Kuliah Umum FISIP UNNES, I Dewa Gede Palguna Tekankan Etika Kekuasaan sebagai Fondasi Demokrasi

Universitas Negeri Semarang > Faculty of Social Sciences and Political Science > Berita > Kuliah Umum FISIP UNNES, I Dewa Gede Palguna Tekankan Etika Kekuasaan sebagai Fondasi Demokrasi

SEMARANG – Etika merupakan fondasi penting dalam menjaga kualitas demokrasi, integritas penyelenggara negara, dan kepercayaan publik. Pesan tersebut mengemuka dalam kuliah umum bertajuk “Etika Kekuasaan dalam Demokrasi: Menjaga Integritas dan Kepercayaan Publik” yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Negeri Semarang (UNNES), Jumat (30/10/2026), pukul 13.00–15.00 WIB, di Aula Gedung C1 Lantai 3 FISIP UNNES.

Kuliah umum menghadirkan Prof. Dr. I Dewa Gede Palguna, S.H., M.Hum., Ketua Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, sebagai narasumber. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan FISIP UNNES, Prof. Dr. Arif Purnomo, S.Pd., S.S., M.Pd., dengan moderator Dr. Wahyu Beny Mukti Setiyawan, S.H., M.H., dosen Program Studi Ilmu Politik FISIP UNNES. Forum akademik ini menjadi ruang pembelajaran dan refleksi mengenai pentingnya etika dalam praktik kekuasaan serta penyelenggaraan demokrasi.

Dalam pemaparannya, Palguna menegaskan bahwa demokrasi tidak dapat berjalan secara sehat tanpa landasan etika. Menurutnya, demokrasi memang memberikan kesempatan kepada setiap orang untuk memperoleh kekuasaan, tetapi bukan berarti memberikan kebebasan kepada pemegang kekuasaan untuk bertindak semaunya. Etika diperlukan sebagai batas agar kewenangan yang diperoleh melalui mekanisme demokratis tidak disalahgunakan atau dijadikan pembenaran atas tindakan yang merugikan kepentingan publik.

Mengacu pada pemikiran Max Weber dalam Politics as a Vocation, Palguna menjelaskan dua kategori etika yang perlu dipahami dalam kehidupan politik, yaitu ethics of conviction (etika keyakinan) dan ethics of responsibility (etika tanggung jawab). Etika keyakinan berorientasi pada keyakinan bahwa suatu tindakan benar, sedangkan etika tanggung jawab menuntut seseorang untuk mempertimbangkan dan bersedia menanggung seluruh konsekuensi dari tindakannya. Dalam konteks kekuasaan, kedua etika tersebut perlu dimiliki, tetapi etika tanggung jawab harus menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan.

Ia juga menguraikan tiga kondisi yang perlu dimiliki seorang politikus, yakni passion, responsibility, dan sense of proportion. Passion merupakan gairah tulus terhadap persoalan publik, bukan semata-mata terhadap jabatan. Responsibility berarti kesadaran bahwa setiap keputusan memiliki konsekuensi, harga, dan risiko. Sementara itu, sense of proportion merupakan kemampuan melihat realitas secara objektif, menjaga jarak, dan tidak terbawa emosi. Ketiganya menjadi landasan agar praktik politik tidak berubah menjadi kesombongan atau sekadar upaya mempertahankan kekuasaan.

Lebih lanjut, Palguna memaparkan tiga fungsi etika dalam demokrasi. Pertama, etika menjadi batas antara hak untuk memegang kekuasaan dan klaim bahwa seluruh tindakan penguasa pasti benar. Kedua, etika mencegah kemunduran demokrasi akibat tindakan pejabat yang secara prosedural terpilih, tetapi secara perlahan justru merusak prinsip-prinsip demokrasi. Ketiga, etika menjadi pembeda antara pemimpin atau negarawan dengan penguasa yang hanya berorientasi pada kepentingan dan keberlangsungan jabatannya.

Dalam menjelaskan perbedaan tersebut, Palguna mengaitkan pemikiran Weber tentang politikus yang lebt von der Politik (hidup dari politik) dan lebt für die Politik (hidup untuk politik). Penguasa yang hanya hidup dari politik cenderung menggunakan jabatan untuk kepentingan pribadi atau mempertahankan kekuasaan. Sebaliknya, seorang negarawan menempatkan kepentingan negara dan tanggung jawab publik di atas kepentingan dirinya, termasuk bersedia mundur apabila tindakannya melanggar prinsip etika.

Untuk memperkuat penjelasan mengenai integritas, Palguna mengangkat keteladanan mantan Presiden Amerika Serikat Jimmy Carter melalui mekanisme blind trust dalam pengelolaan bisnis keluarganya ketika menjabat sebagai presiden. Langkah tersebut dimaksudkan untuk memutus akses terhadap kepentingan bisnis pribadi dan mencegah terjadinya konflik kepentingan. Contoh ini menunjukkan bahwa menjaga integritas jabatan terkadang menuntut pengorbanan kepentingan pribadi demi mempertahankan kepercayaan terhadap institusi publik.

Palguna selanjutnya menjelaskan hubungan antara etika, integritas, dan kepercayaan publik. Integritas, menurutnya, tercermin dari keselarasan antara perkataan dan tindakan yang menunjukkan moralitas seseorang. Etika menjadi mata rantai pertama yang membentuk integritas, kemudian melahirkan kepercayaan publik, legitimasi, dan kewibawaan negara. Kepercayaan publik juga bukan sesuatu yang dapat diperoleh hanya melalui janji, melainkan harus dijaga setiap hari melalui konsistensi tindakan dan kesediaan mempertanggungjawabkan keputusan.

Ia menekankan bahwa pengunduran diri seorang pejabat karena merasa bertanggung jawab secara etis bukanlah bentuk kekalahan, melainkan kemenangan moral. Kesediaan melepaskan jabatan ketika kehormatan dan martabat institusi menjadi taruhan justru dapat menjadi bentuk pemulihan kepercayaan publik. Sebagaimana pesan penutup yang disampaikan dalam materi kuliah umum tersebut, politikus yang terhormat tidak mempertahankan jabatan dengan segala cara, tetapi memahami kapan tanggung jawab yang dipikulnya telah menjadi lebih berat daripada jabatan itu sendiri.

Penyelenggaraan kuliah umum ini relevan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh. Pembahasan mengenai etika kekuasaan, integritas pejabat publik, akuntabilitas, dan kepercayaan masyarakat berkaitan erat dengan upaya membangun institusi yang transparan, bertanggung jawab, serta menjunjung tinggi prinsip-prinsip demokrasi dan keadilan.

Kegiatan ini juga mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penyediaan ruang pembelajaran yang memperluas wawasan mahasiswa dan sivitas akademika mengenai etika politik, demokrasi, serta tanggung jawab dalam kehidupan bernegara. Melalui dialog langsung dengan praktisi dan akademisi di bidang hukum tata negara, peserta memperoleh perspektif yang lebih luas untuk memahami persoalan kekuasaan tidak hanya dari sisi prosedur dan hukum, tetapi juga dari dimensi moral dan tanggung jawab publik.

Melalui kuliah umum ini, FISIP UNNES menegaskan peran perguruan tinggi sebagai ruang pengembangan pengetahuan sekaligus pembentukan kesadaran kritis dan etis warga negara. Pemahaman mengenai etika kekuasaan diharapkan dapat mendorong lahirnya generasi yang tidak hanya memahami demokrasi secara konseptual, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap integritas, keadilan, dan keberlangsungan kehidupan demokratis.

Related Posts

Leave a Reply

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

GDPR

  • Privacy Policy

Privacy Policy

At unnes.ac.id, the privacy of our visitors is of extreme importance to us. This privacy policy document outlines the types of personal information that is received and collected by unnes.ac.id and how it is used.

Log Files

Like many other Web sites, unnes.ac.id makes use of log files. The information inside the log files includes internet protocol (IP) addresses, type of browser, Internet Service Provider (ISP), date/time stamp, referring/exit pages, and number of clicks to analyze trends, administer the site, track user’s movement around the site, and gather demographic information. IP addresses and other such information are not linked to any information that is personally identifiable.

Cookies

unnes.ac.id uses cookies to store information about visitors’ preferences, to record user-specific information on which pages the site visitor accesses or visits, and to personalize or customize our web page content based upon visitors’ browser type or other information that the visitor sends via their browser.

Third-party ad servers or ad networks use technology in their respective advertisements and links that appear on unnes.ac.id and which are sent directly to your browser. They automatically receive your IP address when this occurs. Other technologies (such as cookies, JavaScript, or Web Beacons) may also be used by our site’s third-party ad networks to measure the effectiveness of their advertising campaigns and/or to personalize the advertising content that you see on the site.

unnes.ac.id has no access to or control over these cookies that are used by third-party advertisers.

You should consult the respective privacy policies of these third-party ad servers for more detailed information on their practices as well as for instructions about how to opt-out of certain practices. unnes.ac.id’s privacy policy does not apply to, and we cannot control the activities of, such other advertisers or web sites.

If you wish to disable cookies, you may do so through your individual browser options. More detailed information about cookie management with specific web browsers can be found at the browsers’ respective websites.

Consent

By using our website, you hereby consent to our privacy policy and agree to its terms.

Update

This Privacy Policy was last updated on: 2023-02-14. Should we update, amend or make any changes to our privacy policy, those changes will be posted here.

Contact Us

If you have any questions, comments, or concerns about our Privacy Policy or our practices with regards to your personal information, please feel free to contact us through the contact form on our website or by emailing us at humas[at]mail.unnes.ac.id.

This Privacy Policy is intended as a general guide to our practices in collecting and using information. If there is any inconsistency between this Privacy Policy and the terms of the Service Agreement or any other terms that may apply to specific services you use, then those specific service terms shall apply.

Terms of Use

By using our website, you agree to abide by this Privacy Policy. If you do not agree with this Privacy Policy, please do not use our website. We reserve the right to update this Privacy Policy from time to time without prior notice. Please review our Privacy Policy periodically to check for changes. Your continued use of our website following the posting of changes to this Privacy Policy means that you accept the changes.

Thank you for reading our Privacy Policy. We are committed to protecting the privacy of our website visitors and will continue to update our Privacy Policy to ensure optimal protection.