Tim pengelola lingkungan Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Semarang (UNNES) melaksanakan kegiatan monitoring baku mutu air pada 17 September 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya FBS dalam menjaga kualitas lingkungan sekaligus mengurangi risiko pencemaran yang dapat berdampak pada tanah dan sumber air tanah di sekitar lingkungan kampus.
Dalam pelaksanaannya, FBS menghadapi tantangan tersendiri karena saat ini belum memiliki teknologi khusus untuk menangani limbah. Meskipun demikian, secara kelembagaan FBS telah memiliki kebijakan, proses, dan praktik terkait pembuangan limbah yang menjadi perhatian bersama. Berbagai langkah dilakukan untuk memastikan pengelolaan lingkungan tetap berjalan sesuai prinsip konservasi, di antaranya pembentukan tim yang mengelola masalah lingkungan, program pemilahan sampah, serta monitoring baku mutu air secara berkala.
Monitoring baku mutu air ini bertujuan untuk mengurangi bahaya kontaminasi zat beracun pada tanah dan sumber air tanah. Dengan pemantauan yang rutin, FBS dapat mengenali kondisi kualitas air, mengidentifikasi potensi pencemaran, dan menentukan langkah preventif yang diperlukan. Kegiatan ini juga menjadi pengejawantahan peraturan rektor yang memiliki karakteristik konservasi, sehingga pengelolaan lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab teknis, tetapi juga bagian dari budaya kelembagaan di UNNES.
Wakil Dekan II FBS UNNES, Dr. Burhanudin, S.S., M.A., menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap kegiatan monitoring baku mutu air yang dilakukan oleh tim pengelola lingkungan. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian penting dari komitmen FBS dalam menerapkan prinsip konservasi secara nyata, bukan sekadar wacana. “Monitoring baku mutu air ini adalah wujud tanggung jawab kami terhadap lingkungan. Meskipun kami belum memiliki teknologi pengolahan limbah yang canggih, langkah-langkah kecil seperti pemilahan sampah dan pemantauan kualitas air secara berkala menjadi fondasi penting untuk memastikan lingkungan kampus tetap sehat dan aman. Ini juga bentuk dukungan kami terhadap SDGs, khususnya air bersih dan sanitasi layak,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pengelolaan lingkungan yang baik membutuhkan keterlibatan seluruh sivitas akademika. “Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada monitoring semata, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi mahasiswa dan seluruh warga FBS untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Konservasi adalah karakter yang harus kita hidupkan bersama,” tambahnya.
Selain itu, kegiatan ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 6, yaitu air bersih dan sanitasi layak. Melalui monitoring baku mutu air dan pengelolaan limbah yang lebih tertata, FBS UNNES berupaya memastikan ketersediaan air yang aman dan berkelanjutan bagi seluruh civitas academica serta masyarakat di sekitarnya.
FBS UNNES berkomitmen untuk terus memperkuat pengelolaan lingkungan melalui kebijakan, program, dan praktik yang selaras dengan semangat konservasi. Dengan demikian, upaya menjaga kualitas air dan sanitasi tidak hanya menjadi agenda institusi, tetapi juga kontribusi nyata dalam mewujudkan lingkungan kampus yang sehat, bersih, dan berkelanjutan.



