Yogyakarta – Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Program Studi Pendidikan IPS Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Negeri Semarang (UNNES) di tingkat internasional. Tim mahasiswa yang terdiri atas Gustin Tegar Rinanti, Rifky Ahmad Muhajirin, M. Ariyanto Putra, Nisa Aulia Fadhilah, dan Gina Aliyatul Jannah berhasil membawa pulang Silver Medal sekaligus penghargaan Favorite Poster pada Sub-theme Food dalam ajang International Future Leader Competition (IFLC) 2026 yang diselenggarakan di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, pada 25 Juli 2026.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti kemampuan mahasiswa FISIP UNNES dalam menghadirkan gagasan inovatif yang menjawab tantangan global di bidang pangan. International Future Leader Competition merupakan ajang bergengsi yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, baik nasional maupun internasional, untuk berkompetisi melalui karya ilmiah, inovasi, serta solusi kreatif yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.
Dalam kompetisi ini, tim berhasil menarik perhatian dewan juri tidak hanya melalui kualitas substansi inovasi yang dipresentasikan, tetapi juga melalui penyajian visual yang komunikatif dan menarik. Penghargaan Favorite Poster menunjukkan bahwa tim mampu mengemas ide secara efektif sehingga mudah dipahami dan mendapat apresiasi dari peserta maupun penilai. Sementara itu, Silver Medal menjadi pengakuan atas kualitas akademik, kreativitas, serta relevansi solusi yang ditawarkan terhadap isu pangan masa depan.
Keberhasilan tim tidak terlepas dari pendampingan intensif Siti Ekowati Rusdini, S.Pd., M.Pd., selaku dosen pembimbing. Selama proses persiapan, pembimbing memberikan arahan dalam penyempurnaan konsep, penguatan substansi ilmiah, hingga strategi penyampaian presentasi sehingga tim mampu tampil optimal pada kompetisi tingkat internasional tersebut.
Siti Ekowati Rusdini menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh anggota tim yang telah menunjukkan dedikasi, semangat belajar, dan kemampuan berkolaborasi selama mengikuti kompetisi. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil dari proses pembelajaran yang konsisten serta keberanian mahasiswa untuk mengembangkan inovasi yang mampu bersaing di tingkat global.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki kapasitas untuk menghasilkan gagasan yang inovatif dan relevan terhadap berbagai tantangan global. Saya berharap pencapaian ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya, berkolaborasi, dan berani menunjukkan kemampuan mereka di forum internasional,” ujarnya.
Keberhasilan ini semakin memperkuat budaya prestasi di lingkungan FISIP UNNES sekaligus menunjukkan komitmen fakultas dalam mendorong mahasiswa agar aktif mengikuti berbagai kompetisi internasional sebagai sarana meningkatkan kompetensi akademik, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan jejaring global.
Prestasi tersebut juga sejalan dengan komitmen Universitas Negeri Semarang dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Gagasan yang dikembangkan pada Sub-theme Food berkontribusi terhadap SDG 2 (Zero Hunger) melalui dorongan terhadap inovasi di bidang ketahanan pangan dan sistem pangan berkelanjutan. Selain itu, keberhasilan mahasiswa dalam kompetisi internasional ini turut mendukung SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kompetensi, kreativitas, dan daya saing mahasiswa di tingkat global, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui terbangunnya jejaring akademik dan kolaborasi internasional dalam menciptakan solusi inovatif bagi berbagai tantangan pembangunan berkelanjutan. Melalui capaian ini, mahasiswa FISIP UNNES kembali membuktikan bahwa inovasi, kolaborasi, dan semangat berkarya merupakan modal penting dalam melahirkan pemimpin masa depan yang berdaya saing global.




