Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Semarang menghadirkan program video podcast edukatif bertajuk “FMIPA SDGs Talk Series 1”. Program ini menjadi wadah diskusi ilmiah yang mengangkat kontribusi civitas akademika terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
Seri perdana SDGs Talk menghadirkan Dr. Drs. Sugiman, M.Si., dosen dan peneliti FMIPA Universitas Negeri Semarang yang dikenal sebagai inovator teknologi asistif matematika bagi anak berkebutuhan khusus (ABK). Ia mengembangkan Abanetra Pecahan sebagai alat bantu abakus untuk tunanetra serta berbagai media pembelajaran inklusif seperti SAPA Disabilitas.
Selain itu, ia juga menginisiasi pergelaran karya KINEMATIKA yang menampilkan inovasi mahasiswa dan mendapat perhatian nasional melalui kunjungan Ibu Fatimah Asri Mutmainnah dari Komisi Nasional Disabilitas. Fokus risetnya mencakup pengembangan imajinasi berpikir matematis serta inovasi media pembelajaran ramah disabilitas di sekolah luar biasa.
Dalam diskusi tersebut, Dr. Sugiman menekankan pentingnya pendekatan joyful learning melalui penggunaan alat peraga yang memungkinkan siswa tunanetra dan ABK lainnya memahami konsep matematika secara lebih konkret. Pendekatan ini dinilai mampu menjembatani keterbatasan akses belajar sekaligus meningkatkan kemandirian peserta didik dalam proses pembelajaran.
Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Pendidikan Matematika, yakni Mey Tri Anggraheni dan Annisa Uswatun Khasanah, yang tengah menempuh mata kuliah pendidikan matematika inklusi. Diskusi dipandu oleh Hendra Febriyanto, M.Pd., sebagai host yang mengarahkan jalannya dialog secara interaktif dan edukatif.
Program FMIPA SDGs Talk Series ini sejalan dengan komitmen terhadap SDG 4 tentang pendidikan berkualitas dan SDG 10 tentang pengurangan kesenjangan, khususnya dalam mendorong akses pendidikan yang adil dan inklusif bagi semua kalangan.
Video podcast ini akan mengudara melalui kanal YouTube FMIPA UNNES di https://www.youtube.com/@fmipaunnes sehingga dapat menjangkau audiens yang lebih luas dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi dunia pendidikan, dengan harapan dapat terus menginspirasi pengembangan inovasi pembelajaran inklusif di masa mendatang.




