Semarang, 24 September 2026 — Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Semarang (UNNES) menyelenggarakan September MIPA dengan mengusung tema “Ku Bahagia” dalam rangka memperingati Dies Natalis FMIPA UNNES. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan sekaligus menampilkan kreativitas, inovasi, budaya, dan kontribusi sivitas akademika FMIPA bagi pembangunan berkelanjutan.

September MIPA tidak hanya menghadirkan kemeriahan perayaan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan berbagai potensi dan capaian FMIPA. Selain pameran kewirausahaan mahasiswa, kegiatan ini turut menghadirkan pameran inovasi riset dan pengabdian kepada masyarakat dari masing-masing rumpun di FMIPA. Pameran tersebut menampilkan beragam hasil penelitian, inovasi, serta kegiatan pengabdian yang dikembangkan oleh sivitas akademika sebagai bentuk kontribusi FMIPA dalam menjawab berbagai persoalan di masyarakat dan lingkungan.
Dekan FMIPA UNNES, Prof. Dr. Edy Cahyono, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan rasa suka cita mewakili seluruh keluarga besar FMIPA atas terselenggaranya September MIPA di gedung perkuliahan baru. Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bersemangat dalam menyukseskan serta menyemarakkan pelaksanaan September MIPA. “Ini menjadi kebahagiaan bagi kita semua karena September MIPA dapat terlaksana di gedung perkuliahan yang baru,” ungkap Prof. Edy.
Sementara itu, Rektor UNNES, Prof. Dr. S. Martono, M.Si., memberikan ucapan selamat kepada FMIPA atas terselenggaranya rangkaian September MIPA. Ia berharap FMIPA dapat terus menorehkan kemajuan dan berkembang menjadi fakultas yang semakin berkontribusi bagi lingkungan universitas. “Semoga FMIPA semakin sukses, semakin maju, senantiasa berkembang, dan semakin diterima di seluruh komunitas di UNNES,” tutur Prof. Martono.
Pembukaan September MIPA dilakukan secara simbolis melalui penyiraman air pada pohon damar. Pohon damar merupakan salah satu tanaman yang identik dengan FMIPA dan memiliki filosofi mendalam, yakni sebagai simbol pencerahan, ketulusan dalam memberikan manfaat, ikatan kekerabatan yang kokoh, serta pelita yang memberikan cahaya dalam kehidupan.
Semangat kebersamaan semakin terasa melalui berbagai perlombaan yang melibatkan dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa FMIPA. Salah satunya adalah lomba defile yang menampilkan kreativitas dan kekompakan peserta dari berbagai unsur sivitas akademika. Selain itu, digelar lomba karaoke lagu Jawa sebagai bagian dari upaya mengenalkan dan melestarikan seni serta budaya lokal. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi sivitas akademika untuk mengekspresikan kecintaan terhadap budaya sekaligus menghadirkan suasana perayaan yang akrab dan menyenangkan.

Kreativitas juga ditampilkan melalui lomba masak kreasi olahan daun kelor. Kegiatan ini mengangkat daun kelor sebagai salah satu pangan lokal yang memiliki potensi besar sebagai sumber pangan bergizi dan superfood. Beragam kreasi dihadirkan oleh peserta, mulai dari puding daun kelor, nasi uduk daun kelor, wonton daun kelor yang disajikan dengan saus berbahan daun kelor, pancake daun kelor, hingga berbagai olahan kreatif lainnya. Keberagaman sajian tersebut menunjukkan bahwa daun kelor tidak hanya dapat dikonsumsi sebagai pangan sederhana, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi berbagai produk kuliner yang menarik dan inovatif. Melalui lomba tersebut, FMIPA turut mendorong kreativitas dalam mengolah pangan lokal sekaligus meningkatkan apresiasi terhadap potensi sumber daya hayati Indonesia.
Kemeriahan September MIPA semakin lengkap dengan berbagai fun games yang melibatkan sivitas akademika. Rangkaian permainan tersebut menjadi sarana rekreasi sekaligus memperkuat interaksi, komunikasi, dan kebersamaan antaranggota keluarga besar FMIPA.

Suasana semakin semarak dengan penampilan spesial mahasiswa Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia. Kehadiran mahasiswa UiTM turut memperkaya rangkaian kegiatan sekaligus menjadi bagian dari semangat kolaborasi dan interaksi akademik lintas negara.

Di sisi lain, pameran kewirausahaan yang diikuti mahasiswa menjadi wadah untuk menampilkan kreativitas dan potensi bisnis mahasiswa melalui berbagai produk hasil karya mereka. Kehadiran pameran kewirausahaan berdampingan dengan pameran riset dan pengabdian menunjukkan bahwa FMIPA tidak hanya mendorong pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga kreativitas, inovasi, dan kebermanfaatan hasil karya bagi masyarakat.

Rangkaian September MIPA “Ku Bahagia” juga berlanjut pada Jumat, 25 September 2026, melalui pelaksanaan lomba petanque yang diikuti oleh sivitas akademika FMIPA UNNES. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis sekaligus menjadi sarana untuk mempererat kebersamaan, membangun sportivitas, dan meningkatkan interaksi antarsivitas akademika FMIPA
Rangkaian September MIPA “Ku Bahagia” juga mencerminkan komitmen FMIPA UNNES terhadap pembangunan berkelanjutan. Berbagai kegiatan di dalamnya mendukung sejumlah Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDG 2 Tanpa Kelaparan melalui promosi dan kreativitas pengolahan pangan lokal daun kelor; SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui diseminasi pengetahuan dan inovasi hasil riset; SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan kewirausahaan mahasiswa; SDG 9 Industri, Inovasi dan Infrastruktur melalui pameran inovasi riset; SDG 11 Kota dan Komunitas Berkelanjutan melalui pelestarian seni dan budaya lokal; SDG 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pemanfaatan potensi pangan lokal dan pengembangan produk kreatif; serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi dan interaksi dengan mitra internasional. Melalui September MIPA “Ku Bahagia”, FMIPA UNNES menghadirkan perayaan Dies Natalis yang tidak hanya sarat dengan kegembiraan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperlihatkan inovasi, kreativitas, budaya, kewirausahaan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat. Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya FMIPA untuk terus tumbuh sebagai lingkungan akademik yang kolaboratif, inovatif, berbudaya, dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.




