Komitmen Universitas Negeri Semarang (UNNES) dalam memperkuat jejaring pendidikan global terus diwujudkan melalui program kolaborasi internasional.
Salah satunya dilakukan oleh Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNNES. Program ini dilaksanakan melalui kegiatan pertukaran akademik mahasiswa bersama VIA University College Denmark.
Kegiatan tersebut diikuti oleh dua mahasiswa internasional asal VIA University College. Mereka adalah Cecilie Andersen dan Clara Bucio Broch-Mikkelsen.
Keduanya mengikuti perkuliahan di Program Studi Ilmu Sejarah UNNES selama enam minggu. Dalam kegiatan tersebut, Cecilie dan Clara mengikuti mata kuliah Konservasi Sosial yang diampu oleh Dr. Muzakki Bashori, S.Pd., M.A.
Perkuliahan berlangsung di Gedung C2 FISIP UNNES, Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang.
Sebelum perkuliahan dimulai, Cecilie dan Clara memperkenalkan diri di hadapan sekitar 40 mahasiswa semester dua. Kehadiran mereka menjadi ruang dialog lintas budaya bagi mahasiswa UNNES.
Selain itu, kegiatan ini juga membuka peluang pertukaran pengalaman akademik antara mahasiswa Indonesia dan Denmark.
Dalam perkuliahan, topik yang dibahas meliputi keanekaragaman budaya Indonesia, konservasi sosial, dan dinamika masyarakat multikultural.
Selain mengikuti materi dari dosen, Cecilie dan Clara juga mengamati metode pembelajaran sejarah di UNNES. Mereka juga melihat secara langsung interaksi akademik di lingkungan kampus.
Cecilie Andersen menyampaikan ketertarikannya terhadap sejarah Indonesia. Ia juga tertarik dengan pendekatan pedagogi yang diterapkan di UNNES.
Menurutnya, pengalaman belajar langsung di Indonesia memberikan wawasan baru. Terutama mengenai praktik pendidikan sejarah dalam konteks budaya yang berbeda.
“Saya sangat menantikan kesempatan untuk melakukan kunjungan akademik singkat dan mengamati langsung perkuliahan di Program Studi Sejarah. Saya memiliki ketertarikan besar pada sejarah Indonesia dan pendekatan pengajaran di UNNES,” ujarnya.
Sementara itu, Clara Bucio Broch-Mikkelsen menyampaikan bahwa dirinya tengah menjalani praktik mengajar. Fokus utamanya adalah mata pelajaran sejarah.
Ia menilai pengalaman mengikuti perkuliahan di Indonesia menjadi kesempatan penting. Melalui kegiatan ini, ia dapat memahami cara sejarah diajarkan dalam konteks pendidikan tinggi di Asia Tenggara.
Koordinator Program Studi Ilmu Sejarah UNNES, Mukhamad Shokheh, S.Pd., M.A., Ph.D., menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas kolaborasi internasional.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi langkah untuk membangun kemitraan pendidikan yang berkelanjutan.
Ia menambahkan, kehadiran mahasiswa dari Denmark tidak hanya memperkuat pertukaran akademik. Kegiatan ini juga menjadi langkah awal pengembangan kerja sama antara Prodi Ilmu Sejarah UNNES dan VIA University College Denmark.
Kerja sama tersebut mencakup bidang pendidikan, penelitian, dan pertukaran mahasiswa.
“Kegiatan ini menjadi kesempatan untuk saling bertukar pengalaman akademik dan budaya antara mahasiswa Indonesia dengan mahasiswa internasional. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berkembang pada masa mendatang,” jelasnya.
Melalui program pertukaran akademik ini, FISIP UNNES menunjukkan komitmennya dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini sejalan dengan SDG 17: Partnership for the Goals.
Kolaborasi lintas negara dalam bidang pendidikan diharapkan dapat memperkuat jejaring global. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong pertukaran pengetahuan dan membangun kerja sama internasional yang inklusif serta berkelanjutan.




