Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang tergabung dalam program UNNES GIAT 16 mengajak warga Desa Jiwan, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten, mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi bernilai jual.
Edukasi dan pelatihan tersebut dilaksanakan bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Sekar Kamulyan pada Kamis (30/7/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mengurangi kebiasaan membuang minyak jelantah secara sembarangan sekaligus membuka peluang usaha berbasis ekonomi kreatif.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menjelaskan dampak pembuangan minyak jelantah terhadap lingkungan. Limbah tersebut dapat mencemari perairan dan tanah, menyumbat saluran air, serta menimbulkan bau tidak sedap.
Warga kemudian mempraktikkan proses pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. Tahapannya meliputi penyaringan dan penjernihan menggunakan arang aktif, pemanasan, pencampuran bahan, penambahan pewarna dan minyak esensial, hingga pencetakan lilin.
Koordinator kegiatan UNNES GIAT 16 Desa Jiwan, Dinnar Satria Wibawa, mengatakan bahwa program tersebut dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga.
“Melalui pelatihan ini, kami mengajak masyarakat melihat bahwa minyak jelantah tidak harus menjadi limbah yang mencemari lingkungan. Dengan pengolahan yang tepat, minyak jelantah dapat menjadi lilin aromaterapi yang memiliki nilai jual,” ujarnya.
Menurut Dinnar, pengolahan tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi usaha rumahan yang dapat menambah pendapatan masyarakat.
Kader KWT Sekar Kamulyan, Sri Sumilih, mengapresiasi pelatihan yang diberikan mahasiswa UNNES. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengetahuan baru yang dapat langsung diterapkan oleh warga.
“Minyak jelantah yang sebelumnya hanya dibuang ternyata dapat diolah menjadi lilin aromaterapi yang bermanfaat dan memiliki nilai jual. Kami berharap pengetahuan ini terus diterapkan dan dikembangkan oleh masyarakat Desa Jiwan,” tuturnya.
Selain memberikan pelatihan produksi, mahasiswa UNNES GIAT 16 mendampingi warga dalam teknik pengemasan dan penyimpanan. Pendampingan tersebut dilakukan agar lilin aromaterapi yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik dan layak dipasarkan.
Program ini mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, serta SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan semakin bijak mengelola limbah rumah tangga dan mampu mengembangkan minyak jelantah menjadi produk kreatif yang memberikan manfaat ekonomi serta lingkungan.
Reporter :M. Syafiq Asyam & Widyadhana Benda S.Nismara




