Usung literasi budaya bagi siswa, tim PKM FBS raih medali perunggu

Universitas Negeri Semarang > Faculty of Languages and Arts > Kabar Kampus > Usung literasi budaya bagi siswa, tim PKM FBS raih medali perunggu

Tim Juri Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional atau Pimnas ke-36 telah mengumumkan para juara pada acara Penutupan & Penganugerahan Pimnas ke-36 Tahun 2023, di Lapangan Pusat Pelayanan Basic Science Kampus Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Kamis (30/11/2023) malam. Berdasarkan perolehan medali, Universitas Gadjah Mada berhasil meraih juara umum Pimnas ke-36.

Penghargaan Piala Adikarta Kertawidya tersebut diberikan langsung oleh Kepala Pusat Prestasi Nasional, Dr Maria Veronica Irene Herdjiono MSi kepada pimpinan UGM. Pada kesempatan tersebut, juri mengumumkan juara Lomba Presentasi dan Lomba Poster Pimnas ke-36. Lomba presentasi memperebutkan Juara Favorit, Medali Perunggu, Medali Perak, dan Medali Emas dari setiap kelas Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Sedangkan Lomba Poster memperebutkan Medali Perunggu, Medali Perak, dan Medali Emas.

Tim Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang meraih perunggu pada kategori pengabdian kepada masyarakat dalam Pimnas ke-36 ini. Tahun ini, FBS mengirimkan satu tim. Tim yang dibimbing oleh dosen Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Meina Febriani MPd ini mengambil judul “Jambore Sastra Pesisir: Upaya Strategis untuk Literasi Budaya bagi Pelajar SMAN 14 Semarang”.

Tim ini beranggotakan Leo Fernando, Restu Aditia, Alif Farkhatunnisa, Ning Imas Ati Zuhrotul Afifah, dan Ixora Maftuchah Pramudya A. Kesemuanya adalah mahasiswa pada Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Mereka menilai, literasi budaya berperan penting sebagai dasar untuk pengenalan budaya dan proses pembelajaran budaya terhadap masyarakat. Literasi dalam arti luas tidak hanya seputar kemampuan membaca, namun juga mencakup kemampuan menulis, berbicara, menyimak, memahami, dan berpikir kritis. Lunturnya pengembangan literasi budaya mengakibatkan melemahnya jiwa dan karakter sesuai dengan nilai-nilai budaya bangsa.

Adapun upaya yang dilakukan untuk mengembalikan karakter bangsa dapat dilakukan melalui sastra. Sastra menjadi salah satu alat untuk menguatkan kepekaan terhadap kearifan dalam menghadapi kehidupan yang kompleks. Begitu juga dengan sastra Pesisir. Sastra Pesisir mampu dilestarikan dan bukan menjadi hal yang aneh di kalangan dunia pendidikan atau di masyarakat, melainkan bentuk jati diri suatu daerah untuk terus melestarikan kearifan lokal dalam bentuk sastra.

Bentuk ekspresi sebuah karya sastra Pesisir di dalam masyarakat dapat berbentuk tulisan dan bahan bacaan, sehingga sastra Pesisir mampu dinikmati, berbentuk karya yang akhirnya masyarakat mampu sadar dan selalu melestarikan sastra Pesisir. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan sebagai upaya strategis untuk literasi budaya bagi pelajar SMAN 14 Semarang. Metode pendekatan yang akan digunakan dalam Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah Metode pendekatan yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah metode Partisipatory Action and Learning System (PALS) yang menjadi salah satu metode pemberdayaan dalam lingkup Partisipatory Learning and Action (PLA). Pemilihan subjek Pengabdian kepada Masyarakat menggunakan teknik purposive sampling sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan.

Sasaran pengabdian ini adalah peserta didik SMA Negeri 14 Semarang yang berjumlah 117 anak dan telah melakukan pertemuan sebanyak 11 kali pertemuan. Hasil Pengabdian kepada Masyarakat adalah pelaksanaan Jambore Sastra Pesisir di SMA Negeri 14 Semarang yang melalui beberapa tahap, di antaranya observasi awal, Pelaksanaan FGD dan pemetaan permasalaham Jambore Sastra Pesisir, pelaksanaan sosialisasi Jambore Sastra Pesisir, Pengkapasitasan pendidikan Sastra Pesisir, Pelatihan Jambore Sastra Pesisir, Festival Jambore Sastra Pesisir. Rencana tindak lanjut dari kegiatan ini adalah pelembagaan yang direalisasikan dalam bentuk Komunitas Sastra Pesisir.

Dibentuknya komunitas tersebut memiliki tujuan untuk menjaga pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran peserta didik terhadap literasi budaya pesisiran. Jambore Sastra Pesisir merupakan sebuah solusi yang ditawarkan bagi mitra yang diharapkan dapat menjadi upaya strategis guna meningkatkan literasi budaya bagi pelajar di SMA Negeri 14 Semarang.(*)

Related Posts

Leave a Reply

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

Accessibility Toolbar

We are using cookies to give you the best experience. You can find out more about which cookies we are using or switch them off in privacy settings.
AcceptPrivacy Settings

GDPR

  • Privacy Policy

Privacy Policy