
PENDEM — Bertambahnya usia tidak harus membuat seseorang berhenti aktif. Di tengah tingginya kasus hipertensi dan diabetes melitus serta rendahnya aktivitas fisik lansia di Desa Pendem, mahasiswa GIAT 16 Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (UNNES) memperkenalkan LANSIAFIT (Lansia Aktif, Fit, dan Tangguh) di Posyandu Puncak, 10 Juli 2026. Program tersebut mendorong lansia menjadikan aktivitas fisik yang aman dan teratur sebagai bagian dari upaya menjaga kebugaran dan kualitas hidup.
Pilihan aktivitas fisik bagi lansia perlu disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi kesehatan masing-masing. Melalui edukasi, peserta diperkenalkan pada manfaat olahraga, jenis gerakan yang relatif aman, serta pentingnya pemanasan dan pendinginan. Materi kemudian diterapkan melalui senam dengan gerakan sederhana yang dapat diikuti bersama tanpa membutuhkan peralatan khusus.
Pendekatan tersebut diarahkan agar aktivitas fisik tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat. Peserta memperoleh leaflet yang memuat manfaat olahraga, contoh gerakan sederhana, dan anjuran beraktivitas secara rutin sehingga dapat menjadi panduan untuk berolahraga secara mandiri. Kebiasaan bergerak secara teratur diharapkan membantu lansia mempertahankan kebugaran sekaligus menjadi bagian dari pencegahan penyakit tidak menular.
Program LANSIAFIT mendukung SDGs 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being) melalui upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kesehatan lansia dan mengurangi risiko penyakit tidak menular. Pemberdayaan lansia agar mampu menjaga kebugaran secara mandiri juga menjadi langkah penting untuk mempertahankan kualitas hidup dan membangun masyarakat yang lebih sehat di usia lanjut. #UNNESSDGs03




