Universitas Negeri Semarang (UNNES) menyelenggarakan upacara di Lapangan Rektorat pada Senin, 4 Mei 2026, dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung khidmat dan diikuti oleh civitas akademika sebagai momentum refleksi atas peran strategis pendidikan dalam pembangunan bangsa.
Pada kesempatan tersebut, Rektor UNNES Prof. Dr. S. Martono, M.Si. membacakan pidato Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang menegaskan bahwa pendidikan adalah jantung peradaban. Pendidikan dipahami sebagai ruang pembentukan akal budi, penempaan karakter, serta penentu arah masa depan bangsa.
Peringatan Hari Pendidikan Nasional ke-168 tahun ini mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua,” yang menjadi landasan bersama dalam mendorong transformasi pendidikan di Indonesia.
Rektor UNNES menyampaikan bahwa pesan dalam pidato tersebut menjadi pengingat penting bagi seluruh insan pendidikan.
“Pendidikan adalah jantung peradaban. Ruang di mana akal budi dibentuk, karakter ditempa, dan masa depan bangsa dipertaruhkan. Pendidikan yang bermutu, adil, inklusif, dan memerdekakan bukanlah pilihan, melainkan kewajiban bersama.” ujar Rektor.
Pidato tersebut juga menegaskan tiga pilar utama transformasi pendidikan, yakni perluasan akses secara inklusif, kolaborasi untuk melahirkan solusi, serta riset yang berdampak nyata. Transformasi ini memerlukan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari negara, perguruan tinggi, industri, masyarakat, hingga generasi muda sebagai arsitek masa depan Indonesia.
Apresiasi turut disampaikan kepada para pendidik, tenaga kependidikan, dan peneliti atas dedikasi yang terus menanam masa depan bangsa, serta pesan kepada mahasiswa untuk terus belajar, berpikir kritis, dan berinovasi.
Dalam rangkaian upacara, UNNES juga memberikan penghargaan Satyalancana Karya Satya kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi, kesetiaan, pengabdian, kejujuran, dan kedisiplinan selama menjalankan tugas. Penghargaan diberikan kepada 6 orang dengan masa pengabdian 30 tahun, 29 orang dengan masa pengabdian 20 tahun, dan 4 orang masa pengabdian 10 tahun secara terus-menerus.
Melalui peringatan ini, UNNES meneguhkan komitmen untuk terus menghadirkan pendidikan yang bermutu, adil, dan inklusif dengan melibatkan seluruh elemen, dengan harapan semangat kolaborasi dan pengabdian semakin kuat dalam menentukan arah masa depan pendidikan Indonesia.




