Semarang – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Negeri Semarang (UNNES) terus memperkuat budaya riset dan publikasi ilmiah melalui Seminar Scopus Accelerator Program 2026 bertajuk “Tingkatkan Publikasi Internasional Bereputasi”. Kegiatan yang digelar pada Rabu, 2 September 2026, pukul 08.00–10.00 WIB di Aula Gedung C1 Lantai 3 FISIP UNNES tersebut diikuti oleh dosen serta mahasiswa jenjang S1, S2, dan S3.
Seminar menghadirkan dua narasumber yang memiliki pengalaman dalam pengembangan penelitian dan publikasi ilmiah, yakni Tauchid Komara Yuda, Ph.D. dari Universitas Gadjah Mada dan Dr. Tsabit Azinar Ahmad, M.Pd. dari Universitas Negeri Semarang. Keduanya memberikan perspektif sekaligus strategi kepada peserta untuk meningkatkan kualitas penelitian agar memiliki peluang lebih besar untuk diterbitkan pada jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus maupun Web of Science (WoS).
Dalam seminar, peserta didorong untuk tidak berhenti pada penelitian yang hanya relevan dengan persoalan lokal. Penelitian perlu mampu menghubungkan fenomena lokal dengan perspektif global, sehingga persoalan yang diangkat memiliki relevansi lebih luas dan dapat dibaca dalam konteks perkembangan keilmuan internasional. Penguatan analisis teoritis juga menjadi salah satu unsur penting agar penelitian memiliki fondasi akademik yang kuat.
Selain relevansi dan kekuatan teori, peserta juga diarahkan untuk memperhatikan aspek kebaruan atau novelty dalam penelitian. Kebaruan menjadi elemen penting karena penelitian yang ditawarkan kepada jurnal internasional bereputasi diharapkan tidak sekadar mendeskripsikan suatu persoalan, tetapi mampu memberikan kontribusi terhadap pengembangan pengetahuan dan diskursus keilmuan pada tingkat global.
Seminar kemudian dilanjutkan dengan coaching clinic yang disusun berdasarkan bidang keilmuan peserta. Dalam sesi ini, peserta dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil untuk memperoleh bimbingan dan pendampingan secara lebih intensif. Pendampingan dilakukan dengan menggunakan draft artikel yang telah dikirimkan sebelumnya, sehingga proses konsultasi dapat diarahkan pada persoalan nyata yang dihadapi peserta dalam mempersiapkan manuskrip untuk publikasi.
Melalui coaching clinic, peserta memperoleh kesempatan untuk mendiskusikan berbagai aspek naskah secara lebih spesifik, mulai dari penguatan substansi penelitian hingga penyempurnaan artikel agar lebih sesuai dengan karakteristik jurnal internasional bereputasi. Pola pendampingan seperti ini diharapkan dapat menjembatani pemahaman konseptual yang diperoleh dalam seminar dengan kebutuhan praktis dalam menghasilkan manuskrip yang siap dikirimkan ke jurnal sasaran.
Penyelenggaraan Scopus Accelerator Program 2026 menjadi bagian dari upaya FISIP UNNES untuk membangun ekosistem akademik yang mendukung dosen dan mahasiswa dalam menghasilkan penelitian berkualitas serta memiliki daya jangkau internasional. Kegiatan ini sekaligus memperkuat kesadaran bahwa peningkatan publikasi ilmiah perlu dilakukan melalui proses yang berkelanjutan, mulai dari peningkatan kualitas desain penelitian, ketajaman analisis, penguatan novelty, hingga pendampingan penulisan dan publikasi.
Target yang ingin dicapai melalui program ini tidak hanya bertambahnya jumlah manuskrip yang dihasilkan, tetapi juga meningkatnya proporsi penelitian FISIP UNNES yang berhasil masuk ke jurnal internasional bereputasi. Program tersebut diharapkan dapat mendukung pencapaian target OLOS (One Lecture One Scopus), yaitu dorongan agar setiap dosen memiliki kontribusi publikasi pada jurnal yang terindeks Scopus.
Bagi mahasiswa S1, S2, dan S3, keterlibatan dalam program ini juga menjadi kesempatan untuk membangun kompetensi penelitian dan publikasi sejak dini. Pengalaman memperoleh umpan balik secara langsung dari akademisi yang berpengalaman diharapkan dapat membantu mahasiswa memahami standar publikasi internasional sekaligus membangun budaya menulis ilmiah yang lebih kuat.
Kegiatan ini sejalan dengan komitmen UNNES dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4: Quality Education melalui peningkatan kapasitas dosen dan mahasiswa dalam penelitian, penulisan ilmiah, dan pengembangan pengetahuan. Penguatan kualitas riset dan publikasi ilmiah juga mendukung SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure, khususnya dalam mendorong inovasi berbasis pengetahuan dan pengembangan kapasitas riset di perguruan tinggi. Selain itu, keterhubungan penelitian lokal dengan perspektif global serta upaya memperluas jejaring publikasi internasional turut memperkuat semangat kolaborasi dan pertukaran pengetahuan yang sejalan dengan SDG 17: Partnerships for the Goals.
Melalui Scopus Accelerator Program 2026, FISIP UNNES menegaskan bahwa peningkatan publikasi internasional bukan semata-mata persoalan kuantitas, melainkan bagian dari upaya membangun kualitas penelitian yang memiliki kebaruan, ketajaman analisis, relevansi global, dan kontribusi nyata terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.













