Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas Negeri Semarang (UNNES), menyelenggarakan seminar Career Development Series bertajuk “Preparing Today for a Better Tomorrow” pada Minggu, 7 Juni 2026, di Ruang 106 Gedung B1 FBS UNNES.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Final Project Mata Kuliah English for Business Purposes yang dibimbing oleh Zuhrul Anam, S.S., M.Hum. dan Thohiriyah, S.S., M.Hum. Seminar ini bertujuan memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai persiapan studi lanjut, dunia kerja, serta tantangan yang dihadapi setelah lulus dari perguruan tinggi.
Seminar yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB ini menghadirkan tiga narasumber dengan latar belakang dan pengalaman yang berbeda. Narasumber pertama, Annisa Widyawati Fathonah, S.S., M.A., membawakan materi mengenai persiapan melanjutkan studi melalui jalur beasiswa magister. Dalam pemaparannya, Annisa membagikan pengalaman pribadinya dalam memperoleh beasiswa serta strategi yang dapat dipersiapkan mahasiswa sejak dini.
“Persiapan beasiswa tidak bisa dilakukan secara instan. Mahasiswa perlu mulai membangun rekam jejak akademik, mengembangkan kemampuan bahasa asing, serta aktif dalam berbagai kegiatan yang mendukung pengembangan diri,” jelasnya.
Materi mengenai akses pendidikan tinggi melalui beasiswa ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas, yang mendorong pemerataan akses pendidikan bagi semua.
Narasumber kedua, Erviyan Ragil Wicaksono, S.S., membawakan materi bertajuk “Persiapan Dunia Kerja dari Perspektif Pegawai Pemerintah”. Melalui pengalamannya sebagai aparatur sipil negara, Erviyan menjelaskan berbagai kompetensi yang perlu dimiliki mahasiswa untuk menghadapi dunia kerja, khususnya di sektor pemerintahan.
“Mahasiswa perlu mulai mempersiapkan diri sejak di bangku kuliah, baik melalui peningkatan keterampilan teknis maupun kemampuan interpersonal yang dibutuhkan di dunia profesional,” ungkapnya.
Menurut Erviyan, kegiatan seperti ini penting untuk terus dilaksanakan karena dapat membantu mahasiswa memperoleh gambaran nyata mengenai berbagai pilihan karier setelah lulus.
Pembahasan mengenai kesiapan kerja ini mendukung SDGs poin 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, khususnya dalam mempersiapkan generasi muda yang kompeten dan berdaya saing.
Sesi terakhir disampaikan oleh Muhammad Raihan Adi Madana, S.S. dengan topik “Fresh Graduate Concern”. Raihan mengajak peserta memahami berbagai tantangan yang sering dihadapi lulusan baru, mulai dari kecemasan saat mencari pekerjaan hingga proses adaptasi di lingkungan kerja.
“Tidak perlu menunggu sempurna untuk memulai. Setiap langkah kecil yang dilakukan hari ini merupakan bagian dari proses membangun karier di masa depan,” pesannya kepada peserta seminar.
Ketua pelaksana kegiatan, Reno Candra Setiawan, mahasiswa Sastra Inggris UNNES, menyampaikan bahwa seminar ini tidak hanya menjadi bagian dari penilaian mata kuliah, tetapi juga sebagai wadah bagi mahasiswa untuk belajar mengorganisasi kegiatan yang bermanfaat bagi sesama.
“Kami berharap kegiatan ini dapat membantu mahasiswa lebih siap menghadapi dunia pascakampus serta memberikan gambaran mengenai berbagai peluang yang dapat mereka raih di masa depan,” ujarnya.
Melalui penyelenggaraan Career Development Series, mahasiswa Sastra Inggris UNNES tidak hanya memperoleh wawasan mengenai pendidikan lanjutan dan dunia kerja, tetapi juga mengembangkan kemampuan kolaborasi, kepemimpinan, dan kepedulian terhadap kesiapan karier generasi muda. Kegiatan ini turut mendukung implementasi SDGs poin 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan alumni dalam menciptakan lingkungan belajar yang relevan dengan kebutuhan masa depan.












