Komitmen mahasiswa dalam membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah diwujudkan melalui audiensi Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) BEM FMIPA Universitas Negeri Semarang (UNNES) bersama Bupati Kendal pada Senin malam (6/7/2026). Pertemuan yang berlangsung di sela kegiatan Merti Dusun Jingkol, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, menjadi momentum penyampaian proposal program Desa Konservasi dan Tangguh Bencana di kawasan Watu Sumong, Desa Peron.
Audiensi tersebut dihadiri Ketua BEM FMIPA UNNES, Ronaldo Situmorang, yang didampingi Sofiyanto. Dalam kesempatan itu, tim PPK Ormawa memaparkan program yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui konservasi lingkungan dan penguatan kesiapsiagaan bencana.
Bupati Kendal, Hj. Dyah Kartika Permanasari, menyambut baik inisiatif tersebut dan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk membuka ruang kolaborasi bersama mahasiswa.
“Saya menyambut baik program dari BEM FMIPA UNNES melalui PPK Ormawa ini. Proposal yang diberikan akan kami pelajari lebih lanjut, dan Pemerintah Kabupaten Kendal sangat terbuka terhadap kolaborasi demi mendukung kebutuhan masyarakat, khususnya warga Desa Peron,” ujar Dyah Kartika Permanasari.
Ketua BEM FMIPA UNNES, Ronaldo Situmorang, mengungkapkan bahwa kesempatan berdialog langsung dengan Bupati Kendal menjadi langkah penting dalam membangun sinergi antara mahasiswa dan pemerintah daerah.
“Melalui dukungan Mas Sofiyanto, saya berkesempatan menyampaikan langsung program PPK Ormawa kepada Ibu Bupati. Alhamdulillah, program ini mendapat sambutan yang positif. Kami berharap proposal yang telah disampaikan dapat menjadi awal terjalinnya kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Kendal, Tim PPK Ormawa BEM FMIPA UNNES, dan masyarakat Desa Peron agar program ini dapat berjalan secara berkelanjutan,” jelas Ronaldo.
Ronaldo menambahkan bahwa pertemuan tersebut terjadi saat Bupati Kendal menghadiri kegiatan Merti Dusun di Kecamatan Limbangan, sehingga menjadi kesempatan berharga untuk memperkenalkan program secara langsung.
Sementara itu, Sofiyanto menyampaikan apresiasinya atas respons positif pemerintah terhadap gagasan yang dibawa mahasiswa.
“Saya ingin mendukung setiap program mahasiswa yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Program Desa Konservasi dan Tangguh Bencana ini memiliki tujuan yang baik, dan kami bersyukur dapat menyampaikan langsung kepada Ibu Bupati serta memperoleh sambutan yang positif,” tutur Sofiyanto.
Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui penguatan kapasitas Desa Peron sebagai desa konservasi dan tangguh bencana. Selain itu, program ini sejalan dengan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) karena mendorong kesiapsiagaan masyarakat terhadap risiko bencana, termasuk tanah longsor, melalui pendekatan mitigasi dan pemanfaatan teknologi. Kegiatan ini juga berkaitan dengan SDG 15 (Ekosistem Daratan) melalui upaya konservasi lingkungan dan perlindungan kawasan rawan bencana. Di sisi lain, audiensi bersama Bupati Kendal memperkuat SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) karena membuka ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, organisasi mahasiswa, dan masyarakat desa.
Audiensi ini menjadi langkah awal dalam memperkuat kemitraan antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat. Melalui sinergi tersebut, PPK Ormawa BEM FMIPA UNNES diharapkan mampu menghadirkan program yang berkelanjutan serta memberikan dampak nyata bagi pengembangan Desa Peron sebagai desa konservasi dan tangguh bencana.





