Bantul – Komitmen Universitas Negeri Semarang (UNNES) dalam menghadirkan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) kembali diwujudkan melalui program magang mandiri mahasiswa. Salah satunya dilakukan oleh Umi Rahmawati (NIM 2303070105), mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNNES, yang melaksanakan magang di Yayasan Karir Protean Indonesia, sebuah lembaga yang bergerak di bidang pengembangan sumber daya manusia, pendidikan, kesehatan mental, penelitian, pelatihan, dan pemberdayaan masyarakat. Program magang berlangsung selama kurang lebih empat bulan sepuluh hari, mulai 3 Februari hingga 13 Juni 2026, di kantor yayasan yang berlokasi di Pandes II, Kalurahan Wonokromo, Kapanewon Pleret, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Magang ini bertujuan memberikan pengalaman profesional kepada mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu sosiologi dan antropologi pada bidang kesehatan mental, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Selain memperluas wawasan akademik, kegiatan tersebut juga dirancang untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam menyusun materi edukasi, mengembangkan course berbasis perspektif sosiologi, menulis artikel ilmiah populer, memproduksi media promosi digital, membangun komunikasi publik, serta mengasah kemampuan analisis sosial melalui keterlibatan langsung dalam berbagai program yang dijalankan yayasan.
Sebelum memasuki masa penugasan, mahasiswa mengikuti serangkaian tahapan persiapan yang meliputi pengajuan lokasi magang, koordinasi dengan pihak mitra, pembekalan dari program studi, hingga mempelajari profil serta program kerja Yayasan Karir Protean Indonesia. Tahapan tersebut menjadi fondasi penting agar mahasiswa memahami visi, budaya kerja, serta ruang lingkup kegiatan yang akan dijalankan selama masa magang.
Selama ditempatkan pada Divisi Kesehatan Mental dan Sosiologi, Umi Rahmawati terlibat dalam berbagai aktivitas yang menunjukkan luasnya peran ilmu sosial dalam mendukung kesehatan masyarakat. Ia berkontribusi dalam penyusunan course kesehatan mental berbasis perspektif sosiologi, pembuatan flyer edukasi, penulisan artikel populer, penyusunan brief sekaligus menjadi narasumber podcast edukatif, serta pengembangan konten promosi digital untuk memperluas jangkauan informasi mengenai kesehatan mental kepada masyarakat.

Selain terlibat dalam produksi media edukasi, mahasiswa juga memperoleh pengalaman langsung mendampingi berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat yang diselenggarakan yayasan. Kegiatan tersebut meliputi sosialisasi program course ke sekolah-sekolah, pendampingan kegiatan Syawalan, Khotmil Qur’an, Pesantren for Kids, program bimbingan belajar, hingga kunjungan kepada peserta Program Keluarga Harapan (PKH). Melalui berbagai aktivitas tersebut, mahasiswa belajar memahami kondisi sosial masyarakat secara lebih komprehensif sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi, fasilitasi, dan pendampingan komunitas.
Pengalaman magang semakin lengkap melalui keterlibatan mahasiswa dalam rapat evaluasi mingguan (weekly report) yang menjadi forum refleksi terhadap capaian program dan berbagai tantangan di lapangan. Mahasiswa juga dipercaya berkontribusi dalam penyusunan buku edukatif berjudul Capek Jadi Anak Remaja, sebuah media pembelajaran yang membahas berbagai persoalan psikososial yang dihadapi remaja. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara sistematis melalui koordinasi intensif dengan mentor, observasi lapangan, pengembangan media edukasi, dokumentasi kegiatan, evaluasi berkala, hingga penyusunan laporan akhir sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik.
Menurut pihak Yayasan Karir Protean Indonesia, kehadiran mahasiswa magang memberikan kontribusi positif dalam mendukung berbagai program edukasi dan pemberdayaan yang sedang dikembangkan. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga masyarakat dinilai penting untuk menghadirkan inovasi sekaligus memperkuat kapasitas generasi muda dalam menjawab berbagai persoalan sosial, khususnya yang berkaitan dengan kesehatan mental, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat.
Bagi Program Studi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi FISIP UNNES, kegiatan magang ini menjadi bagian dari strategi pembelajaran yang menghubungkan teori dengan praktik nyata di masyarakat. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman profesional, tetapi juga belajar menerapkan perspektif sosiologi dan antropologi dalam memahami berbagai persoalan sosial secara kontekstual. Pengalaman tersebut diharapkan mampu membentuk lulusan yang adaptif, memiliki kepedulian sosial tinggi, serta siap berkontribusi sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.
Pelaksanaan magang ini juga sejalan dengan komitmen UNNES dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini berkontribusi terhadap SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui penguatan edukasi dan literasi kesehatan mental bagi masyarakat, SDG 4 (Quality Education) melalui penyelenggaraan pembelajaran berbasis pengalaman yang meningkatkan kompetensi mahasiswa, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui pengembangan keterampilan profesional dan kesiapan kerja lulusan, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga masyarakat dalam mengembangkan program pendidikan, kesehatan mental, dan pemberdayaan sosial yang berkelanjutan. Melalui kemitraan ini, FISIP UNNES terus menegaskan komitmennya untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat yang inklusif, sehat, dan berkelanjutan.




