Semarang – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Negeri Semarang (UNNES) kembali memperkuat komitmennya dalam memberikan pengalaman pembelajaran berwawasan internasional melalui program Lantip Internasional. Salah satu mahasiswa FISIP UNNES, Unsyi Nur Ainil Fitri (NIM 2303050061) dari Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, secara resmi dilepas untuk mengikuti program Lantip Internasional di Sekolah Indonesia Johor Bahru (SIJB), Malaysia, yang akan berlangsung pada 31 Agustus hingga 28 September 2026.
Pelepasan mahasiswa tersebut dilakukan oleh Dekan FISIP UNNES, Prof. Dr. Arif Purnomo, S.Pd., S.S., M.Pd., didampingi Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. scient.med. Fadly Husain, S.Sos., M.Si., serta Koordinator Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Andi Suhardiyanto, S.Pd., M.Si. Kegiatan pelepasan menjadi bentuk dukungan institusi terhadap mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi akademik dan profesional melalui pengalaman belajar serta praktik pendidikan dalam lingkungan internasional.
Melalui program tersebut, Unsyi Nur Ainil Fitri akan mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan pengalaman dan keterampilan kependidikan secara langsung di Sekolah Indonesia Johor Bahru. Penempatan di lingkungan pendidikan Indonesia yang berada di luar negeri juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memahami praktik pembelajaran dalam konteks sosial dan budaya yang lebih beragam.
Program Lantip Internasional menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa sebagai calon pendidik yang tidak hanya memiliki kompetensi pedagogis, tetapi juga mampu beradaptasi dengan lingkungan pendidikan yang dinamis dan multikultural. Pengalaman berinteraksi dengan peserta didik, pendidik, serta lingkungan sekolah di Malaysia diharapkan dapat memperkaya wawasan mahasiswa mengenai penyelenggaraan pendidikan sekaligus meningkatkan kemampuan komunikasi, kolaborasi, adaptasi, dan pemecahan masalah.
Dari perspektif Sustainable Development Goals (SDGs), pelaksanaan Lantip Internasional memiliki keterkaitan yang kuat dengan SDG 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas). Program ini mendukung pembelajaran sepanjang hayat dan peningkatan kapasitas calon pendidik melalui pengalaman belajar langsung di lingkungan pendidikan internasional. Pengalaman tersebut diharapkan dapat berkontribusi terhadap lahirnya calon guru yang kompeten, adaptif, dan memiliki perspektif global.
Kegiatan ini juga relevan dengan SDG 17: Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kerja sama pendidikan lintas negara. Kehadiran mahasiswa FISIP UNNES di Sekolah Indonesia Johor Bahru menjadi salah satu bentuk mobilitas akademik yang membuka peluang pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan praktik pendidikan antara Indonesia dan Malaysia.
FISIP UNNES memberikan apresiasi dan dukungan atas keberangkatan Unsyi Nur Ainil Fitri dalam mengikuti Lantip Internasional tersebut. Program ini diharapkan tidak hanya menjadi pengalaman akademik bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi bagian dari upaya FISIP UNNES dalam menghasilkan lulusan yang berkompeten, berwawasan global, serta mampu berkontribusi dalam pengembangan pendidikan dan masyarakat di tengah lingkungan yang semakin terhubung secara internasional.




