Inilah Skema Baru Masuk PTN 2019

Senin, 22 Oktober 2018 | 22:25 WIB


Inilah Skema Baru Masuk PTN 2019

Setelah dilakukannya perubahan skema Seleksi Masuk PTN Tahun 2019. Berikut ini adalah metode tes yang akan digunakan terhadap seleksi penerimaan mahasiswa baru tahun 2019.

Pelaksanaan SBMPTN 2019 hanya ada satu metode tes yaitu Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dengan dua materi tes, yakni Tes Potensi Skolastik dan Tes Kompetensi Akademik.

Mulai tahun mendatang metode Ujian Tulis Berbasis Cetak (UTBC) ditiadakan dan UTBK berbasis Android sementara belum diterapkan karena masih tahap pengembangan lebih lanjut.

Pola seleksi masuk PTN tahun 2019 tetap akan dilaksanakan melalui tiga jalur yaitu, SNMPTN, SBMPTN, dan Ujian Mandiri.

Tiga jalur tesebut masing-masing memiliki daya tampung yakni, SNMPTN minimal 20%, SBMPTN minimal 40% dan Seleksi Mandiri maksimal 30% dari kuota daya tampung tiap Program Studi (Prodi) di PTN.

Peserta Tes Seleksi Masuk PTN Tahun 2019 dapat mengikuti UTBK maksimal sebanyak dua kali, dengan membayar uang pendaftaran UTBK sebanyak Rp. 200.000 pada setiap tes.

Peserta dapat menggunakan nilai tertingginya dalam mendaftar Program Studi (Prodi) yang diinginkan pada dua kali UTBK dengan jenis soal yang akan sama, namun pertanyaannya akan berbeda. Ini bertujuan menjaring calon mahasiswa yang berkualitas dan kompeten.

Untuk berita lengkap silakan mengases di https://ristekdikti.go.id/kabar/skema-baru-seleksi-masuk-ptn-2019/

 


Penulis: Setyo Yuwono Dibaca : 41 kali

Rektor UNNES Serahkan SK Koordinator Prodi dan Ketua Jurusan

Senin, 22 Oktober 2018 | 14:08 WIB


Rektor UNNES Serahkan SK Koordinator Prodi dan Ketua Jurusan

Rektor Universitas Negeri Semarang (UNNES) Prof Dr Fathur Rokhman MHum menyerahkan Surat Keputusan Rektor (SK) kepada Dr Triyanto MA menjadi Koordinator Program Studi (Prodi) Pendidikan Seni S2/S3 Pascasarjana Antarwaktu UNNES.

Pada waktu yang bersamaan Prof Fathur juga mengangkat Prof Dr Teguh Supriyanto MHum menjadi Koordinator Prodi S1 Sastra Jawa Antarwaktu Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) dan mengangkat Aris Widodo SPd MT menjadi Ketua Jurusan Teknik Sipil Antarwaktu FT, Senin (22/10/2018) di Rektorat kampus UNNES Sekaran Gunungpati.

Hadir Wakil Rektor Bidang Akademik Prof Rustono, Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Dr S Martono, Direktur Pascasarjana UNNES Prof Dr H Achmad Slamet MSi, Dekan FBS Prof Agus Nuryatin, Dekan FT Dr Nur Qudus, dan pejabat terkait di lingkungan UNNES.

Prof Fathur menyampaikan, sebelum penyerahan SK ini diawali dengan pembacaan dan penandatanganan Pakta Integritas.

“Tugas utama Koordinator Prodi yakni meningkatkan akreditasi, dari B ke A, jika sudah A harus dipertahankan” tegas Prof Fathur.

Selain itu, juga percepatan studi (studi tepat waktu), dan meningkatkan budaya prestasi mahasiswa.

 

 


Penulis: Sihono Dibaca : 158 kali

1421 Calon TKI ke Korea Selatan Ikuti Tes Tahap II

Senin, 22 Oktober 2018 | 13:35 WIB


1421 Calon TKI ke Korea Selatan Ikuti Tes Tahap II

Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang (FH-UNNES) kembali mendapat kepercayaan dari Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia  (BNP2TKI)  dan Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI)  untuk menyelenggarakan Ujian tahap II (Skill & Competency Test) dalam sector Manufaktur dengan system poin di tahun 2018 ini. Program (goverment to government) G to G penempatan Korea Selatan. 

Kegiatan ini juga sangat sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, sehingga tepat bahwa FH Unnes yang mempunyai delapan klinik hukum, salah satunya klinik hukum ketenagakerjaan mengambil peranan penting.  Klinik Hukum Ketenagakerjaan – FH UNNES  berupaya memberi pendampingan kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI). Dalam program (G  to G) di Kampus Sekaran Gunungpati, Semarang, Sabtu (20-23 Oktober 2018).

Peserta yang lolos dalam seleksi awal, berlanjut mengikuti ujian tahap II (Skill & Competency Test) Sektor manufaktur dengan system poin program G to G Korea tahun 2018.  Ujian tahap II ini diikuti 1421 dari hasil penyaringan di tahap I sebanyak 13.543orang. Adapun serangkaian tes yang mereka ikuti bidang Pengukuran, Perakitan dan Penyambungan.

Dalam pelaksanaan persiapan dan gladi resik ujian disampaikan oleh Mr. Choi Jhong Yun selaku Direktur EPS Center Indonesia, bahwa pengiriman para TKI Indonesia ini tidak saja hanya menguntungkan negara Indonesia tetapi juga bisa menguntungkan negara korea. Saling membutuhkan dan menguntung antar kedua negara.

Dr. Rodiyah SPd., SH., MSi, Dekan FH berharap dalam pelaksanaan ujian tahap II dapat  berjalan dengan baik dan lancar. Beliu meminta para mahasiswa agar bekerja secara optimal, dan apa yang harus dilakukan berbasis pada solusi. Bersinegis dengan Tim HRD Korea-BNP2TKI dan BP3TKI dalam pelaksanaan semua proses Skill & Competence Test.

 


Penulis: Lintang Hakim Dibaca : 99 kali

42 Calon Pegawai BLU UNNES Ikuti Diklat Prajabatan

Senin, 22 Oktober 2018 | 12:42 WIB


42 Calon Pegawai BLU UNNES Ikuti Diklat Prajabatan

Sebanyak 42 orang Calon Pegawai Tetap Non Pegawai Negeri Sipil atau Calon Pegawai Badan Layanan Umum (BLU) Universitas Negeri Semarang (UNNES) mengikuti Pendidikan Dan Pelatihan (Diklat) Prajabatan Pola 50 jam pelajaran.

Ketua panitia Dr Sugianto MSi melaporkan, pelatihan ini dilaksanakan selama lima hari mulai Senin sampai Jumat (22-26/10/2018). Diikuti 42 orang terdiri atas Golongan III ada 18 orang (17 dosen, 1 tenaga kependidikan) dan  Golongan II berjumlah 24 orang, serta 1 orang izin karena sakit. Melibatkan 11 orang nara sumber.

Pelatihan dibuka oleh Rektor Prof Dr Fathur Rokhman MHum diwakili Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Dr S Martono MSi, Senin (22/10) di Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Profesi (LP3) Kampus UNNES Sekaran Gunungpati.

Dr S Martono MSi menyampaikan, pelatihan pembentukan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dilakukan melalui Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan yang diselenggarakan dengan mengacu Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Nomor 21 Tahun 2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan Dasar Calon PNS.

Oleh karena tugas dan fungsi Pegawai BLU di UNNES tidak berbeda dengan PNS, maka penyelenggaraan Diklat Prajabatan Calon Pegawai Tetap BLU UNNES dilaksanakan dengan mengacu pada peraturan Kepala LAN Nomor 21 Tahun 2016 dan disesuaikan dengan karakteristik UNNES sebagai PTN Satker BLU.

Rambu-rambu penyelenggaraan Diklat ini juga, telah diatur dalam Peraturan Rektor UNNES Nomor 19 Tahun 2017.

Tujuan Diklat ini yaitu untuk membentuk pegawai BLU profesional yang berkarakter sehingga mampu melaksanakan tugas dan perannya secara profesional sebagai pelayan masyarakat.


Penulis: Sihono Dibaca : 142 kali

Dukung Program BNN, Tim KKN Alternatif Desa Mlilir Selenggarakan Penyuluhan dan Deklarasi Anti Narkoba

Minggu, 21 Oktober 2018 | 16:20 WIB


Dukung Program BNN, Tim KKN Alternatif Desa Mlilir Selenggarakan Penyuluhan dan Deklarasi Anti Narkoba

Dengan menggandeng Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Gerhana Universitas Negeri Semarang (UNNES), Tim  KKN Alternatif Tahap II B Desa Mlilir selenggarakan penyuluhan dan deklarasi anti narkoba, Minggu (20/10).

Indonesia menjadi salah satu negara dengan tingkat kerawanan tinggi berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika dan obat – obatan terlarang (Narkoba). Bahkan status Indonesia kini masuk dalam level darurat narkoba.

Dewasa ini, narkoba menjadi bahaya tersendiri bagi keberlangsungan hidup bangsa dan negara. Tak hanya menargetkan orang dewasa, narkoba juga berusaha membidik anak-anak dan generasi muda sebagai sasaran penggunanya.

Padahal, saat ini generasi muda dinilai akan menempati posisi strategis dalam menentukan arah perubahan 5 hingga 10 tahun mendatang. Merujuk pada data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), tercatata dari 87 juta populasi anak di Indonesia, sebanyak 5,9 juta di antaranya menjadi pecandu narkoba. Mereka jadi pecandu narkotika karena terpengaruh dari orang-orang terdekat.

Hal tersebutlah yang menjadi latar belakang penyelenggaraan kegiatan penyuluhan dan deklarasi anti narkoba yang mendukung program gerakan anti narkonba milik BNN. Kegiatan diinisiasi oleh Tim KKN Alternatif Tahap II B Desa Mlilir.

 

Indonesia Darurat Narkoba

Dengan masuknya Indonesia kedalam level darurat narkoba, kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi anak-anak dan warga sekitar agar menghindari penyalahgunaan narkoba.

Tim KKN yang dikomandoi oleh Wahyu Yanuar Rizky ini, menghadirkan narasumber UKM Gerhana UNNES untuk memberikan sosialisasi dan penyuluhan.

“Narkoba itu banyak bentuknya, oleh karean itu kita harus berhati-hati. Jangan membiasakan diri untuk menerima makanan dari orang yang tidak kita kenal,” jelas Iksan Nurfiasih saat memberikan materi penyuluhan.

Perlu, imbuh mahasiswa Pendidikan Akuntansi tersebut, pengawasan yang komprehensif kepada anak. Hal ini berkaitan dengan bagaimana anak berinteraksi dengan lingkungan dan orang-orang terdekatnya.

 

Kebijakan Kampus Bebas Narkoba

Sebagai universitas berwawasan konservasi, termasuk konservasi nilai karakter, UNNES menerapkan kebijakan kampus bebas narkoba. Salah satu bentuk implementasi regulasi ini melalui tes urine bagi mahasiswa baru tiap tahunnya.

Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman MHum menjelaskan, tes urines dilakukan sebagai upaya UNNES dalam memberantas narkoba di lingkungan kampus.

“Ini juga sesuai dengan instruksi Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, untuk mencegah peredaran narkoba di dalam kampus,” papar Profesor Bidang Sosiolinguitik tersebut.

Koordinator Tim KKN Wahyu Yanuar Rizki menjelaskan, penyelenggaraan kegiatan merupakan bagian dari pelaksanaan program kerja tim KKN Desa mlilir.

“Kami mengusung tema, Menuju Mlilir yang Sehat dan Ramah Anak. Sesuai dengan proposal KKN yang kami ajukan, kegiatan menargetkan anak-anak dan warga sekitar Desa Mlilir,” jelas mahasiswa Pendidikan Teknik Elektro itu.

Selain Wahyu, KKN yang diperuntukkan bagi mahasiswa kependidikan ini, juga beranggotakan Hilda Meliana (Pend. Bahasa dan Sastra Indonesia), Nur Fitrisriyanti, Dela Adiesthyana & Ayu Nur Adilla (Pend. Seni Tari), dan Ardi Kurniawan & Dwi Hermawan (PPKn).

Selanjutnya, juga ada Riska Monika & Mukhshonah (Pend. IPA Terpadu), Siti Nurzulifa (Pend. Matematika), Gerhana Ratri (PTM), Abdul Basit & Nur Arifin (PTO), dan Nidyo Atzy MG. (Pend. Tata Boga).

Dengan mengusung grand theme Desa Ramah Anak, Wahyu dan 13 anggota lainnya berfokus pada pembetukan role model pedesaan yang dapat menjadi rujukan bagi desa lain untuk menerapkan kebijakan desa ramah anak

“Sebagai tidak lanjut dari program kerja penyuluhan ini, kami juga telah menyiapkan program parenting bagi orang tua. Melalui parenting, nantinya peserta akan belajar tentang pola pembinaan yang tepat bagi anak,” pungkas Wahyu.

 

Dwi Hermawan (Student Staff)


Penulis: Lintang Hakim Dibaca : 346 kali

UNNES Perkuat Koordinasi dengan Ombudsman RI

Sabtu, 20 Oktober 2018 | 1:13 WIB


UNNES Perkuat Koordinasi dengan Ombudsman RI

Jumat tanggal 19 Oktober 2018, delegasi UNNES melakukan audiensi dengan Ketua Ombudsman Republik Indonesia (RI). Kegiatan tersebut bertempat di Ruang Ketua Ombudsman RI di lantai 7 Gedung Ombudsman RI di Jakarta. Delegasi UNNES diwakili oleh Rektor, Ketua Senat, Sekretaris Senat dan Staf Ahli Rektor Bidang Data Akademik.

Delegasi UNNES mendapatkan kehormatan untuk ditemui langsung oleh Ketua Ombudsman RI Prof. Amzulian Rifai, S.H., LL.M., Ph.D. Pada kesempatan tersebut, Ketua Ombudsman mengapresiasi tata kelola UNNES yang selalu mengedepankan prinsip taat azas dan taat administrasi. Pada beberapa pengalaman sebelumnya, UNNES terbukti selalu merespon dengan cepat permintaan informasi yang berasal dari Ombudsman. Ketua Ombudsman siap untuk mendampingi UNNES untuk memperkuat usaha yang berkesinambungan dalam hal layanan kepada masyarakat. Untuk itu, Ketua Ombudsman menyatakan siap jika sewaktu-waktu diundang untuk mengisi kuliah umum di UNNES.

Rektor UNNES, Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum., menyatakan bahwa pertemuan ini sangat penting untuk dilaksanakan guna memperkuat koordinasi antara UNNES dan Ombudsman. Ombudsman RI merupakan benteng terdepan untuk memerangi maladministrasi layanan publik. Rektor menyatakan UNNES selalu siap untuk memberikan layanan prima kepada para pemangku kepentingan. Edukasi tentang layanan dan pengelolaan pengaduan perlu dilakukan secara konsisten bagi warga UNNES maupun masyarakat luas pada umumnya.


Penulis: Hendi Pratama Dibaca : 292 kali

Dharma Wanita Persatuan UNNES Berikan Bantuan Dana Belajar

Jumat, 19 Oktober 2018 | 23:17 WIB


Dharma Wanita Persatuan UNNES Berikan Bantuan Dana Belajar

Ketua Dharma Wanita Persatuan Universitas Negeri Semarang (UNNES) Barokah Isdaryanti SPd MPd menyerahkan bantuan dana belajar kepada 91 anak tenaga kependidikan UNNES, Jumat (18/10).

Pemberian bantuan secara simbolis oleh Ketua Dhawa Wanita Persatuan UNNES Barokah Isdaryanti SPd MPd kepada orang tua anak masing-masing fakultas.

Barokah Isdaryanti SPd MPd menyampaikan, penyerahan bantuan dana belajar kepada putra putri anak tenaga kependidikan pegawai negeri sipil (PNS) maksimal golongan II/a, tenaga kontrak, dan pramubakti itu sudah menjadi agenda rutin tahunan.

Selain itu juga disampaikan, Pemberian ini jangan dilihat nilainya, tapi ini komitmen Dharma Wanita Persatuan tentang pendidikan kepada anak warga UNNES.

Barokah Isdaryanti menambahkan, pendidikan bagi anak merupakan kewajiban yang harus dilalui untuk bekal pengetahuan kelak nanti setelah dewasa.


Penulis: Lintang Hakim Dibaca : 145 kali

SMA Insan Cendekia Al Kausar Sukabumi Kunjungi UNNES

Jumat, 19 Oktober 2018 | 13:53 WIB


SMA Insan Cendekia Al Kausar Sukabumi Kunjungi UNNES

Sebanyak 53 siswa dan guru pendamping SMA Insan Cendekia Al Kausar Sukabumi mengunjungi Universitas Negeri Seamrang (UNNES) terkait Goes to Campus.

Rombongan diterima oleh Kepala Biro Akademik Kemahasiswaan dan Kerjasama Drs Heri Kismaryono MM,  Jumat (19/10/2018) di rektorat kampus Unnes Sekaran Gungungpati.

Heri Kismaryono MM menyampaikan selamat datang di UNNES kampus berwawasan konservasi dan bereputasi internasional yang penuh dengan prestasi.

“Budaya prestasi di UNNES memang terus digalakkan baik itu dibidang akademik maupun nonakademik,” kata Heri Kismaryono.

Nara Sumber Setyo Yuono menyampaikan, prestasi UNNES memang terus mengalir salah satunya yang baru diraih yakni mahasiswa UNNES meraih juara pertama Berpidato di Jepang, pasti dengan berbahasa jepang dong! katanya dengan bangga.

Setyo menjelaskan, di UNNES banyak menyedian beasiswa untuk mahasiswa diantaranya Bidik misi, PPA, Super Semar, dan beasiswa dari Bank.

Ada 3 Jalur masuk menjadi mahasiswa UNNES yakni Seleksi Nasional Masuk Perguruan tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan tinggi Negeri (SBMPTN), dan Seleksi Mandiri.

Untuk itu persiapkan belajar dari sekarang supaya bisa masuk di perguruan tinggi negeri, pungkas Setyo.


Penulis: Sihono Dibaca : 123 kali

Membangun Generasi Milenial yang Kreatif Tanpa Zat Adiktif Ala UKM Gerhana UNNES

Jumat, 19 Oktober 2018 | 13:23 WIB


Membangun Generasi Milenial yang Kreatif Tanpa Zat Adiktif Ala UKM Gerhana UNNES

Unit Kegiatan Mahasiswa Gerakan Mahasiswa Anti Narkoba atau yang sering disingkat UKM Gerhana, kembali menyelenggarakan Penerimaan Anggota Baru (PAB) sejak Sabtu hingga Minggu (13-14/10) bertempat di Lapangan Tembak Universitas Diponegoro.

Penerimaan Anggota Baru (PAB) kali ini bertujuan untuk melantik dan mengukuhkan anggota baru UKM Gerhana UNNES tahun 2018 yang pada tahun ini telah memasuki angkatan ke XIII.

Kegiatan diawali dengan upacara pembukaan pada pagi hari bertempat di lapangan samping PKM Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang diikuti oleh seluruh peserta PAB dan fungsionaris UKM Gerhana tahun 2017.

 

Milenial yang Kreatif Tanpa Zat Adiktif

Pada penerimaan keanggotaan tersebut, UKM yang bergerak di bidang pengabdian kepada masyarakat ini, mengusung tema “Membangun Generasi Milenial Yang Kreatif Tanpa Zat Adiktif”.

Sejak berdiri pada 14 Maret 2007, UKM Gerhana UNNES telah berkomitmen untuk melakukan pencegahan terhadap segala bentuk penyalahgunaan zat adiktif.
Melalui lima divisi yang di miliki, UKM Gerhana bertujuan untuk melahirkan generasi milenial yang siap berkontribusi membangun bangsa dan menjadikan indonesia sehat tanpa narkoba.

Secara komprehensif, peserta PAB akan belajar mengenai hal-hal berkaitan dengan narkoba dan upaya pencegahannya. Mereka juga akan belajar tentang struktur keorganisasian dan program kerja yang dimliki oleh setiap divisi.

Rangkaian proses pembelajaran tersebut, diharapkan mampu menjadi modal awal bagi para calon anggota untuk lebih mengetahui dan peduli tentang penyalahgunaan dan bahaya narkoba.

Selain itu, dengan bekal tersebut, mereka diharapkan siap untuk mengabdi menjadi anggota UKM Gerhana yang memilki pemahaman dan gambaran mengenai program kerja di setiap divisi. Sehingga hal tersebut dapat menjadi acuan pengembangan keorganisasian UKM kedepan.

Kegiatan ditutup dengan upacara pelantikan, pengukuhan, dan ikrar janji anggota untuk berkomitmen dan bertanggung jawab menjadi bagian dari UKM Gerhana UNNES.

Dwi Hermawan (Student Staff)


Penulis: Lintang Hakim Dibaca : 465 kali

Prodi Pendidikan Bahasa Arab UNNES Gelar Dhikro

Jumat, 19 Oktober 2018 | 13:10 WIB


Prodi Pendidikan Bahasa Arab UNNES Gelar Dhikro

Program studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Arab Jurusan Bahasa Asing Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Semarang (UNNES) telah menyelenggarakan pergelaran Bahasa Arab (Dhikro) dalam rangka memperingati Ulang Tahun ke-13 dengan tema ” Harmonisasi Budaya Arab-Indonesia Melalui Pendidikan dan Seni.

Nisa Bella Nurussalam Ketua panitia melaporkan, pergelaran Dhikro ini berlangsung selama tiga hari mulai Kamis sampai Sabtu (11-13/10/2018) di FBS kampus UNNES Sekaran Gunungpati.

Pergelaran ini dilakukan setiap tahun dengan berbagai acara antara lain perlombaan Pop Arab dan Kaligrafi untuk mahasiswa UNNES, PBA Expo, dan perlombaan tingkat SMA/MA sederajat se-Jawa Tengah.

Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Asing FBS Dra Rina Supriatnaningsih MPd saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa memasuki tehun ke-13 ini Pendidikan Bahasa Arab UNNES telah merorehkan berbagai prestasi.

Melalui kegiatan Dzikro ini diharapkan capaian-capaian prestasi Pendidikan Bahasa Arab bisa lebih meningkat lagi.


Penulis: Sihono Dibaca : 166 kali

Dua Dosen UNNES Short Course Biology Moleculer di Jepang

Jumat, 19 Oktober 2018 | 11:28 WIB


Dua Dosen UNNES Short Course Biology Moleculer di Jepang

Dua dosen Universitas Negeri Semarang (UNNES) berhasil meraih hibah Short Course Luar Negeri yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya IPTEK dan Pendidikan Tinggi, Kemenristekdikti.

Mereka yakni Fidia Fibriana SSi MSc dari Jurusan Pendidikan IPA dan Talitha Widiatningrum SSi MSi PhD dari Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).

Mereka berdua berkesempatan mengikuti program tersebut selama 2 bulan di Kanazawa University dan Kagawa University, Jepang berangkat Sabtu 20 Oktober mendatang.

Kamis (18/10) mereka berdua berpamitan dengan Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman MHum di rektorat kampus UNNES Sekaran.

Prof Fathur menyampaikan pesan kepada kedua dosen tersebut untuk bisa menjadi duta UNNES dalam rangka pengembangan jejaring kerja sama internasional dan juga meningkatkan kemampuan di bidang akademik maupun nonakademik.


Penulis: Sihono Dibaca : 255 kali

Lomba di Tokyo, Mahasiswa Unnes Juara Pidato Bahasa Jepang Tingkat ASEAN

Jumat, 19 Oktober 2018 | 6:29 WIB


Lomba di Tokyo, Mahasiswa Unnes Juara Pidato Bahasa Jepang Tingkat ASEAN

Mahasiswa Program Studi Bahasa Jepang Universitas Negeri Semarang (UNNES) Seli Inayanti berhasil menjadi peserta terbaik dalam lomba pidato tingkat ASEAN yang diselenggarakan di Tokyo, Kamis (18/10).

Dalam lomba yang disponsori oleh Japan Foundation, Keduataan Besar, dan Japan Airlines ini Seli tampil dengan sangat baik.

Alhamdulillah Seli berhasil mengharumkan nama Indonesia dan UNNES di tingkat internasional. Semoga menjadi pendorong semangat bagi pembelajar bahasa Jepang lainnya untuk meraih prestasi,” kata dosen Prodi Bahasa Jepang Heni Hernawati.

Event itu dianggap memiliki prestise karena para peserta telah melalui seleksi daerah dan nasional. Para peserta yang telah lolo seleksi di negara masing-masing kemudian diundang ke Tokyo. Lomba disaksikan oleh duta besar masing-masing negara peserta.

 

 


Penulis: Rahmat Petuguran Dibaca : 780 kali

FT Kembali Menggelar EIC ke-7

Kamis, 18 Oktober 2018 | 13:49 WIB


FT Kembali Menggelar EIC ke-7

Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Semarang (UNNES) menyelenggarakan Engineering  International Conference di Oak Tree Emerald Hotel Semarang, Kamis (18/10). Diikuti 160 peserta se-Indonesia, kegiatan ini mengangkat tema Education, Concept, an Application of Green Technology. 

Ketua EIC 2018 Dr Dewi Silvia Fardhyanti MT mengatakan, ini merupakan konferensi tahunan yang diselenggarakan Fakultas Teknik. Sebagai konferensi tahunan di bidang pendidikan teknik dan teknik, EIC menyediakan forum yang sangat kompetitif untuk menginformasikan dan melaporkan perkembangan terbaru dari pendidikan, konsep, dan penerapan teknologi hijau.

Ia menambahkan, dalam seminar EIC ke-7 ini menghadirkan empat pembicara yakni Prof Dr Kongkiti Phusavat  dari Kasetart University Thailand, Prof Aaron Raymond See PhD dari Southern Taiwan University, Dr Anwaruddin Hisyam dari Pahang University Malaysia, dan Dr Ratna Dewi Kusumaningtyas dari UNNES.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Prof YL Sukestiyarno PhD mengapresiasi kepada Fakultas Teknik yang telah menyelenggarakan EIC yang ke tujuh kalinya.

Konferensi Teknik Internasional ke 7 juga bersinergi dengan visi dan misi Universitas Negeri Semarang sebagai universitas konservasi dan bereputasi internasional dan dapat menjadi wadah kerja sama ilmiah bagi para pemangku kepentingan baik di pemerintah maupun industri, dosen di tingkat universitas atau sekolah menengah , dan peneliti untuk berbagi pengetahuan yang terkait dengan bidang teknik.


Penulis: Lintang Hakim Dibaca : 174 kali

UNNES MOU dengan University of Technology Krungthep, Thailand

Kamis, 18 Oktober 2018 | 12:41 WIB


UNNES MOU dengan University of Technology Krungthep, Thailand

Universitas Negeri Semarang (UNNES) melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) dengan University of Technology Krungthep (UTK) Thailand, Selasa (16/10/2018).

Penandatanganan oleh Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman MHum diwakili Wakil Direktur Pascasarjana UNNES Prof Dr Totok Sumaryanto MPd dan Presiden UTK Mr Dr Sukit Nitinai.

Kemudian, dilanjutkan dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MOA) antara Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNNES dengan International College of Rajamangala University of Technology Krungthep (ICUTK).
Menurut Prof Totok Sumaryanto, isi MOU meliputi joint research activities and academic programs, exchange of faculty members for the development of both parties, exchange of undergraduate and postgraduate students for short courses program and share learning program, joint collaboration in organizing symposium or conferences and joint collaboration in publication, other international cooperative and exchange programs, dan joint collaboration in visiting professor.

Prof Totok juga menyampaikan, MOU ini akan bermanfaat bagi kedua belah pihak seperti dalam butir-butir MOU yang saling menguntungkan.

Ketua Jurusan Sendratasik Dr Udi Utomo MSi FBS menyampaikan, isi MOA yang disepakati untuk kegiatan kerjasama diantaranya Shared Learning, Visiting Proffessor, dan Guest Lecture, diharapkan MoA ini segera dilaksanakan mulai tahun depan.


Penulis: Sihono Dibaca : 156 kali

Tiga orang Anggota Mahapala UNNES Lulus Sertifikasi Selam A1

Rabu, 17 Oktober 2018 | 14:30 WIB


Tiga orang Anggota Mahapala UNNES Lulus Sertifikasi Selam A1

Tiga orang anggota mahasiswa pencinta alam (Mahapala) Universitas Negeri Semarang (UNNES) lulus sertifikasi selam jenjang A1 dari Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Jawa Tengah.

Mereka yakni Hardiyanto (FMIPA), Mohammad Sekar (FIK), dan Muftian Adi Pratomo (FT).

Instruktur POSSI Jawa Tengah Budi Haryono menyampaikan, setelah lulus sertifikasi selam jenjang A1 ini mereka diperbolehkan menyelam dengan kondisi perairan baik, jernih, dan kedalaman maksimal 18 meter serta diawasi oleh instruktur selam yang berpengalaman.

“Untuk memperoleh sertifikat selam A1 harus melalui pelatihan selama 6 hari yaitu Pengetahuan Akademis Penyelaman (PAP), Latihan Keterampilan Kolam (LKK) dan Latihan Perairan Terbuka (LPT) yang masing-masing terdiri dari 2 hari,” kata Budi Haryono

Hardiyanto selaku koordinator kegiatan menyampaikan, kegiatan dilaksanakan selama enam hari (8-13/10) di Kolam Renang Jati diri dan FIK, dan untuk penyelaman di pulau Karimunjawa.


Penulis: Sihono Dibaca : 246 kali

Prof Jamal Wiwoho: UNNES Harus Masuk Jajaran Klaster Satu dan PTN-BH

Rabu, 17 Oktober 2018 | 14:10 WIB


Prof Jamal Wiwoho: UNNES Harus Masuk Jajaran Klaster Satu dan PTN-BH

Universitas Negeri Semarang (UNNES) menyelenggarakan Evaluasi Kinerja Program Studi dan Diskusi Terfokus di Gedung H, Kampus Sekaran, Rabu (17/10). Kegiatan ini mengangkat tema “Strategi Pengembangan Kapasitas UNNES sebagai Perguruan Tinggi Negeri yang Sehat dan Bereputasi”.

Inspektur Jenderal Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Prof Dr H Jamal Wiwoho SH MHum menjadi narasumber dalam diskusi yang diikuti oleh Dekan, Ketua Jurusan, dan Ketua Prodi di UNNES.

Prof Jamal mengatakan, Perguruan tinggi perlu melakukan penataan institusional, di samping dalam rangka peningkatan mutu penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi, juga dalam rangka tertib administrasi, tatakelola (governance), manajemen dan leadership. “Untuk mendukung upaya penataan tersebut, perguruan tinggi perlu membangun basis data, sistem informasi/sistem pendukung keputusan yang memadai,” kata Prof Jamal.

Prof Jamal menambahkan, sistem basis data yang dibangun paling tidak memenuhi sistem pendataan untuk menjalankan standar nasional pendidikan tinggi. “Integritas akademik harus menjadi platform penataan institusional”, imbuhnya. beliau menambahkan bahwa tidak lama lagi, dengan komitmen semua warga, UNNES akan masuk ke jajaran klaster 1 dan PTN-BH.

Sementara itu, Rektor UNNES Prof Fathur Rokhman MHum menyampaikan, UNNES terus mendorong kepada semua civitas akademika untuk mewujudkan visi dan misi UNNES, selain itu juga harus menjaga nama baik UNNES dan tidak menyebarkan berita hoaks.

 

 

 


Penulis: Lintang Hakim Dibaca : 311 kali

Manfaatkan Gadget sebagai Sarana Kreasi, INews TV Gelar Kuliah Umum

Selasa, 16 Oktober 2018 | 22:07 WIB


Manfaatkan Gadget sebagai Sarana Kreasi, INews TV Gelar Kuliah Umum

Universitas Negeri Semarang (UNNES) menjadi tuan rumah dalam Kuliah Umum bersama INews TV dari MNC Group di Gedung Auditorium Prof.Wuryanto, Selasa (16/10).

Kegiatan yang bertema “Literasi Zaman Now untuk Generasi Milenial” itu menghadirkan tiga pembicara utama. Mereka yaitu Yudi Sumarwan selaku Branch Manager MNC Bank, Firman Affandi Branch selaku Operation & Service Manager MNC Bank, dan Fanny Rifqi El Fuad selaku Kepala Kantor BEI Semarang. Acara ini diikuti berbagai mahasiswa UNNES dan mayoritas peserta berasal dari Fakultas Ekonomi.

Para narasumber menitikberatkan pada gadget (gawai) dan kemajuan teknologi dalam kunjungan ini. Sebagai generasi muda yang tumbuh di era digital harus pintar dan jeli memanfaatkan peluang yang ada. Banyak hal-hal baik yang bisa didapatkan menggunakan gadget jika kita mulai berkarya dan berkreasi secara positif. Banyak kisah sukses dari orang-orang yang mampu menggunakan  peluang dari gadget.

 

NidaMR (Student Staff)


Penulis: Setyo Yuwono Dibaca : 215 kali

Pembelajaran dengan Bahasa Kedua Bebani Kognitif Siswa

Selasa, 16 Oktober 2018 | 19:09 WIB


Pembelajaran dengan Bahasa Kedua Bebani Kognitif Siswa

Penggunaan bahasa kedua dalam pembelajaran anak-anak usia awal dinilai tidak tepat. Penggunaan bahasa kedua membuat anak terbebani secara kognitif. Akibatnya, pembelajaran tidak berjalan optimal.

Peneliti bahasa dari University of Leeds, Hywel Coleman, mengungkapkan bahwa ketika diajari menggunakan bahasa kedua anak-anak harus berpikir beberapa kali. Kondisi inilah yang membuat anak-anak terbebani dan hasil belajar tidak optimal.

Berdasarkan penelitian di Afganistan, Coleman menuturkan, ada selisih cukup besar antara hasil pembelajaran yang dilakukan dengan bahasa pertama dengan bahasa kedua.

Jika pembelajaran disampaikan dengan bahasa kedua, penguasaan materi hanya 52 persen. Jika dilakukan dengan bahasa pertama, hasilnya mencapai 87 persen.

“Oleh karena itu, saya berharap Bapak dan Ibu tidak terburu-buru memaksakan penggunaan bahasa kedua. Matangkan dulu bahasa pertama,” katanya dalam Konferensi Bahasa dan Sastra Indonesia III yang diselenggarakan Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang (Unnes), Selasa (16/10).

Lebih lanjut, Coleman menyampaikan, ada peralihan yang tidak lancar dalam penggunaan bahasa pertama di rumah ke bahasa kedua di sekolah.

Anak-anak yang di rumah belajar dengan bahasa pertama tiba-tiba harus belajar dengan bahasa kedua. Akibatnya, pada awal masa sekolah siswa mengalami beban kognitif yang terlalu berat.

Ia mencontohkan, kegagapan itu dialami oleh anak-anak yang diajari mengeja nama-nama binatang dalam bahasa Indonesia.

Dalam sebuah video yang viral di media sosial tampak anak yang diajari ibunya mengeja nama-nama binatang. Ketika ibunya menuntun anak mengeja “Ka E Er A”, anak tersebut melafalkannya menjadi “kethek”. Ketika ibu membimbing mengeja “A Ye A Em”, anak justru menyebut “Pithik”.

“Kita boleh tertawa melihat video itu. Tapi sesungguhnya ada persoalan karena kita sedang memaksakan penggunaan bahasa kedua kepada anak-anak yang belum siap,” katanya.


Penulis: Rahmat Petuguran Dibaca : 185 kali

Dekan FMIPA Ikuti Workshop PPG di Singapura

Selasa, 16 Oktober 2018 | 15:44 WIB


Dekan FMIPA Ikuti Workshop PPG di Singapura

Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Semarang (UNNES) Prof Dr Zaenuri SE MSi Akt mengikuti workshop imersi Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang diinisiasi oleh Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti), Senin- Jumat (15-19/10).

Kegiatan yang bertempat di The Head Foundation Singapura ini menghadirkan dua pembicara pada hari pertama. Prof S Gopinathan selaku The Academic Advisor of The Head Foundation menyampaikan materi “Building a High Performing Education System in Singapore: The Contribution of Teacher Education and Teachers”. Sementara Prof Muchlas Samani sebagai narasumber kedua menjelaskan materi “Indonesia’s Education System”.

Pada sesi presentation by participants, Prof Zaenuri menyampaikan materi pelaksanaan PPG di UNNES. Jenis-jenis PPG yang dilakukan mencakup PPG Prajabatan, PPG Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan Terluar Tertinggal (SM3T), PPG Dalam Jabatan Daring 1 dan 2, serta Gurdasus/PGDK dengan total 1.859 peserta.

Diakhir pemaparan dikemukakan dua problem penyelenggarakan PPG. Pertama beberapa peserta kurang lancar menggunakan teknologi, khususnya PPG daring serta PPG dari PAUD dan SD, sehingga berdampak pada hasil ujian pengetahuan online. Kedua beberapa peserta PPG memiliki kemampuan akademik dibawah standar akibat sistem kuota.

Workshop yang bertema “Professional Learning Programme: Enhancing Indonesian Teacher Education” ini, difasilitasi oleh The World Bank dan didukung Australian Government Department of Foreign Affairs and Trade serta National Institute of Education, an Institute of Nanyang Technological University Singapura. 

 

NidaMR (Student Staff)


Penulis: Setyo Yuwono Dibaca : 276 kali

UNNES-UNDIP Selenggarakan Seminar Kolaborasi

Selasa, 16 Oktober 2018 | 14:01 WIB


UNNES-UNDIP Selenggarakan Seminar Kolaborasi

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Semarang (UNNES) bersama dengan Universitas Diponegoro (UNDIP) menyelenggarakan Seminar Nasional Kolaborasi Pengabdian Kepada Masyarakat (SNK-PPM UNNES UNDIP) dengan mengangkat tema Akselerasi Pembangunan Manusia melalui Sinkronisasi Program Pemerintah Daerah dan Perguruan Tinggi di Hotel Grasia, Selasa (16/10).

Kegiatan ini menghadirkan 3 pembicara yakni Prof Tri Winarni A MSc dari UNDIP, Dr Suparni Setyowati R MSi dari Politeknik Negeri Semarang, dan Tri Yuni Atmojo ST MSi dari BAPPEDA Jawa Tengah.

Prof Tri Winarni mengatakan, Standar kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dapat dikaitkan dengan luaran adalah standar hasil dengan kriteria minimal hasil berupa penyelesaian masalah di masyarakat, pemanfaatan TTG bahan ajar, dan bahan pengembangan iptek. “Pengabdian dapat menghasilkan luaran yang begitu banyak, seperti publikasi dan buku, iptek, produk dan unit usaha, HKI produk, mitra, revenue generating,” katanya.

Sedangkan Dr Suparni mengatakan, Gerakan Pemberdayaan Masyarakat yaitu sekumpulan tindakan yang dikembangkan oleh suatu masyarakat agar warga masyarakat dapat mengatasi masalah sosialnya atau semua bentuk investasi sosial yang tujuan utamanya meningkatkan kesejahteraan perorangan dan masyarakat secara keseluruhan. “Peningkatan daya saing daerah dapat dicapai dengan mengelola sumber daya lokal yang ada dan memiliki daya saing sekaligus dapat memberdayakan masyarakat sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Tri Yuni Atmojo mengatakan kegiatan penelitian dan pengabdian dapat mengurangi kemiskinan dan pengangguran dengan memperkuat basis ekonomi rakyat dan membuka ruang usaha baru. “Selain itu juga dapat menjadikan rakyat Jawa tengah lebih sehat, lebih pintar, lebih berbudaya dan mencintai lingkungan,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Prof YL Sukestiyarno PhD mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan seminar ini. Ia berharap, hasil riset tidak hanya dipresentasikan saja, tapi dapat mengalir dan sampai kepada masyarakat.

 


Penulis: Lintang Hakim Dibaca : 261 kali

Peter Carey: Lupakan Sastra, Kita Terputus dengan Leluhur

Selasa, 16 Oktober 2018 | 13:42 WIB


Peter Carey: Lupakan Sastra, Kita Terputus dengan Leluhur

Bangsa Indonesia terancam terputus dengan leluhurnya jika melupakan sastra, terutam sastra lisan. Dalam sastra lisan terdapat berbagai nilai dan pengetahuan tentang lingkungan. Jika sastra terlupakan, pengetahuan dan nilai juga akan terlupakan.

Sejarawan Trinity Collage Oxford University Peter Carey mengatakan itu ketika menjadi pembicara dan Konferensi Bahasa dan Sastra (KBS) III di Hotel Santika Premiere, Selasa (16/10).

Menurut penulis biografi Pangeran Diponegoro ini, orang Indonesia memiliki sistem pengetahuan lokal yang dikemas melalui cerita.

Pengetahuan itu, antara lain, mencakup gejala alam dan bencana. Ia mencontohkan, salah satu karya tersebut adalah La Galigo.

“Jika kita mewarisi cerita-cerita itu, kita mungkin akan lebih arif menyikapi bencana,” katanya.

Ia menambahkan, parahnya dampak bencana alam di Indonesia juga disebabkan pengetahuan yang minim tentang kondisi lingkungan. Padahal, pengetahuan tentang lingkungan sudah dimiliki oleh leluhur bangsa Indonesia.

Carey menyayangkan rendahnya perhatian terhadap cerita dan naskah-naskah lama yang dimiliki Indonesia.

Sikap itu harus diubah karena beberapa lama lagi Indonesia akan menerima pengembalian ribuan naskah dari Inggris dan Belanda. Naskah-nakah kuna itu patut diperlakukan sebagai pusaka pengetahuan yang berharga.

 


Penulis: Rahmat Petuguran Dibaca : 140 kali

Ikuti Konferensi, 157 Peneliti Bahasa dan Sastra Paparkan Temuan dan Gagasan

Selasa, 16 Oktober 2018 | 8:59 WIB


Ikuti Konferensi, 157 Peneliti Bahasa dan Sastra Paparkan Temuan dan Gagasan

Sebanyak 157 peneliti bahasa dan sastra dari berbagai lembaga di Indonesia mengikuti Konferensi Bahasa dan Sastra III di Hotel Santika Premiere Semarang, Selasa (16/10). Selama konferensi mereka akan mempresentasikan gagasan dan temuan masing-masing.

Sebelum diskusi panel, konferensi dibuka dengan presentasi dari tiga pembicara utama yaitu Peter Carey (Trinity College Oxford University), Hywel Coleman (University of Leeds), dan Prof Djoko Saryono (Universitas Negeri Malang).

Ketua Panitia KBS III Suseno SPd MA mengungkapkan, konferensi ini dirancang untuk mempertemukan ahli, peneliti, dan praktisi bidang bahasa, sastra, dan pendidikan bahasa dan sastra untuk bertukar gagasan.

Melalui pertemuan ilmiah ini ia berharap gagasan dan temuan terbaru dapat dipublikasikan kepada masyarakat.

“Pada era disrupsi seperti saat ini, ilmu pengetahuan bidang bahasa dan sastra mengalami perkembangan yang sangat pesat. Para peneliti akan mempresentasikan temuan-temuan terbaru mereka,” lanjutnya.

Konferensi Bahasa dan Sastra merupakan agenda rutin yang diselenggarakan Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang.

Pada tahun ketiga ini, KBS diselenggarakan dengan tema “Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya pada Era Disrupsi”. Tema ini dipilih untuk merespon perubahan disruptif di berbagai bidang, termasuk dalam bidang bahasa, sastra, dan pembelajaran.


Penulis: Rahmat Petuguran Dibaca : 111 kali

Kursus Bahasa Indonesia Kian Diminati di Arab Saudi

Selasa, 16 Oktober 2018 | 8:25 WIB


Kursus Bahasa Indonesia Kian Diminati di Arab Saudi

Jeddah—Program kursus Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) yang diselenggarakan oleh Konsulat Jederal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah kian diminati warga Saudi dan ekspatriat yang tinggal di Jeddah dan kota-kota sekitarnya.

Terbukti jumlah pendaftar yang berminat menginguti program BIPA dari tahun ke tahun kian meningkat. Program ini sebelumnya diadakan sekali dalam setahun. Peserta beralasan belajar bahasa Indonesia karena bekerja pada muassasah yang melayani jemaah haji dan umrah. Sebagian mengaku perlu menguasai bahasa Indonesia karena melayani peziarah asal Indonesia di konter-konter imigrasi dan keamanan di bandara. Sebagian lagi mengaku mereka bekerja di sejumlah perusahan importir dan perusahaan yang memasarkan produk Indonesia di Arab Saudi.

“Biasanya BIPA hanya diselenggarakan sekali dalam setahun selama tiga bulan. Tapi tahun ini kami tambah menjadi dua kali karena banyaknya permintaan masyarakat di sini yang ingin belajar bahasa Indonesia,” ujar Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah, Mohamad Hery Saripudin.

Untuk menjawab animo masyarakat, imbuh Konjen, KJRI Jeddah kembali mengadakan Program Kursus Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) gelombang II  untuk 2018 yang dibuka secara resmi oleh Konjen RI Senin (15/10).

Pembukaan Program Kursus BIPA gelombang II yang diikuti sebanyak 62 peserta berlangsung Senin malam (15/10) waktu setempat di Lobi Utama KJRI Jeddah. Peserta terdiri dari 50 orang warga Saudi, 8 warga negara (WN) Yaman, 1 WN Yordania, 1 WN Amerika Serikat, dan dua peserta masing-masing berwarga negara Mauritania dan Pakistan.

Menurut panitia, dalam tempo dua pekan, sebanyak 107 orang mengajukan berkas pendaftaran meliputi formulir yang telah diisi, fotokopi paspor, kartu identitas, pas foto, keterangan tertulis seputar tujuan belajar bahasa Indonesia dan surat izin dari sponsor bagi warga non-Saudi.

Pengajar BIPA gelombang II ini adalah Hasan Busri MSI dari Prodi PENDIDIKAN BAHASA ARAB Universitas Negeri Semarang (UNNES) sebagai hasil upaya kerja sama yang dirintis KJRI Jeddah dengan perguruan tinggi di Ibu Kota Jawa Tengah tersebut.

Di hadapan peserta yang hadir pada saat pembukaan, Konjen menyampaikan, program kursus BIPA merupakan wujud dukung Pemerintah Indonesia terhadap visi 2030 Pemerintah Arab Saudi, yang salah satunya adalah pengembangan sektor pariwisata sebagai bagian dari kebijakan diversifikasi ekonomi.

Hal ini juga sejalan dengan penetapan Madinah sebagai “Ibu Kota Wisata Islam 2017″ dalam pertemuan menteri parisiwata negara-negara OKI  pada 2015 silam di Niamey, Ibu Kota Nigeria.

Konjen menambahkan, jumlah jemaah haji dan umrah Indonesia mencapai lebih dari 1,2 juta orang dengan konsentrasi pergerakan mereka di tiga kota: Jeddah, Mekkah dan Madinah.

“Apalagi Pemerintah Saudi mencanangkan destinasi wisata baru di kota-kota lain yang terbuka untuk pengunjung umum, tentu ini akan membawa dampak ekonomi,” pungkas Konjen.

Program kursus BIPA gelombang II diagendakan akan berlangsung hingga bulan Desember.


Penulis: Sihono Dibaca : 190 kali

UNNES dan UPSI Adakan Konferensi ICEES 2018 di Malaysia

Senin, 15 Oktober 2018 | 16:34 WIB


UNNES dan UPSI Adakan Konferensi ICEES 2018 di Malaysia

Universitas Negeri Semarang (UNNES) dan Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI) bekerja sama untuk mengadakan International Conference on Emerging Engineering and Environmental Sciences (ICEES2018) di Selangor Malaysia. Konferensi internasional ini diikuti oleh para  peserta dari Indonesia dan Malaysia. Kerja sama antara dua universitas ini merupakan hasil kemitraan yang telah lama dijalin. Tahun lalu UNNES dan UPSI juga mengadakan konferensi serupa dengan judul International Conference on Engineering Technology, Vocational Education and Social Science (ICETVESS). Luaran dari konferensi ini akan menghasilkan artikel pada jurnal yang terindeks Scopus.

Drs. Heri Yanto MBA., PhD., Dekan Fakultas Ekonomi UNNES, menyampaikan sambutan mewakili Rektor UNNES pada kegiatan tersebut. Heri Yanto menyatakan bahwa UNNES bangga dapat bersanding dengan UPSI dalam pengadaan konferensi ini. Kegiatan ini membuktikan bahwa kerja sama universitas dapat direalisasikan untuk mencapai keuntungan akademis bagi kedua universitas.

Dr. Niken Subekti, koordinator delegasi UNNES menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan penting dari nawa target internasionalisasi UNNES. Dari segi kegiatan maupun outputnya, konferensi ini sudah memenuhi syarat sebagai kegiatan yang mendukung visi internasionalisasi UNNES. Niken sedang memperjuangkan konferensi internasional ini untuk diadakan di UNNES  tahun depan.

Melalui sambungan telpon, Rektor UNNES, Prof. Fathur Rokhman, M.Hum, menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada panitia konferensi baik yang berasal dari UPSI maupun UNNES. Rektor berharap kegiatan sejenis dapat menjadi teladan bagi unit-unit di UNNES untuk merealisasikan MoU, MoA maupun MoM yang telah ditandatangani dengan universitas mitra. Konferensi internasional adalah target minimal dari kerja sama luar negeri. Target lainnya dapat berupa program credit transfer, kolaborasi riset dan staff/faculty exchange.

 


Penulis: Hendi Pratama Dibaca : 188 kali

Enam Mahasiswa Ikuti Peksiminas

Senin, 15 Oktober 2018 | 14:23 WIB


Enam Mahasiswa Ikuti Peksiminas

Enam mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Semarang (UNNES) berpamitan dengan Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman MHum untuk mengikuti Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) ke XIV di Yogyakarta.

Keenam mahasiswa tersebut ialah Nanda Aziz Rahmawan (Tangkai Penulisan Puisi), Umi Rahayu (Tangkai Penulisan Cerpen, Angga Aditya (Tangkai Lukis), Ma’mur Prayogi (Tangkai Komik Strip), Diana Elvira Octaviani (Tangkai Dangdut), dan Nur Asriyani (Make Over).

Peksiminas akan berlangsung pada hari Senin-Minggu, 15-21 Oktober di Institut Seni Indonesia (ISI), Universitas Gajahmada (UGM), Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Sanata Darma, Universitas Kristen Duta Wacana.

Rektor mengatakan, ini merupakan prestasi bagi kalian karena mewakili Universitas di lomba bergengsi antar Universitas. Saya berharap kalian memberikan yang terbaik bagi UNNES dan selalu menjaga nama baik almamater.

 

 


Penulis: Lintang Hakim Dibaca : 146 kali

Jurusan Ilkom Selenggarakan Seminar Nasional tentang Computer Vision

Senin, 15 Oktober 2018 | 7:01 WIB


Jurusan Ilkom Selenggarakan Seminar Nasional tentang Computer Vision

Jurusan Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Semarang (UNNES) dengan sukses menyelenggarakan Seminar Nasional Ilmu Komputer (SNIK) tahun 2018 pada hari Sabtu, 13 Oktober 2018 dengan tema “The Future of Computer Vision”. Kegiatan seminar terlaksana di Hotel Horison NJ, Semarang, dengan peserta sebanyak 151 orang yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia.

Sesuai dengan tema yang diusung, SNIK 2018 mendatangkan dua narasumber handal di bidangnya. Narasumber pertama adalah Dr. Sunu Wibirama dari Universitas Gadjah Mada, yang merupakan pakar eye-gaze tracking, peneliti muda yang baru saja (tahun 2017) meraih penghargaan sebagai runner up of Indonesian Young Researcher in Information Technology. Sinergi dengan pembicara pertama, narasumber kedua adalah dr. Rizki Edmi Edison, Ph.D dari Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA). Beliau dr. Edmi adalah Kepala Pusat Neuroscience di UHAMKA. Kedua narasumber berkolaborasi dalam menyampaikan berbagai riset yang telah dan sedang mereka kerjakan berkaitan dengan computer vision dari sudut pandang ilmu komputer, dan juga dari sudut pandang ilmu kedokteran (syaraf, otak manusia).

Kegiatan SNIK 2018 dibuka oleh Prof. Dr. Sudarmin, M.Si, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FMIPA UNNES. Dalam sambutannya, Prof. Sudarmin menyampaikan apresiasi yang baik atas jerih payah jurusan Ilkom dalam menyelenggarakan SNIK 2018. Kolaborasi dua bidang keilmuan (Ilmu Komputer dan Kedokteran) sangatlah penting demi kemajuan bangsa. Beliau berharap seminar ini dapat tetap terselenggara rutin setiap tahunnya.


Penulis: Rochsid Tri HP Dibaca : 203 kali

Diksusi Nasionalisme, Jurusan PKn Selenggarakan Kuliah Umum Bersama Profesor dari Universitas Malaysia Sabah

Jumat, 12 Oktober 2018 | 12:00 WIB


Diksusi Nasionalisme, Jurusan PKn Selenggarakan Kuliah Umum Bersama Profesor dari Universitas Malaysia Sabah

Jurusan Politik dan Kewarganegaraan pada hari Kamis (11/10), menyelenggarakan kuliah umum bersama Prof A Rahman Tang Bin Abdullah PhD dari Universitas Malaysia Sabah. Kuliah umum dengan tema “Nasionalisme Indonesia dan Malaysia dalam Prespektif Sejarah” ini dimaksudkan untuk memberikan ilmu pengetahuan serta wawasan kepada mahasiswa jurusan Politik dan Kewarganegaraan untuk lebih mendalami rasa nasionalisme. Dalam hal ini terkhusus membahas nasionalisme di Indonesia dan Malaysia.

Kuliah umum yang diselenggarakan di Gedung C7 Fakultas Ilmu Sosial ini dibuka oleh Wakil Dekan 3 Bidang Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Sosial Drs Ngabiyanto MSi. Kuliah umum ini diikuti oleh mahasiswa prodi Ilmu Politik angkatan 2017 dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan angkatan 2016. Selain itu, kegiatan ini juga diikuti oleh pdosen jurusan Politik dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial. Berlangsungnya kuliah umum ini disertai pula dengan diskusi yang moderatori oleh dosen jurusan PKn Giri Harto Wiratomo SPd MHum.

Prof Rahman menyatakan, bahwa nasionalisme itu bersifat abstrak artinya terdapat banyak pendapat yang mendefinisikan arti nasionalisme itu sendiri. Salah satu rukun nasionalisme dalam suatu negara yakni haruslah memperhatikan kepentingan umum. Selain itu ia pun memaparkan bahwa nasionalisme berkaitan erat dengan nation good, oleh karenanya nasionalisme memegang peranan penting dalam kenegaraan.


Penulis: Lintang Hakim Dibaca : 233 kali

UNNES Delegation Attending CRISU-CUPT Conference in Bangkok

Jumat, 12 Oktober 2018 | 11:45 WIB


UNNES Delegation Attending CRISU-CUPT Conference in Bangkok

Universitas Negeri Semarang (UNNES) sends its delegation to the 13th CRISU-CUPT International Conference held in Bangkok, 10-12 October 2018. The CRISU/CUPT international conference is an annual regularly event as a body of university presidents, deans, executives, and students from Thailand and Indonesia to share visions, knowledge’s and experiences influencing the higher education in both countries. The theme of the 13th CRISU-CUPT international conference is “Strategies for Disruptive Innovation of Indonesia and Thai Universities”. This event is combined with the KMITL Engineering Expo 2018 in BITEC – Bangna, Bangkok, Thailand.

Rector of UNNES, Prof. Fathur Rokhman states that he is very proud that our institution is invited to this international forum. Not all universities in Indonesia are invited to this event. The Rector also says that it is important to send our Deans to this event because they need to compare their achievements with other Deans in South East Asia. Fathur highlights that the competition at UNNES is no longer based in local level but it has expanded to Asian level. Deans and all lecturers should realize this by now.

Tandiyo Rahayu, Dean of Faculty of Sports Science, thinks that this conference is an issue of importance. She is able to expand her networks at this event especially with the interconnection of sports faculty members in Indonesia and Thailand. She states that disruption can only be achieved by collaboration.

The conference is attended by Prof. Satryo Soemantri Brodjonegoro, former Indonesian Director General for Higher Education and Prof. Udom Kachintorn, Deputy Minister, Thailand Ministry of Education. The UNNES delegation will be back to Indonesia on the 13th of October to follow up the results of the meeting. The full agenda of this event can be downloaded here.


Penulis: Hendi Pratama Dibaca : 483 kali

Lomba Esai Konservasi UNNES, Melejitkan Literasi Konservasi Bagi Mahasiswa

Jumat, 12 Oktober 2018 | 9:01 WIB


Lomba Esai Konservasi UNNES, Melejitkan Literasi Konservasi Bagi Mahasiswa

Gagasan-gagasan kritis para mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata untuk mencari jalan keluar bagi permasalahan bangsa terkait konservasi di berbagai bidang. Baik konservasi nilai, karakter, seni, budaya, dan sumber daya alam serta lingkungan.

Untuk itu UPT Pengembangan Konservasi Universitas Negeri Semarang (UNNES) menyelenggarakan Lomba Penulisan Esai Konservasi Bagi Mahasiswa Tingkat Nasional dengan tema  ”Akselerasi Literasi Kemanusiaan Melalui Implemnetasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Pelestarian Lingkungan”.

Ketua UPT Pengembangan Konservasi UNNES Prof Dr Ir Amin Retnoningsih MSi menyampaikan hal itu disela-sela lomba, Jumat (12/10) di kampus UNNES Sekaran Gunungpati.

Prof Amin menjelaskan, kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kontribusi UNNES sebagai universitas berwawasan konservasi dan bereputasi internasional.

Ketua Panitia lomba Dr Tommi Yuniawan MHum menyampaikan, lomba esai ini diselenggarakan setiap tahun sejak 2011. Pendaftaran dan pengiriman naskah dilakukan secara online di http//konservasi.unnes.ac.id  mulai 30 Agustus dan berakhir 30 September.

Sampai batas penutupan pendaftaran, tercatat sebanyak 553 orang pendaftar dari 23 perguruan tinggi negeri maupun swasta diantaranya berasal dari UGM, UNDIP,UPI, UNPAD, UNS, UNIBRAW, UNCEN, UNSIL, UNIKAL, IKIP PGRI PONTIANAK, UNSOED, UNY, UNJ, dan UNNES.

Proses penjurian dilakukan selama 15 hari dan pemenangnya akan diumumkan 31 Oktober. Pemenang peringkat 1, 2, dan 3 akan mendapatkan hadiah berupa uang pembinaan dan piagam penghargaan.

Selain itu, 20 naskah terbaik akan dipublikasikan dalam Buku Esai Pelangi Konservasi yang diterbitkan oleh UPT Pengembangan Konservasi UNNES.

 


Penulis: Sihono Dibaca : 244 kali

Seminar Internasional FIS UNNES Soroti Permasalahan Desa

Kamis, 11 Oktober 2018 | 16:20 WIB


Seminar Internasional FIS UNNES Soroti Permasalahan Desa

Sebagai upaya untuk ikut memberikan pemikiran maupun konsep terkait ketahanan dan pemberdayaan masyarakat desa  khusunya di kawasan Asia, Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Semarang (UNNES) menggelar Seminar Internasional 2nd International Conference on Rural Studies In Asia (ICoRSiA) 2018,Rabu-Kamis (10-11/10).

Kegiatan yang bertema “Recognizing Resilience in Rural Asia” ini dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik UNNES Prof Dr Rustono MHum. Dia menuturkan walupun pembangunan telah dilakukan di desa, namun belum bisa menjawab permasalahan yang ada. Pada hakikatnya pembangunan adalah usaha untuk mengembangkan masyarakat di berbagai negara Asia.

Seminar yang diselenggarakan di Hotel Graha Santika Semarang ini mengundang berbagai praktisi dari dalam dan luar negeri. Mereka yaitu Jonathan Rigg dari National University Singapore, A Rahman Tony bin Abdullah dari University Malaysia Sabah, , Hans Antlov dari Knowledge Sektor Initiative RTI Internasional dan Dewi Liesnoor Setyowati dari UNNES.

Jonathan Riggs sebagai pembicara pertama menyoroti tentang ketahanan petani kecil di Asia yang masih rendah. Hans Antlov selaku pembicara kedua membahas tentang ketahanan dan pengetahuan pedesaan di Indonesia. Dirinya menyoroti aset lokal seperti pengetahuan, komoditi lokal dan SDM sebagai kunci untuk pembangunan desa. Sedangkan Dewi Liesnoor Setyowati membandingkan penanganan banjir di Thailand dan Indonesia.

Sejumlah 156 artikel peserta dari Indonesia, Filipina, Malaysia dan India yang mengikuti ICoRSiA 2018 terindeks Thomson Reuters. Hasil diskusi ini diharapkan menjadi rekomendasi untuk menentukan arah kebijakan pembangunan desa di Asia.

 

NidaMR (Student Staff)


Penulis: Sihono Dibaca : 313 kali

Gubernur Jawa Tengah Berharap Tim KKN UNNES Dapat Temukan Sumber Air Bersih

Kamis, 11 Oktober 2018 | 6:54 WIB


Gubernur Jawa Tengah Berharap Tim KKN UNNES Dapat Temukan Sumber Air Bersih

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Semarang (UNNES) di Kecamatan Grabag, , Kabupaten Magelang mendapat tantangan dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Saat berkunjung di Magelang Ganjar Pranowo menyampaikan, ketika di kampus mahasiswa mendapatkan ilmu secara teori maupun praktik, saat dilapangan atau di masyarakat para mahasiswa dituntut untuk menerapkan ilmu yang diperoleh agar dapat dimanfaatkan masyarakat.

Ia melanjutkan, di Desa Sugihmas saat ini sedang kekurangan air, kalian disini sebaiknya dapat menolong warga untuk dapat menemukan sumber air bersih.

Mendapat imbauan dari orang nomor satu di Jawa Tengah ini mahasiswa KKN UNNES di desa Sugihmas langsung berkoordinasi dengan Dekan Fakultas Teknik (FT) Nur Qudus untuk meminta bantuan peralatan geolistrik yang dapat mendeteksi air.

Dekan FT pun mendukung penuh, dan beliau menugaskan salah satu dosen untuk mendampingi mahasiswa KKN agar dapat menemukan sumber air bersih yang ada di sekitar desa Sugihmas.

Nur Qudus berharap, dengan peralatan dan sumberdaya yang ada di UNNES dapat menemukan sumber air bersih yang nantinya dapat mengatasi masalah kekeringan di Kecamatan Grabag.


Penulis: Setyo Yuwono Dibaca : 448 kali

Teliti Pemikiran Mantan Kepala BKKBN, Begini Temuan Mahasiswa Ilmu Politik UNNES

Rabu, 10 Oktober 2018 | 10:41 WIB


Teliti Pemikiran Mantan Kepala BKKBN, Begini Temuan Mahasiswa Ilmu Politik UNNES

Riski Ashari mahasiswa Ilmu Politik UNNES angkatan 2014 meneliti pemikiran tokoh Keluarga Berencana Nasional Prof Haryono Suyono PhD. Prof Haryono merupakan praktisi (Kepala BKKBN, 1983-1997), (Menteri Kependudukan, 1993), Menko Kesra dan Taksin (1998-1999) sekaligus akademisi yang sukses memimpin kebijakan di sektor Pembangunan Keluarga masa Orde Baru.

Dalam skripsi ini telah di sidangkan pada Senin (27/8) itu, Riski mengusung judul “Studi Pemikiran Tokoh Haryono Suyono: Strategi Pengelolaan Keluarga Berencana di Indonesia”, Riski merangkum profil Haryono Suyono dengan hermeneutik historis wilhem dilthey yang selanjutnya diungkap bahwa, pemikiran Haryono Suyono terbagi atas dua masa, yaitu periode 1980an-1990an awal dimana Keluarga Berencana memiliki pendekatan yang melibatkan masyarakat dan mengubah pardigma untuk bersama-sama masyarakat membangun KB secara partisipatif.

Kedua adalah periode 1990an-sekarang, pemikiran Haryono tentang Keluarga Berencana menekankan pada keluarga sejahtera yang implikasinya mampu mengurangi beban pemerintah untuk memberikan bantuan secara langsung dan membuat keluarga berdaya atas dirinya.

Pengubahan atau perluasan paradigma Keluarga Berencana dari aspek kuantitas menuju kualitas keluarga mulai diupayakan Prof Haryono. Secara formal paradigma ini termuat dalam UU No. 10 Tahun 1992 Tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Sejahtera.

Salah satu yang disoroti dalam penelitian tersebut adalah tagline yang melekat pada BKKBN, yaitu “Dua Anak Cukup”, tagline tidak termuat dalam produk hukum atau secara formal tertulis pada aturan perundang-undangan atau lainnya.

Haryono Suyono menilai, hal tersebut sebagai semangat bagi pemerintah untuk menurunkan jumlah kelahiran, namun disisi lain, interpretasi yang berkembang di masyarkat secara tidak langsung maupun langsung telah menjadikan suatu nilai dan norma baru berkenaan dengan perencanaan keluarga, bahwa dua anak adalah jumlah ideal bagi keluarga.

“Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemikiran Haryono Suyono, dan juga secara umum tokoh Indonesia penting diteliti untuk menghargai perjuangan mereka karena kecenderungannya studi seperti ini ditujukan untuk tokoh islam atau barat. Program KB Indonesia merupakan yang terbaik dalam transisi demografi negara berkembang masa Orde Baru, untuk itu perlu mengulas sumbangsih dari salah satu tokoh utama dan sekaligus meneliti pandangan-pandangan beliau tentang agenda kebijakan masa depan KB,” ungkap mahasiswa yang berulang kali menjuarai lomba keilmiahan itu.

Dwi Hermawan (Student Staff)

 


Penulis: Lintang Hakim Dibaca : 355 kali

Kunjungi UNNES, Siswa SMAN 1 Petarukan Semakin Termotivasi

Selasa, 9 Oktober 2018 | 14:03 WIB


Kunjungi UNNES, Siswa SMAN 1 Petarukan Semakin Termotivasi

Sebanyak 94 siswa SMA Negeri 1 Petarukan mengunjungi kampus Universitas Negeri Semarang (UNNES) bersama 13 guru untuk mengenali profil dan prestasi Universitas Berwawasan Konservasi dan Bereputasi Internasional ini, Selasa (9/10/2018) di gedung Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) kampus UNNES Sekaran Gunungpati.

Wakil Kepala Sekolah Drs Supriyanto menyampaikan, kunjungan ini merupakan Studi Orientasi dan Informasi Perguruan Tinggi siswa kelas XII IPA dan IPS untuk mengenal profil dan prestasi UNNES secara langsung di kampus, sehingga siswa SMAN 1 Petarukan memperoleh wawasan secara langsung tentang UNNES.

Supriyanto berharap, dengan penjelasan yang rinci dari tim UNNES ini sehingga siswa SMAN 1 Petarukan bisa termotivasi untuk meningkatkan prestasinya untuk mempersiapkan diri melanjutkan studinya di UNNES nanti.

Tim UNNES terdiri atas Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama (BPK) Drs Heri Kismaryono MM, Kepala Bagian Akademik Drs Mulyadi MM, dan Kepala Bagian Kemahasiswaan Dra Sri Redjeki Prasetyowati menyampaikan tentang profil UNNES diantaranya jalur penerimaan mahasiswa baru, prestasi, dan beasiswa.


Penulis: Sihono Dibaca : 250 kali

Prodi Pendidikan IPA FMIPA UNNES Divisitasi BAN PT

Selasa, 9 Oktober 2018 | 10:47 WIB


Prodi Pendidikan IPA FMIPA UNNES Divisitasi BAN PT

Prodi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Semarang (UNNES) divisitasi oleh Tim Asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT).

Tim asesmen lapangan beranggotakan Drs Hery Purnobasuki MSi PhD dari Universitas Airlangga dan Dr Insih Wilujeng MPd dari Universitas Negeri Yogyakarta. Mereka diterima oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Prof Dr Rustono MHum, Selasa (9/10/2018) di Rektorat kampus UNNES Sekaran Gunungpati.

Turut hadir Dekan FMIPA Prof Dr Zaenuri SE MSi Akt, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Prof Dr Sudarmin MSi, Kaprodi Pendidikan IPA Novi Ratna Dewi SSi MPd, dan dosen terkait di lingkungan FMIPA.

Prof Rustono menyampaikan, UNNES memang mempunyai budaya siapa saja yang akan asesmen lapangan akreditasi prodi diajak silaturahim kepada pimpinan UNNES. Tradisi baik seperti ini sudah dilakukan oleh para pimpinan terdahulu sampai sekarang.

Prof Rustono menambahkan sebelumnya Prodi Pendidikan IPA ini terakreditasi B, diharapkan pelaksanaan asesmen lapangan prodi Pendidikan IPA ini berjalan lancar dan hasil akhir akreditasinya meningkat dari B menjadi ‘Unggul’.

NidaMR (Student Staff)


Penulis: Sihono Dibaca : 265 kali

UNNES Kirim Dosen Mengajar di Jeddah dan Madinah

Senin, 8 Oktober 2018 | 8:58 WIB


UNNES Kirim Dosen Mengajar di Jeddah dan Madinah

Rektor Universitas Negeri Semarang (UNNES) Prof Dr Fathur Rokhman MHum diwakili Wakil Rektor Bidang Akademik Prof Rustono melepas dosen Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Hasan Busri SPDI MSI mengajar di Jeddah, Senin (8/10/2018) di Rektorat kampus UNNES Sekaran Gunungpati.

Prof Rustono menyampaikan, Hasan Busri ini akan mengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) untuk warga Indonesia yang berada di Jeddah dan Madinah yang kurang fasih berbahasa Indonesia selama tiga bulan mulai 10 Oktober sampai 10 Desember.

Prof Rustono menjelaskan, kegiatan ini merupakan  Implementasi kerja sama antara UNNES dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah melalui program Guest Lecture Mobility 2017 lalu. Dalam perjanjian kerja sama itu diantaranya menyebutkan bahwa KJRI memerlukan tenaga dosen untuk mengajar BIPA untuk warga Indonesia yang berada di Jeddah dan Madinah yang kurang fasih berbahasa Indonesia.

Prof Rustono berharap, dengan terselenggaranya program BIPA ini warga Indonesia yang berada di Jeddah dan Madinah bisa meningkatkan kefasihan berbahasa Indonesia.


Penulis: Sihono Dibaca : 1.248 kali

FMIPA UNNES Adakan Konferensi Internasional di Bali

Senin, 8 Oktober 2018 | 8:58 WIB


FMIPA UNNES Adakan Konferensi Internasional di Bali

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Semarang (UNNES) dengan bangga mengadakan The 5th International Conference on Mathematics, Science, and Education di Denpasar Bali tanggal 8 sampai 9 Oktober 2018. Berbeda dari kesemoatan-kesempatan sebelumnya, konferensi internasional tahunan yang dulunya biasa diadakan di Semarang, saat ini dilaksanakan di Bali. Keputusan ini diambil untuk meningkatkan daya tarik konferensi ini bagi para pembicara dari luar negeri. Hal ini terbukti efektif karena konferensi ini berhasil menarik 313 peserta yang terdiri atas 292 peserta dalam negeri dan 20 peserta dari luar negeri. Peserta dari luar negeri berasal dari Malaysia, Jepang, Australia, United Kingdom (UK), Singapura dan Selandia Baru.

Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman MHum mengatakan bahwa konferensi internasional FMIPA kali ini sangat spesial karena menjadi bagian dari Dies Natalis UNNES yang ke-53. Selain itu, tema konferensi Collaborative Research on Science, Mathematics, and Education: Its Application As The Development of Sustainable Resources sangat sesuai dengan visi UNNES untuk menjadi universitas berwawasan konservasi dan bereputasi internasional. Tema yang bertumpu pada sumber daya yang berkelanjutan merupakan bagian dari perwujudan usaha UNNES dalam mewujudkan wawasan konservasi yang sesungguhnya.

Kegiatan ini dibuka oleh Dr Agus Puji Prasetyono Staf Ahli Menteri Bidang Relevansi dan Produktivitas. Dr Agus menyampaikan apresiasi yang luar biasa atas terselenggaranya konferensi internasional ini. Dr Agus menyampaikan bahwa banyak bidang yang menjadi prioritas Kemenristekdikti dapat dibagi dan disempurnakan pada konferensi kali ini. Kecerdasan buatan dan big data adalah salah satu bidang yang sangat menarik bagi perkembangan bangsa di ere disrupsi.

Dekan FMIPA Prof Dr Zaenuri Mastur menyatakan bahwa panitia dengan sengaja mengundang pembicara-pembicara terbaik di bidangnya. Prof Dong Fengming dari Singapura dan Prof Dominic Reeve dari Inggris adalah pembicara utama dari luar negeri, sedangkan Prof Dr I Nengah Suparta dan Prof Dr Sutikno adalah pembicara utama dari dalam negeri.


Penulis: Hendi Pratama Dibaca : 312 kali

Berawal dari Mata Kuliah, Tiga Mahasiswa PPKn UNNES Juarai LKTI Nasional Hingga Raih Insentif PKM

Minggu, 7 Oktober 2018 | 10:53 WIB


Berawal dari Mata Kuliah, Tiga Mahasiswa PPKn UNNES Juarai LKTI Nasional Hingga Raih Insentif PKM

Berdasarkan pada surat putusan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) nomor 3073/B3.1/KM/2018 tentang Mahasiswa Peraih Insentif Program Kreativitas Mahasiswa Karya Tulis (PKM-KT) : Penulisan Artikel Ilmiah (AI) dan Gagasan Tertulis (GT) Tahun 2018, tiga kelompok mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) berhasil menerima insentif pendanaan, Rabu (5/10).

Tiga kelompok tersebut terdiri atas dua kelompok PKM-AI dan satu kelompok PKM-GT yang telah melalui proses evaluasi secara ketat.

Dari tiga kelompok yang berhasil meraih insentif pendanaan tersebut, terdapat satu kelompok yang mengaku terkejut dapat melewati proses evaluasi Kemenristekdikti.

Kelompok yang dinahkodai oleh Daniar Solekha (PPKn 2015) dan beranggotakan Dwi Hermawan (PPKn 2015) serta Fajar Sujudi (PPKn 2016) ini, mengaku tak menyangka dapat memperoleh insentif dari Kemenristekdikti.

Daniar mengaku, ide tulisannya merupakan rangkuman dan hasil mengikuti salah satu perkuliahan.

“Ide tersebut kami dapat setelah menempuh perkuliahan Pendidikan Generasi Muda dan Kepramukaan (PGMK). Singkatnya, substansi dari karya tulis kami tersebut bahwa, generasi muda merupakan generasi perubahan yang perlu diarahkan ke dalam tatanan yang mapan secara sosial dan memberikan bekal untuk terjun ke tengah tengah masyarakat. Hal tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai bidang, salah satunya pendidikan,” jelas Daniar.

Pendidikan, imbuhnya, yang diperlukan oleh generasi muda saat ini adalah pendidikan yang mampu mengajari tentang pengelolaan dan pengembangan diri sesuai dengan era yang ada. PGMK dinilai memiliki basis kependidikan dibidang generasi muda dan kepramukaan yang merupakan langkah strategis dalam upaya pembinaan generasi muda saat ini.

“Capaian ini untuk semua. Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak, mulai dari Pak Ngabiyanto selaku WD III FIS, Pak Tijan selaku Kajur PKn, Pak Margi yang selalu membimbing penulisan ilmiah ini, dan Pak Giri yang menjadi dosen pengampu mata kuliah PGMK,” pungkasnya.

Dwi Hermawan (Student Staff)


Penulis: Lintang Hakim Dibaca : 250 kali

UNNES Hadir di Edu Expo Tarakanita Serpong Tangerang

Sabtu, 6 Oktober 2018 | 11:50 WIB


UNNES Hadir di Edu Expo Tarakanita Serpong Tangerang

Universitas Negeri Semarang (UNNES) pada hari jumat dan sabtu (5-6/10) menjadi salah satu peserta di Edu Expo yang diadakan oleh SMA Tarakanita Serpong, Banten. Kesempatan ini pun digunakan untuk memperkenalkan lebih detil mengenai UNNES.

Dalam Expo kali ini, UNNES lebih menekankan untuk lebih mengenalkan prodi beserta daya tamping, kesempatan masuk pada prodi, dan beasiswa yang nantinya akan dipilih oleh siswa.

Tidak hanya siswa SMA Tarakanika Serpong yang hadir dalam Edu Expo kali ini. Banyak sekali siswa baik dari SMA Negeri maupun Swasta dari Kota Tangerang dan sekitarnya antara lain SMA 22, SMA 17, SMA 14, SMA 23, Kota Tanggeran. Selain dari kota Tanggeran juga hadir siswa dari Kabupaten Tangerang antara lain SMAN 28, SMAN 7, SMA KABTA dan masih banyak lagi.

Beberapa siswa yang datang di stand UNNES merasa terbantu dengan informasi yang dapat diperoleh dari sumbernya. Kegiatan ini  sangat membantu memberikan gambaran bagi siswa yang akan lulus dan mencari perguruan tinggi untuk melanjutkan pendidikan lebih lanjut.

Edu Expo ini diikuti oleh Perguruan Tinggi Negeri dari seluruh Indonesia antara lain, Udayana, ITB, ITS, Undip, UGM, Unsoed, UB, UI, Unair, dan juga perguruan tinggi swasta.


Penulis: Setyo Yuwono Dibaca : 197 kali

Tingkatkan Publikasi, Prodi Pendidikan IPS Selenggarakan Workshop Penerbitan Jurnal Online Mahasiswa

Sabtu, 6 Oktober 2018 | 11:50 WIB


Tingkatkan Publikasi, Prodi Pendidikan IPS Selenggarakan Workshop Penerbitan Jurnal Online Mahasiswa
Peningkatan kompetensi civitas akademika merupakan agenda penting yang perlu dijalankan untuk mencapai target Universitas Negeri Semarang (UNNES) bereputasi internasional. Dosen bukan satu-satunya pelaku penting dalam meniti tangga reputasi institusi tersebut, tetapi juga harus melibatkan mahasiswa. Mahasiswa juga merupakan subjek penting yang harus perlu diberdayakan.
Hal itulah yang mendorong Dosen dan mahasiswa Pendidikan IPS mengikuti workshop penerbitan jurnal online Mahasiswa. Workshop yang didampingi oleh Widiyanto dari pengembang jurnal UNNES diselenggarakan selama tiga hari sejak Rabu hingga Jumat (3-5/10) bertempat di Gedung C2 Fakultas Ilmu Sosial (FIS).
Widiyanto menjelaskan, nantinya peserta workshop diarahkan pada cara menyusun tata letak sebuah artikel, yang selanjutnya peserta akan diajarkan tentang bagaimana cara mengunggahnya.
Koordinator Program Studi Pendidikan IPS Arif Purnomo MPd menjelaskan, workhsop bertujuan untuk membekali pengetahuan dan pemahaman kepada peserta tentang tahap-tahap publikasi dijurnal online mahasiswa.
Selaras dengan ungkapan tersebut, Pembina Hima Prodi Pendidikan IPS Rudi Salam MPd menyampaikan, setelah mengikuti workshop ini, peserta harus lebih memahami dan dapat mengelola jurnal online mahasiswa.

Lebih lanjut, imbuhnya, pengelolaan dan penerbitan publikasi yang ditangani dengan baik akan mendukung untuk peningkatan akreditasi unggul Prodi Pendidikan IPS kedepan.

Dwi Hermawan (Student Staff)


Penulis: Lintang Hakim Dibaca : 213 kali

Chung Ang University Kunjungi FT UNNES

Jumat, 5 Oktober 2018 | 13:20 WIB


Chung Ang University Kunjungi FT UNNES

Beberapa dosen Chung Ang University Korea Selatan mengunjungi Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Semarang (UNNES). Rombongan diterima langsung oleh Dekan FT Dr Nur Qudus MT didampingi pejabat dan dosen terkait dilingkungan FT, Kamis (4/10/2018) di Dekanat FT kampus UNNES Sekaran Gunungpati.

Changsu Shim PhD mewakili rombongan menyampaikan profil universitasnya diantaranya Chung Ang University (CAU) memiliki dua kampus yang berlokasi di Seoul dan Anseong, Korea Selatan.

CAU telah terakreditasi oleh Kementerian Pendidikan Korea. Tersedia berbagai program pendidikan mulai dari sarjana, master, dan program doktor. CAU juga sudah dikenal sebagai universitas terbaik se-nasional di bidang farmasi, budaya, dan art education.

Tersedia banyak jurusan yang bisa dipilih untuk program S1 dan S2, tidak hanya diajarkan dalam bahasa Korea saja, namun di CAU juga menyediakan jurusan kuliah yang diajarkan dalam Bahasa Inggris.

Dr Nur Qudus MT menyampaikan selamat datang di UNNES khususnya di FT, kampus konservasi. FT mempunyai 14 program studi pendidikan dan nonpendidikan Sarjana (S1) yakni Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Pendidikan Tata Boga, Pendidikan Teknik Otomotif, Pendidikan Tata Kecantikan.

Kemudian, Pendidikan Tata Busana, Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer, Pendidikan Teknik Elektro, Pendidikan Teknik Mesin, Teknik Elektro, Pendidikan Teknik Bangunan, Teknik Mesin,  Teknik Sipil, Teknik Kimia, dan Teknik Arsitektur.

Dr Nur Qudus berharap kunjungan ini merupakan awal dari pertemuan kedepan dapat bermitra baik untuk peningkatan beberapa kerjasama akademik dengan FT UNNES.

Dr Nur Qudus menambahkan, setiap tahun FT melaksanakan kegiatan Engineering International Conference, saya berharap kedepan bisa menjadi Keynote Speaker dalam acara tersebut.

Pada akhir pertemuan rombongan diberi cidera mata ‘Batik’ hasil karya mahasiswa FT. Changsu Shim PhD mengaku terkesan dengan batik karya mahasiswa yang menjadi ikon bangsa Indonesia.

Rombongan kemudian diajak berkeliling melihat langsung proses pembuatan batik dan hasil batik karya mahasiswa.

 

 


Penulis: Sihono Dibaca : 202 kali

UNNES Lakukan Exchange Students dengan Universitas di China dan Thailand

Jumat, 5 Oktober 2018 | 7:54 WIB


UNNES Lakukan Exchange Students  dengan Universitas di China dan Thailand

Sebanyak 28 mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Semarang (UNNES) didampingi Dekan Prof Tandiyo Rahayu berpamitan kepada Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman MHum mengikuti Program Exchange Students (pertukaran pelajar) ke Thailand dan China.

Prof Tandiyo Rahayu melaporkan, ke-28 mahasiswa ini akan melakukan pertukaran pelajar di Thailand dan China selama satu bulan, dibagi menjadi empat angkatan.

Untuk ke Fujian Normal University akan diberangkatkan mulai 29 Oktober sampai dengan 29 November 2018 terdiri atas Aribah Tuffahati, Dyah Ayu Pramusanti, Ettania Agustina, dan Miranti Nur Angrahini.

Sedangkan untuk Mahasarakham University Thailand akan diberangkatkan 9 Oktober 2018 terdiri atas Afton Agata, Ebenezer Zilaban, Faiq Alfarobi, Doni Khairul Taradipa, Aprilia Dhara Chalista, Zusroton Ni’mah, Lidya Nathalia Patadung, dan R Alma Dwi Mayasari.
Kemudian yang ke Kasetsart University Thailand akan berangkat 8 November 2018 terdiri dari Dika Setya Pranama, Anaj Musa Athariq, Rizki Novenbri, Anisa Wahyu Hardini, Advina Mega Yohana Simamora, dan Almira Dianti.

Yang ke Srinakharinwirot University Thailand akan berangkat 1 November 2018 terdiri dari Nisavinea Dintuqatih, Siti Nadia Sarfah, Monita Mawar Saputri, Haida Nur Pratiwi, Irana Mery Alviana, Wahyu Padang Sari, Wiwi Widyastuti, Anggun Putri Indah Sari, Nurul Anggraeni, dan Dewi Rahma Putri.

Prof Fathur Rokhman saat melepas mahasiswa di FIK UNNES menyampaikan, program UNNES lakukan Exchange Students dengan Universitas di China dan Thailand seperti ini sangat bagus, karena antara UNNES dengan perguruan terkemuka di luar negeri dapat saling bertukar informasi dan pengalaman antar mahasiswa di kedua negara.

Ketika di Thailand maupun China akan mendapat pengalaman tersendiri yang tidak di dapat di Indonesia. Untuk itu perbedaan budaya, cuaca tidak menjadi soal karena dari perbedaan itulah yang menambah pengetahuan para mahasiswa yang selanjutnya dapat bertukar pengalaman dengan mahasiswa lain yang tidak mendapatkan kesempatan dalam program ini.

Rektor berpesan kepada mahasiswa peserta pertukaran pelajar bahwa kegiatan ini harus dimanfaat dengan baik, karena mahasiswa UNNES menjadi duta UNNES dan duta Indonesia di China maupun Thailand.


Penulis: Setyo Yuwono Dibaca : 292 kali

Siswa MAN Temanggung Ingin Kuliah di UNNES, Siapkan Diri Mulai Sekarang

Kamis, 4 Oktober 2018 | 11:30 WIB


Siswa MAN Temanggung Ingin Kuliah di UNNES, Siapkan Diri Mulai Sekarang

Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Semarang (UNNES) telah menorehkan beberapa prestasi yang luar biasa baik di tingkat nasional maupun Internasional.

Prestasi itu diantaranya kemarin bulan September lalu mahasiswa dan dosen baru pulang mengikuti kompetisi ChemCar Wettbewerb di Aachen, Jerman bersaing dengan berbagai negara.

Selain itu, juga Tim Pandawa FT membuat ‘Mobil Listrik Pandawa’ menjadi terfavorit di Shell Eco Maraton (SEM) di Okinawa, Jepang.

Hal itu disampaikan Wakil Dekan Bidang Akademik FT Dr I Made Sudana MPd IPM saat menerima kunjungan 200 siswa dan 7 guru dari MAN Temanggung, Senin (3/10/2018) di Dekanat FT kampus UNNES Sekaran Gunungpati.

Kemudian, kata I Made Sudana, juga membuat lagi ‘Mobil Hemat Energi Pandawa’ Tim Pandawa kembali menjadi salah satu perwakilan Indonesia untuk kelas Urban Consept berkompetisi ditingkat Asia (Shell Eco Marathon Asia 2018) Maret lalu di Changi, Singapura.

Tidak hanya itu, capaian prestasi sejumlah Program Studi yang ada di Lingkungan FT UNNES juga terakreditasi ‘Unggul’ (A).

I Made Sudana berharap, siswa MAN Temanggung nanti setelah lulus bisa menlanjutkan studinya ke UNNES, khususnya di FT, banyak mahasiswa UNNES yang diterima melalui prestasi hafidz Qur’an. Untuk itu persiapkan diri mulai sekarang supaya bisa masuk dan kuliah di UNNES.

Pada akhir kunjungan para siswa dan guru diajak berkeliling mengunjungi jurusan PKK dan Teknik Mesin sesuai permintaan masing-masing siswa didampingi oleh Ketua Jurusan.


Penulis: Sihono Dibaca : 200 kali

Besok, Dosen dan Karyawan Diwajibkan Mengenakan Busana Batik Nusantara

Senin, 1 Oktober 2018 | 20:24 WIB


Besok, Dosen dan Karyawan Diwajibkan Mengenakan Busana Batik Nusantara

Tanggal 2 Oktober yang ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional berawal dari penetapan batik oleh UNESCO, sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity).

Untuk memperingati hari Batik, Rektor Universitas Negeri Semarang (UNNES) Prof Dr Fathur Rokhman MHum, mengimbau dan mewajibkan Dosen dan Karyawan pada Selasa 2 Oktober 2018, untuk mengenakan busana Batik Nusantara.

Hal ini dimaksudkan, sebagai rasa syukur dan meletarikan warisan leluhur, bahwa batik telah diakui sebagai warisan budaya dunia oleh PBB yang membidangi pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan yaitu UNESCO. 

 


Penulis: Setyo Yuwono Dibaca : 220 kali

UNNES MoA dengan Saudi Electronic University tentang Pembelajaran Bahasa Arab Online

Senin, 1 Oktober 2018 | 14:21 WIB


UNNES MoA dengan Saudi Electronic University tentang Pembelajaran Bahasa Arab Online

Rektor Universitas Negeri Semarang (UNNES) Prof Dr Fathur Rokhman MHum diwakili Kepala Sub Bagian Kerjasama Bidang Luar Negeri melakukan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dengan Rektor Saudi Electronic University (SEU) Prof Dr Abdullah bin Abdul Aziz Al Mosa  bersama 45 perguruan tinggi dan lembaga lain di Indonesia tentang Program Pembelajaran Bahasa Arab Online dan Tes Standar Bahasa Arab, Jum’at (28/9/2018) di Universitas Negeri Malang (UM).

Rektor Universitas Elektronik Saudi Prof Dr Abdullah bin Abdulaziz Al-Mosa menyampaikan, penandatanganan naskah perjanjian kegiatan ini diinisiasi dan dikoordinasikan oIeh Pengurus Pusat Harian Ikatan Pengajar Bahasa Arab di Indonesia (IMLA) bekerjasama dengan UM sebagai tuan rumah.

Kami mencoba memberikan kemudahan belajar bahasa Arab Online didukung teknologi tinggi, dan tes standar bahasa Arab (TOAFL). Dengan pengembangan TOAFL, maka Bahasa Arab dapat memiliki alat ukur standar kemampuan berbahasa. Pembelajaran bahasa arab ini yang dirancang secara elektronik agar memberikan manfaat. Program ini telah diterapkan di beberapa negara antara lain di Eropa, Amerika, dan Asia.

Dipilihnya 45 Perguruan Tinggi yang kompeten ini, dikarenakan memiliki program studi/jurusan (pendidikan) bahasa Arab dan berminat menerapkan pembelajaran online.

Usai penandatanganan MoA, dilanjutkan pelatihan teknis akses dan pemanfaatan program dalam pembelajaran.


Penulis: Sihono Dibaca : 364 kali

UNNES Peringati Hari Kesaktian Pancasila

Senin, 1 Oktober 2018 | 9:11 WIB


UNNES Peringati Hari Kesaktian Pancasila

Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila digelar di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang (UNNES), Senin (1/10) bertempat di lapangan Fakultas Ilmu Sosial (FIS). Bertindak sebagai inspektur upacara, Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman MHum.

Sejatinya, upacara peringatan ini menjadi momentum khusus dalam memaknai Pancasila sebagai ideologi negara. Selain sebagai ideologi negara, Pancasila juga diyakini memiliki nilai-nilai dasar yang sakti sebagai pemersatu bangsa dan negara.

Dalam kegiatan yang dihadiri oleh jajaran pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa dari berbagai fakultas ini, juga memamerkan foto 10 pahlawan revolusi. Mereka adalah Jenderal Ahmad Yani, Letjen Suprapto, Letjen Haryono, Letjen Siswondo Parman, dan Mayjen Pandjaitan.

Selanjutnya, dalam deretan nama pahlawan tersebut, terdapat pula Mayjen Sutoyo Siswomiharjo, Kapten Pierre Tendean, AIP Karel Satsuit Tubun, Brigjen Katamso Darmokusumo, serta Kolonel Sugiono.

Dengan dikomandoi oleh sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gugus Latih Ilmu Sosial (GL-3) Pramuka Wijaya, penyelenggaraan upacara berlangsung dengan khidmat, sederhana, dan tertib.

Sebagai wujud nyata dan dukungan penuh terhadap Pancasila sebagai ideologi negara, UNNES akan terus mempertahankan Pendidikan Pancasila sebagai mata kuliah untuk mendukung pembangunan karakter mahasiswa. Di UNNES, Pendidikan Pancasila menjadi mata kuliah wajib bagi mahasiswa di seluruh fakultas dan program studi yang ada.

Berdasarkan pedoman penyelenggaraan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 2018 yang disusun oleh Kementerian Sekretariat Negara RI, upacara peringatan kali ini mengusung tema Pancasila sebagai Landasan Kerja Mencapai Prestasi Bangsa.

Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman MHum berharap, peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini menjadi momentum yang tepat untuk terus meningkatkan semangat kerja bersama yang berlandaskan Pancasila guna mewujudkan UNNES yang berwawasan konservasi dan bereputasi internasional.

Dwi Hermawan (Student Staff)


Penulis: Sihono Dibaca : 226 kali

PKMM-TP PIPS, Sarana Pelatihan Menumbuhkan Jiwa Kepemimpinan yang Kritis, Aktif, dan Berprestasi

Minggu, 30 September 2018 | 9:58 WIB


PKMM-TP PIPS, Sarana Pelatihan Menumbuhkan Jiwa Kepemimpinan yang Kritis, Aktif, dan Berprestasi

Kepemimpinan adalah seni memengaruhi orang lain untuk ikut serta dan terlibat sesuai dengan pemikiran kita. Hal tersebut sesuai dengan konsep tentang kepemimpinan bertumbuh yang diinisiasi oleh Rektor Universitas Negeri Semarang (UNNES) Prof Dr Fathur Rokhman MHum.

Demikianlah kata pembuka yang disampaikan oleh keynote speaker, Ajudan Rektor UNNES Rudi Salam MPd kepada mahasiswa baru PIPS 2018 yang sekaligus merupakan peserta Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen Mahasiswa Tingkat Prodi (PKMM-TP) Pendidikan IPS, Sabtu (29/9).

“Sesuai buku kepemimpinan bertumbuh karya Rektor UNNES, kepemimpinan bertumbuh itu bagaikan sebuah pohon yang menumbuhkan bibit kepemimpinan, memperkuat pohon kepemimpinan, dan merangkai jejaring kepemimpinan. Kedepan, pohon yang kuat menghadapi badai akan menyemai tunas kepemimpinan baru untuk kemajuan bangsa dan negara,” jelas Rudi dalam kegiatan yang bertempat di Gedung Dekanat Fakultas Teknik (FT) tersebut.

Saat ini, imbuh Dosen PIPS tersebut, kita tengah mengalami krisis kepemimpinan, maka melalui pelatihan seperti inilah peserta diharapkan mampu menjadi figur pemimpin dengan tauladan yang baik dan mampu memberi solusi bagi setiap permasalahan yang ada di masyarakat.

 

Menumbuhkan Jiwa Kepemimpinan 

Selain Rudi Salam MPd, PKMM-TP kali ini juga dihadiri oleh dosen program studi PIPS dan tiga narasumber lainnya. Mereka adalah Ilham Fatahilah (Ketua Hima Pendidikan IPS 2017), Elvan Ardi (Ketua DPM KM 2018) dan Dwi Hermawan (Mahasiswa Berprestasi I FIS 2018).

Wakil ketua Himpunan Mahasiswa (Hima) PIPS Syarifah Niken menjelaskan, pelatihan bertujuan untuk memberikan gambaran mahasiswa yang ideal kepada mahasiswa baru PIPS 2018.

“Kami mengusung tema Menumbuhkan Jiwa Kepemimpinan Mahasiswa Pendidikan IPS yang Kritis, Aktif, dan Berprestasi dalam PKMM-TP kali ini. Tentunya, setelah mengikuti pelatihan, mahasiswa diharapkan mampu mengaplikasikan ilmu yang telah disampaikan, baik oleh keynote speaker maupun pemateri,” harap mahasiswa PIPS angkatan tahun 2016 tersebut.

Kegiatan berjalan dengan sukses yang diikuti oleh antusiasme peserta pelatihan. Sebagai informasi, PKMM-TP tahun ini merupakan kegiatan kali kedua yang diinisiasi oleh Himpunan Mahasiswa (Hima) PIPS.

 

Dwi Hermawan (Student Staff)


Penulis: Lintang Hakim Dibaca : 428 kali

Duta Besar Kamboja Apresiasi Capaian UNNES

Jumat, 28 September 2018 | 13:55 WIB


Duta Besar Kamboja Apresiasi Capaian UNNES

Dalam era internasionalisasi penting bagi sebuah universitas mempersiapkan diri utamanya untuk bersaing dengan kampus-kampus lain di dunia. Universitas Negeri Semarang (UNNES) sendiri telah meletakan pondasi besar dalam menyambut persaingan internasional tersebut. Salah satu yang UNNES persiapkan adalah dengan membentuk kelas Internasional. Telah ada lebih dari sepuluh kelas Internasional yang menyebar di delapan fakultas dan Pascasarjana.

Selain itu, berbagai prestasi juga ditorehkan UNNES baik di level nasional maupun internasional, dan capaian tersebut perlu diketahui oleh khalayak lebih luas terutama negara-negara sahabat. 

Bertepatan dengan itu, UNNES mengirimkan Tim dalam Education Expo yang dilaksanakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Kamboja di Koh Pich Exebishion centre. Pameran tersebut merupakan program regular tahunan yang diselenggarakan KBRI. 

Duta besar RI untuk Kamboja Sudirman Haseng didampingi oleh Chhuon Dara, Secretary of State Ministry of Commerce of the Kingdom of Cambodia, Chhuon Dara saat mengunjungi both UNNES menyampaikan, “Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah bagi kampus-kampus Indonesia, agar dapat lebih dikenal oleh dunia, utamanya masyarakat di Kamboja”, katanya.

Ia juga mengapresiasi capaian UNNES dan berharap akan banyak mahasiswa Kamboja yang akan berkuliah di UNNES nantinya.

Benny Sumardiana selaku pimpinan rombongan menyampaikan, ini merupakan kesempatan besar bagi UNNES untuk mengepakan sayapnya, dan menerima sebanyak-banyaknya mahasiswa asing dari seluruh dunia, dan kamboja diharapkan menjadi salah satu bagiannya. 

Ditambahkan, “Kamboja merupakan salah satu negara target kita yang potensial di Asia Tenggara” katanya disela-sela Expo.

Dalam kesempatan ini, rombongan UNNES ke Kamboja beranggotakan lima orang, selain Benny Sumardiana dari Fakultas Hukum, bergabung pula Sonny ketua Pusat Studi Asean UNNES dan tiga mahasiswa kelas Internasional.


Penulis: Setyo Yuwono Dibaca : 297 kali

Rektor UNNES Prof Fathur: Secara Administrasi Putus, Silaturahim Tanpa Putus

Jumat, 28 September 2018 | 13:17 WIB


Rektor UNNES Prof Fathur: Secara Administrasi Putus, Silaturahim Tanpa Putus

Pensiun itu secara kedinasan administrasi memang sudah putus karena batas usia, namun hubungan kekeluargaan silaturahim dengan Universitas Negeri Semarang (UNNES) tidak ada putusnya.

Karena setelah pensiun secara otomatis menjadi anggota paguyuban pensiunan yang terwadahi di Paguyuban Wredatama UNNES yang dipimpin oleh Drs Zoedindarto Boedyhartono.

Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman MHum didampingi Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Dr Martono menyampaikan itu saat melepas empat warga UNNES pensiun terhitung mulai 1 Oktober 2018, Jumat (28/9/2018) di Rektorat kampus UNNES Sekaran Gunungpati.

Mereka yakni Prof Dr Tjetjep Rohendi Rohidi MA dosen Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Sarkun SPd (FIS), Bambang Marsanto (FIS), dan MurningsihSpd (FE).

Prof Fathur menjelaskan rata-rata Bapak/Ibu para pensiun ini sudah mengabdi selama 37 tahun lebih, bahkan ada yang 39 tahun lebih dalam keadan sehat dan bugar. Ini menunjukkan pengabdian yang luar biasa kepada UNNES dan negara.

Untuk itu, saya atas nama lembaga dan pribadi mengucapkan banyak terima kasih atas pengabdiannya yang telah membesarkan UNNES ini dan mohon maaf atas segala kekurangannya dalam melayani Bapak/Ibu semua, kata Prof Fathur.

Ketua paguyuban Wredatama UNNES Drs Zoedindarto Boedyhartono mengucapkan selamat bergabung dipaguyuban Wredatama UNNES, sampai saat ini anggota paguyuban Wredatama sekitar 800 orang. Paling tidak ada dua pertemuan besar dengan lembaga yaitu dalam rangka Dies Natalis dan halal bihalal  bersama unsur pimpinan UNNES.


Penulis: Sihono Dibaca : 448 kali

Tracer Study Indikator Penting Pemetaan Track Karir Alumni

Jumat, 28 September 2018 | 9:24 WIB


Tracer Study Indikator Penting Pemetaan Track Karir Alumni

Diskusi antara tim Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan (BELMAWA) Kemenristek Dikti bersama Pusat Karir dan Konseling MKU/MKDK LP3 mengangkat isue-isue mutahir berkenaan dengan relevansi atau kebermanfaatan luusan di Dunia Kerja dan Dunia Industri (DUDI) serta masyarakat, pemantauan masa tunggu para alumni memasuki jenjang karir pasca kelulusan setelah lulus 2 tahun dari saat mereka diwisuda. 

Mereka menyoroti persoalan keberkerjaan merupakan hal yang cukup krusial di tengah-tengah minimnya ketersediaan lapangan kerja bagi lulusan pendidikan tinggi, gap kebergayutan antara bidang study (kompetensi) dengan dunia kerja, serta tantangan  para lulusan perguruan tinggi nasional berkomepitisi dengan lulusan negara-negara lain. Demikian benang merah dari diskusi terfokus yang berlangsung pada hari Kamis, 27 September 2018 di Ruang Pusat Karir Gedung Prof. Satmoko Kampus UNNES Semarang.

Tim dari Ditjen Belmawa yang diwakili oleh Karnadi dan Ade Irmanto menegaskan perlunya penguatan Pusat Karir dan Bidang Kemahasiswaan menyiapkan sedini mengkin perencanaan karir para mahasiswa sehingga pada ahirnya ketika mereka lulus peluang kerja lebih mudah diraih. Melalui study cohort dari suatu tracer study tidak dapat dipungkiri bahwa kesuksesan lulusan perguruan tinggi terbukti lebih bisa terbuka pada lulusan yang sejak awal telah mempersiapkan dan merencanakan karir secara matang dan terukur.

Ia beharap bahwa perguruan tinggi dalam skala nasional lebih mencermati dinamika tuntutan dunia kerja di era industri 4.0 yang semakin kuat dengan upaya  penyiapan lulusan yang lebih berkualitas.

Sementara Kepala Pusat Karir dan Konseling MKU/MKDK LP3 UNNES, Dr Eko Supraptono MPd memaparkan sejumlah program layanan pusatnya yang berorientasi pada keterampilan Soft Skill dan karakter yang pada ahir-ahir ini menjadi perhatian para pelaku Dunia Usaha dan Indurti dalam merekrut calon karyawan. Para pelaku usaha lebih cenderung mengunggulkan calon karyawan dengan soft skill dan karakter yang baik. 

Dengan dukungan program RWAP USAID, ia menggarisbawahi bahwa program yang digelar memberi nilai tambah bagi mahasiswa UNNES, lebih siap memasuki jenjang karir masa depannya, khususnya bagi mahasiswa BIDIKMISI. Kapus Karir menambahkan bahwa dengan kolaborasi pelbagai kalangan  dari lingkungan regional maupun internasional, ia bertekad  pusat karir dibawah kepemimpinannya  menjadi center of excellent  di Indonesia.

Staf Ahli Wakil Rektor Bidang 3, Dr Parmin menambahkan, bahwa UNNES sedang membangun System Teknologi Informasi dan komunikasi yang diarahkan untuk menjaring data lulusan selama periode tertentu yang terkait dengan masa tunggu kerja, linieritas kebekerjaan dan sebaran kebekerjaan lulusan pada pelbagai bidang, baik di instansi negeri maupun swasta serta dunia enterprener. 

Parmin berharap bahwa Direktorat Belmawa dapat memberikan dukungan anggaran yang lebih memadai dalam mendukung program tracer study maupun penguatan pusat karir, sehingga program penguatan alumni menjadi best practice yang menjadi rujukan. Turut hadir dalam kesempatan diskusi terbatas tersebut antara lain Kabag Kemahasiswaan, Kasubag bidang 3, serta para Tim Akademik Pusat Karir LP3, tim IT, dan para tutor sebaya/ peer counselor.


Penulis: Setyo Yuwono Dibaca : 268 kali

Tak Terlaksana di KKN, Program Kerja Teknologi Tepat Guna Bisa Didanai LP2M

Kamis, 27 September 2018 | 17:46 WIB


Tak Terlaksana di KKN, Program Kerja Teknologi Tepat Guna Bisa Didanai LP2M

Jika ada program kerja yang tidak dapat terlaksana karena terkendala pembiayaan, silahkan dikomunikasikan dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Selanjutnya akan disampaikan kepada Pusat Pengembangan KKN LP2M.

Hal tersebutlah, yang disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Dr S Martono MSi saat memberikan arahan kepada 3.353 Mahasiswa KKN Tahap II pada Kamis (27/9), bertempat di Lapangan Rektorat Kampus Sekaran Universitas Negeri Semarang (UNNES).

“Program kerja yang sekiranya tidak dapat dilaksanakan karena terbentur pembiayaan, coba disampaikan kepada DPL dan LP2M. Nantinya akan diakomodasi oleh universitas melalui sebuah program pengabdian,” jelas Dr Martono.

Terlebih, imbuhnya, jika program kerja tersebut berkaitan dengan teknologi tepat guna. UNNES siap membantu pembiayaan hingga pelaksanaan program. Tentunya, program kerja haruslah yang mengakomodasi kepentingan dan kebutuhan masyarakat luas.

Selain itu, Ia juga mengimbau, saat pelaksanaan KKN, mahasiswa dapat menjaga nama baik UNNES dan membantu memperdayakan masyarakat dengan serius agar masyarakat merasakan nilai dan manfaat dari KKN.

Dalam laporannya, Kepala Pusat Pengembangan KKN UNNES Dr M Burhan Rubai Wijaya MPd menjelaskan, KKN tahap II tahun 2018 ini terbagi atas KKN Lokasi, KKN Alternatif, dan KKN Mandiri yang bertempat di Pulau Komodo dan Gunungkidul.

“Mahasiswa KKN Lokasi diterjunkan di lima kabupaten yakni Kabupaten Demak, Kabupaten Magelang, Kabupaten Batang, Kabupaten Pekalongan, dan Kabupaten Tegal. Sementara KKN Alternatif akan diterjunkan di Kota Semarang, Kabupaten Semarang, dan Kabupaten Kendal,” jelas Burhan.

Dengan didampingi oleh 172 DPL, KKN UNNES kali ini mengusung tema “Pengembangan dan Penguatan Desa melalui Pemberdayaan Masyarakat Menuju Desa Mandiri”.

“Dari total 6.818 mahasiswa UNNES angkatan tahun 2015, baru 5.496 mahasiswa yang mengikuti KKN. Sehingga terdapat 415 mahasiswa yang belum mengambil mata kuliah KKN hingga semester tujuh ini,” papar Dosen Fakultas Teknik tersebut.

Kami, imbuhnya, akan memfasilitasi 415 mahasiswa tersebut untuk mengikuti KKN di semester genap atau awal tahun 2019 nantinya. Sehingga diharapkan tidak ada mahasiswa yang tidak mengambil mata kuliah wajib tersebut.

Dwi Hermawan (Student Staff)


Penulis: Lintang Hakim Dibaca : 343 kali

754 Guru Ikuti PPG dalam Jabatan

Kamis, 27 September 2018 | 14:09 WIB


754 Guru Ikuti PPG dalam Jabatan

Pusat PPG UNNES menggelar orientasi perkuliahan PPG dalam Jabatan Bidang Daring tahap 2 tahun 2018 di Gedung Prof Wuryanto Kampus Sekaran, Kamis (27/9).

Rektor mengatakan, Guru merupakan jabatan atau profesi yang membutuhkan keahlian khusus. Pekerjaan sebagai guru ini tidak bisa dilakukan oleh seseorang tanpa mempunyai keahlian sebagai guru. Untuk itu menjadi seorang guru profesional harus memiliki empat kompetensi.

“Keempat kompetensi itu yakni kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional,” tambah Rektor.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pengembangan, Pendidikan dan Profesi (LP3) UNNES Dr Abdurahman mengatakan, Kegiatan ini diikuti sebanyak 754 peserta yang terbagi dalam beberapa bidang studi yakni Agribisnis Tanaman, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Jawa, BK, Pendidikan Ekonomi, PGSD, Kimia, Tata Boga, Matematika, PJKR, Sejarah Indonesia, Seni Budaya, Tata Busana, Teknik Energi Terbarukan. Para peseta juga berasal dari 9 Provinsi, Jateng, Yogyakarta, Kalimantan Barat, Riau, Sulesawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan NTT.

 


Penulis: Lintang Hakim Dibaca : 222 kali

UNNES Kirim 13 Mahasiswa Internship di Malaysia

Rabu, 26 September 2018 | 15:12 WIB


UNNES Kirim 13 Mahasiswa Internship di Malaysia

Sebanyak tiga belas mahasiswa Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Negeri Semarang (FE UNNES) yang akan melakukan Praktik Kerja Lapangan (PKL) Internasional di Malaysia dilepas oleh Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman MHum didampingi Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerjasama Prof  Sukestiyarno, Dekan FE Drs Heri Yanto MBA PhD, dan Ketua Gugus PKL Dr Muhammad Khafid SPd MSi, Rabu (26/9).

Dalam acara yang berlangsung di Gedung Rektorat UNNES Sekaran Gunungpati ini dijelaskan mahasiswa akan melakukan PKL mulai 1 Oktober sampai 30 November dan dibagi menjadi dua lokasi, yakni di  Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Malaysia dan Institute Business of Excellence Universiti Teknologi Mara Selangor Malaysia.

Prof Fathur Rokhman berpesan kepada para mahasiswa untuk selalu menjaga nama baik UNNES dan Indonesia. Promosikan hal-hal yang baik sehingga reputasi UNNES semakin dikenal di tingkat internasional. Ceritakanlah pengalaman yang kamu peroleh sehingga bisa menginspirasi mahasiswa UNNES yang lain.

 


Penulis: Sihono Dibaca : 394 kali

Rektor UNNES Prof Fathur: Minimal Satu Kali Sehari Kabarkan Prestasi UNNES

Rabu, 26 September 2018 | 12:47 WIB


Rektor UNNES Prof Fathur: Minimal Satu Kali Sehari Kabarkan Prestasi UNNES

Prestasi Universitas Negeri Semarang (UNNES) dari tahun ke tahun terus meningkat, untuk itu setiap warga UNNES minimal satu kali sehari mengabarkan prestasi yang diraih oleh UNNES maupun Fakultas baik itu lewat media sosial, WA grup, maupun secara langsung kepada sesama teman ketika bertemu.

Jika tidak bisa mengabarkan tentang prestasi UNNES, bisa juga mengabarkan satu kata misalnya alhamdulillah artikel ilmiahnya saya dimuat di index scopus, ikut seminar internasional, ikut tim kerjasama luar negeri, dan menjadi ketua inovasi terbarukan.

Rektor Prof Dr Fathur Rokhman MHum menyampaikan itu saat melakukan silaturahim di Fakultas Teknik (FT), Rabu (26/9/2018) di Dekanat FT kampus UNNES Sekaran Gunungpati.

Sebelumnya, hal yang sama juga disampaikan Prof Fathur  di Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) dan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP).

Hadir puluhan dosen, senat Fakultas, senat universitas perwalilan fakultas FT, dan pejabat terkait di lingkungan FT.

Prestasi FT juga sudah melanglang ditingkat nasional maupun internasional, diantaranya mobil serba guna untuk pedesaan,  mobil listrik Pandawa hemat energi, jumlah paten, dan artikel serta jurnal ilmiah terindex scopus.

Dengan cara mengabarkan prestasi seperti itu diharapkan bisa menginspirasi kepada warga UNNES yang lain. Selain itu UNNES juga semakin dikenal oleh masyarakat luas, apalagi sekarang ini informasi dan teknologi sudah canggih, dunia itu ada digenggaman kita hanya sentuhan satu jari bisa melihat berbagai negara.

 


Penulis: Sihono Dibaca : 276 kali

Peduli Permasalahan Hukum Yang Dihadapi Warga, PKBH UNNES Gelar Expo

Rabu, 26 September 2018 | 11:35 WIB


Peduli Permasalahan Hukum Yang Dihadapi Warga, PKBH UNNES Gelar Expo

Universitas Negeri Semarang (UNNES) melalui Pusat Kajian Bantuan Hukum  (PKBH) Fakultas Hukum mengadakan Expo Pemberian Bantuan Hukum di kelurahan Pakintelan Kecamatan Gunungpati Semarang.

Cahya Wulandari SH MHum sebagai ketua tim PKBH menyampaikan, kegiatan ini berkonsep sosialisasi dan penanganan hukum secara langsung. Pada kegiatan tersebut  PKBH membuat stand-stand untuk tiap perkara seperti pidana, perdata, ketenagakerjaan, pajak, tata usaha negra, dan pertanahan bagi masyarakat sekitar kecamatan Gunungpati, Jumat (21/9/2018).

Cahya Wulandari menjelaskan, kami  membawa sejumlah 8 pakar hukum di masing-masing perkara dan 20 mahasiswa yang bertugas untuk menjaring masyarakat yang kadang tidak begitu terbuka terhadap permasalahan hukum yang dihadapi.

Hadir  sejumlah masyarakat dari beberapa kelurahan di lingkungan kecamatan Gunungpati tampak antusia dengan segala permasalahan hukum yang mereka hadapi.

Beberapa diantaranya terdapat masalah yang dapat langsung diselesaikan, namun ada permasalahan juga yang akan dilakukan pendampingan langsung karena dimungkinkan akan berlanjut pada tahapan persidangan. Pendampingan akan langsung dikawal juga oleh beberapa alumni Fakultas Hukum yang telah berprofesi sebagai Advokat.

Kegiatan seperti ini rencananya akan dilakukan secara periodik dengan lokasi pelaksanaan yang terus berpindah. Expo Bantuan Hukum ini terselenggara sebagai bentuk kepedulian serta tanggung jawab UNNES terhadap masyarakat terutama masyarakat Gunungpati, dimana kampus UNNES berada.

Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman MHum menyampaikan, di era internasionalisasi yang digaungkan UNNES ini, kita harus tetap tidak boleh melupakan tempat dimana kita berpijak. UNNES tidak boleh menjadi menara gading, namun menjadi menara air yang manfaatnya harus secara langsung dirasakan oleh masyarakat.

Sementara itu Dekan Fakultas Hukum Dr Rodiyah menyampaikan, permasalahan hukum yang terdapat dalam masyarakat begitu banyak dan cukup komplek, kehadiran PKBH diantara masyarakat diharapkan menjadi solusi.

 


Penulis: Sihono Dibaca : 229 kali

Jurusan PKn UNNES Gelar Kuliah Umum Bersama Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah

Rabu, 26 September 2018 | 11:29 WIB


Jurusan PKn UNNES Gelar Kuliah Umum Bersama Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah

Harold Lasswell mengartikan politik sebagai who gets what, when, and how. Sedangkan Aristoteles berpandangan bahwa politik merupakan best possible system that could be reached.

Pengertian kedua filsuf tersebut memang benar adanya dalam setiap urusan politik, bagaimana setiap pihak yang berusaha mendapatkan kepentingannya dalam berpolitik.

Namun demikian, hal tersebut seringkali dilakukan dengan cara-cara yang kurang arif. Contohnya, praktik-praktik menjatuhkan lawan politik dengan cara-cara kotor pun telah menjadi populer dalam tahun politik 2014 lalu.

Menjelang tahun politik 2019, fenomena kebebasan yang kebablasan terlihat jelas ketika bagaimana dalam konteks pertarungan politik terlihat adanya upaya pembunuhan karakter diantara calon pasangan yang ada.

Bahkan muncul istilah “politisasi gosip”. Seperti halnya selebritis, para calon terpilih pun banyak digosipkan dalam infotainment maupun berita TV dengan isu- isu yang simpang siur dan tidak jelas kebenarannya.

Tentunya hal tersebut menimbulkan efek negatif khususnya berkenaan dengan kepercayaan publik terhadap praktik politik di negeri ini.

Hal tersebutlah yang menjadi latar belakang bagi Jurusan Politik dan Kewarganegaraan Universitas Negeri Semarang (UNNES) untuk menyelenggarakan kuliah umum bertema Mewujudkan Politik Santun dan Cerdas di Tahun Politik 2018 dan 2019 pada Rabu (26/9) bertempat di Gedung C7 Dekanat Fakultas Ilmu Sosial UNNES.

Ketua panitia pelaksana Erisandi Arditama SIP MA melaporkan, kegiatan diikuti oleh  mahasiswa baru Jurusan PKn UNNES.

“Acara ini merupakan acara tahunan untuk mahasiswa baru, dengan mengusung tema mewujudkan politik santun dan cerdas di tahun politik 2018 dan 2019,” jelas Sandi.

Melalui acara ini, lanjut Sandi, kita sebagai warga negara yang baik diharapkan mampu mewujudkan politik yang santun, cerdas, dan beretika pada pemilu serentak tahun 2019.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial UNNES Dr Moh Solehatul Mustofa MA mengapresiasi dan menyambut baik penyelenggaran kegiatan ini.

“Tema yan dipilih sangat bagus. Semoga mampu memberikan pendidikan politik bagi peserta kuliah umum kali ini. Semoga mahasiswa mampu menjadi bagian dari masyarakat untuk mewujudkan politik yang santun dan cerdas serta memiliki etika poltik yang baik,” harap Dekan sekaligus Dosen Jurusan Sosiologi dan Antropologi tersebut.

Kuliah umum yang diikuti oleh lebih dari 150 peserta ini, menghadirkan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Tengah Drs Joko Purnomo.

“Kekuasaan itu memang luar biasa, kursi penyelenggara itu memang luar biasa. Pemilu sebagai metode mengkonversikan suara menjadi kursi. Kekuatan kursi tersebut luar biasa, oleh karena itu nilai-nilai yang harus ditetapkan di Indonesia adalah mengutamakan kepentingan umum, kesejahteraan rakyat, dan kedamaian negara,“ Jelas Joko kepada peserta kuliah.

Sejatinya, upaya mewujudkan politik santun dan cerdas di tahun politik 2018 dan 2019 menjadi tanggung jawab bersama.

Sekadar informasi, pada Pemilu Tahun 2019, KPU sebagai penyelenggara berharap angka partisipasi masyarakat mencapai 77,5 persen.

Untuk terpenuhinya angka tersebut, KPU sebagai leading sector pemilu, partai politik sebagai peserta, pemerintah dan stakeholder (termasuk perguruan tinggi) pun mendapat amanah untuk memberikan pendidikan politik santun dan cerdas kepada masyarakat.

Dwi Hermawan (Student Staff)


Penulis: Lintang Hakim Dibaca : 202 kali

Empat Guru asal Australia Belajar di UNNES

Selasa, 25 September 2018 | 11:57 WIB


Empat Guru asal Australia Belajar di UNNES

Universitas Negeri Semarang menerima kunjungan empat orang guru asal Queensland Australia pada Senin (24/9). Kunjungan tersebut merupakan realisasi dari program  pertukaran guru antara Indonesia dan Australia yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah.

Bertempat di Gedung H Rektorat UNNES, Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan dan Kerjasama Prof TL Sukestiyarno MS PhD menyambut hangat kedatangan empat guru tersebut yang didampingi oleh staf kurikulum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah.

“Sebagai univeritas yang berwawasan konservasi dan bereputasi internasional, UNNES siap mengemban amanah dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah untuk menjadi mitra dalam program pertukaran guru kali ini,” ungkap Prof Sukes.

Empat guru tersebut ialah Samanta Preston (Laims School of Distamce Education), Lisa Mc Mahon (Rollingstone State School), Teresa Sewll – Kasim (Brsibane Central State School), dan Warren Ruhle (Harniston State High School).

Mereka diagendakan akan mengikuti perkuliahan di UNNES selama 10 hari. Kepala urusan kurikulum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Ernest Septiyani menjelaskan keempat guru asal Queensland tersebut, akan mempelajari bahasa Indonesia dan kebudayaan setempat (Cross Cultural Understanding).

“Sebelum kembali ke negara asalnya, diagendakan, mereka akan diajak untuk mengunjungi Candi Prambanan dan Candi Borobudur,” ungkap Ernest.

Dwi Hermawan (Student Staff)


Penulis: Lintang Hakim Dibaca : 508 kali

54 Calon Menwa Ikuti Pradiksar

Selasa, 25 September 2018 | 11:49 WIB


54 Calon Menwa Ikuti Pradiksar

Sebanyak 54 calon Resimen Mahasiswa (Menwa) mengikuti Upacara Pembukaan Pra Pendidikan Dasar (Pradiksar) Keprajuritan Yudha XLII, Minggu (23/9/2018) di Dekanat Fakults Ilmu Sosial (FIS) kampus UNNES  Sekaran Gunungpati.

Komandan Batalyon Suto Wijoyo Wisnu Teguh Purnomo  menyampaikan, calon resimen tersebut terdiri atas 40 orang dari Universitas Negeri Semarang (UNNES) dan 14 orang dari Univesitas Ngudi Waluyo.

Koordinator UKM Minat dan Bakat Drs Kusmuriyanto MSi saat menjadi Inspektur Upacara berpesan kepada seluruh peserta upacara untuk selalu mengingat 4 Pilar Kebangsaan dan menerapkannnya di kehidupan sehari-hari sebagai bentuk bela negara dengan sepenuh hati.

Hadir pejabat UNNES, Muspika Muspida Jawa Tengah,  Alumni Menwa 902,  Menwa dari Universitas lain di Semarang, dan seluruh anggota Aktif Menwa 902 UNNES.

Selesai pembukaan kegiatan dilanjutkan penyampaian materi Kemenwaan oleh Aristyanto SSi (alumni Menwa UNNES), materi Bela Negara, dan Kepemimpinan oleh Peltu Mulyadi dari Koramil Gunungpati.


Penulis: Sihono Dibaca : 143 kali

Fakultas Teknik Gelar Servis Jimat Mobil Kerjasama Nasmoco

Selasa, 25 September 2018 | 10:51 WIB


Fakultas Teknik Gelar Servis Jimat Mobil Kerjasama Nasmoco

Himpunan Mahasiswa Profesi Teknik Mesin (Himpro) Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang (FT UNNES) menyelenggarakan Servis Jimat (Jitu dan Hemat) Mobil AutoCare With Nasmoco selama dua hari Selasa sampai Rabu (25-26/9/2018 di sebelah gedung Kewirausahaan (KWU) dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) kampus UNNES Sekaran Gunungpati.

Ketua Panita Feny Putri Mardianata menyampaikan, servis ‘Jimat’ mobil ini bekerjasama dengan Nasmoko Semarang dengan jumlah teknisi 20 orang terdiri atas 10 orang dari Teknik Mesin UNNES dan 10 orang dari Nasmoco. Sebelumnya teknisi ini telah ditraining di Nasmoco selama 1 minggu.

Feny menjelaskan service ‘Jimat’ mobil ini untuk semua jenis mobil walaupun bekerjasama dengan Nasmoko. Dan kegiatan ini memasuki tahun ke-4 yang dilaksanakan setiap tahun.

Pada pelaksanaan servis jimat mobil tahun pertama ada 40 mobil yang diservis, tahun kedua 50 mobil, tahun ketiga 39 mobil, dan tahun keempat ini (2018) yang mendaftar sudah 60 mobil, diharapkan bisa memenuhi target yakni 100 mobil, kata Feny.

Feny menambahkan, ada enam paket yang ditawarkan kepada pendaftar servis yakni cek 24 item, cek rem, cek rem+oli, engine tune up, engine tune up+oli, dan engine tune up+cek rem+oli.

Dekan FT UNNES Dr Nur Qudus MT saat membuka kegiatan menyampaikan, kegiatan servis jimat mobil ini merupakan pengabdian kepada masyarakat untuk mempraktekkan ilmu yang diperoleh selama kuliah. Selian itu, juga untuk meningkatkan jiwa kewirausahaan mahasiswa.


Penulis: Sihono Dibaca : 138 kali

50 Karya Seni Dosen Seni Rupa FBS UNNES Dipamerkan

Senin, 24 September 2018 | 14:27 WIB


50 Karya Seni Dosen Seni Rupa FBS UNNES Dipamerkan

Sebanyak 50 karya seni dari 20 dosen Jurusan Seni Rupa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang (FBS UNNES) dipamerkan di Galeri Seni Rupa gedung B9 FBS kampus Sekaran Gunungpati selama sepekan, Senin sampai Jumat (24-29/8).

Jenis karyanya meliputi Seni Lukis, Seni Gambar, Kriya, Desain, dan Fotografi. Diantaranya Arif Fiyanto SSn MSn dengan karya Teror Kehidupan Kaum Urban, Mujiono SPd MSn (Gejolak Asa), Nadia Sigi Prameswari SSn MSn (Macul Ben Ora Ucul Rejekine), Drs Purwanto MPd (Ritual Tradisi Sedekah Gunung Merapi), Dr Syakir Muharar MSn (Yang Super Jadi Monster), Dr TriyantoMA (Quran, Surat Al-Hujurat: 13), dan Rahina Nugrahani SSn MSn Playing With The Dino.

Ketua Jurusan Dr Syakir MSn melaporkan, melalui pameran Kanoman 2018 yang bertajuk “Image dan Imaji’ ini diharapkan mahasiswa mampu memiliki role model ideal melalui para pengajarnya. Dosen Jurusan Seni Rupa juga memiliki semangat dalam berkarya karena terwadahi, memiliki tanggungjawab selain tri dharma perguruan tinggi, dan memberikan dampak yang luas pada khalayak.

Drs Purwanto MPd mewakili Kurator lainya menyampaikan, tema yang diusung dalam pameran ini adalah Image dan Imaji. Image adalah citra tentang pribadi kami para dosen, dan Imaji dimaksud sebagai ungkapan citra bagaimana kami memanage potensi kreatif yang kami miliki dalam mengambil peran aktif membentuk dan membangun medan seni rupa melalui berkarya seni, menulis tentang seni, mendidik seni, dan berwawasan seni.

Harapannya dapat menjadi konstribusi bagi pengembangan kehidupan seni dan peradaban yang lebih tinggi.

Image dan Imaji menyuguhkan karya nyata sebagai bukti bahwa dosen seni rupa berkompetensi tak sekadar dapat bersifat kata tetapi menunjukkan bawa kami bisa. Saya, kami, dan kita yang hadir di sini semua berharap bahwa profil para dosen yang dibutuhkan saat ini adalah dosen yang tak sekadar bisa JARKONO (bisa ngajar ning ora bisa nglakoni).

Bukan itu yang dibutuhkan adalah dosen yang berintegritas mampu berdiri tegak karena dia berkualitas, mampu menjadi role model bagi mahasiswanya, mampu menginspirasi, mampu menjadi referensi, mampu mengedukasi, dan mampu mendorong bagi pencapaian kreativitas mahasiswa yang lebih tinggi.

Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman MHum saat membuka pameran menyampaikan, karya seni ini merupakan kreativitas para dosen seni rupa, diforum manapun kreativitas itu menduduki posisi yang tinggi, posisi yang terhormat. Orang kreatif itu dia sadar akan keberadaannya sebagai manusia yang ada dalam diolog kepada manusia lain, kepada alam semesta, dan kepada Tuhan sehingga kreativitas itu akan menganggkat derajat kemanusiaan, mengangkat derajat seni rupa, dan menganggat derajat FBS.

Untuk itu kami sangat meengapresiasi pameran ini sehingga bisa menjadi inspirasi kepada dosen yang lain dan mahasiswa.

“Dosen-dosen muda seni rupa luar biasa berani berkarya dan dipamerkan, sebab tidak semua dosen berani berkarya dan dipamerkan pada bidangnya masing-masing,” kata Prof Fathur.


Penulis: Sihono Dibaca : 297 kali

Ratna Purnasari Menjuarai Professional Sampoerna University Stock Competition

Senin, 24 September 2018 | 12:16 WIB


Ratna Purnasari Menjuarai Professional Sampoerna University Stock Competition

Ratna Purnasari Mahasiswa Akuntansi angkatan 2016 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang (FE UNNES) meraih juara pertama pada ajang bergengsi ‘Professional Sampoerna University Stock Competition 2018’ yang diselenggarakan oleh Universitas Sampoerna Jakarta.

Juara II Benedictus Cuncung dari Universitas Bunda Mulia, dan juara III dan Muhammad Anshari dari Universitas Widyatama, Minggu 9 September 2018 lalu.

Ratna menjelaskan, Professional Sampoerna University Stock Competition merupakan serangkaian kompetisi pasar modal tingkat nasional. Kompetisi ini bersifat individu yang mana terdiri atas beberapa babak.

Babak pertama yakni online trading competition yang dilaksanakan selama 4 minggu, dimulai 2 Juli sampai sampai 30 Juli 2018. Pada babak ini terpilih 10 finalis dengan gain tertinggi untuk mengikuti tahapan final di Universitas Sampoerna Jakarta.

Pada babak Online Trading  ini delegasi Ratna Purnasari peringkat 3. Kemudian, diundang menghadiri serangkaian final di Universitas Sampoerna 8 September 2018,  Seminar dan Winner Announcement (9 September) di Bursa Efek Indonesia.

Adapun penilaian pada babak final ini adalah 70%  dari nilai Online Trading  Competition, 15% nilai Paper analisis saham, dan 15% presentasi.

“Saya bersyukur meraih juara pertama”, pungkasnya.


Penulis: Sihono Dibaca : 263 kali

FE UNNES Upayakan Pengolahan Limbah Kertas Jadi Produk Kerajinan Tangan

Minggu, 23 September 2018 | 16:30 WIB


FE UNNES Upayakan Pengolahan Limbah Kertas Jadi Produk Kerajinan Tangan

Universitas Negeri Semarang (UNNES) sebagai Universitas konservasi memiliki tiga pilar utama dalam tata kelola kampus berbasis konservasi, salah satunya konservasi sumber daya alam (SDA) dan lingkungan.

Untuk mendukung hal tersebut Gugus konservasi Fakultas Ekonomi (FE) UNNES menyelenggarakan Workshop Pengolahan Limbah Kertas untuk Produk Kerajinan Tangan di kampus FE Sekaran, Sabtu (22/9).

Kegiatan yang diikuti 150 peserta ini menghadirkan Sri Ismiyati dari komunitas pengelolaan bank sampah masyarakat Kota Semarang. Pengelolaan limbah kertas bertujuan untuk mengurangi dan mengawasi produksi sampah dan limbah serta memperbaiki kondisi lingkungan di UNNES.

Pada pengelolaan limbah modern biasa disebut dengan 3R (Reuse, Reduce, Recycle). Manajemen pengelolaan limbah dalam workshop ini diutamakan pada Reuse (Pemanfaatan) dan Recycle (Daur Ulang). Daur ulang merupakan penggunaan kembali material atau barang yang sudah tidak digunakan menjadi produk lain. Dengan pemanfaatan dan daur  ulang limbah diharapkan dapat mengurangi jumlah limbah yang harus dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Worksop yang berlansung selama tiga jam ini diharapkan mencetak generasi yang mampu menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus kader konservasi dimasa datang.

NidaMR (Student Staff)


Penulis: Sihono Dibaca : 129 kali

Menristekdikti Resmikan Prototipe Produk Pengolahan Air Bersih CPPBT-PT 2018

Minggu, 23 September 2018 | 12:29 WIB


Menristekdikti Resmikan Prototipe Produk Pengolahan Air Bersih CPPBT-PT 2018

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Prof Mohamad Nasir didampingi Rektor Universitas Negeri Semarang (UNNES) Prof Fathur Rokhman meresmikan Prototipe produk Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT) Pengelolaan Air Bersih instalasi sumur dalam (deep well) berbasis teknologi sensor gamma ray well logging dan pengolahan air layak konsumsi reverse osmosis alkaline (ROA) di Kelurahan Bulusan, Kecamatan Tembalang, Semarang, Sabtu (22/9).

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) UNNES dipercaya untuk melaksanakan tugas tersebut melalui program CPPBT.

Prof Nasir mengatakan, air dari tanah akan langsung diolah dengan teknologi Reverse Osmosis Alkaline (ROA). Air yang dihasilkan nantinya memiliki kandungan pH lebih tinggi dari air mineral biasa, yakni mendekati pH 9. Kadar pH merupakan ukuran untuk menentukan asam atau basa-nya suatu larutan. Pada air kemasan biasa tingkat pH-nya antara 4 hingga 6, sedangkan air alkali produk CPPBT ini memiliki pH 8,3 sehingga akan lebih mudah diserap oleh tubuh.

“Air ini tidak hanya bisa digunakan untuk direbus atau mandi saja, tapi juga bisa diminum langsung karena sudah sesuai SNI dan Permenkes”, tambah Prof Nasir.

Sementara itu, Ketua Pelaksana program CPPBT LPPM UNNES Dr Suwito Eko Pramono MPd juga mengatakan bahwa teknologi jika tidak ada yang mengelola maka tidak akan berjalan dengan baik. Ini merupakan idenya Pak Menteri, kemudian dipercayakan ke LP2M, jadi kedepannya perlu kita kelola bersama agar tetap bermanfaat.


Penulis: Lintang Hakim Dibaca : 312 kali

HIMA Pendidikan IPS Peduli Taman Pendidikan Al Qur’an

Minggu, 23 September 2018 | 10:30 WIB


HIMA Pendidikan IPS Peduli Taman Pendidikan Al Qur’an

Himpunan Mahasiswa (Hima) Program Studi (Prodi) Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Semarang (UNNES) melaksanakan salah satu program kerja dari Departemen Advokasi Relasi dan Pengabdian Masyarakat yaitu Hima Pendidikan IPS Mengajar di Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ) AL-HIDAYAH Kota Semarang, Sabtu (22/9).

Kegiatan dibuka oleh Pembina Hima P. IPS Rudi Salam MPd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap dunia pendidikan khususnya pendidikan agama.

Kegiatan diikuti 100 peserta didik yang terdiri dari tingkatan jilid 1 hingga Al-Qur’an. Mereka sangat antusias dalam pembelajaran karena terdapat permainan, dongeng dan pembacaan do’a harian yang dikemas secara edukatif sehingga mampu menambah semangat anak-anak dalam belajar mengaji. Dalam acara itu pula diserahkan bantuan berupa alat tulis dari Hima P. IPS dan santunan dari Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman MHum kepada para santri.

Pengasuh TPQ KH Umar mengungkapkan rasa bangga atas perhatian mahasiswa kepada para santri serta mengucapkan terima kasih diiringi doa semoga Universitas Negeri Semarang semakin mendapat kepercayaan dari masyarakat.

Dwi Hermawan & Annisa Azizatul Imani (Student Staff)


Penulis: Lintang Hakim Dibaca : 178 kali

Korps Bela Negara UNNES Ikuti Seminar Nasional di Akmil

Sabtu, 22 September 2018 | 9:22 WIB


Korps Bela Negara UNNES Ikuti Seminar Nasional di Akmil

Dua puluh dua mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang tergabung dalam Korps Bela Negara mengikuti Seminar Nasional Bela Negara di Lembah Tidar Akademi Militer (Akmil) Magelang, Kamis (20/9).

Acara yang bertema “Mempersiapkan Generasi Muda dalam Membangun Peradaban Modern Guna Mendukung Pertahanan Negara” tersebut, diikuti para Taruna dari Akademi Militer, Akademi Angkatan Laut, Akademi Angkatan Udara, Akademi Kepolisian dan berbagai mahasiswa se-Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Hadir sebagai keynote speaker Letnan Jenderal TNI Tatang Sulaiman SSos MSi. Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad) itu menuturkan kunci kesuksesan generasi muda salah satunya dengan pendidikan karakter yang menghasilkan pengetahuan, keterampilan, dan karakteristik bangsa Indonesia.

Direktorat Jendral Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti Republik Indonesia (Dirjen Belmawa) Prof Intan Ahmad PhD menambahkan, pengembangan teknologi pertahanan dan keamanan merupakan upaya Menristekdikti mendukung pertahanan negara. Oleh karena itu penting untuk meningkatkan akses, relevansi, dan mutu pendidikan tinggi agar dihasilkan sumber daya manusia yang berkualitas.

Didampingi Pembina Himpunan Mahasiswa P.IPS Rudi Salam MPd berharap seminar nasional ini bisa menjadi motivasi untuk ditularkan kepada mahasiswa lain agar mengamalkan nilai-nilai dari kegiatan bela negara dalam kehidupan sehari-hari.

Seminar Nasional ini turut dihadiri Gubernur Akademi Militer Mayor Jenderal TNI Eka Wiharsa, Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gajah Mada (UGM) Prof Dr P.M Laksono MA, serta Ketua Program Studi S2/S3 Geografi UGM Dr Sri Rum Giarsih MSc.

(Nida MR & Abd. Aziz – Student Staff)


Penulis: Lintang Hakim Dibaca : 214 kali

UNNES Tambah Lapangan Bulu Tangkis Baru di Kampus Pegandan

Jumat, 21 September 2018 | 13:59 WIB


UNNES Tambah Lapangan Bulu Tangkis Baru di Kampus Pegandan

Wakil Rektor Bidang Akademik (WR I) Universitas Negeri Semarang (UNNES) Prof Rustono meresmikan lapangan olah raga bulu tangkis ditandai dengan pemotongan tumpeng di kampus UNNES Pegandan Jalan Menoreh Kelurahan, Jumat (21/9/2018).

Peresmian ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Prof Rustono, kemudian diserahkan kepada Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan Prof Tandiyo Rahayu.

Hadir Direktur Pascasarjana Prof Akhmad Slamet, Senat FIK, Dosen, Karyawan, dan Mahasiswa.

Prof Tandiyo Rahayu menyampaikan, lapangan pegandan ini merupakan situs bagi FIK UNNES karena sebelum menempati kampus UNNES Sekaran  FIK menggunakan lapangan pegandan. Dengan adanya lapangan bulu tangkis ini, maka akan memotivasi semangat dosen, mahasiswa, dan karyawan UNNES untuk memelihara kesehatannya melalui olah raga bulu tangkis.

Semantara itu, WR 2 Dr Martono menyampaikan, lapangan bulutangkis ini dibangun untuk dapat digunakan sebagai laboratorium bulutangkis bagi FIK UNNES karena berstandar nasional. Dengan dibangunnya lapangan baru ini diharapkan bisa menambah prestasi dan memunculkan bibit-bibit atlit bulutangkis baru. Ke depan UNNES juga akan membangun laboratorium olahraga yang lain, pungkas Dr Martono.


Penulis: Sihono Dibaca : 252 kali

Ini Pesan Ganjar Pranowo Ketua Dewan Penyantun kepada UNNES

Kamis, 20 September 2018 | 21:00 WIB


Ini Pesan Ganjar Pranowo Ketua Dewan Penyantun kepada UNNES

Beberapa pesan penting disampaikan oleh Ganjar Pranowo sebagai Gubernur Jateng sekaligus Ketua Dewan Penyantun Universitas Negeri Semarang (UNNES) kepada Pengelola UNNES. Pesan penting tersebut disampaikan beliau pada audiensi pimpinan UNNES dengan Gubernur Jawa Tengah pada tanggal 20 September 2018 di Rumah Dinas Gubernur Jawa Tengah Puri Gedeh Semarang.

Pesan yang pertama adalah pentingnya menjaga kondusivitas kampus pada masa-masa pesta demokrasi. Pesta demokrasi di berbagai level baik di tingkat nasional, regional maupun kampus tidak boleh menjadi alasan untuk bermusuhan. Sesama saudara sebangsa setanah air, UNNES harus mengajarkan kepada mahasiswa dan mengajak kepada para dosen untuk belajar melihat kebaikan dan kelebihan dari orang lain.

Saat ini demokrasi bangsa kita masih belum matang sehingga banyak pihak yang sibuk mengedepankan hal negatif lawan politik ketimbang mempromosikan kelebihan sendiri. UNNEs jangan sampai terjebak pada pola tersebut.

Pesan yang kedua terkait dengan prestasi bangsa utamanya di bidang olahraga. UNNES harus mampu menjadi produsen atlet terbanyak dan terbaik di Jawa Tengah dan bahkan di Indonesia. Dengan fasilitas dan sumber daya yang dimiliki UNNES, maka harus ada revolusi yang bisa dilakukan untuk meningkatkan prestasi atlet Jawa tengah.

UNNES juga diminta untuk berkontribusi untuk mewujudkan sistem informasi olah raga jawa tengah sehingga semua kompone keolahragaan dapat dimasukkan dalam sebuah Decision Support System (DSS).

Pak Ganjar berpesan “Olahraga membuat orang-orang yang berseberangan dapat berpelukan dalam kebanggaan dan patriotisme”
Rektor UNNES, Prof Dr Fathur Rokhman MHuk, menyambut baik pesan-pesan yang disampaikan oleh Pak Ganjar selaku ketua dewan penyantun UNNES.

Rektor menyatakan siap untuk mengawal atlet-atlet Jawa Tengah untuk berprestasi di tingkat internasional. Pada kesempatan audiensi ini Rektor juga menghadap bersama tiga mahasiswa UNNES yang mendapatkan medali di kejuaraan Asian Games 2018.

Mereka adalah Nining Purwaningsih (Mahasiswa Pendidikan Jasmani Kesehatan Rekreasi) memperoleh Medali Perunggu cabang Sepeda Gunung Putri (Donwhill), Puja Riyaya (Mahasiswa Mahasiswa Pendidikan Jasmani Kesehatan Rekreasi) memperoleh Medali Perunggu cabang Wushu Sanda Putra 70 Kg, dan Yusuf Widiyanto (Mahasiswa Mahasiswa Pendidikan Jasmani Kesehatan Rekreasi) memperoleh Medali Perunggu cabang Wushu Sanda Putra 56 Kg.

Mahasiswa berprestasi lain juga turut menghadap Bapak Gubernur yaitu: Muhammad Rokhil (Ketua BEM UNNES) dan Rizky Ajie Aprilianto (Penemu Dompet untuk Tuna Netra). Rektor UNNES juga menyatakan siap untuk menindaklanjuti kemungkinan didirikannya SMK Keolahragaan jika ditugasi oleh Bapak Gubernur.


Penulis: Setyo Yuwono Dibaca : 368 kali

Angkat Penelitian Kota Lama Semarang, Mahasiswa UNNES Juarai LKTI Nasional di Malang

Kamis, 20 September 2018 | 15:57 WIB


Angkat Penelitian Kota Lama Semarang, Mahasiswa UNNES Juarai LKTI Nasional di Malang

Penelitian yang dilakukan oleh tiga mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Semarang (UNNES) yakni Arfan Habibi program studi Ilmu Sejarah, Ratna Aprilia Pendidikan Sejarah, dan Zuhrotul Putri Mutfiana juga dari Pendidikan Sejarah meraih Juara III pada ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Nasional 2018 Tingkat Mahasiswa SI PTN/PTS Se-Indonesia yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sejarah, FIS, Universitas Negeri Malang (UM) pada hari minggu (16/9).

Juara I dimenangkan oleh Universitas Negeri Malang (UM), Juara II diraih oleh Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Juara III diraih oleh Universitas Negeri Semarang (UNNES).

Sementara untuk Juara Harapan I diraih oleh Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Harapan II diraih oleh Universitas Padjajaran (UNPAD).

Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional ini diikuti lebih dari 50 Tim PTN/PTS yang mengikuti. Pada babak ahir diundang 5 besar tim terbaik untuk mempresentasikan karyanya di Universitas Negeri Malang. 

Arfan Habibi dan Tim mempresentasikan penelitiannya dihadapan para dewan juri dengan judul LASERLOK (Lawatan Sejarah Lokal): Penerapan Konsep Konservasi Kesejarahan Berbasis Civil Society Sebagai Upaya Reinternalisasi Nilai-Nilai Lokal dan World Heritage di Kawasan Kota Lama Semarang.

Arfan Habibi menjelaskan, pembuatan karya ilmiah ini dilatarbelakangi hasil observasi penelitian di Kawasan Kota Lama Semarang mengenai kurangnya pemahaman pengunjung tentang arti penting Kota Lama Semarang.

Kawasan Kota Lama Semarang (Little Netherland) merupakan salah satu kawasan bersejarah yang menjadi bukti telah terjadinya kolonialisme di Indonesia. Namun, tidak sedikit bangunan yang mulai lapuk termakan usia. Padahal keberadaannya mengandung nilai penting bagi masyarakat.

Sehingga, melalui solusi alternatif yang digagas oleh Arfan Habibi dan timnya serta dibimbing oleh Tsabit Azinar Ahmad SPd MPd dari Jurusan Sejarah FIS UNNES melalui Lawatan Sejarah Lokal (LASERLOK) diharapkan mampu meningkatkan pemahaman nilai-nilai lokal dan mendukung Kawasan Kota Lama Semarang sebagai Warisan Dunia (Word Heritage).

Dwi Hermawan (Student Staff)


Penulis: Lintang Hakim Dibaca : 533 kali

SMK PL Tarcisius 1 Semarang Juarai Kompetisi Perkantoran

Kamis, 20 September 2018 | 10:22 WIB


SMK PL Tarcisius 1 Semarang Juarai Kompetisi Perkantoran

Administrasi adalah sekelompok orang yang saling bekerjasama dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Administrasi itu bermakna luas, bukan bermakna kecil tidak hanya sekadar mengecap atau mengetik surat saja. Tapi, ada juga peran memimpin, mengolah, mengetik, agendaris, pengarah, arsiparis, dan ekspeditur.

Atas dasar inilah, Jurusan Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Negeri Semarang (UNNES) menyelenggarakan ‘Kompetisi Perkantoran SMK Tingkat Nasional’ kata ketua panita Agung Kuswantoro SPd MPd, Rabu (19/9/2018) di Labolatorium Praktik Perkantoran FE kampus UNNES Sekaran Gunungpati.

Dekan FE Drs Heri Yanto MBA PhD saat membuka kompetisi mengatakan perkembangan administrasi perkantoran begitu pesat. Surat menyurat sudah dilakukan secara online. Kearsipan pun, saat ini membutuhkan penyimpanan secara elektronik. Sehingga, perlu ditangkap oleh pelaku administrasi.

Dewan juri dalam kompetensi ini Purwanto (Dosen UNY), Sularso Mulyono (pakar perkantoran), dan Ismiyati (dosen UNNES).

Kompetisi diikuti 12 peserta yaitu SMK Negeri 1 Demak, SMK Negeri 9 Semarang, SMK Negeri 1 Salatiga, SMK Negeri 2 Magelang, SMK YPE Sampang Cilacap, SMK Muhammadiyah 1 Ajibarang, SMK Negeri 1 Kendal (2 tim), SMK Hidayah Semarang, SMK Negeri 1 Bawang Banjarnegara, SMK PL Tarcisius 1 Semarang, dan SMK Negeri 1 Purwodadi.

Juara 1 dimenangkan oleh SMK PL Tarcisius 1 Semarang, Juara 2 SMK N 1 Salatiga, dan Juara 3 SMK Hidayah Semarang.
Sedangkan Juara Harapan 1 SMK N 2 Magelang, Juara Harapan 2 SMK N 1 Kendal (tim B), dan Juara Harapan 3 SMK N 1 Kendal (tim A).


Penulis: Sihono Dibaca : 251 kali

Tingkatkan Reputasi Internasional, UNNES Terima kunjungan dari The University of Auckland

Kamis, 20 September 2018 | 8:26 WIB


Tingkatkan Reputasi Internasional, UNNES Terima kunjungan dari The University of Auckland

Dalam rangka meraih predikat sebagai universitas bereputasi Internasional, seluruh elemen dari Universitas Negeri Semarang (UNNES) harus menambah jaringan dengan institusi Internasional. Mulai dari tingkat universitas, jurusan, hingga program studi yang ada.

Program kerja sama dilakukan oleh Bagian Kerjasama dengan mengadakan pertemuan serta penandatanganan Minutes of Meeting dengan University of Auckland yang ditandatangani oleh Dr Marek Tesar selaku Associate Dean International The University of Auckland dan Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerjasama Prof YL Sukestiyarno, Senin (17/09) di Rektorat Kampus UNNES Sekaran Gunungpati, Semarang.

Hadir Intan Permata Hapsari SPd MPd selaku Ketua Internasional Office UNNES, dan beberapa orang perwakilan dari delapan fakultas yang ada di UNNES.

Dr Marek Tesar menyampaikan, The University of Auckland merupakan universitas terbesar di Selandia Baru ingin melakukan kerjasama kepada UNNES.

Bidang kerjasama itu diantaranya joint-master program, master degree, undergraduate double degree, student mobility program (program pertukaran), visiting lecturer (kunjungan dosen), dan kolaborasi penelitian.


Penulis: Sihono Dibaca : 226 kali

TOMADEN Sentuhan Teknologi Informasi Toga di Patemon

Rabu, 19 September 2018 | 14:43 WIB


TOMADEN Sentuhan Teknologi Informasi Toga di Patemon

Kelurahan Patemon di kecamatan Gunungpati kota Semarang menetapkan diri sebagai kampung tematik wisata embung.

Dalam rangka mendukung program tersebut Tim LP2M UNNES terdiri dari  Dr Aditya Marianti MSi, Muhammad Abdullah MSc dan Octavianti Paramita MSc melaksanakan hibah KKN PPM dengan dana DRPM Kemenristekdikti yang melibatkan 27 orang mahasiswa dari berbagai program studi di UNNES.

Salah satu atraksi wisata yang dikembangkan mahasiswa KKN PPM UNNES di kelurahan Patemon adalah eduwisata  Taman Obat Keluarga (TOGA) yang terdapat di area kantor kelurahan Patemon.

Taman Toga ini menyajikan kurang lebih 25 jenis koleksi tanaman obat dari berbagai species. Antara lain Kumis kucing, cakar ayam, kelor, sirsak, sambung nyawa, jahe merah, jinten, kencur, kunyit, adas dan sebagainya.  
Untuk memberikan efek edukasi bagi pengunjung pada setiap tanaman obat diberikan papan nama tanaman obat yang memuat nama daerah tanaman obat.

Untuk mengetahui nama ilmiah dan manfaat tanaman obat tersebut dapat dilihat dengan memindai QR code yang terdapat di papan nama dengan menggunakan smartphone. Adapun aplikasi yang harus diunduh sebelum bisa memindai barkot bernama TOMADEN (TOGA Smart Garden).

Aplikasi dapat diunduh melalui http://bit.ly/tomaden kemudian di instal di smartphone. Aplikasi ini dikembangkan oleh mahasiswa KKN PPM UNNES prodi Ilmu Komputer. Aplikasi berbasis mobile ini diciptakan dengan menerapkan QR Code dalam mengidentifikasi informasi tanaman.  

Aplikasi TOMADEN ini merupakan inovasi baru sebagai pendukung desa wisata embung patemon. Aplikasi ini, dapat digunakan oleh wisatawan untuk memperoleh informasi lebih jauh tentang tanaman obat.


Penulis: Setyo Yuwono Dibaca : 279 kali

Sri Handayani Dipromosikan Wakil Dekan FT UNNES

Rabu, 19 September 2018 | 12:04 WIB


Sri Handayani Dipromosikan Wakil Dekan FT UNNES

Rektor Universitas Negeri Semarang (UNNES) Prof Dr Fathur Rokhman MHum melantik Dra Sri Handayani MPd menjadi Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan (WD II) Fakultas Teknik (FT) Antarwaktu, Rabu (19/9/2018) di rektorat kampus UNNES Sekaran Gunungpati.

Pada waktu yang bersamaan, Rektor juga melakukan mutasi Kepala Sub Bagian (Kasubbag) di lingkungan UNNES. Mereka yaitu Yuli Dewi Lestari SPd MM menjadi Kasubbag Umum dan Kepegawaian FIK, Nasikun SPd menjadi Kasubbag Umum dan KepegawaianFIS, dan Yohana Endang Trirahayu SPd menjadi Kasubbag Umum dan Kepegawaian Pascasarjana.

Prof Fathur  Rokhman saat memberi sambutan menyampaikan, pelantikan ini merupakan bagian penting untuk lebih menyehatkan organisasi, sebab organisasi UNNES sudah sehat. Organisasi yang sehat itu tentu mendapat kepercayaan baik dari masyarakat.

Prof Fathur juga menyampaikan ada beberapa aspek organisasi yang sehat  diantaranya sehat secara kognitif, afektif, dan psikomotorik.

Jabatan itu amanah untuk surga Allah. Oleh karena itu pejabat yang dilantik hari ini diharapkan bisa bekerja dengan lebih baik lagi.

 


Penulis: Sihono Dibaca : 505 kali

Diskusi Terfokus, Tim Pusat Bimbingan dan Konseling Unimal Aceh Kunjungi  UNNES

Rabu, 19 September 2018 | 8:26 WIB


Diskusi Terfokus, Tim Pusat Bimbingan dan Konseling Unimal Aceh Kunjungi  UNNES

Tim Pengelola Pusat   Bimbingan dan Konseling  Universitas Malikussaleh Aceh (Unimal),  mengadakan kunjungan ke Pusat Pengembangan Karir dan BK, MKU/MKDK LP3 UNNES, Senin (17/9/2018) di kampus UNNES Sekaran Gunungpati.

Mereka terdiri atas 3 orang dipimpin Dr Ir Jamidi diterima oleh  Sekertaris LP3 UNNES Dr Sugiyanto MSi.  Dalam sambutan penerimaan, disampaikan ucapan selamat datang dan  penghargaan serta mendukung  keinginan dan harapan tim  yang berniat saling bertukar pengalaman mengelola pusat layanan konseling. Sugiyanto juga mendukung rencana mereka  mengadakan workshop dengan mengundang fasilitator dari UNNES.

Rangkaian acara  kunjungan itu, selanjutnya saling tukar pengalaman berkenaan dengan pengelolaan Program Bimbingan Konseling. Dalam kesempatan itu,

Kepala Pusbang Karir dan BK, MKU/MKDK,  Eko Supraptono  didampingi oleh Staf Akademik dan para Tutor Sebaya menjelaskan bahwa pengelolaan program unggulannya diarahkan  pada pelayanan untuk pencapaian  Catur Sukses Mahasiswa, dan layanan pengentasan masalah non akademik mahasiswa.

Ia juga menambahkan, bahwa pusat layanan konseling memiliki  posisi yang strategis  dalam mendukung kebijakan lembaga dalam meningkatkan reputasi dan kepercayaan publik.

Anggauta tim, Nursan Junita, MA dan Nasruddin, SP lebih jauh meminta penjelasan strategi membangun komitmen seluruh elemen kampus, terutama para Dosen Wali sebagai garda terdepan dalam memberikan konseling awal terhadap klien mahasiswanya.

Diskusipun mengerucut pada upaya mendasar untuk mengeliminasi kendala dan kelemahan dalam membangun jaringan yang kokoh antara para pengelola ditingkat dosen wali, pengelola prodi dengan layanan program yang digelar oleh pusat konseling.

Ia berkeinginan belajar lebih jauh  dalam memanajemen pusatnya agar persoalan yang terkait dengan studi mahasiswa dapat tercapai tepat waktu, kompeten, berinegritas, dan berkarakter.

Ia berharap Pusat Karir dan Konseling UNNES bersedia menjadi mitra kerjasama yang saling menguatkan.

Pertemuan juga dilajutkan dengan menelaah perbagai instrumen yang selama ini digunakan oleh Pusat Konseling UNNES dalam melayani para mahasiswa dalam mengembangkan minat, bakat dan potensinya serta dalam mengeliminir adanya problem non akademik dan akademik yang diperkirakan akan mengganggu prestasi mahasiswa.

Pada penghujung acara, tim  memperoleh penjelasan dengan runtut dari para Tutor Sebaya yang selama ini telah bekerja keras mendukung suksesnya serangkaian program di pusat tersebut. Pada sesi ini, mereka terkesan akan komitmen, keihlasan dan kinerja para Tutor Sebaya yang sangat kompak mewujudkan tercapainya program secara optimal tanpa mengenal lelah dan selalu berdedikasi.


Penulis: Sihono Dibaca : 388 kali

Dosen dan Tendik Terima SK Kenaikan Pangkat

Selasa, 18 September 2018 | 16:23 WIB


Dosen dan Tendik Terima SK Kenaikan Pangkat

Rektor Universitas Negeri Semarang Prof Fathur Rokhman MHum didampingi Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Dr Martono MSi menyerahkan Surat Keputusan kenaikan pangkat dan SK Pangkat pegawai di lingkungan UNNES, Selasa (18/9), di ruang Senat Gedung H Kampus Sekaran Gunungpati.

Biro Umum Hukum dan Kepegawaian (BUHK) UNNES menyerahkan 39 SK Jabatan dan SK Pangkat kepada dosen dan 42 SK Kenaikan Pangkat kepada tendik.

Rektor mengatakan ini merupakan sebuah kepercayaan dari pemerintah melalui UNNES kepada bapak ibu dalam mengemban pekerjaan, ini merupakan sebuah prestasi yang harus dipertahankan dan ditingkatkan.

Secara simbolis Rektor menyerahkan SK kepada Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Prof Tandiyo Rahayu dan Direktur Pascasarjana Prof Achmad Slamet MSi yang naik pangkat.

 

 

 


Penulis: Lintang Hakim Dibaca : 441 kali

Kepala BNPT Berikan Kuliah Umum untuk Mahasiswa PTN dan PTS Di Jawa Tengah

Selasa, 18 September 2018 | 15:21 WIB


Kepala BNPT Berikan Kuliah Umum untuk Mahasiswa PTN dan PTS Di Jawa Tengah

Kepala Badan Nasional Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Drs Suhardi Alius MH selalu konsen dalam membentengi para mahasiswa agar terhindar dari penyebaran paham-paham radikal negatif tersebut.

Dihadapan 8000 mahasiswa baru Universitas Negeri Semarang (UNNES) dan PTN, PTS lain di Jawa Tengah dengan tema “Pengembangan Karakter Bela Negara Mahasiswa Melalui Panangkalan Paham Radikalisme Di Kampus”, Sekaran (18/9).

Suhardi Alius menjelaskan bahwa kuliah umum ini sebagai upaya untuk mempersiapkan generasi muda dalam memimpin bangsa ini kedepan.

“Kita membantu semua Universitas, termasuk salah satunya UNNES, disinilah calon guru ditempa, bahkan para pemimpin-pemimpin nasional  juga lahir dari UNNES, untuk itu saya berikan pencerahan mahasiswa ini mengenai bagaimana mengidentifikasi, bagaimana menghindari hal-hal yang sifatnya negatif,” katanya.

Mantan Kapolda Jabar  itu meminta kepada para mahasiswa harus belajar untuk mencapai cita-cita untuk menjadi generasi penerus yang cemerlang dalam upaya  mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Saat membuka acara Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman MHum menyampaikan, UNNES sebagai universitas yang unggul selalu membentengi mahasiswanya dari paham-paham radikalisme salah satunya adalah dengan mengirim mahasiswa untuk melakukan latihan Bela Negara di Dodik Bela Negara Kodam IV Diponegoro Magelang.

Diharapkan, dengan Bela Negara yang ditanamkan kepada seluruh mahasiswa, sebagai bentuk revolusi mental, sekaligus membangun daya tangkal terhadap paham radikalisme dalam menghadapi kompleksitas berbagai ancaman.

Hadir dalam acara ini pimpinan PTN PTS Se-Jawa Tengah (UNDIP, Politeknik Negeri Semarang, Poltekes Semarang, Polimarin Semarang, Untidar, IAIN Surakarta, Politeknik Negeri Cilacap, ISI Surakarta, UNSOED, Poltekes Surakarta).


Penulis: Setyo Yuwono Dibaca : 228 kali

Masa Pendaftaran Konferensi Bahasa dan Sastra III Diperpanjang

Selasa, 18 September 2018 | 14:37 WIB


Masa Pendaftaran Konferensi Bahasa dan Sastra III Diperpanjang

Panitia Konferensi Bahasa dan Sastra III mengumumkan untuk memperpanjang masa pendaftaran bagi peserta dan pemakalah. Pendaftaran yang sedianya akan ditutup pada 17 September 2018 akan diperpanjang menjadi 27 September 2018.

“Kami masih membuka kesempatan bagi anggota masyarakat untuk berpartisipasi dalam acara ini,” kata Ketua Konferensi Bahasa dan Sastra III, Suseno WS.

Konferensi Bahasa dan Sastra (KBS) adalah acara tahunan yang diadakan Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang (Unnes).  Pada konferensi tersebut, para peneliti dan akademisi dari berbagai lembaga penelitian dan perguruan tinggi bertemu untuk membahas penelitian dan pemikiran aktual pada bidang bahasa dan sastra.

KBS tahun 2018 yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 16 Oktober 2018 menjadi spesial karena dihadiri oleh sejumlah narasumber istimewa.

Panitia memastikan, Peter Carey dari Trinity College, Inggris, akan hadir menjadi pembicara utama pada konferensi tersebut. Demikian juga profesor dari University of Leed, Inggris, Hywel Coleman, yang telah dipastikan akan hadir dalam acara tersebut.

Selain dua akademisi dari Inggris tersebut, pembicara utama lain dalam konferensi ini adalah profesor dari Universitas Negeri Malang (UM) Prof Dr Djoko Saryono dan Profesor sosiolinguistik Universitas Negeri Semarang, Prof. Dr. Fathur Rokhman.

Pendaftaran sebagai peserta dan pemakalah dapat dilakukan melalui Uki Hares Yulianti (0813 9294 4940) atau Zuliyanti (085 740 115 112). Adapun makalah dapat dikirim ke surel kbs@mail.unnes.ac.id.


Penulis: Rahmat Petuguran Dibaca : 197 kali

32 Dosen FIK Ikuti 4th ACPES

Senin, 17 September 2018 | 12:44 WIB


32 Dosen FIK Ikuti 4th ACPES

Sebanyak 32 dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang (UNNES)  mengikuti 4th Asean Conference on Physical Education & Sport (ACPES) 2018 pada tanggal 24-27 September 2018 di Hotel Tenera Bandar Baru Bangi Selangor Malaysia. Dalam kegiatan tersebut, dosen UNNES akan mengikuti oral presentation.

Saat berpamitan, Rektor UNNES Prof Fathur Rokhman MHum mengatakan, ini merupakan semangat dari pengembangan keilmuan Fakultas Ilmu Keolahragaan UNNES. Selama ini FIK UNNES terus menorehkan prestasi nasional dan Internasional, dan terus mengembangkan kerjasama, saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menginspirasi dosen yang lain.

Sementara itu, Dekan FIK Prof Tandiyo Rahayu mengatakan ACPES merupakan Konferensi untuk menyatukan akademisi, pendidik, dan praktisi untuk bertemu dan berdiskusi tentang isu-isu yang berkaitan dengan bidang ilmu olahraga dan untuk bertukar temuan penelitian dan minat penelitian dalam Ilmu Olahraga dan Pendidikan Jasmani. Fokus konferensi adalah pada penggunaan teknologi saat ini di bidang Ilmu Olahraga dan Pendidikan Jasmani.

 


Penulis: Lintang Hakim Dibaca : 269 kali

UNNES Peroleh Peringkat Pertama Satker Bidang Keuangan dari KPPN I Semarang

Senin, 17 September 2018 | 12:29 WIB


UNNES Peroleh Peringkat Pertama Satker Bidang Keuangan dari KPPN I Semarang

Universitas Negeri Semarang (UNNES) meraih Peringkat Pertama Kategori Satuan Kerja Terbaik Atas Ketepatan Waktu dan Keakuratan Data Laporan Saldo Rekening Semester I Tahun 2018.

Penghargaan diberikan langsung oleh Kepala KPPN 1 Semarang Widhia Arie Prajoga Wijata didampingi Kasi SMKI Dwi Supriyatno kepada Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman MHum, Senin (17/9/2018) di rektorat kampus UNNES Sekaran Gunungpati Semaran.

Widhia Arie Prajoga Wijata mengatakan, UNNES secara umum bagus dan memang lura biasa dalam laporan tepat waktu. Hal ini terbukti bahwa UNNES meraih peringkat pertama dari 144 satuan kerja (Satker).

Prof Fathur Rokhman mengucapkan terima kasih kepada pihak KPPN I Semarang, UNNES memperoleh peringkat Pertama pada tata kelola keuangan dari 144 satker.

Peraihan ini merupakan komitmen UNNES menjaga kampus Good Governance. Dalam tata kelola juga melibatkan audit internal, manajemen, dan ekternal. Komitmen UNNES yakni melayani pelayanan prima untuk semua.

Untuk itu mohon bimbingan dan arahan terus kepada KPPN I Semarang sehingga UNNES bisa mengelola keuangan dengan lebih baik lagi.

 


Penulis: Sihono Dibaca : 247 kali

Lima Mahasiswa UNNES Siap Berlaga di Malaysia

Jumat, 14 September 2018 | 15:28 WIB


Lima Mahasiswa UNNES Siap Berlaga di Malaysia

Rektor Universitas Negeri Semarang (UNNES) Prof Dr Fathur Rokhman MHum melepas lima mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) UNNES membela Indonesia pada ajang Sukan Malaysia-Indonesia (Sukmalindo) ke-11 tahun 2018 di Penang Malaysia, Jumat (14/9).

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FIK Dr Taufiq Hidayah MKes melaporkan, kelima mahasiswa UNNES yang mengikuti cabang olahraga “Petanque” Sukmalindo yakni Feiv Hidayat, Akhsanul Arfan Rahardianto, Ahmad Teguh Ramadhan, Soimah, dan Dias Ayu Asmarani SN akan bertanding mulai Senin – Kamis (24 – 27/9) mendatang.

Mereka akan bergabung dengan perguruan tinggi lain diantaranya Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Airlangga (UNAIR) dan Universitas Negeri Makassar untuk memperkuat Indonesia.

Rektor UNNES mengapresiasi dan mendukung para atlet UNNES dalam ajang yang digelar di Universiti Sains Malaysia. Prof Sosiolinguistik tersebut berharap para mahasiswa UNNES dapat meraih prestasi yang gemilang seperti pada Asian Games.

“Momentum seperti ini hendaknya dimanfaatkan dengan baik, tidak hanya berkompetisi tapi juga bersilaturahmi dengan sesama mahasiswa. Dengan begitu, UNNES akan memiliki tali persaudaraan yang kuat dengan perguruan tinggi lain,”tuturnya.

Olahraga Petanque merupakan olahraga tradisinal dari Perancis yang bertujuan melempar bola besi sedekat mungkin dengan bola kayu. Di Indonesia sendiri, olahraga ini termasuk baru dan sedang dikembangkan.

Iwang Noor S (Student Staff)


Penulis: Sihono Dibaca : 287 kali

Pererat Kerja Sama, UNNES Terima Kunjungan Dosen Slovakia

Jumat, 14 September 2018 | 14:19 WIB


Pererat Kerja Sama, UNNES Terima Kunjungan Dosen Slovakia

Rektor Universitas Negeri Semarang Prof Fathur Rokhman MHum menerima kunjungan Prof Branislav Pupala PhD dari Slovakia didampingi Kepala Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) di Ruang Rektor Gedung Rektorat, Jumat (14/9).

Prof Pupala mengemban misi untuk mengajar di Jurusan Pendidikan Non-formal dan PGPAUD Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) untuk kelas internasional. Selain itu beliau juga menawarkan program European Region Action Scheme for the Mobility of University Students (Erasmus Plus) yaitu program pertukaran mahasiswa di Uni Eropa.

Sebelumnya Prof Pupala kerap kali datang ke UNNES untuk mengisi seminar dan mengajar. Tahun lalu beliau mengajar sekitar tiga bulan, samapai akhirnya memutuskan kembali ke UNNES sejak bulan Agustus sampai Desember.

Prof Fathur menjelaskan UNNES senang dan bangga dengan kedatangan Prof Pupala. Program yang dibawakan juga menguntungkan, hal ini tentu menjadi salah satu langkah menuju tahun internasionalisasi UNNES. Kerjasama internasional semacam ini harus terus ditingkatkan agar UNNES semakin unggul.

 

NidaMR (Student Staff)


Penulis: Sihono Dibaca : 374 kali

Dosen Asing FH Berpamitan Setelah Menjalankan Tugas

Jumat, 14 September 2018 | 11:19 WIB


Dosen Asing FH Berpamitan Setelah Menjalankan Tugas

Jhong-Huang LL M dari Schol of Law, Cornel University, Amerika Serikat berpamitan kepada Rektor Universitas Negeri Semarang (UNNES) setelah menghabiskan satu bulan mengajar di kelas internasional Fakultas Hukum (FH), Rabu (12/9).

Selain mengajar di FH UNNES, pria asal Kota New York tersebut juga melakukan penyuluhan dan pengabdian bersama Klinik Hukum Ketenagakerjaan sektor perikanan di Brebes, Tegal dan Pemalang. Dirinya pun ikut andil dalam seminar tentang Isu Hukum dan HAM bagi buruh migrant di Taiwan mendampingi Klinik Hukum dan Advokasi HAM.

Lulusan hukum tersebut mengaku, dirinya senang mendalami dan mempelajari budaya hukum Indonesia yang tidak ditemukan di negara lain. Ia berharap penegakan hukum di Indonesia semakin ideal dan masyarakat lebih memahami mengenai hukum yang berlaku.

Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman MHum menjelaskan ini merupakan langkah awal yang membanggakan bagi UNNES menuju tahun internasionalisasi. Kedepan diharapkan para mahasiswa maupun dosen UNNES dapat diberangkatkan ke luar negeri sebagai bagian inovasi pembelajaran dan kerjasama.

 

NidaMR (Student Staff)


Penulis: Sihono Dibaca : 359 kali

Seminar Nasional Jurusan PKn UNNES, Hadirkan Pancasila Sebagai Pedoman di Era Disrupsi

Jumat, 14 September 2018 | 7:49 WIB


Seminar Nasional Jurusan PKn UNNES, Hadirkan Pancasila Sebagai Pedoman di Era Disrupsi

Pancasila sebagai dasar negara sebenarnya bisa dijadikan sebagai acuan dalam membentuk karakter warga negara Indonesia. Karena pengaruh globalisasi, karakter bangsa Indonesia semakin terkikis hingga budaya lokal terancam punah. Maka dibutuhkan kajian untuk menumbuhkan karakter dan kesadaran berbangsa dan bernegara demi menjaga keutuhan NKRI.

Jurusan Politik dan Kewarganegaraan (PKn) Universitas Negeri Semarang (UNNES) turut andil bagian dalam menjada keutuhan NKRI dengan menggelar Seminar Nasional dan Call for Papper bertema “Penguatan Integrasi Nasional di Era Disrupsi dalam Perspektif Pancasila”, Kamis (13/9).

Acara yang bertempat di Gedung C7 lantai 3 ini mengundang tiga pembicara utama. Mereka yaitu Yudi Latif PhD (akademisi dan penulis buku), Dr Arqom Kuswanjono MHum (Dosen Fakultas Filsafat Universitas Gajah Mada) dan Dr Eko Handoyo MSi (Dosen PKn UNNES). Setelah itu acara dilanjut seminar pararel yang diikuti 30 pemakalah dari berbagai perguruan tinggi seluruh Indonesia dan satu dari Malaysia.

Dalam seminar nasional tersebut disampaikan bahwa dalam penguatan integrasi nasional di era disrupsi terdapat banyak faktor penghambat contohnya, berkurangnya rasa menghargai kemajemukan dan meningkatnya intoleran antar umat beragama, sehingga hal ini menjadi tantangan untuk menghadirkan kembali Pancasila sebagai sumber kepribadian bangsa Indonesia. Untuk menjaga integrasi nasional di era disrupsi  dibutuhkan kehadiran Pancasila sebagai  titik temu, titik tumpu dan titik tuju untuk menjaga keutuhan NKRI.

 

Dwi Hermawan & NidaMR (Student Staff)


Penulis: Sihono Dibaca : 631 kali

Rektor UNNES Prof Fathur: Wisudawan Harus Bisa Manfaatkan Perubahan di Era Disrupsi

Kamis, 13 September 2018 | 11:13 WIB


Rektor UNNES Prof Fathur: Wisudawan Harus Bisa Manfaatkan Perubahan di Era Disrupsi

Dalam era disrupsi, perubahan tidak terjadi secara bertahap seperti orang meniti tangga. Perubahan pada era itu lebih menyerupai ledakan gunung berapi yang meluluhlantakkan ekosistem lama dan menggantinya dengan eksosistem baru yang sama sekali berbeda.

Institusi bisnis adalah “korban” yang terdampak paling cepat. Puluhan perusahaan besar yang mapan tumbang dalam waktu singkat akibat muncul pesaing baru yang tak terramalkan sebelumnya. Inovasi berkesinambungan tak cukup membuatnya selamat dari ledakan perubahan yang massif dan di luar dugaan itu.

Rektor Universitas Negeri Semarang (UNNES) menyampaikan itu saat memberi sambutan pada 1.518 wisudawan UNNES Periode III program sarjana sampai doktor, Rabu (12/9/2018) di Auditorium kampus UNNES Sekaran Gunungpati Semarang.

Hadir memberikan motivasi kepada wisudawan Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof Dr Ir Kadarsyah Suryadi DEA tentang revolusi industri 4.0.

Prof Fathur juga mengatakan, lembaga pemerintah seperti perguruan tinggi memang belum terkena dampak secara besar-besaran. Namun pelan tapi pasti, disrupsi juga mengancam eksistensi lembaga pemerintah. Bahkan dalam bentuk yang paling ekstrim, disrupsi juga akan mengancam eksistensi negara. Karena itulah, pepatah lama “berubah atau punah” benar-benar menemukan tajinya.

Dorongan agar perguruan tinggi berubah secara radikal sebenarnya telah muncul dari berbagai kalangan. Hampir setiap datang ke perguruan tinggi, Presiden Joko Widodo menyarankan agar perguruan tinggi membuka program studi baru yang spesifik.

Ia pernah mengusulkan program studi medsos, toko online, bahkan meme. Meski kerap disampaikan dengan gaya guyon, gagasan Presiden sebenarnya berangkat dari refleksi akademik yang mendalam. Dengan cara itu ia sedang mendorong perguruan tinggi lebih adaptif merespons perubahan. Bagi Presiden, perubahan dunia tak cukup lagi dihadapi dengan inovasi yang bertahap, tetapi harus dengan perubahan yang lebih radikal. Secara praktis, gagasan Presiden sangat relevan dengan kondisi masyarakat dunia saat ini.

Lembaga riset internasional Pricewaterhouse Coopers (PwC) pada Maret 2017 lalu sudah memprediksi disrupsi akan membuat 30 persen pekerjaan di Inggris hilang, sementara di AS mencapai 38 persen, di Jerman 35 persen, dan di Jepang 21 persen.

Meski belum diteliti secara khusus, Indonesia juga mengalami kekhawatiran yang sama. Berbagai profesi akan kehilangan relevansinya karena perubahan masyarakat yang begitu cepat.

Ketua Eksekutif Forum Ekonomi Dunia Klauss Schwab memberi gambaran lebih konkret. Perubahan yang muncul pada Revolusi Industri 4.0. ditandai dengan berkembangnya kecerdasan buatan, penerapan teknologi nano di berbagai bidang, dan rekayasa genetis.

Ketika tiga teknologi itu berhasil diaplikasikan, jutaan orang akan kehilangan pekerjaan. Adapun ilmu pengetahuan yang diperoleh di perguruan tinggi tidak lagi berguna karena kehilangan relevansinya.

Setiap perubahan pasti akan memberi peluang sekaligus tantangan bagi siapa saja. Ketika kita bisa menempatkan diri secara intensif ikut dalam pusaran dinamika perubahan itu, kita berpeluang besar berkontribusi dan memberikan peran dan sumbangan pemikiran yang bermanfaat bagi kemaslahatan umat manusia. Setidaknya kita dapat berpikir, meneliti, menganalisis dampak positif dan negatif bagi kehidupan manusia dengan menggunakan pisau analisis keilmuan kita.

UNNES dengan komitmen konservasi merancang lembaga ini untuk melakukan evolusi dengan integritas seluruh komponen menjadikan UNNES memberikan peran bukan hanya pada aras keilmuan melainkan juga nilai, kebudayaan, dan peradaban.

Anda semua adalah bagian yang tak terpisahkan dari keluarga besar UNNES di dalam naungan Rumah Ilmu Pengembang Peradaban Unggul. Kami berkomitmen untuk mendidik dan melayani mahasiswa UNNES di atas standar nasional pendidikan tinggi dan bahkan kami kembangkan terus hingga mencapai standar internasional. Harapannya, ke depan UNNES menjadi perguruan tinggi top di dunia. Cita-cita besar UNNES tersebut dapat segera dicapai berkat dukungan dari seluruh warga UNNES yang terkristalisasi dalam semangat kebersamaan, integritas, dan kerja nyata oleh keluarga besar UNNES.

Prof Fathur berpesan kepada wisudawan dengan berbekal Ipteks yang telah diperoleh selama kuliah di UNNES, Anda harus menampilkan diri sebagai pribadi yang berprestasi dan berkarakter. Dengan cara seperti itu, Saudara akan menempatkan diri Anda sebagai calon pemimpin bangsa pada masa mendatang yang makin cemerlang.

Sebab, makin cemerlang prestasi dan reputasi Saudara, prestasi dan reputasi UNNES-pun akan jaya. UNNES dan masyarakat menunggu kiprah Saudara semua. Kesuksesan Saudara adalah kesuksesan UNNES, dan sekaligus kesuksesan bangsa Indonesia.

Sebelumnya, Wakil Rektor Bidang Akademik Prof Rustono melaporkan upacara wisuda UNNES Periode III diikuti 1.518 orang terdiri atas 8 orang Doktor, 108 orang Magister, dan 1.402 orang Sarjana.

Predikat lulusan terbaik Asri Purwanti program studi (Prodi) Akuntansi, Sarjana (S1) dengan Index Prestasi Kumulatif (IPK) 3,95, Maya Chintia Prodi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Magister (S2) IPK 4,00 dan Muhammad Iqbal Birsyada Prodi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Doktor (S3) IPK 4,00.

 


Penulis: Sihono Dibaca : 271 kali

Dengan Berkursi Roda, Ibu Taridah Antar Anaknya Wisuda

Rabu, 12 September 2018 | 15:51 WIB


Dengan Berkursi Roda, Ibu Taridah Antar Anaknya Wisuda

Taridah  (60) berkaca-kaca begitu Rektor Universitas Negeri Semarang (UNNES) Prof Dr Fathur Rokhman MHum menyapa anaknya saat acara wisuda periode 3 tahun 2018. Ia teringat suaminya sudah meninggal yang tidak dapat melihat anaknya memakai toga.

Betapa tidak, Rabu (12/9) putra kesayangannya diwisuda, sedangkan ia hanya bisa melihat dikursi roda karena stroke yang sudah dideritanya semenjak 7 tahun yang lalu.

“Kulo mboten nyongko, Ajie anak kulo saget lulus kuliah, padahal kulo mboten gadah ragat. (Saya tidak menyangka Ajie dapat lulus kuliah, padahal saya tidak punya biaya),” katanya sambil meneteskan air mata menahan haru.

Namun di balik keharuan itu, Ibu Taridah pantas berbangga. Ajie, anak keenamnya, tidak hanya menyandang predikat mahasiswa Pendidikan Teknik Elektro UNNES. Ajie juga satu dari ribuan mahasiswa UNNES yang memperoleh Beasiswa Bidikmisi.

Prestasi

Kreativitas dan inovasi tak pernah hilang dari diri Ajie. Ia dari tiga mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang terdiri dari Rizky Ajie Aprilianto, Oky Putra Pamungkas, dan Nur Anita, telah berhasil menciptakan sebuah dompet pendeteksi uang yang diperuntukkan bagi penyadang difabel tunanetra.

Sebuah alat yang dinamai Idopu, atau Inovasi Dompet Pendeteksi Uang tersebut dilatarbelakangi oleh kepedulian mereka terhadap teman-teman tunanetra yang saat ini hanya menggunakan blind code pada uang untuk mengetahui nominal dan keasliannya.

Idopu mengantarkan Ajie mendapat medali perak pada Pimnas ke-31 di Universitas Negeri Yogyakarta.

Meski dari keluarga kurang mampu, Ajie berkali-kali membuktikan keunggulan dan prestasi dari dalam maupun luar negeri. Salah satunya ia berhasil meraih dua penghargaan PELTAC 2017, di Universiti Teknologi Malaysia (UTM).

Ia bercita-cita dapat melanjutkan belajar S2 dalam bidang energi masa depan dan setelah selesai akan mengabdikan diri di UNNES.

Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman MHum menyampaikan, saya bangga sebagai rektor mempunyai mahasiswa seperti Ajie, terkait dengan cita-cita Ajie saya akan memberikan rekomendasi dan mendukung usahanya untuk mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan belajar di S2 nanti.

 

Rektor ITB

Rektor Institute Teknologi Bandung (ITB) Prof Dr Ir Kadarsyah Suryadi DEA hadir untuk memberikan pidato inspiratif pada wisuda kali ini.

Ia menyampaikan, UNNES adalah kampus yang berprestasi, mahasiswanya juga harus mempunyai prestasi tinggi. Prestasi dapat dilakukan dengan belajar, tidak hanya berhenti di S1 lanjutkan terus sampai dengan S3.

“Karena dengan belajar kita mampu menghadapi revolusi industri 4.0. Revolusi industri 4.0 akan membuka kesempatan kerja yang lebih luas serta membangun pekerjaan manusia menjadi lebih cepat dan mudah”, katanya.

Rektor ITB melanjutkan, era revolusi industri 4.0 memberikan peluang dan tantangan baru bagi setiap negara agar bisa bertahan dalam persaingan global yang kompetitif. Indonesia termasuk menjadi negara yang siap hadapi revolusi industri 4.0.

Dalam kesempatan ini rector ITB mampu memukau para wisudawan dengan memainkan harmonika dengan judul You Raisee me Up.


Penulis: Setyo Yuwono Dibaca : 372 kali

8 Mahasiswa UNNES Berangkat ke Malaysia

Senin, 10 September 2018 | 22:03 WIB


8 Mahasiswa UNNES Berangkat ke Malaysia

Universitas Negeri Semarang (UNNES) kembali mengirim mahasiswanya ke luar negeri. Kali ini delapan mahasiswa Fakultas Teknik (FT) mengikuti program credit transfer di Universiti Malaysia Pahang (UMP) selama empat bulan tujuh belas hari, Senin (10/9).

Dalam acara yang bertempat di ruang 217 Gedung Rektorat itu, disampaikan bahwa mereka akan belajar sekaligus melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Untuk sistem sks disesuaikan dengan sks UNNES, maksimal mengambil 18 sks.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Prof YL Sukestiyarno MS PhD berpesan untuk menggunakan kesempatan ini sebaik-baiknya. Banyak-banyak bergaul serta belajar agar pulang membawa informasi dan pengetahuan untuk dibagi kepada mahasiswa lainnya.

“Tolong jaga nama baik UNNES, jangan berbuat yang aneh-aneh. Ceritakanlah tentang pelayanan prima dari UNNES sekaligus sebagai ajang promosi. Semangat, jangan takut,”ujarnya.

Untuk ikut mencicipi program credit transfer ini, para mahasiswa diseleksi lebih dulu di Jurusan Teknik Mesin. Setelah tersisa dua belas mahasiswa, disaring lagi sampai terpilihlah Bagas Wijaya, Dwi Prabowo, Zia Putra M, Reza Rizkiana, Elang Wahyu S, Moh Khairul Anam, Sandy Triyanto, dan Ryan Septiawan.

Mereka dijadwalkan terbang pada Rabu (12/9/18) dan kembali ke Indonesia pada Kamis (17/1/19) didampingi oleh Ketua Jurusan Teknik Mesin Rusiyanto SPd MT dan Ketua Gugus Kerja Sama FT Ir Agus Nugroho SPd MT IPP.

 

NidaMR (Student Staff)


Penulis: Setyo Yuwono Dibaca : 435 kali

Peduli Pendidikan Anak Usia Dini, Luluk Elyana Dapat Gelar Doktor

Senin, 10 September 2018 | 15:50 WIB


Peduli Pendidikan Anak Usia Dini, Luluk Elyana Dapat Gelar Doktor

Data dari Biro Pusat Statistik (BPS) dan Dinas Pendidikan Kota Semarang menunjukan kesadaran orang tua dalam memberkan stimulasi pendidikan pada usia pra Taman Kanak-Kanak (TK) sangat rendah. Mereka beranggapan hal itu hanya membuang biaya dan menghabiskan tenaga antarjemput. Kemelut permasalahan Pendidikan untuk Anak Usia Dini (PAUD) yang kompleks itulah, mengantarkan Luluk Elyana meraih gelar doktor Universitas Negeri Semarang (UNNES), Senin (11/9).

Riset untuk disertasi doktoral yang berjudul Model Good School Governance dalam Memediasi Kepemimpinan, Kemitraan Orang Tua, Kemitraan Pemilik terhadap Kinerja Pos PAUD ini telah dibedah pada sidang ujian promosi UNNES kampus Kelud.

Permasalahan utamanya terletak pada pelayanan penyelenggaraan pendidikan usia dini yang tidak merata. Sebagian besar jenjang usia 2-4 tahun belum mendapat layanan pendidikan usia dini yang bermutu dan merata. Padahal dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 31 ayat 1 menjamin warga negara mendapatkan pendidikan yang layak.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyebut UNNES sebagai perguruan tinggi yang baik di Jawa Tengah. Artinya UNNES harus mampu menhasilkan lulusan yang kritis dan peduli terhadap masalah-masalah sosial disekitarnya terutama di Jawa Tengah. Kedepan diharapkan lebih banyak lulusan-lulusan UNNES yang mengabdi di Jawa Tengah, sehingga pembangunan dan kualitas hidup masyarakat Jawa Tengah meningkat.

Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman MHum menjelaskan, Luluk Elyana adalah mahasiswa sangat peka dengan lingkungan, karena pendidikan anak usia dini sangat penting. Ia serius memperhatikan setiap komponen pendidikan anak usia dini, termasuk para pendidiknya agar mereka lebih bersemangat menyiapkan generasi masa depan.


Penulis: Setyo Yuwono Dibaca : 370 kali

Jurusan Bahasa dan Sastra Asing FBS UNNES Selenggarakan Seminar Nasional Pembelajaran Bahasa Asing di Era Digital

Senin, 10 September 2018 | 13:50 WIB


Jurusan Bahasa dan Sastra Asing FBS UNNES Selenggarakan Seminar Nasional Pembelajaran Bahasa Asing di Era Digital

Pengembangan pembelajaran bahasa asing menuntut pengajar untuk lebih kreatif dan inovatif terlebih di era digital saat ini. Untuk merealisasikan hal tersebut Jurusan Bahasa dan Satra Asing FBS UNNES menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema “Pembelajaran Bahasa Asing di Era Digital”.

Seminar diselenggarakan pada 6 September 2018 dengan mendatangkan 5 pakar di bidang pendidikan bahasa asing:  Dr. Joesana Tjahjani Tjhoa, M. Hum., Okamoto Taku, M.A., Dr. Nasaruddin, M.A., Yudil Chatim, SKM, M.Ed., dan Dr. Dedi Sutedi, M.A., M.Ed.

Seminar dengan diikuti 200 peserta, terdiri atas dosen, guru, dan mahasiswa dari berbagai universitas dan sekolah di Jawa. Seminar dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan FBS UNNES.

Kegiatan Seminar Nasional merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Jurusan Bahasa dan Sastra Asing FBS UNNES, dengan tujuan mengembangkan kreativitas dan inovasi pengajar dalam pembelajaran bahasa asing.

 


Penulis: Sihono Dibaca : 311 kali

Muhammad Rokhan Rashif Mahasiswa FH UNNES raih 2 Gelar pada Pemilihan Duta GenRe

Senin, 10 September 2018 | 13:16 WIB


Muhammad Rokhan Rashif Mahasiswa FH UNNES raih 2 Gelar pada Pemilihan Duta GenRe

Mahasiswa FH UNNES kelahiran Jepara Muhammad Rokhan Rashif meraih 2 gelar Juara dalam Pemilihan Duta GenRe Jawa Tengah Tahun 2018. 2 (dua) gelar yang didapat sekaligus sebagai Juara 2 Duta GenRe dan Juara Duta GenRe Tervaforit Jawa Tengah kategori Jalur Masyarakat.

Kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Kamis (6/9) di Hotel MG Suites Semarang diikuti sebanyak 35 peserta kabupaten/ kota se-Jawa Tengah dimana Per-kab/kota mengirimkan 4 delegasi terbaiknya.

Mengenai Duta GenRe sendiri, Duta Generasi Berencana (GenRe) adalah salah satu program BKKBN Provinsi Jawa Tengah yang menitikberatkan pada promosi pendewasaan usia perkawinan, penyediaan informasi kesehatan reproduksi seluar-luasnya melalui PIK remaja/mahasiswa, serta promosi perencanaan kehidupan berkeluarga yang dikemas dalam bentuk sosialisasi program remaja, dari, oleh dan untuk remaja.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Tri Sulistiyono SH MH mengucapkan selamat dan sukses atas 2 penghargaan yang diberikan kepada Muhammad Rokhan Rashif dalam Pemilihan Duta GenRe. Sulistiyono berharap semoga keberhasilan ini bisa membangkitkan mahasiswa FH yang lain untuk berprestasi baik di tingkat nasional maupun internasional.

“ Selamat dan sukses kepada Mas Muhammad Rokhan Rashif atas 2 penghargaan yang diberikan oleh BKKBN Provinsi Jawa Tengah dalam Pemilihan Duta GenRe, kabar baik ini tentunya memberikan reputasi yang baik bagi lembaga. Harapan saya, semoga keberhasilan ini bisa membangkitan mahasiswa FH yang lain untuk berprestasi baik ditingkat nasional maupaun internasional”, ujarnya.

 

 


Penulis: Sihono Dibaca : 231 kali

Kritisi Pemilu di Indonesia, FH UNNES Gelar Seminar Nasional

Jumat, 7 September 2018 | 17:10 WIB


Kritisi Pemilu di Indonesia, FH UNNES Gelar Seminar Nasional

Menjelang perhelatan pesta demokrasi 2019, Fakultas Hukum (FH) Universitas Negeri Semarang (UNNES) menyelenggarakan seminar nasional bertajuk “Diskursus Tindak Pidana Pemilu di Indonesia”, Kamis (6/9).

Dalam acara yang bertempat di Hotel Grasia Semarang menekankan tentang proses-proses pemilihan umum hingga lembaga-lembaga yang berperan didalamnya. Oleh karena itu didatangkan empat panelis untuk membahas permasalahan yang sering terjadi dalam pemilu.

Dosen sekaligus ahli hukum Universitas Indonesia (UI) Prof Dr Topo Santoso SH MH menyatakan hukum pidana dapat melindungi pemilu dari berbagai penyimpangan namun penerapan sanksi pidana harus dilakukan dengan hati-hati. Oleh karena itu, peranan para ahli pidana untuk para pembuat kebijakan dan penegak hukum sangat penting.

Sedangkan Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia Hasyim Asy’ari SH MSi PhD menjelaskan tentang kerangka hukum pemilu 2019 termasuk aspek-aspek dan tahapannya. Dosen FH Universitas Diponegoro ini menyoroti penanganan pelanggaran pemilu jika terbukti melakukan kecurangan dan tidak sesuai mekanisme yang ditetapkan.

Senada dengan itu, anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Jawa Tengah Fajar Saka mengatakan jika masyarakat yang mempunyai hak pilih menemukan dugaan pelanggaran pemilu dapat melaporkannya ke Bawaslu. Sebab hal ini merupakan tugas serta wewenang Bawaslu sesuai dengan Undang-Undang No.15 Tahun 2011 dan Undang-undang No.7 Tahun 2017. Dirinya juga menjelaskan tentang larangan-larangan kampanye dan politik uang disertai ancaman pidananya.

Sementara itu Dekan FH UNNES Dr Rodiyah Tangwun SPd SH MSi lebih mendebatkan UU No.7 Tahun 2017 dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) No.20 Tahun 2018 tentang mantan napi yang tidak diperbolehkan mencalonkan diri menjadi anggota legislatif dalam pemilu 2019. Dosen FH UNNES tersebut memberi solusi untuk pembuat kebiajakan harus meninjau dan segera membuat kebijakan serta meningkatkan pendidikan politik pada masyarakat.

Terakhir semua berharap pada Tuhan Yang Maha Esa agar semua warga negara Indonesia turut andil menyukseskan proses pemilu 2019 nanti.

(NidaMR & Abd Aziz – Student Staff)


Penulis: Sihono Dibaca : 208 kali

Dukung Pengembangan Penelitian, UNNES Gelar FGD

Jumat, 7 September 2018 | 17:06 WIB


Dukung Pengembangan Penelitian, UNNES Gelar FGD

Untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi, Universitas Negeri Semarang  (UNNES) menyelenggarakan Focus Grup Discussion (FGD) “Pengembangan Penelitian: Strategi dan Inovasi Dalam Rangka Peningkatan Pemeringkatan”  bersama Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti Prof Dr Ocky Karna Radjasa MSc, Jumat (7/9).

Dalam acara yang bertempat di Gedung Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Prof Ocky menyatakan ada beberapa masalah riset nasional, seperti sumber daya manusia, manajemen riset, kelembagaan riset dan anggaran riset. Dirinya menegaskan perlunya peningkatan jumlah penelitian agar peringkat perguruan tinggi Indonesia semakin meningkat, padahal Indonesia kaya akan laboratorium alam.

Sedangkan Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman MHum menjelaskan dari tahun 2016 nilai pemeringkatan UNNES selalu mengalami peningkatan. Selain itu UNNES memiliki banyak prestasi kinerja, diantaranya menjadi institusi dengan jurnal terbanyak terindeks di Sinta, Perguruan Tinggi Nasional Unggul dengan Akreditasi A, peringkat 4 kampus hijau dalam UI Greenmetric, serta 53% prodi UNNES Terakreditasi Unggul(A).

Kegiatan yang diikuti 300 dosen UNNES ini ditutup oleh Dr Suwito Eko Pramono MPd selaku Ketua LP2M UNNES.

 

NidaMR (Student Staff)


Penulis: Sihono Dibaca : 230 kali

Tingkatkan Tata Kelola Penataan Kampus, Universitas Udayana Kunjungi UNNES

Jumat, 7 September 2018 | 13:55 WIB


Tingkatkan Tata Kelola Penataan Kampus, Universitas Udayana Kunjungi UNNES

Dalam rangka peningkatan tata kelola penataan perwajahan ruang kampus dan peningkatan kerjasama Universitas Udayana Bali mengunjungi Universitas Negeri Semarang (UNNES), Jumat (7/9/2018) di kampus UNNES Sekaran Gunumngpati Semarang.

Rombongan terdiri atas 8 orang dipimpin oleh Wakil Rektor IV Prof Dr Ida Bagus Wyasa Putra SH MHum beranggotakan Ir Ida Gde Primayatna MErg (dosen Teknik), Ir Anak Agung Gde Djaja Bharuna S MT (dosen Teknik), IMade Agus Dharmadiatmika SP MT (dosen Pertanian).

Kemudian, I Wayan Sudiatmika, Ni Putu Sri Mahayani, Elysabeth Novia Rande (ketiganya staf kerjasama dan Humas), serta Made Nunik Sayani (Skretaris WR IV).

Mereka diterima oleh Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman MHum. Prof Fathur menyampaikan selamat datang di kampus UNNES, kampus berwawasan konservasi dan bereputasi internasional.

Prof Fathur juga mengatakan, Universitas Udayana sudah melakukan kerjasama dengan UNNES, untuk itu kunjungan ini merupakan implementasinya.

Setelah acara penerimaan, kemudian dilanjutkan dengan diskusi yang dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerjasama UNNES Prof YL Sukestiyarno.


Penulis: Sihono Dibaca : 256 kali

Tim Tennis IKA UNNES Siap Bertanding Di Kejuaraan Tennis Antar Alumni

Jumat, 7 September 2018 | 13:15 WIB


Tim Tennis IKA UNNES Siap Bertanding Di Kejuaraan Tennis Antar Alumni

Tim IKA UNNES hari ini, Jumat (7/9/2018) bertolak ke Yogyakarta untuk mengikuti kejuaraan Tennis Antar Alumni Perguruan Tinggi se-Indonesia 8-9 September 2018.

Saat berpamitan, Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman menyampaikan, pertandingan tennis antar alumni ini merupakan ajang menjaga hubungan baik dengan alumni perguruan tinggi lain dan juga membangun jaringan baru.

Selanjutnya Rektor berpesan, melalui ajang olahraga seperti ini jaga sportifitas dan diharapkan memunculkan gagasan untuk berbagai kerjasama antar pengurus alumni perguruan tinggi.

Ketua Umum DPP IKA UNNES Dr Drs Budiyanto SH MHum menjelaskan, tim tenis IKA UNNES ini bisa membawa nama harum IKA UNNES khususnya dan UNNES pada umumnya. Budiyanto juga memaparkan, kegiatan Kejuaraan Nasional Tenis antar Alumni Perguruan Tinggi se-Indonesia di UNY ini sebagai ajang silaturahmi, namun diharapkan kontingen Tenis IKA UNNES dapat meraih kemenangan paling tidak bisa bersanding dan bersaing dengan kontingen IKA yang lain.

Diharapkan acara ini bisa mengenalkan IKA UNNES ke tingkat Nasional dalam bidang Olah raga, setelah sebelumnya IKA UNNES aktif di Himpuni (perhimpunan IKA PTN Se Indonesia) sebagai anggota yang ke 32.


Penulis: Sihono Dibaca : 251 kali

UNNES Lepas Dua Dosen ke Arab Open University

Jumat, 7 September 2018 | 10:34 WIB


UNNES Lepas Dua Dosen ke Arab Open University

Dua dosen Universitas Negeri Semarang (UNNES) berangkat ke Kerajaan Saudi Arabia (KSA) dalam Visiting Professor Program di Arab Open University Jeddah selama satu semester untuk tahun akademik 2018/2019, Kamis (6/9).

Mereka yaitu, Prof Dr Abdurrachman Faridi MPd dari Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) akan mengajar Bahasa Inggris dan Farid Ahmadi SKom MKom PhD dari Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) akan mengajar Teknologi Informasi Komunikasi (TIK).

Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman MHum saat proses pelepasan berpesan untuk selalu menjaga nama baik UNNES maupun Indonesia. Saat berada di KSA ambillah ilmu dan pengalaman sebanyak mungkin, sehingga dapat diterapkan di UNNES.

Kegiatan ini merupakan hasil implementasi kerjasama Pascasarjana UNNES dengan Arab Open University yg hanya memiliki program Master dan Doktor.

Arab Open University merupakan perguruan tinggi yang diinisiasi oleh Pangeran Talal bin Abdulaziz Al Saud dan menerima mahasiswa dari semua ras, suku dan agama. Didirikan pada tahun 2002, universitas ini menggunakan Bahasa Inggris sebagai pengantar pembelajaran. Kegiatan ini sendiri merupakan hasil implementasi kerjasana Pascasarjana UNNES dengan Arab Open University.

(NidaMR & Abd. Aziz – Student Staff)


Penulis: Lintang Hakim Dibaca : 615 kali

Direktur Kemahasiswaan, Motivasi Mahasiswa UNNES Untuk Terus Berinovasi

Jumat, 7 September 2018 | 0:57 WIB


Direktur Kemahasiswaan, Motivasi Mahasiswa UNNES Untuk Terus Berinovasi

Perguruan tinggi harus siap menghadapi era disrupsi seperti saat ini dan harus berani melakukan terobosan dan menciptakan inovasi baru yang berbasis riset.

Hal itu disampaikan oleh Dr Didin Wahidin, Direktur Kemahasiswaan Kementerian Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi, Kamis (6/9) di Auditorium UNNES.

Dihadapan 1000 mahasiswa bidikmisi Direktur Kemahasiswaan memotifasi agar terus berprestasi, baik bidang akademik maupun non akademik.

“Negara yang besar harus mempunyai inovasi yang dihasilkan. Ini sangat penting untuk meningkatkan daya saing suatu bangsa di segala bidang”,katanya.

Ia meneruskan, kendala ekonomi bukan masalah untuk berprestasi, bidikmisi hadir untuk memutus rantai kemiskinan. Gunakan waktu sebaik mungkin dan teruslah berkarya.

Hal itu senada dengan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr Bambang BR, kalian patriot sejati penerus untuk masa depan bangsa.

“Saya mempunyai harapan besar terhadap mahasiswa UNNES untuk dapat mensejahterakan rakyat Indonesia melalui peran dan kontribusi di berbagai bidang, khususnya dibidang pendidikan”, pungkasnya.


Penulis: Setyo Yuwono Dibaca : 190 kali

Pusat Pengenbangan Karir UNNES Gelar Career Coach

Kamis, 6 September 2018 | 21:21 WIB


Pusat Pengenbangan Karir UNNES Gelar Career Coach

Pusat Pengembangan Karir dan Bimbingan Konseling, MKU dan MKDK Universitas Negeri Semarang (UNNES) menyelenggarakan Career Coach di Gedung Laboratorium Prof Satmoko (LP3) Kampus Sekaran, Kamis (6/9).

Diikuti mahasiswa Universitas Negeri Semarang, kegiatan training ini sendiri menggandeng Drs Edy Darmoyo Master Trainer TPC Corporation Semarang.

Edy mengatakan, Karir merupakan rentang perjalanan yang menggambarkan peluang dan tahap-tahap peningkatan kualitas hidup manusia. “Coaching ialah Proses komunikasi antara coach dan coache yang bertujuan membantu, mengarahkan, membimbing dan memandu coache agar mampu menemukan dan mengeluarkan kemampuan terbaiknya dalam menjawab sebuah tantangan, misal saat wawancara kerja”, katanya.

Edy menambahkan, sedangkan Career Coaching ialah Proses membantu, mengarahkan, membimbing dan memandu coache agar mampu menemukan dan mengeluarkan kemampuan terbaiknya dalam menjawab sebuah tantangan dan peluang karir.

Sementara itu, kepala Pusat Pengembangan Karir dan Bimbingan Konseling, MKU dan MKDK Dr H Eko Supraptono MPd mengatakan kegiatan ini dalam rangka meningkatkan kualitas calon lulusan UNNES agar siap dalam menghadapi tantangan di dunia kerja. Ia berharap, mahasiswa lulusan UNNES mendapatkan bekal ilmu dalam pelatihan ini.


Penulis: Lintang Hakim Dibaca : 225 kali

UNNES dan Indonesia Power Berdayakan Warga Tambakrejo

Kamis, 6 September 2018 | 14:41 WIB


UNNES dan Indonesia Power Berdayakan Warga Tambakrejo

Universitas Negeri Semarang (UNNES) bersama perusahaan Indonesia Power menyerahkan bantuan berupa oven dan alat presto kepada pengusaha bandeng presto di Kelurahan Tambakrejo, Gayamsari Semarang, Kamis (6/9).

Awalnya wilayah RT05/03 merupakan daerah langganan banjir rob. Setelah diadakan penyaluran bantuan oleh UNNES, wilayah ini berkembang menjadi kampung tematik bandeng. Suhartono selaku pemilik usaha “Putri Laut” mengatakan produktivitas perusahaan meningkat sehingga memperluas lapangan pekerjaan, imbasnya jumlah konsumen semakin membludak.

Bantuan senilai 25 juta diserahkan oleh Darmawan HS selaku SPS Keamanan & Humas Indonesia Power unit  Semarang. Dirinya berharap bantuan tersebut dimanfaatkan semaksimal mungkin sehingga pendapatan warga terus meningkat, karena inilah bukti kepedulian Indonesia Power kepada masyarakat.

Lurah Tambakrejo Zairin mengaku gembira daerahnya mendapat perhatian dari UNNES dan Indonesian Power.

“Saya senang kampung Tambakrejo dikembangkan dan warga bisa mempunyai pendapatan. Semoga UKM-UKM lain di Kelurahan Tambakrejo juga dapat bantuan,”tuturnya.

Pendamping Kampung Tematik UNNES Drs Sunyoto MSi menyampaikan UNNES akan selalu memberikan pendampingan teknis yang berkelanjutan.

“Kedepannya selain mendampingi kami juga mengembangkan alat-alat yang sudah ada, sehingga kebutuhan pasar tercukupi dengan sarana prasarana yang ada, serta berkualitas tinggi,”ujarnya.

NidaMR (Student Staff)


Penulis: Setyo Yuwono Dibaca : 171 kali

Perdalam Keilmuan, 27 Mahasiswa PGPAUD UNNES KKL ke Creative O Pre-school Singapura

Kamis, 6 September 2018 | 7:40 WIB


Perdalam Keilmuan, 27 Mahasiswa PGPAUD UNNES KKL ke Creative O Pre-school Singapura

Kuliah Kerja Lapangan (KKL) merupakan kegiatan yang dilakukan untuk memberikan pengalaman secara langsung kepada mahasiswa tentang bidang yang didalaminya di lingkup Universitas.

Sebanyak 27 mahasiswa Kelas Internasional Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang (UNNES) melaksanakan kegiatan KKL di Creative O Pre-school, Singapura dari tanggal 27 – 31 Agustus 2018.

Di lembaga tersebut mahasiswa melakukan observasi dan mencatat berbagai macam hal baru bagi mereka diantaranya suasana yang sangat mendukung pembelajaran baik itu dikelas ataupun di luar kelas.

Dipandu oleh kepala sekolah dan beberapa guru di sekolah tersebut, mahasiswa dijelaskan tentang proses, teknis, dan pelaksanaan pembelajaran yang biasa dilakukan di lembaga tersebut.

Dengan menggunakan pendekatan yang berbeda, mahasiswa memiliki pemahaman baru mengenai pentingnya menggunakan pendekatan-pendekatan yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan anak.

Secara tidak langsung, mahasiswa menganalisa perbedaan antara pembelajaran yang biasa dilakukan di Indonesia dan di Singapura.Hal ini membuka pikiran serta wacana mereka untuk dapat mengambil pembelajaran dari sekolah tersebut dalam kegiatan KKL ini.

selanjutnya, agar mahasiswa dapat menyerap dengan baik mengenai pembelajaran yang ada di Creative O Preschool, maka mahasiswa diminta untuk membuat laporan tentang kegiatan yang telah dilaksanakan secara berkelompok.

 

 


Penulis: Sihono Dibaca : 250 kali

Rektor Sambut Atlet Asian Games 2018 Dan Tim Pimnas

Rabu, 5 September 2018 | 17:09 WIB


Rektor Sambut Atlet Asian Games 2018 Dan Tim Pimnas

Usai berjuang di Asian Games Jakarta-Palembang 2018, atlet dari Universitas Negeri Semarang (UNNES) disambut oleh rektor Prof Dr Fathur Rokhman MHum, Selasa (5/9) di Kampus Sekaran.

Mereka adalah, Nining Porwoningsih (Mahasiswa PJKR UNNES) memperoleh Medali Perunggu cabang Sepeda Gunung Putri (Donwhill). Puja Riyaya (Mahasiswa PJKR UNNES) memperoleh Medali Perunggu cabang Wushu Sanda Putra 70 Kg. Yusuf Widiyanto  (Mahasiswa PJKR UNNES) memperoleh Medali Perunggu cabang Wushu Sanda Putra 56 Kg, Dini Mita Sari (Mahsiswa PJKR) memperoleh Medali Perunggu cabang Takraw.

Saat memberikan sambutan Rektor UNNES menyampaikan, keikutsertaan mahasiswa UNNES dalam Asian Games tentu saja melalui proses panjang dan pembinaan yang terprogram. Prestasi tim Asean Games UNNES ini makin melengkapi prestasi yang didapat sebelumnya.

Ia menjelaskan, di berbagai event nasional maupun internasional, atlet-atlet UNNES selalu bisa menunjukkan prestasi terbaiknya. Dan ini menunjukan UNNES semakin bereputasi dan mempunyai daya saing dikancah internasional.

Mewakili teman atlet yang lain Yusuf Widiyanto menyampaikan, apa yang saya capai pada Asian Games ini dapat menjadi motivasi kepada mahasiswa yang lain untuk berprestasi dan mempertahankan tradisi juara.

“Kami bersyukur telah mempersembahkan medali sekaligus mengharumkan nama UNNES yang melakukan pembinaan, pelatihan, hingga memfasilitasi kami selama ini”, katanya.

Dalam kesempatan ini tim Pimnas ke-31 UNNES juga hadir dalam kesempatan ini. Tim Pimnas UNNES menempati peringkat 10 dari 136 perguruan tinggi dengan memperoleh 3 medali emas dan 4 medali perunggu.

Melihat prestasi mahasiswa yang semakin menjulang wakil Rektor bidang Kemahasiswaan, Dr Bambang BR menyambut dengan bangga.

“Kami dari bidang kemahasiswaan akan terus melakukan pembinaan dan berharap semoga prestasi ini terus meningkat, selain itu kita juga harus menyiapkan pengganti apabila mereka sudah lulus”, pungkasnya.


Penulis: Setyo Yuwono Dibaca : 373 kali

Wartawan “Kedaulatan Rakyat” Itu Lulus Doktor

Rabu, 5 September 2018 | 8:10 WIB


Wartawan “Kedaulatan Rakyat” Itu Lulus Doktor

Wartawan Kedaulatan Rakyat Group Sugeng Irianto meraih gelar doktor Ilmu Pendidikan Bahasa (Inggris) dari Pascasarjana Universitas Negeri Semarang (UNNES) Jumat sore (31/08).

Dalam sidang ujian promosi doktor yang diketuai Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman MHum, Sekretaris Prof Dr Achmad Slamet MSi (Direktur Pascasarjana) dan Prof Dr Januarius Mujiyanto MHum (Kaprodi S3 Pendidikan Bahasa/penguji), penguji eksternal Prof Dr Suwandi MPd dan penguji internal Prof Dr Dwi Rukmini MPd promovendus berhasil mempertahankan disertasi berjudul “the Adoption of Fairclough and White Rose’s Concept of Critical Discourse Analysis in Appraising Articles on Negara Islam Indonesia in the Jakarta Post Headlines and Editorial”.

Saat menyampaikan paparan disertasinya Sugeng Irianto menjelaskan,  perlunya tindakan analisis kritis bagi seseorang saat membaca sebuah teks agar bisa mengetahui persis apa yang ada di balik teks tersebut. Termasuk tujuan teks dibuat, fitur fitur bahasa apa saja yang dipakai, ideologi yang diselipkan oleh penulis  lewat teks tersebut dan kecenderungan ke arah mana penulis/pembicara dan lain sebagainya.

Ia juga memaparkan, dengan ilmu critical discourse analisis atau kajian wacana kritis, pembaca/pendengar bisa memahami teks lebih mendalam, tidak hanya luarannya saja. Bagi guru atau dosen, lewat pengetahuan CDA pula mereka bisa memilih teks bahan ajar relatif lebih baik, lebih pas dan lebih cocok bagi para siswa atau mahasiswanya. Dan bagi siswa/mahasiswa atau masyarakat, lewat CDA mereka akan lebih berhati hati dalam membaca/mendengar sebuah teks serta tidak menerima begitu saja sebuah teks tanpa mengetahui dulu apa kira kira semua yang ada “di balik teks” tersebut”.

Promovendus dengan Promotor Prof Dr Sukarno MSi, co promotor Dr Djoko Sutopo MSi dan anggota promotor Prof Dr Mursid Saleh MA PhD dinyatakan lulus dengan IPK 3,97 dan tercatat sebagai doktor ke 398 yang dihasilkan UNNES serta doktor ke 75 lulusan S3 Pendidikan Bahasa Pasacasarjana UNNES.

Sugeng Irianto pernah tercatat sebagai penerima Hibah Disertasi Doktor dan mengiktui Sandwich Like Program di Ohio State University (OSU) Amerika.


Penulis: Setyo Yuwono Dibaca : 272 kali

2018, UNNES Terima 9 Mahasiswa Program Darmasiswa

Selasa, 4 September 2018 | 12:12 WIB


2018, UNNES Terima 9 Mahasiswa Program Darmasiswa

Jalinan kerjasama yang baik antara Universitas Negeri Semarang (UNNES) dengan Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri (BPKLN) Kementerian Pendidikan danKebudayaan RI terwujud dalam terlaksananya Program Darmasiswa setiap tahun. Tahun 2018 ini, UNNES menerima 9 (sembilan) mahasiswa dari berbagai negara.

Mereka adalah Guo SiYuan (Cina), Valeria Grajales Ramirez (Colombia), Alok Ranjan Swain (India), Syimyk Zhyrgalbekov dan Shaiyrgul Manapova (Kirgistan), Rahajason Fanaja Niriana dan Rakotovao Mamitiana Mariah (Madagaskar), Nima Sulong (Thailan), dan Vo Thi Thanh Thao (Vietnam).

Rambongan diterima oleh Rektor Prof Fathur Rokhman MHum, yang diwakili Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan kerjasama Prof YL Sukestiyarno, Senin (3/9) di rektorat UNNES kampus Sekaran.

Koordinator Program Darmasiswa UNNES Intan Permata Hapsari MPd melaporkan 2018 ini UNNES menerima 9 mahasiswa tidak hanya secara khusus belajar Bahasa Indonesia, tetapi juga budaya khususnya budaya Jawa Tengah. Pada tahun ini, BPKLN memberikan target pembelajaran BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) untuk memenuhi minimal level BIPA 5.

Program Darmasiswa UNNES dikelola oleh Intan Permata Hapsari MPd, Wati Istanti MPd, Agestia Putri Nusantari MPd, dan Anas Fauzi dibawah naungan bidang Perencanaan dan Kerjasama UNNES dan dibantu beberapa mahasiswa yang berperan sebagai pendamping.

Diakhirsambutannya, Prof YL Sukestiyarno menyampaikan bahwa keberadaan mahasiswa Darmasiswa diharapkan dapat memperkuat internasionalisasi UNNES.

 


Penulis: Sihono Dibaca : 441 kali

Bekerja Sama dengan PDAM, Pusat Karier UNNES Latih Communication Skill

Senin, 3 September 2018 | 15:48 WIB


Bekerja Sama dengan PDAM, Pusat Karier UNNES Latih Communication Skill

Majunya sebuah perusahaan bergantung pada keseimbangan komunikasi pihak intern maupun ekstern. Oleh karena itu, kesadaran untuk meningkatkan keterampilan berkomunikasi terus digalakkan. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Semarang bekerja sama dengan Pusat Karier Universitas Negeri Semarang (UNNES), mengadakan “Pelatihan Communication Skillbagi Kabag dan seluruh staff. Ketua Kapusbang MKU-MKDK dan Pusat Karier Eko Supraptono, mengapresiasi penuh kerja sama tersebut dengan mengirimkan fasilitator bersertifikasi USAID.

Acara yang bertempat di Kantor Pusat PDAM Ungaran ini diselenggarakan sejak Sabtu-Minggu (1-2/9) . Selama dua hari para dosen muda UNNES menyajikan materi effective communication skill, building great team work dan leadership development, performance goal setting, excellent supervisor skill, praktik simulasi pelayanan pelanggan dan profitable selling skill.

Direktur Teknik PDAM Kabupaten Semarang Eko Budi Santoso berharap, akan ada pelatihan sejenis dari UNNES yang khusus melatih keterampilan sesuai bidang-bidang yang ada di PDAM, contohnya pelatihan keterampilan pada bidang akuntasi dan teknik.

“Pelatihan keterampilan berkomunikasi sangat diperlukan mengingat PDAM merupakan salah satu perusahan yang berhubungan langsung terhadap masyarakat,”tuturnya.

Dyah Prabaningrum


Penulis: Rahmat Petuguran Dibaca : 253 kali
X