SEMARANG — Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Semarang (UNNES) melaksanakan program pemberdayaan ekonomi dan lingkungan berkelanjutan bertajuk “Peningkatan Kemandirian Ekonomi melalui Inkubasi Bisnis Edu-Ecoprint Berbasis Ethnogreen pada Komunitas Anak Terlantar Kota Semarang.”
Program tersebut diinisiasi oleh tim akademisi lintas disiplin yang diketuai oleh Yahya Nur Ifriza, S.Pd., M.Kom., dengan anggota Dr. Alamsyah, S.Si., M.Kom.; Endang Sugiharti, S.Si., M.Kom.; Abas Setiawan, S.Kom., M.Cs.; Lola Kurnia Pitaloka, S.Pd., M.Pd.; Nur Fateah, S.Pd., M.A.; Widodo, M.Pd.; dan Dra. Sri Prastiti Kusuma A., M.Pd.
Kegiatan ini berfokus pada pemberian keterampilan vokasional ramah lingkungan sekaligus pengembangan jiwa kewirausahaan bagi anak-anak dalam pendampingan Komunitas Anak Terlantar Al-Idris, Kota Semarang. Melalui program tersebut, peserta diharapkan mampu mengembangkan kreativitas, meningkatkan rasa percaya diri, dan memperoleh bekal untuk membangun kemandirian ekonomi.
Melalui pendekatan Ethnogreen Edu-Ecoprint, peserta dibimbing untuk mempelajari teknik pencetakan motif alami menggunakan berbagai tumbuhan lokal. Daun, bunga, dan bagian tumbuhan lainnya ditata pada media kain, kemudian diproses untuk menghasilkan pola dan warna alami yang memiliki nilai estetika.

Peserta menyusun daun dan bunga pada media tote bag sebagai tahap awal pembuatan motif ecoprint berbahan alami.
Motif yang dihasilkan selanjutnya dipadukan dengan ragam hias dan unsur etnis Nusantara, khususnya budaya Jawa Tengah. Pendekatan ini tidak hanya mengenalkan teknik produksi kerajinan ramah lingkungan, tetapi juga menanamkan apresiasi terhadap kekayaan budaya dan keanekaragaman hayati lokal.

Anak-anak mempraktikkan teknik pounding untuk memindahkan bentuk dan pigmen alami tumbuhan ke permukaan kain.
Selain pelatihan produksi, tim pengabdian UNNES memberikan pendampingan inkubasi bisnis secara menyeluruh. Tahapan tersebut meliputi pemilihan bahan baku ramah lingkungan, standardisasi produk, pengendalian kualitas, penghitungan harga pokok penjualan, pengemasan, hingga strategi pemasaran melalui media sosial dan platform perdagangan elektronik.

Peserta menata material tumbuhan lokal secara teliti untuk membentuk komposisi motif alami pada produk ecoprint.
Pendampingan ini diarahkan agar produk seperti tote bag, pashmina, pakaian, dan suvenir berbasis ecoprint tidak hanya menjadi hasil pelatihan, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi. Dengan demikian, peserta memperoleh pemahaman mengenai proses usaha dari tahap produksi hingga pemasaran.
Program pengabdian masyarakat tersebut turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini berkontribusi terhadap SDG 1: Tanpa Kemiskinan dan SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan keterampilan usaha dan peluang memperoleh pendapatan mandiri.
Program ini juga mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyediaan pelatihan keterampilan hidup dan literasi kewirausahaan yang inklusif, serta SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui pelibatan kelompok rentan dalam kegiatan ekonomi produktif. Pemanfaatan pewarna alami dan bahan yang lebih ramah lingkungan juga sejalan dengan SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

Tim pengabdian UNNES mendampingi peserta selama praktik pembuatan produk ecoprint berbasis bahan alam dan ramah lingkungan.
Ketua Komunitas Anak Terlantar Al-Idris, Muhammad Syafii, menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan oleh tim UNNES. Menurutnya, program tersebut memberikan pengalaman dan harapan baru bagi anak-anak yang selama ini memiliki keterbatasan dalam mengakses pelatihan keterampilan yang terstruktur.
Kegiatan inkubasi bisnis berbasis ecoprint ini menjadi ruang bagi peserta untuk menunjukkan bahwa mereka memiliki potensi besar untuk berkarya dan berkembang. Dengan pendampingan yang tepat, keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kemandirian dan membuka peluang usaha pada masa mendatang.
Sinergi multidisiplin antara tim dosen UNNES dan pengurus Komunitas Anak Terlantar Al-Idris diharapkan memberikan dampak yang berkelanjutan. Melalui pendampingan tersebut, peserta tidak hanya dilatih menghasilkan produk ecoprint, tetapi juga diarahkan menjadi generasi muda yang kreatif, percaya diri, berjiwa wirausaha, dan peduli terhadap kelestarian lingkungan.





