kokoh dan tangguh dari ancaman tanah longsor.

Tak berhenti di situ, FH UNNES juga membawa solusi hukum langsung ke depan pintu rumah warga dengan meluncurkan Pos Bantuan Hukum (Pos Bakum) “Pepito Deso”. Pos ini digawangi langsung oleh deretan dosen pakar dari FH UNNES yang siap memecahkan berbagai benang kusut kasus hukum warga Desa Keji. Kerennya lagi, “Pepito Deso” sudah dibekali dengan nomor hotline khusus. Kini, warga desa punya akses VIP untuk curhat dan meminta pendampingan hukum langsung dari ahlinya hanya dari ujung telepon genggam.

Kolaborasi epik yang memadukan pelestarian alam dan layanan hukum ini adalah wujud nyata dari implementasi SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh). FH UNNES dengan tegas membuktikan bahwa hak hidup di lingkungan yang aman serta akses perlindungan hukum harus dirasakan secara adil oleh masyarakat di pelosok desa sekalipun. Lewat kemitraan lintas sektor ini, FH UNNES telah membangun fondasi kelembagaan desa yang kuat, di mana keadilan bukan sekadar jargon, melainkan realitas yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat kecil.

Follow untuk mendapatkan lebih banyak informasi tentang FH UNNES. 

Instagram & TikTok: @fhunnes

Saluran WhatsApp: unnes.id/saluranwafhnnes

X: fh_unnes

YouTube: Fakultas Hukum UNNES Official

#beritafhunnes #sdgs #kampusbergerakberdampak #reformasibirokrasi #zonaintegritas #PPKOrmawa #PPKOrmawaPSCFH

Related Posts

Leave a Reply

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

GDPR

  • Privacy Policy

Privacy Policy