DASHAT Dorong Pemanfaatan Daun Kelor untuk Cegah Stunting di Pendem

Universitas Negeri Semarang > Faculty of Medicine > Berita > DASHAT Dorong Pemanfaatan Daun Kelor untuk Cegah Stunting di Pendem

PENDEM — Pencegahan stunting di Desa Pendem, Kabupaten Grobogan, didorong melalui pemanfaatan pangan lokal yang mudah ditemukan masyarakat. Mahasiswa GIAT 16 Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (UNNES) mengembangkan rangkaian Program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) dengan memperkuat kemampuan kader posyandu, meningkatkan literasi gizi ibu balita, sekaligus mengenalkan daun kelor sebagai bahan pangan yang dapat diolah menjadi makanan bergizi.

Penguatan layanan posyandu dilakukan melalui pendampingan kader dalam pengukuran antropometri balita di sejumlah posyandu pada 4–10 Juli 2026. Selain membantu memastikan teknik pengukuran dilakukan secara tepat, pendampingan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas data pertumbuhan anak. Pada saat yang sama, ibu balita mendapat edukasi mengenai gizi seimbang, pentingnya protein hewani dan nabati, konsumsi buah serta sayur, dan pemantauan pertumbuhan sebagai bagian dari pencegahan stunting.

Daun kelor kemudian diolah menjadi KELORITA (Kroket Bergizi untuk Kita) dengan perpaduan kelor, ayam, tempe, dan wortel. Inovasi ini diperkenalkan di Posyandu Kamboja yang memiliki jumlah balita stunting relatif tinggi. Dalam satu porsi berisi 2–3 buah, KELORITA mengandung sekitar 214,70 kilokalori energi dan 7,71 gram protein, sehingga dapat menjadi alternatif camilan bergizi bagi balita. Respons warga juga positif karena rasa kelor yang tidak terlalu kuat membuat makanan tersebut lebih mudah diterima anak.

Pemanfaatan pangan lokal untuk memperkuat asupan gizi keluarga mendukung SDGs 2: Tanpa Kelaparan (Zero Hunger), terutama dalam peningkatan kualitas konsumsi pangan dan gizi masyarakat. Upaya tersebut sekaligus sejalan dengan SDGs 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being) melalui pencegahan stunting, penguatan pemantauan tumbuh kembang, dan peningkatan kapasitas masyarakat. Pendekatan berbasis pangan lokal ini menunjukkan bahwa pencegahan stunting dapat dimulai dari sumber daya yang tersedia di sekitar keluarga. #UNNESSDGs02 #UNNESSDGs03

Related Posts

Leave a Reply

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

GDPR

  • Privacy Policy

Privacy Policy