Universitas Negeri Semarang (UNNES) melalui Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) menguatkan komitmennya dalam mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan melalui pelatihan pembuatan ecobrick bagi masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berlangsung di Perumahan Griya Sekargading RT 07 RW III, Kelurahan Kalisegoro, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, pada Sabtu (5/7).
Pelatihan tersebut merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai melalui DPA LPPM UNNES. Kegiatan ini mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi timbulan sampah plastik sekaligus mendorong pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan. Program ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan serta SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim melalui pengurangan sampah plastik yang berpotensi mencemari lingkungan.
Puluhan anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) RT 07 RW III mengikuti kegiatan dengan antusias. Mereka tidak hanya memperoleh materi mengenai dampak sampah plastik terhadap lingkungan, tetapi juga mengikuti praktik langsung pembuatan ecobrick sebagai salah satu alternatif pemanfaatan sampah plastik rumah tangga.
Ketua tim pengabdian, Rudi Salam, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk memberikan keterampilan teknis, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah sejak dari rumah.
“Program ini kami adakan dengan pendekatan beberapa disiplin ilmu dengan harapan dapat mengubah kebiasaan, melakukan pemilahan sampah, kemudian ditingkatkan, sampah plastik dibuat ecobrick sehingga selain mengurangi sampah juga dapat menciptakan nilai ekonomi baru,” ujarnya.
Menurutnya, pengelolaan sampah yang baik perlu dimulai dari perubahan perilaku masyarakat. Sampah plastik yang selama ini hanya dibuang dapat dimanfaatkan menjadi ecobrick yang memiliki nilai guna, bahkan berpotensi memberikan nilai ekonomi apabila dikembangkan menjadi berbagai produk kreatif.
Tim pengabdian terdiri atas Rudi Salam sebagai ketua, Nining dan Wahyuningsih yang merupakan anggota Gugus SDGs dan Konservasi FISIP UNNES, AT Sugeng Priyanto dari Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan UNNES, serta dua mahasiswa, Surya Khairiandra dan Muhammad Najwa Hilmi. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembelajaran di lapangan sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menghadirkan solusi atas persoalan lingkungan.
Selama pelatihan, peserta memperoleh penjelasan mengenai dampak pencemaran sampah plastik yang semakin meningkat, termasuk ancamannya terhadap ekosistem darat maupun laut. Tim pengabdian juga mengapresiasi upaya pemilahan sampah yang selama ini telah dilakukan oleh kelompok PKK RT 07 RW III. Melalui pelatihan ini, masyarakat diajak untuk melanjutkan pengelolaan sampah pada tahap berikutnya, yaitu memanfaatkan sampah plastik rumah tangga menjadi ecobrick yang lebih bermanfaat.
Salah seorang peserta, Ani Prihatin, mengaku memperoleh wawasan baru dari kegiatan tersebut. Ia mengatakan bahwa selama ini sampah plastik hanya dibuang ke tempat sampah tanpa dimanfaatkan kembali.
“Dulu sampah kami buang ke tong sampah begitu saja, ternyata dengan sedikit keterampilan sampah bisa ditekan dengan membuat ecobrick bahkan bisa juga dijual, dijadikan kerajinan yang punya manfaat ekonomi,” tuturnya.
Melalui kegiatan pengabdian ini, FISIP UNNES terus mendorong penerapan ilmu pengetahuan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Sinergi antara dosen, mahasiswa, dan warga diharapkan mampu menumbuhkan kebiasaan mengelola sampah secara berkelanjutan sekaligus memperkuat kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan bernilai bagi generasi mendatang.




