Sebagai generasi yang dekat dengan dunia pendidikan dan inovasi, mahasiswa memiliki peran penting dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 tentang pendidikan berkualitas. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah menghadirkan inovasi pembelajaran yang relevan, kontekstual, dan dekat dengan kehidupan murid. Namun, matematika masih sering dianggap sulit oleh murid yang dibuktikan dengan peringkat PISA Indonesia 2022 yang berada di peringkat ke-70, sehingga kemampuan pemecahan masalah matematis pun cenderung rendah. Masalah ini bisa terlihat dari rendahnya pemahaman murid pada materi Aritmetika Sosial. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan bahan ajar inovatif yang dekat dengan kehidupan murid.
Untuk mendukung terwujudnya pendidikan berkualitas, mahasiswa Rumpun Matematika Universitas Negeri Semarang (UNNES) menghadirkan inovasi buku ajar Aritmetika Sosial terintegrasi Challenge Based on Ethnomathematics Learning (CB-EL). Inovasi ini menggabungkan konsep matematika dengan kearifan lokal kuliner khas Kabupaten Purworejo. Melalui pendekatan ini, murid dapat mempelajari matematika lewat kontekstualisasi budaya sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis. Penelitian pengembangan buku ajar ini dilaksanakan di SMP Negeri 12 Semarang, Jawa Tengah, untuk menguji kelayakan, keterbacaan, efektivitas, serta respon murid. Tim pengembang terdiri dari Arina Durrul Muna, Jauza Novita Ahzahra, Diana Putri Agustin, Sylvia Ratna Duhita, dan Chealsya Antanina Situmorang, dengan bimbingan dariBapak Adi Satrio Ardiansyah, S.Pd., M.Pd Keunggulan utama buku ajar ini terletak pada penyajian materi Aritmetika Sosial yang dihubungkan langsung dengan kuliner khas Purworejo, seperti clorot, geblek, dan kue lompong. murid diajak menyelesaikan tantangan nyata seperti menghitung modal, harga jual, untung-rugi, hingga diskon secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku ajar ini sangat layak digunakan, mudah dipahami, serta mendapat respon sangat positif dari murid sebesar 85%. Lebih dari itu, buku ajar ini terbukti efektif meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis murid, terlihat dari kenaikan nilai rata-rata dari 44,27 menjadi 77,20. Inovasi ini diharapkan menjadi inspirasi pembelajaran berbasis kearifan lokal sekaligus bukti kontribusi nyata mahasiswa dalam meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan.





