BLORA — Pola makan keluarga menjadi salah satu pintu masuk pencegahan penyakit tidak menular sejak dini. Kesadaran itu diperkuat Tim GIAT 16 Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (UNNES) Kelompok 36 melalui program GESIT (Gerasakan Sehat Tanpa GGL Tinggi) di Posyandu Sejahtera 6, Dukuh Kedungtalang, Desa Kadengan, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, pada 11 Juli 2026....Read More
SAMBONGWANGAN — Pemberian makanan kepada bayi dan balita tidak cukup hanya memperhatikan jumlah, tetapi juga jenis, porsi, tekstur, dan kesesuaiannya dengan tahap pertumbuhan anak. Pengetahuan tersebut diperkuat mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Semarang (UNNES) melalui Program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) di Desa Sambongwangan, dengan menyasar ibu hamil serta ibu yang memiliki bayi...Read More
PENDEM — Pencegahan stunting di Desa Pendem, Kabupaten Grobogan, didorong melalui pemanfaatan pangan lokal yang mudah ditemukan masyarakat. Mahasiswa GIAT 16 Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (UNNES) mengembangkan rangkaian Program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) dengan memperkuat kemampuan kader posyandu, meningkatkan literasi gizi ibu balita, sekaligus mengenalkan daun kelor sebagai bahan pangan yang dapat...Read More
SAMBONGWANGAN, BLORA — Memastikan anak tumbuh sehat tidak cukup hanya dengan melihat pertambahan berat dan tinggi badan. Kemampuan anak berkembang, mengenali emosi, menjaga kebersihan diri, dan membangun relasi yang aman juga menjadi bagian penting dari masa tumbuh kembang. Perspektif tersebut dibawa mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (UNNES) melalui program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA)...Read More
PENDEM — Mengenali tubuh dan memahami batasan sentuhan menjadi pengetahuan penting bagi anak sejak usia dini. Pesan tersebut diperkenalkan mahasiswa GIAT 16 Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (UNNES) melalui edukasi “Kenali Tubuh & Area Privasi” di POS PAUD ABADI, Desa Pendem, pada 20 Juli 2026. Pendekatan yang digunakan dibuat interaktif agar anak lebih mudah memahami...Read More
SAMBONGWANGAN — Memilih jajanan menjadi salah satu kebiasaan kecil yang dapat menentukan kualitas asupan gizi anak. Kesadaran itu dikenalkan mahasiswa KKN UNNES GIAT Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (UNNES) kepada siswa kelas IV, V, dan VI SDN 03 Sambongwangan, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, melalui program Detektif Jajan Sehat CINTA (Cerdas Identifikasi Nutrisi, Teliti, dan Aman)...Read More
PENDEM — Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Dusun Kleco, Desa Pendem, mendorong mahasiswa GIAT 16 Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (UNNES) mengaktifkan kembali peran Juru Pemantau Jentik (Jumantik). Langkah ini dilakukan dengan pemantauan tempat penampungan air di rumah warga sekaligus edukasi pemberantasan sarang nyamuk (PSN), setelah aktivitas kader Jumantik di wilayah tersebut dinilai belum...Read More
PENDEM — Layar gawai telah menjadi bagian dari keseharian anak, tetapi penggunaannya perlu diimbangi dengan kebiasaan yang menjaga kesehatan mata dan kualitas istirahat. Pesan tersebut dikemas mahasiswa GIAT 16 Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (UNNES) melalui program Edugames Screen Time di Desa Pendem, 1 Juli 2026. Edukasi yang dikombinasikan dengan permainan itu menyasar anak usia...Read More
Upaya mencegah stunting di tingkat keluarga tidak berhenti pada pemenuhan makanan, tetapi juga pada kemampuan orang tua memilih, mengolah, dan menyajikan pangan bergizi. Di Desa Ngaraparap, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Semarang (UNNES) mendorong ibu balita dan ibu hamil memahami kembali prinsip Isi Piringku serta pemanfaatan pangan lokal melalui...Read More
DESA PENDEM – Kelompok 16 GIAT 16 Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (UNNES) mendorong pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) melalui Program TOGAS (Tanaman Obat Keluarga Sehat) di Balai Desa Pendem, Rabu, 15 Juli 2026. Kegiatan yang merupakan bagian dari program wajib Taman BASKARA tersebut diikuti 35 ibu-ibu PKK dengan tujuan memperkuat pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan...Read More