Kendal – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Semarang (UNNES) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pelestarian ekosistem pesisir melalui kegiatan Bentang Biru 2025 yang diinisiasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FMIPA UNNES. Mengusung tema “Menelusuri Jejak Biru: Menjaga Laut, Menjaga Kehidupan”, kegiatan dilaksanakan pada 31 Mei–1 Juni 2025 di Pantai Muara Kencana, Kabupaten Kendal, dengan melibatkan mahasiswa, dosen, komunitas lingkungan, serta masyarakat pesisir.
Sebanyak 80 peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang bertujuan meningkatkan kepedulian terhadap konservasi wilayah pesisir melalui aksi nyata rehabilitasi mangrove, edukasi lingkungan, dan kolaborasi lintas sektor. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi nilai konservasi yang terus dikembangkan FMIPA UNNES dalam mendukung pelestarian ekosistem pesisir yang berkelanjutan.

Bentang Biru 2025 terlaksana melalui kolaborasi antara FMIPA UNNES, AbraSea, serta Pusat Pemberdayaan Pelayanan Masyarakat Pesisir (P3MP) Kendal, sebuah lembaga swadaya masyarakat yang berfokus pada konservasi lingkungan pesisir, pencegahan abrasi, dan pemberdayaan masyarakat pesisir di Kabupaten Kendal, khususnya di wilayah Desa Pidodokulon, Kecamatan Patebon.
Dalam kegiatan ini, P3MP Kendal memberikan dukungan berupa penyediaan bibit mangrove serta pendampingan dalam menentukan lokasi penanaman yang sesuai dengan karakteristik kawasan pesisir Pantai Muara Kencana. Dukungan tersebut memastikan kegiatan rehabilitasi mangrove dilakukan pada lokasi yang tepat sehingga memberikan manfaat optimal bagi upaya konservasi pesisir. Kegiatan ini turut didampingi oleh Wasito selaku Ketua P3MP Kendal. Selain memimpin P3MP, Wasito juga merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kendal, sehingga kolaborasi yang terjalin semakin memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung pelestarian ekosistem pesisir.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari dosen FMIPA UNNES yang turut berpartisipasi secara langsung, yaitu Abdul Jabbar, M.Ling., Yahya Nur Ifriza, S.Pd., M.Kom., Hendra Febriyanto, M.Pd., dan Ratna Nur Mustika Sanusi, S.Mat., M.Si. Kehadiran para dosen tidak hanya memberikan pendampingan kepada mahasiswa, tetapi juga memperkuat integrasi antara pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, dan aksi konservasi lingkungan.
Melalui penanaman mangrove di kawasan Pantai Muara Kencana, peserta diajak memahami peran penting ekosistem mangrove dalam melindungi garis pantai dari abrasi, menyediakan habitat bagi berbagai biota pesisir, menyerap karbon biru (blue carbon), serta menjaga produktivitas ekosistem pesisir. Kegiatan ini sekaligus menjadi media pembelajaran lapangan yang memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya pengelolaan wilayah pesisir secara berkelanjutan.
Ketua pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa Bentang Biru tidak hanya berorientasi pada kegiatan penanaman semata, tetapi juga bertujuan membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga laut dan kawasan pesisir merupakan tanggung jawab bersama. Melalui kolaborasi antara mahasiswa, akademisi, pemerintah, komunitas konservasi, dan masyarakat lokal, diharapkan upaya rehabilitasi pesisir dapat berlangsung secara berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan maupun masyarakat.
Melalui Bentang Biru 2025, FMIPA UNNES menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kolaborasi multipihak dalam mendukung pelestarian ekosistem pesisir. Kegiatan ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 14 (Life Below Water) melalui rehabilitasi ekosistem pesisir dan konservasi mangrove, SDG 15 (Life on Land) melalui perlindungan keanekaragaman hayati kawasan pesisir, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kemitraan antara perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat, komunitas konservasi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.





