Fakultas Hukum UNNES Perkuat Aksi Iklim melalui Biopori Sampah Raksasa sebagai Sarana Pengelolaan Sampah Organik dan Edukasi Lingkungan

Universitas Negeri Semarang > Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang > Berita > Fakultas Hukum UNNES Perkuat Aksi Iklim melalui Biopori Sampah Raksasa sebagai Sarana Pengelolaan Sampah Organik dan Edukasi Lingkungan

Semarang – Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang (FH UNNES) terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan kampus hijau (Green Campus) melalui pengelolaan sampah organik berbasis lingkungan. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah Biopori Sampah Raksasa, sebuah sarana pengelolaan sampah organik kampus yang berfungsi mengurangi timbulan sampah, meningkatkan resapan air, sekaligus menjadi media edukasi konservasi lingkungan bagi sivitas akademika.

Kegiatan ini dilaksanakan melalui program edukasi dan kampanye perubahan iklim yang ditujukan kepada seluruh tenaga kebersihan (cleaning service) Fakultas Hukum UNNES sebagai garda terdepan dalam pengelolaan sampah di lingkungan fakultas.

Dalam kegiatan tersebut, para petugas memperoleh pelatihan mengenai pemilahan sampah organik, teknik pengisian Biopori Sampah Raksasa, penggunaan aktivator mikroorganisme (EM4), pengendalian kelembapan, hingga pemantauan proses dekomposisi agar berlangsung secara optimal. Edukasi ini bertujuan membangun pemahaman bahwa pengelolaan sampah organik bukan sekadar pekerjaan rutin, tetapi merupakan bagian dari upaya nyata mitigasi perubahan iklim.

Pengelolaan sampah organik melalui proses pengomposan dan dekomposisi aerobik membantu mengurangi sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA). Pengelolaan yang tepat juga berkontribusi mengurangi pembentukan gas rumah kaca dari sampah organik yang membusuk secara tidak terkendali di TPA, sekaligus menghasilkan bahan organik yang bermanfaat bagi tanah.

Biopori Sampah Raksasa Fakultas Hukum UNNES sendiri dibangun sebagai sumur pengurai sampah organik berdiameter sekitar satu meter dengan kedalaman sekitar tiga meter. Berbeda dengan komposter konvensional yang berorientasi pada produksi kompos, fasilitas ini berfungsi sebagai tempat dekomposisi alami berbagai sampah organik kampus seperti daun gugur, rumput hasil pemangkasan, ranting kecil, dan sisa tanaman. Melalui aktivitas mikroorganisme tanah, unsur hara dari sampah organik dikembalikan ke dalam tanah sehingga mendukung siklus ekologi secara berkelanjutan.

Selain sebagai fasilitas pengelolaan sampah, keberadaan Biopori Sampah Raksasa juga memiliki fungsi konservasi dengan meningkatkan kemampuan tanah menyerap air hujan, menjaga kelembapan tanah, serta mendukung kehidupan organisme tanah yang berperan dalam proses dekomposisi alami.

Dekan Fakultas Hukum UNNES, Prof. Dr. Ali Masyhar Mursyid, S.H., M.H., menyampaikan bahwa pengelolaan sampah organik merupakan bagian dari tanggung jawab perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab tidak hanya menghasilkan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan keteladanan dalam pengelolaan lingkungan. Melalui Biopori Sampah Raksasa, Fakultas Hukum UNNES mengintegrasikan pengelolaan sampah organik, konservasi lingkungan, dan pendidikan karakter peduli lingkungan. Program ini menjadi bagian dari budaya kampus yang mendukung terwujudnya Green Campus sekaligus implementasi nyata Sustainable Development Goals.”

Program edukasi ini juga memperkuat implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 13: Climate Action (Penanganan Perubahan Iklim), terutama target 13.3 yang menekankan pentingnya peningkatan pendidikan, kesadaran, kapasitas individu, dan kelembagaan dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

Melalui kegiatan ini, cleaning service tidak hanya memperoleh keterampilan teknis dalam mengelola sampah organik, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mengedukasi sivitas akademika mengenai pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Pendekatan tersebut diharapkan mampu membangun budaya kampus yang lebih peduli terhadap lingkungan sekaligus mengurangi ketergantungan pada sistem pembuangan sampah ke TPA.

Ke depan, Fakultas Hukum UNNES akan mengintegrasikan pengelolaan Biopori Sampah Raksasa dengan aplikasi SI KOMPOS, sebuah platform digital yang dikembangkan untuk mendokumentasikan volume sampah organik yang dikelola, proses dekomposisi, serta capaian pengurangan sampah secara berkala. Integrasi ini diharapkan menghasilkan data lingkungan yang akurat sebagai indikator kinerja Green Campus sekaligus mendukung pelaporan implementasi SDGs di lingkungan Universitas Negeri Semarang.

Melalui inovasi tersebut, Fakultas Hukum UNNES menunjukkan bahwa aksi iklim dapat dimulai dari langkah sederhana namun berdampak nyata, yaitu mengelola sampah organik secara bertanggung jawab, memperkuat konservasi lingkungan, dan membangun kesadaran kolektif seluruh sivitas akademika terhadap pentingnya menjaga keberlanjutan bumi bagi generasi mendatang.

Follow untuk mendapatkan lebih banyak informasi tentang FH UNNES. 

Instagram & TikTok: @fhunnes

Saluran WhatsApp: unnes.id/saluranwafhnnes

X: fh_unnes

YouTube: Fakultas Hukum UNNES Official

#beritafhunnes #sdgs #kampusbergerakberdampak #reformasibirokrasi #zonaintegritas

Related Posts

Leave a Reply

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

GDPR

  • Privacy Policy

Privacy Policy