Pembayaran melalui QRIS, keberadaan usaha di Google Maps, hingga kemasan baru untuk produk unggulan menjadi bagian dari upaya pengembangan UMKM di Desa Polodoro, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang. Melalui program UNNES GIAT 16, mahasiswa mendampingi pelaku usaha setempat dalam penerapan pembayaran nontunai, peningkatan visibilitas usaha di peta digital, serta pengembangan kemasan emping dan kopi.
Program tersebut berawal dari observasi lapangan yang menemukan sejumlah kendala dalam pengembangan usaha. Sistem pembayaran masih dilakukan secara konvensional, sejumlah usaha belum terdaftar di Google Maps, sementara produk unggulan desa masih menggunakan kemasan sederhana.
Untuk mendukung transaksi digital, mahasiswa mendampingi dua pelaku usaha, yakni toko sembako serta usaha food and beverage (F&B) yang menjual es teler dan snack, dalam penggunaan QRIS. Pendampingan dilakukan mulai dari pendaftaran merchant, verifikasi data, aktivasi, hingga pemasangan kode QR pembayaran di lokasi usaha.
Mahasiswa juga memberikan pemahaman mengenai penggunaan QRIS dalam kegiatan usaha sehari-hari, termasuk cara mengecek mutasi transaksi serta memindahkan saldo dari GoPay Merchant ke rekening bank pribadi.
Selain sistem pembayaran, mahasiswa membantu meningkatkan visibilitas usaha dengan mendaftarkan 10 UMKM Desa Polodoro ke Google Maps. Langkah tersebut dilakukan agar konsumen dari luar desa lebih mudah menemukan lokasi dan berkunjung ke tempat usaha setempat.
Pendampingan juga menyasar pengembangan kemasan emping dan kopi sebagai dua produk unggulan Desa Polodoro. Selama ini, kedua produk tersebut masih menggunakan kemasan plastik sederhana tanpa identitas merek.
Mahasiswa UNNES GIAT 16 kemudian membantu merancang dan mengembangkan kemasan kedua produk tersebut yang dilengkapi stiker merek baru. Perancangan mempertimbangkan aspek visual dan branding, sekaligus fungsi kemasan agar produk lebih tahan lama dan higienis.
Rangkaian program tersebut diinisiasi oleh Paris Rio Ramadhan, Kamelia Indah Sari, dan Ulfa Muttoharoh bersama tim UNNES GIAT 16 di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan Retno Febriyastuti Widyawati, S.E., M.Sc. Pelaksanaan program juga mendapat dukungan dari Kepala Desa Polodoro Turisno.
Program ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berharap digitalisasi dan pembaruan kemasan dapat menjadi langkah awal bagi UMKM Desa Polodoro untuk lebih adaptif terhadap teknologi dan efisien dalam bertransaksi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa.




