

Foto Tim MATRAFON saat melakukan Uji Respon Murid di SMP Negeri 3 Ungaran.
MATRAFON (Mathematics Traditional Food Kebumen) merupakan sebuah media pembelajaran berupa e-komik berbasis website yang mengaitkan materi matematika dengan kuliner tradisional khas Kebumen. Media MATRAFON mengajak murid mempelajari Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) melalui berbagai permasalahan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dalam pengembangannya, MATRAFON memadukan e-komik, website interaktif, Problem Based Learning (PBL), serta etnomatematika. Perpaduan tersebut diharapkan dapat membuat pembelajaran matematika terasa lebih dekat dengan pengalaman murid, sekaligus lebih menarik untuk dipelajari.
MATRAFON mengajak murid mengeksplorasi sebagai food vlogger sambil menyelesaikan permasalahan matematika kontekstual yang berkaitan dengan makanan tradisional khas Kebumen, seperti Sate Ambal, Soto Tamanwinangun, Nasi Penggel, Lanting, dan Jipang Kacang. Melalui pendekatan Problem Based Learning (PBL), murid tidak hanya berfokus pada jawaban akhir, tetapi juga mengidentifikasi informasi, menyusun model matematika, memilih strategi penyelesaian, dan menarik kesimpulan berdasarkan pemahaman kontekstual. MATRAFON dikembangkan melalui metode Research and Development (RnD) model 3D (Define, Design, dan Develop), kemudian melalui tahap pengembangan dilakukan uji kelayakan, keterbacaan, dan respon murid. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa MATRAFON layak digunakan, mudah dipahami, dan memperoleh respon yang sangat baik dari murid. Media ini tidak hanya mendukung pembelajaran Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) dan pengoptimalan kemampuan berpikir aljabar, tetapi juga menghadirkan pembelajaran yang kontekstual, interaktif, dan bermakna melalui pengenalan makanan tradisional khas Kebumen. MATRAFON sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 11: Sustainable Cities and Communities, yang menekankan perlindungan dan pelestarian warisan budaya. Melalui integrasi matematika, teknologi, dan budaya lokal, MATRAFON menghadirkan pembelajaran yang kontekstual dengan memanfaatkan makanan tradisional khas Kebumen sebagai bagian dari pengalaman belajar. Murid tidak hanya mempelajari konsep SPLDV, tetapi juga mengenal dan mengapresiasi kekayaan budaya lokal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, MATRAFON turut mendukung pengenalan dan pelestarian warisan budaya lokal melalui pembelajaran matematika berbasis teknologi





