Jepara – Komitmen Universitas Negeri Semarang (UNNES) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) kembali diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Pada 18 Juni 2026, tim pengabdian lintas disiplin menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Penguatan Deep Learning dan Sustainable Development Goals (SDGs) bagi Guru di Sekolah Terluar” di MTs Safinatul Huda 2 Karimunjawa, Jalan Serma Moh. Toha Km 03, Kemujan, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru dan tenaga pendidik sekolah sebagai upaya memperkuat kapasitas pembelajaran yang relevan dengan tantangan pendidikan abad ke-21 sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.
Program pengabdian dipimpin oleh Sanita Carolina Sasea, M.Pd., bersama tim yang terdiri atas Aisyah Nur Sayidatun Nisa, S.Pd., M.Pd., Dr. Muh. Sholeh, S.Pd., M.Pd., Yadi Suryadi, S.Pd., M.Pd., Radini Sinta, S.T., Fahrudin Hanafi, S.Si., M.Sc., Mahdatul Maesiyah, Tazkiyah Imtanan Hanifatul Millah, dan Ahmad Khyas Muktafa. Kolaborasi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa tersebut menjadi wujud sinergi perguruan tinggi dalam mendampingi sekolah-sekolah yang berada di wilayah kepulauan agar memiliki akses terhadap inovasi pendidikan yang setara dengan sekolah di wilayah perkotaan.
Pelatihan difokuskan pada penguatan konsep deep learning dalam perspektif pedagogi, yaitu pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman mendalam, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, serta kemampuan peserta didik mengaitkan materi pembelajaran dengan persoalan nyata di lingkungan sekitarnya. Selain itu, para guru juga dibekali strategi mengintegrasikan nilai-nilai Sustainable Development Goals (SDGs) ke dalam proses pembelajaran sehingga pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga membentuk karakter peserta didik yang peduli terhadap isu-isu keberlanjutan.
Ketua tim pengabdian menjelaskan bahwa Karimunjawa sebagai kawasan kepulauan terluar di Jawa Tengah memiliki potensi alam yang luar biasa sekaligus menghadapi tantangan geografis yang memengaruhi akses pendidikan. Oleh karena itu, guru perlu dibekali wawasan global dan inovasi pembelajaran agar mampu menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing tinggi tanpa kehilangan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
“Melalui pendekatan deep learning, guru tidak lagi hanya mengajarkan siswa untuk menghafal materi, tetapi membantu mereka memahami berbagai persoalan secara kontekstual, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, serta menanamkan nilai-nilai keberlanjutan yang sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan,” jelas ketua tim.
Selama kegiatan berlangsung, setiap anggota tim secara bergantian memfasilitasi sesi pemaparan materi, diskusi interaktif, hingga lokakarya penyusunan perangkat pembelajaran inovatif. Para peserta diajak mengidentifikasi potensi lokal Karimunjawa, seperti kekayaan ekosistem laut, konservasi pesisir, dan pariwisata berkelanjutan, sebagai sumber belajar yang dapat diintegrasikan ke dalam berbagai mata pelajaran. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual sekaligus menumbuhkan kesadaran lingkungan pada peserta didik sejak dini.

Kepala MTs Safinatul Huda 2 Karimunjawa, Tajukdin, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas kepedulian tim pengabdian UNNES terhadap sekolah-sekolah di wilayah 3T. Menurutnya, pelatihan tersebut memberikan pengalaman baru yang sangat bermanfaat bagi para guru dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih inovatif.
“Kami sangat mengapresiasi kepedulian tim pengabdian terhadap sekolah di wilayah 3T seperti kami. Pelatihan ini benar-benar menghidupkan ruang kelas dengan antusiasme tinggi, membekali para guru keterampilan praktis mulai dari pembuatan modul digital hingga konsep deep learning dan SDGs. Sinergi luar biasa antara dosen dan mahasiswa ini telah memberikan wawasan segar yang siap kami terapkan demi mendongkrak mutu pendidikan di Karimunjawa,” ungkapnya.
Tim pengabdian juga menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pelatihan satu kali, melainkan menjadi langkah awal dari pendampingan berkelanjutan untuk memastikan implementasi pembelajaran berbasis deep learning dan SDGs dapat diterapkan secara konsisten di lingkungan sekolah. Melalui kolaborasi yang berkesinambungan, diharapkan para guru mampu menjadi motor penggerak transformasi pendidikan di wilayah kepulauan sekaligus membentuk generasi muda yang adaptif, inovatif, dan berwawasan global.
Pelaksanaan pengabdian ini selaras dengan komitmen UNNES dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan kompetensi guru dan penguatan pembelajaran yang berkualitas, SDG 13 (Climate Action) melalui integrasi isu perubahan iklim dan pelestarian lingkungan dalam proses pembelajaran, SDG 14 (Life Below Water) melalui pemanfaatan ekosistem laut Karimunjawa sebagai sumber belajar berbasis konservasi, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam memperkuat kualitas pendidikan di wilayah terluar Indonesia. Melalui program ini, UNNES kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang menghadirkan inovasi pendidikan untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk kawasan kepulauan yang memiliki tantangan geografis sekaligus potensi pembangunan yang besar.





