Semarang, 19 Juli 2026 – Keluarga Mahasiswa Beasiswa (KAMABEA) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Semarang (UNNES) melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat Organisasi Kemahasiswaan Berdampak DPA LPPM FMIPA UNNES Tahun 2026 di Yayasan Panti Sosial Anak Asuh Al-Idris, Semarang. Kegiatan yang mengusung tema “Pemberdayaan Komunitas Anak Terlantar melalui Ethnogame Berbasis Socioplay dan Produksi Ecobrick sebagai Strategi Digital Detox Berkelanjutan” ini bertujuan meningkatkan interaksi sosial anak melalui permainan tradisional sekaligus menanamkan kepedulian terhadap lingkungan melalui pemanfaatan limbah plastik menjadi ecobrick.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Pelaksana Pengabdian kepada Masyarakat Organisasi Kemahasiswaan Berdampak DPA LPPM FMIPA UNNES Tahun 2026, Yahya Nur Ifriza, S.Pd., M.Kom. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat melalui kegiatan pengabdian yang berdampak.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan bagi anak-anak melalui permainan tradisional yang dipadukan dengan edukasi lingkungan. Harapannya, mereka memperoleh pengalaman baru, terdorong untuk mengurangi ketergantungan terhadap gawai, meningkatkan interaksi sosial, serta memahami bahwa sampah plastik dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat melalui pembuatan ecobrick,” ujar Yahya Nur Ifriza, S.Pd., M.Kom
Pengurus Yayasan Al-Idris yang diwakili oleh Muhammad Syafii turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan panti asuhan menjadi langkah positif dalam memberikan pengalaman belajar yang bermanfaat bagi anak-anak.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada KAMABEA FMIPA UNNES yang telah mendampingi anak-anak dalam kegiatan ini. Semoga melalui kegiatan socioplay dan pembuatan ecobrick, anak-anak menjadi lebih kreatif, terbiasa mengolah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat, serta kegiatan ini membawa manfaat dan keberkahan bagi Universitas Negeri Semarang maupun Yayasan Al-Idris,” tutur Muhammad Syafii.
Sebagai bentuk komitmen bersama dalam membangun kemitraan yang berkelanjutan, kegiatan dilanjutkan dengan


Penyerahan teknologi dan penandatanganan Implementation Agreement menjadi simbol komitmen kerja sama antara KAMABEA FMIPA UNNES dan Yayasan Panti Sosial Anak Asuh Al-Idris dalam mendukung program pengabdian berkelanjutan.
Prosesi tersebut menjadi simbol kerja sama antara perguruan tinggi dan mitra dalam mendukung pelaksanaan program pengabdian yang berkelanjutan.
Memasuki sesi inti, peserta mengikuti rangkaian kegiatan Socioplay yang dirancang untuk membangun komunikasi, kerja sama, dan interaksi sosial melalui berbagai aktivitas kelompok. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Ethnogame melalui permainan tradisional, seperti egrang batok kelapa dan bakiak, yang melatih kekompakan, sportivitas, serta kemampuan bekerja sama.


Anak-anak Yayasan Panti Sosial Anak Asuh Al-Idris mengikuti permainan tradisional dalam sesi ethnogame sebagai bagian dari penguatan interaksi sosial, kekompakan, sportivitas, dan kerja sama tim.
Permainan tradisional ini menjadi alternatif aktivitas yang menyenangkan sekaligus mendukung upaya digital detox, sehingga anak-anak terdorong untuk lebih aktif berinteraksi secara langsung daripada menghabiskan waktu dengan gawai.
Selain permainan tradisional, peserta juga mengikuti praktik produksi ecobrick dengan memanfaatkan limbah plastik yang dipadatkan ke dalam botol plastik hingga menjadi material yang dapat dimanfaatkan kembali. Melalui kegiatan ini, peserta diperkenalkan pada konsep pengelolaan sampah berbasis prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) sebagai langkah sederhana dalam menjaga kelestarian lingkungan.


Anak-anak mengikuti praktik pembuatan ecobrick dari limbah plastik sebagai bagian dari edukasi pengelolaan sampah berbasis prinsip 3R.
Antusiasme anak-anak terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka aktif mengikuti setiap sesi, mulai dari permainan kelompok hingga praktik pembuatan ecobrick. Salah satu peserta mengaku sangat menikmati permainan tradisional yang diperkenalkan oleh panitia.
“Yang paling aku suka itu main bakiak karena bisa bermain bersama teman-teman. Main egrang batok kelapa juga seru, tapi aku lebih suka egrang yang dari bambu,” ujar salah satu peserta.

Salah satu peserta mencoba permainan tradisional dalam rangkaian kegiatan ethnogame KAMABEA FMIPA UNNES.
Kegiatan pengabdian ini turut mendukung pencapaian beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), di antaranya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui penerapan strategi digital detox yang mendorong aktivitas fisik dan interaksi sosial anak, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui edukasi pengelolaan limbah plastik menjadi ecobrick, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara KAMABEA FMIPA UNNES, LPPM FMIPA UNNES, dan Yayasan Panti Sosial Anak Asuh Al-Idris dalam menyelenggarakan program pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat yang tidak hanya memberikan manfaat bagi mitra, tetapi juga menjadi sarana mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan serta membangun kepedulian sosial dan lingkungan. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, KAMABEA FMIPA UNNES berharap program serupa dapat terus dikembangkan guna menciptakan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat.





