Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) GIAT 16 Universitas Negeri Semarang (UNNES) memberikan pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah kepada ibu-ibu Tim Penggerak PKK Desa Kalitengah. Kegiatan dilaksanakan di Balai Desa Kalitengah, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara, Senin (27/7).
Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan limbah rumah tangga, khususnya minyak jelantah, menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomi. Selain mengurangi pencemaran lingkungan, pemanfaatan minyak jelantah juga diharapkan dapat mendorong kreativitas masyarakat dalam mengembangkan produk ekonomi kreatif.
Penanggung jawab program, Hasna Anindya Putri, menjelaskan bahwa lilin aromaterapi dipilih karena proses pembuatannya relatif sederhana dan menggunakan bahan yang mudah diperoleh. Produk tersebut juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai usaha rumahan.
Sebanyak 40 anggota Tim Penggerak PKK Desa Kalitengah mengikuti kegiatan tersebut. Para peserta memperoleh edukasi mengenai dampak minyak jelantah terhadap lingkungan, pengenalan alat dan bahan, demonstrasi, serta praktik pembuatan lilin aromaterapi.
Dalam proses pembuatannya, minyak jelantah terlebih dahulu dimurnikan menggunakan arang aktif selama 24 jam untuk membantu menghilangkan bau dan menjernihkan minyak. Minyak kemudian dipanaskan dan dicampurkan dengan parafin wax sebagai bahan dasar lilin serta essential oil sebagai pewangi. Lilin juga dapat diberi pewarna dan hiasan dekoratif untuk menambah nilai estetika.
Pelatihan berlangsung interaktif. Peserta mengajukan berbagai pertanyaan mengenai teknik pembuatan, komposisi bahan, pemilihan aroma, hingga peluang pengembangan produk sebagai usaha rumahan.
Ketua Tim Penggerak PKK Desa Kalitengah, Sarmini, mengapresiasi pelatihan yang dinilai memberikan pengetahuan baru mengenai pemanfaatan minyak jelantah.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan pelatihan ini karena memberikan wawasan baru kepada ibu-ibu PKK. Selama ini minyak jelantah hanya menjadi limbah rumah tangga yang kurang dimanfaatkan, padahal ternyata dapat diolah menjadi lilin aromaterapi yang menarik dan memiliki nilai ekonomi. Semoga ilmu yang diberikan dapat diterapkan di rumah dan bahkan dikembangkan menjadi peluang usaha,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN GIAT 16 UNNES berharap keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dikembangkan menjadi peluang usaha berbasis ekonomi kreatif. Pemanfaatan minyak jelantah diharapkan turut mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Program ini terselenggara atas dukungan Pusat Pengembangan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNNES serta sinergi dengan Pemerintah Desa Kalitengah. Kegiatan tersebut juga menjadi implementasi tagline “Bersama UNNES GIAT, Membangun Indonesia dari Desa.”
Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pemanfaatan limbah rumah tangga, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan peluang usaha berbasis ekonomi kreatif, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi mahasiswa KKN, Pemerintah Desa Kalitengah, dan Tim Penggerak PKK.




