Keterbatasan pengelolaan sampah masih menjadi salah satu persoalan yang dihadapi masyarakat Desa Kebondalem, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara. Belum tersedianya tempat pembuangan akhir (TPA), di tengah potensi limbah organik dan biomassa dari sektor pertanian dan peternakan, mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Semarang (UNNES) GIAT 16 menghadirkan rocket stove sebagai salah satu alternatif pemanfaatan sumber daya lokal.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN UNNES GIAT 16 membuat sekaligus mengenalkan rocket stove sebagai teknologi tepat guna yang dapat memanfaatkan sebagian limbah biomassa. Bahan bakar yang digunakan antara lain ranting kering, potongan kayu, serta limbah biomassa lain yang tersedia di lingkungan sekitar.
Rocket stove merupakan tungku dengan sistem pembakaran yang dirancang agar aliran udara menuju ruang bakar berlangsung lebih optimal. Sistem tersebut membuat api lebih stabil dan panas lebih terkonsentrasi sehingga penggunaan bahan bakar dapat menjadi lebih efisien dibandingkan tungku konvensional.
Pemanfaatan tungku tetap diarahkan pada bahan bakar yang sesuai. Sampah seperti plastik tidak digunakan karena berpotensi menghasilkan emisi berbahaya ketika dibakar.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa membuat rocket stove menggunakan bahan yang relatif sederhana dan mudah diperoleh. Masyarakat juga diperkenalkan pada cara kerja dan penggunaan tungku sehingga teknologi tersebut dapat dipahami dan dikembangkan secara mandiri sesuai kebutuhan rumah tangga maupun kegiatan produktif lainnya.
Program ini juga menjadi media edukasi mengenai pemilahan sampah, pengelolaan limbah, dan pemanfaatan sumber daya lokal secara bijak. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa sebagian limbah organik dan biomassa masih dapat memiliki nilai guna apabila dikelola dengan tepat.
Keberadaan rocket stove diharapkan menjadi salah satu alternatif dalam menghadapi keterbatasan pengelolaan limbah biomassa di Desa Kebondalem. Pemanfaatan ranting, sisa kayu, dan biomassa sebagai bahan bakar dapat mengurangi sebagian limbah yang sebelumnya belum dimanfaatkan sekaligus mendorong pemanfaatan potensi lokal secara lebih efektif.
Kegiatan ini berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 7 Energi Bersih dan Terjangkau melalui pemanfaatan biomassa sebagai sumber energi alternatif, SDGs 11 Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan melalui upaya meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan permukiman, serta SDGs 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pemanfaatan kembali limbah biomassa yang sebelumnya belum memiliki nilai guna.
Penggunaan bahan bakar secara lebih efisien melalui rocket stove juga sejalan dengan SDGs 13 Penanganan Perubahan Iklim. Melalui program tersebut, mahasiswa KKN UNNES GIAT 16 berharap dapat mendorong pengelolaan lingkungan, efisiensi pemanfaatan energi, serta penerapan teknologi tepat guna yang mendukung pembangunan desa berkelanjutan.




