Semarang — Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Semarang (UNNES) memperkuat upaya pengelolaan lingkungan melalui pemantauan kualitas air di lingkungan fakultas, baik pada sumber air untuk kebutuhan minum maupun badan air penerima di kawasan kampus. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen FMIPA UNNES dalam memastikan kualitas air sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan kampus yang berkelanjutan.
Pada 1 September 2026, FMIPA UNNES melakukan uji kualitas mikrobiologis air pada keran air minum di lingkungan fakultas. Pengujian dilakukan terhadap sampel air dari Gedung D12 (Dekanat FMIPA) dan Gedung D9 (Laboratorium Fisika) dengan parameter jumlah bakteri Escherichia coli (E. coli). Akuades steril digunakan sebagai kontrol negatif.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh sampel memiliki jumlah E. coli sebesar 0 CFU/100 mL. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pada parameter mikrobiologis yang diuji, tidak terdeteksi keberadaan bakteri E. coli pada sampel air dari kedua lokasi tersebut.
Selain memastikan kualitas air pada keran air minum, FMIPA UNNES juga melakukan sampling dan pengukuran kualitas air di Embung UNNES pada 11 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Lingkungan FMIPA UNNES sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran dan pemantauan lingkungan berbasis pengukuran langsung di lapangan.
Pemilihan Embung UNNES sebagai lokasi pengambilan sampel berkaitan dengan sistem aliran air di kawasan FMIPA. Air yang berasal dari saluran drainase/selokan di lingkungan FMIPA, termasuk aliran dari area IPA FMIPA di sekitar Gedung D8, bermuara menuju Embung UNNES. Dengan demikian, embung menjadi salah satu titik penting untuk memantau kondisi kualitas air yang menerima aliran dari kawasan kampus.Pengukuran dilakukan pada dua titik sampling dengan beberapa parameter fisik dan kimia, meliputi warna, suhu, kekeruhan, pH, dan Total Dissolved Solids (TDS). Hasil pengukuran menunjukkan bahwa kedua titik memiliki warna hijau, dengan suhu masing-masing 28,4°C dan 28,6°C. Nilai kekeruhan tercatat sebesar 36,5 dan 41,5, sedangkan nilai pH sebesar 8 dan TDS sebesar 150 pada kedua titik.

Kegiatan pemantauan kualitas air memberikan data awal untuk mendukung pengelolaan lingkungan FMIPA UNNES secara lebih terarah dan berkelanjutan. Hasil pengukuran dapat menjadi dasar untuk memantau perubahan kualitas air, menjaga kebersihan lingkungan kampus, serta mengidentifikasi potensi masalah pada sistem drainase dan badan air. Bagi sivitas akademika dan masyarakat sekitar, upaya ini berkontribusi terhadap terjaganya kualitas lingkungan dan kesehatan, terutama melalui pemantauan kualitas air serta pencegahan potensi pencemaran yang dapat berdampak pada lingkungan sekitar. Keterlibatan mahasiswa Ilmu Lingkungan juga memperkuat pembelajaran berbasis praktik dan mendukung penerapan SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi), SDG 14 (Kehidupan di Air) serta SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan).




