Suasana nampak berbeda pada ruang terbuka perumahan Griya sekargading yang terletak pada RT 07 RW III Kelurahan Kalisegoro Kecamatan Gunungpati, Semarang, 5 Juli, 2026. Puluhan anggota kelompok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) RT 07 RW III dengan antusias berkumpul menyimak pengarahan sekaligus praktik dalam Pelatihan Pembuatan Ecobrick yang digelar oleh Universitas Negeri Semarang.
Program ini merupakan bagian dari Pengabdian Kepada Masyarakat dengan anggaran DPA LPPM UNNES yang digagas untuk mendukung program pemerintah dalam mengurangi sampah plastic terutama SDGs 11 (Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan): Membantu perkotaan mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan pengelolaan sampah yang lebih efektif dan SDGs 13 (Penanganan Perubahan Iklim): Mengurangi emisi karbon yang dihasilkan dari produksi dan pembakaran limbah plastik yang tidak terkelola.
Ketua tim Pengabdian, Rudi Salam, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya sebatas pada pelatihan teknis, melainkan upaya pemberdayaan Masyarakat secara menyeluruh. “Program ini kami adakan dengan pendekatan beberapa disiplin ilmu dengan harapan dapat mengubah kebiasaan, melakukan pemilahan sampah, kemudian ditingkatkan, sampah plastik di buat ecobrick sehingga selain mengurangi sampah juga dapat menciptakan nilai ekonomi baru,’’ ungkapnya.
Tim pengabdian juga diperkuat oleh Nining, Wahyuningsih, anggota gugus SDGs dan konservasi FISIP UNNES, AT Sugeng Priyanto, dosen Prodi Pendidikan Kewarganegaraan UNNES serta dua mahasiswa Surya Khairiandra dan Muhammad Najwa Hilmi. Kehadiran mahasiswa dalam program ini selain memberi pengalaman lapangan juga memperhatikan keterlibatan generasi muda dalam menghadirkan Solusi nyata bahwa kampus UNNES bergerak berdampak bagi Masyarakat.
Ani Prihatin, peserta pelatihan menyampaikan sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini, “dulu sampah kami buang ke tong sampah begitu saja, ternyata dengan sedikit keterampilan sampah bisa ditekan dengan membuat ecobrick bahkan bisa juga di jual, dijadikan kerajinan yang punya manfaat ekonomi” tuturnya dengan penuh semangatKegiatan ini telah mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah,
Selain pemilahan sampah yang dapat dijual, sampah plastik rumah tangga yang semula tak bernilaipun bisa lebih bernilai dengan dibuat ecobrick beberapa bentuk sepeti pot, kursi, bahkan Sebagian memanfaatkan sebagai pengganti batu bata. “kegiatan seperti ini sangat baik dan bermanfaat serta apabila berkesinambungan tentu dapat memberi manfaat jangka panjang, ” ucap Ani yang juga sebagai Ketua PKK RT 07 RW III.




